Istri Yang Terlupakan

Istri Yang Terlupakan
BAB 81 Zahra hamil


__ADS_3

Setelah satu bulan Irfan dan Intan akan segera menikah, mereka akan megadakan acara pernikahan di hotel milik keluarga bagaskara.


Al dan Zahra sudah menyiapkan rumah untuk Irfan dan Intan sebagai kado pernikahan, Al tak tanggung2 bahkan untuk acara pernikahan yang di gelar di hotel milik nya, itu semua gratis untuk Irfan dan Intan.


Ini semua sebagai tanda terima kasih pada mempelai berdua karna telah membantu Al selama ini terutama untuk Intan yang telah menjaga Zahra dan anaknya selama enam tahun.


Pesta di gelar cukup mewah Intan dan Irfan terlihat sangat serasi.


Senyum tak henti menghiasia wajah Zahra yang terlihat sangat cantik dan anggun di acara pernikahan Intan sahabatnya, Zahra merasa sangat senang ahirnya Intan telah menemukan tambatan hatinya.


Setelah acara selesai Al langsung mengajak Zahra untuk pulang, karna Al yakin Zahra pasti capek karna dari siang dia belum sempat istirahan.


"Kita pulang sekarang ya sayang", ajak Al dengan suara lembutnya.


"Kok buru2 Mas?"


"Emang kamu mau nginap di sini juga, acaranya sudah selesai sayang, Intan sama Irfan juga mau istirahat di kamarnya, terus kamu mau tidur sama mereka?"


"Ya gak lah Mas, masak iya aku tidur sama pengantin baru, lebih baik aku tidur sama kamu, suami aku sendiri".


"Ya udah kita pulang sekarang, aku juga udah gak sabar mau menghabiskan malam yang indah sama kamu". ucap Al sambil meneol hidung mancung Zahra.


"Kamu selalu aja mesum mas".


"Udah tiga hari sayang, aku gak dapat jatah, malam ini aku gak mau gagal lagi".


"Siapa suruh kamu ketiduran, aku sih ogah kalau harus bangunin mas hanya gara2 minta jatah".


"Kamu memang gak asik sayang, seharusnya kamu bagunin aku, aku pasti siap kapan saja dan di mana saja, aku gak bakalan nolak jika kamu memang kepengen".


"Ih, apasih kamu mas, aku masih punya rasa malu, masak aku ngajak duluan".


"Ingat sayang, pahalanya sangat besar, apalagi kalau kamu menggoda dan mengajak duluan, para malaikat akan mendoakan kamu agar dosa kamu di ampuni oleh yang maha kuasa".


"Kamu sok tau mas".


Al terkekeh pelan karna Zahra tampak sewot dengan nya, lalu keduanya segera pulang.


Zahra segera masuk ke dalam kamarnya sedangkan Al masih di bawah untuk mengunci pintu utama, karna sudah larut Al tidak mau mengganggu pembantu yang sudah tidur, Al sendiri yang mengunci pintu.

__ADS_1


Malam ini dia berencana untuk mnghabiskan malam yang panjang dengan Zahra, Al langsung menuju ke kamarnya dengan sedikit terburu-buru, mungkin dia sudah tidak sabar ingin segera menerjang istrinya.


Saat Al masuk Zahra sudah berganti baju seksi yang biasa ia gunakan untuk menyenangi suaminya, tanpa menunggu Al langsung mendekat dan berbisik di telinga Zahra.


"Apakah kau menggodaku sayang?" tanya Al dengan suara parau, jelas terasa dari suaranya dia sudah terbakar api gairah.


"Kalau ia, memang kenapa?" tanya Zahra dengan suara yang di buat manja.


"Aku suka cara mu seperti ini sayang".


Al tak bisa lagi menahan dirinya, Al segera mendekati Zahra yang sudah duduk manis di tepi ranjang, namu saat Al mulai mendekat dan ingin mencium Zahra, tiba2 Zahra menolak karna merasa mual dengan bau parfum Al.


"Hueek...!


"Minggir Mas", Zahra mencoba menghalau tangan Al yang ingin menyentuh pipinya.


Segera Zahra berlari kedalam kamar mandi dan mengeluarkan semua isi perutnya.


"Kamu kenapa sayang", tanya Al panik, dia memijit tengkuk Zahra yang terus mengeluarkan isi perutnya.


"Kamu minggir Mas, aku tidak suka bau parfum kamu".


"Tapi ini kan parfum yang biasa aku pakai sayang".


