Istri Yang Terlupakan

Istri Yang Terlupakan
BAB 57 Malam yang indah


__ADS_3

"Kenapa kamu ada di sini sayang?" tanya Al dengan mata berbinar.


"Karna aku merindukanmu", jawab Zahra manja, dan dia mulai mendekatkan wajahnya untuk mencium bibir sang suami yang sangat ia rindukan.


"Apakah karna dua hari aku meninggalkanmu, kamu jadi seagresif ini, hhm?" tanya Al untuk menggoda Zahra.


Tadinya Zahra ingin mencium Al namun saat mendengar pertanyaan darinya Zahra jadi mengurungkan niatnya.


"Gak jadi", ucap Zahra ketus, lalu beralih meninggalkan Al yang tersenyum.


Dengan gerakan cepat Al telah mencekal tangan Zahra dan menariknya agar jatuh dalam pelukannya.


"Aku tidak akan melepaskanmu malam ini", ujar Al dengan mengedikkan matanya menggoda Zahra.


"Coba aja kalau berani", tantang Zahra, sambil meronta dalam pelukan Al.


"Siapa takut", jawab Al sambil membopong tubuh sang istri, Zahra menjerit kaget karna tiba2 di gendong oleh sang suami.


Al membaringkan tubuh Zahra di atas tempat tidur yang sangat empuk, lalu beralih menatap wajah sang istri yang sudah pasrah dalam kungkungannya.


"Bolehkah aku meminta hak ku malam ini?" izin Al untuk menyentuh sang istri.


Zahra tersenyum lalu mengangguk, betapa bahagianya Al setelah melihat Zahra mengangguk setuju.


dengan perlahan Al sudah membukan hijab yang di kenakan Zahra, dengan begitu lembut Al mencumbu sang istri penuh dengan gairah


Al sudah lama tidak menyentuh seorang wanita, dengan gairah yang memuncah Al terus mencimbui Zahra tanpa jeda sedikitpun, membuat Zahra kualahan mengimbangi hasrat suaminya yang memang di atas rata2.


Keduanya benar2 larut dalam suasana yang begitu indah dengan hujan deras yang mengguyur kota singapura malam itu.


Seakan mereka lupa untuk sekedar makan malam karna keduanya sibuk menuntaskan segala hasrat yang selama ini mereka pendam.

__ADS_1


"Aku capek Mas", ucap Zahra, setelah kesekian kalinya mencapai pelepasan, "Tapi aku belum sayang", jawab Al yang masih terus berada di atas tubuh Zahra yang mulai lemas tak bertenaga karna sudah berjam-jam harus melayani sang suami yang sepertinya tidak ada kata lelah.


Setelah pelepasan yang kesekian kali, tubuh Al ambruk di di atas tubuh Zahra, sebelum Al menggeser tubuhnya ia mencium kening Zahra cukup lama.


"Terima kasih sayang", ucap Al lalu memeluk Zahra dari samping dengan sangat erat, Zahra membalas pelukan Al tak kalah erat, Al begitu bahagia setelah sekian lama ahirnya apa yang ia dambakan ahirnya terkabul, yaitu memiliki Zahra seutuhnya.


"Tidurlah sayang", titah Al sambil memejamkan matanya.


"Tapi aku lapar Mas", jawab Zahra karna memang ia belum makan dari siang, bahkan perut Zahra mulai berbunyi petanda ia benar2 lapar.


"Yang benar sayang!?" tanya Al tak percaya, Sungguh Al merasa bersalah telah menggempur tubuh sang istri tanpa ampun padahal Zahra belum makan dari siang.


"Maaf kan aku sayang, seandainya aku tau, mungkin aku tidak akan melakukannya berkali-kali", sesal Al sambil menarik Zahra dalam pelukannya.


"kalau begitu ayo kita makan", ajak Al sambil menari tangan Zahra untuk duduk di atas tempat tidur.


"Ayo Mas, tapi sebelum kita makan lebih baik kita bersih2 dulu lalu mengambil wudhuk terlebih dahulu,meskìpun tidak ada larangan makan dan minum dalam keadaan junub tapi setidaknya kita menjaga kesopanan dan adab sebagai orang muslim", jelas Zahra pada suaminya.