Al semakin heran dengan keadaan Zahra yang terus mengeluarkan isi perutnya, dia semakin bingung karna Zahra memintanya untuk menjau padahal Al ingin sekali memijit tengkuk Zahra.


"Okey sayang, aku akan mandi dan berganti baju".


Al segera mandi setelah Zahra mulai berhenti muntah2 dan keluar dari kamar mandi.


Saat Al keluar dari kamar mandi dia sudah mendapati Zahra sudah tertidur pulas, sungguh Al tak tega jika harus membangunkan istrinya hanya untuk menuntaskan hasratnya.


Al naik ke atas tempat tidur dan berbaring di samping Zahra, dia mendekat dan memeluk Zahra dan mencium keningnya.


"Apa yang terjadi sama kamu sayang?" gumam Al lirih.


Diapun segera menyusul Zahra kedalam alam mimpi, mereka berdua tidur sambil berpelukan.


*****

__ADS_1


Pagi hari Zahra terbangun tepat pukul 04:30 pagi, Zahra merasakan tubuhnya terasa lemas dan tidak bertenaga, mual yang sempat ia alami tadi malam kini menyerangnya kembali, Zahra kembali berlari kedalam kamar mandi dan muntah2 tapi hanya sairan yang keluar karna tadi malam semua isi perutnya sudah keluar.


Al yang mendengar Zahra ada di kamar mandi sedang muntah, segera menghampiri Zahra dan memijit tengkuk Zahra dengan perlahan.


"Kita ke dokter ya sayang, aku kawatir dari tadi malam kamu terus muntah2, apa kamu salah makan tadi malam?"


"Seingat aku, tadi malam aku gak makan yang macam2 mas, mungkin aku sedang masuk angin mas, nanti juga bakalan sembuh sendiri".


"Ayo kamu istirahat lagi, sepertinya kamu lemes bangaet sayang", Al dengan sigap segera membopong tubuh Zahra yang terlihat begitu lemas.


Lalu membaringkan Zahra dengan hati2, "Nanti aku panggil dokter biar kamu di periksa, aku kawatir kamu kenapa-napa".


"Gak usah mas, aku baik2 aja kok, aku hanya sedikit pusing, aku mau istirahat mungkin setelah istirahat aku akan baikan".


"Nggak sayang, kamu tetap harus di periksa", Al tak mau di bantah karna Al yakin istrinya tidak baik2 saja, bahkan wajah Zahra kelihatan sangat pucat.


Al langsung me nelpon dokter kepercayaan keluarganya, meskipun di pagi2 buta dokter itu tetap datang untuk memeriksa Zahra yang terbaring lemas karna terus muntah2.


"Bagai mana keadaan nya dok, istri saya sakit apa?" tanya Al penuh kekawatiran.


"Istri anda baik2 saja pak Al, di hanya mengalami hal wajar, selamat istri anda sedang hamil, kira2 kehamilannya masih 3 minggu, anda harus menjaga dia jangan sampai dia setres dan melakukan pekerjaan yang berat2 karna kehamilan di trimester pertama akan sangat rentan ke guguran".


"Pasti dok, saya akan menjaga istri saya dengan baik", ucap Al dengan senyum tercetah di wajahnya, dia terlihat begitu bahagia mendengar Zahra sedang hamil buah cintanya.


"Kalau begitu saya permisi dulu pak Al".


"Iya dok terima kasih", ucap Al sambil mengantar dokter itu sampai ke teras.


Al langsung kembali untuk menemani Zahra di dalam kamar.


"Bagai mana keadaan kamu sayang? apa masih mual dan pusing?" tanya Al sambil mengusap kepala Zahra dengan lembut.


"Masih mas".


"Aku ambil sarapan dulu buat kamu sayang, nanti setelah sarapan kamu minum obat, hari ini aku gak akan ke kantor aku akan menemanimu seharian".


"Kamu ke kantor aja Mas, aku baik aja".


"Kamu ingat, dulu kamu pernah memaksa agar aku tetap ke pesta saat kamu juga sedang sakit seperti ini, dan apa yang terjadi setelah itu, aku tidak mau mengulang kesalahan itu lagi, kantor tidak penting bagiku, yang paling penting kamu dan Nino, karna kalian berdua adalah dunia ku, biarkanlah aku menjagamu semampuku". ucap Al sambil memandang Zahra dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


Zahra menitikan air mata mendengar kalimat demi kalimat yang di ucapkan oleh suaminya.


"Terima kasih mas, kamu telah memberikan cinta yang begitu tulus padaku".


__ADS_2