Al tersenyu lalu mengangguk, "Aku tidak salah memilih seorang istri, kau benar2 wanita yang sangat istimewa", puji Al sambil terus memeluk sang istri.


Apalagi postur tubuh Al yang tinggi besar dan berotot yang sangat berbeda dengan Adam, itulah yang membuat Zahra masih merasakan sakit di bagian intimnya, laki2 yang beda postur jelas berbeda juga perkakasnya. heheeee...


Al tidak tega melihat Zahra yang berjalan sambil meringis, ahirnya ia menggendong Zahra menuju kamar mandi, keduanya mengambil wudhuk dan keluar untuk makan malam.


"Sayang kamu gak usah pakai baju itu lagi, karna aku punya baju yang bagus buat kamu", ucap Al lalu berjalan mengambil baju itu di lemari, Zahra menyipitkan matanya melihat sang suami menyodorkan sebuah lingerie merah yang sangat tipis dan menggoda.


"Tapi mas", tolak Zahra


"Tidak ada tapi2an, pakailah", titah Al tak mau di bantah.


Ahirnya Zahra mengalah dan langsung memakai baju yang suaminya kasih padahal sejujurnya ia benar 2 tidak suka dengan model baju seperti itu.

__ADS_1


"Kau benar2 seksi sayang", ucap Al sambil mendekat untuk memeluk sang istri, "Mas! kamu belum pakai baju sama sekali",ujar Zahra sambil melihat sang suami yang masih bertelanjang.


"Apa kamu tidak suka jika melihat aku seperti ini", tanya Al sambil terus berjalan mendekati Zahra.


"Ingat Mas aku belum makan", ucap Zahra mencegah Al karna sepertinya gairah Al mulai terpancing kembali.


"Aku hanya mau ambil ini, sayang", jelas Al sambil mengambil ****** ******** di dekat Zahra.


"Kirain Mas mau-", Zahra tidak meneruskan kata2nya


"Untuk saat ini gak, karna kamu belum makan, tapi nanti setelah makan, aku gak akan mmembiarkan kamu tidur semalaman", ucap Al , yang sukses membuat Zahra bergidik ngeri.


"Kenapa kamu seperti ketakutan, hm?" tanya Al di telinga Zahra membuat Zahra semakin ketakutan.


"Gak apa2", jawab Zahra sambil berjalan menjauhi Al yang masih belum memakai ****** ********.


Dengan cepat Al memakai ****** ***** dan celana pendek di luarnya tapi Al tetap betelanjang dada.


Zahra mencari makanan di dalam kulkas lalu menghangatkan makanan itu, Zahra begitu asik menyiapkan makanan hingga tidak mendengar Al yang sudah berada di belakangnya bahkan sekarang dia sudah memeluk Zahra dari belakang.


"Mas, aku lagi sibuk", ucap Zahra sambil menghalau tangan Al yang sudah nakal menyusup kedalam bajunya yang sangat tipis.


"Kamu telah membuat aku gila sayang, apalagi melihatmu berpakaian seprti ini , sungguh aku tidak bisa jauh darimu", ucap Al sambil terus mengecup leher jenjang sang istri, padahal sudah banyak bekas merah di leher Zahra namun seprtinya Al tak kan pernah puas untuk terus membuat tanda merah di tubuh Zahra.


Setelah cukup lama ahirnya Al membiarkan sang istri untuk makan dengan tenang dia tidak mau istrinya kelaparang apalagi dia berniat akan bermai-main lagi dengan istrinya.


"Kenapa Mas liat aku seperti itu?" tanya Zahra heran karna dari tadi Al terus menatapnya lekat.


"Aku hanya mau tanya, apakah kamu sama Adam pernah melakukan hubungan suami istri?" tanya Al menyelidik.


"Emang kenapa Mas?" tanya Zahra balik dengan mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Karna kamu masih seperti perawan, sampai aku kewalahan untuk menembus pertahananmu", jelas Al yang sukses membuat Zahra tersedak minuman yang ia minum.


Semoga dosa author bisa di ampuni di bulan puasa ini, dan puasa author bisa di terima, sungguh author m****erasa berdosa telah menulis adegan mesra di bulan puasa seperti ini, semoga kita semua berada dalam bimbingan sang kuasa.


__ADS_2