Istri Yang Terlupakan

Istri Yang Terlupakan
BAB 27 pertemuan keluarga


__ADS_3

Zahra hanya diam dia berpikir dari mana dia akan mendapatkan uang sebanyak itu untuk membayar pinalti jika ia mengundurkan diri, ahirnya dia memutuskan untuk tetap bekerja walau sebenarnya dia enggan untuk bekerja dengan orang yang tidak bisa menghormati seorang wanita.


"saya akan tetap bekerja di perusahaan ini tapi saya minta pada anda, tolong jaga sikap anda pada saya jangan samakan saya dengan wanita2 yang biasa anda tiduri". jelas Zahra sambil menatap Al tidak suka.


Al hanya diam tidak berkata apapun dia terus memandang Zahra.


"apakah anda mendegar ucapan saya pak"? tanya Zahra heran, karna dari tadi Al hanya fokus menatapnya saja, Zahra semakin salah tingkah ketika Al tak kunjung berhenti menatapnya.


"apapun saratnya aku terima asalkan kamu tetap bekerja untuk saya"!


"baiklah pak, saya permisi" ucap Zahra sopan, Al hanya mengangguk.


setelah kepergian Zahra, Al menghela nafas panjang ia duduk bersandar pada kursi kebesarannya mengingat setiap kelakuan buruk yang selama ini ia lakukan.


"masih pantaskah aku merindukanmu, masih pantaskah aku mengharapkan cintamu, masih pantaskah aku untuk menunduk terpaku mengucapkan cinta dan namamu, di tengah deretan kesalahan yang telah ku perbuat, di tengah rangkayan kelalaian yang ku ukir, di tengah kemaksiatan yang senantiasa menambah panjang deretan dosa-dosaku, perkenankan aku mencintaimu dengan segala kelemahan dan kehilafanku, dengan segala kekurangan dan kelalaianku...."


batin Al berkecamuk, dia akan semakin sulit untuk mendapatkan hati Zahra setelah apa yang ia perbuat di masa lalu.


seharian Zahra bekerja, dengan cepat dia bisa mengerti dan paham akan tugas dan pekerjaannya, Zahra melihat jam di ponselnya sudah menunjukkan pukul 4 sore segera Zahra membereskan berkas2 di mejanya dia ingin cepat pulang sebelum waktu magrib tiba.


segera Zahra mengambil tas dan melangkah untuk pulang, tapi langkahnya terhenti saat Al tiba2 keluar dari ruangannya dan memanggil dia.


"tunggu Ra,!


seketika Zahra berhenti melangkah,dan menoleh pada sosok yang selama ini ingin ia hindari.


"apa ada yang perlu saya bantu pak"? tanya Zahra sopan sambil menundukkan kepalanya.


"kamu punlang naik apa Ra"?


"buat apa bapak menanyakan hal itu"? tanya Zahra heran,"saya akan naik ojek pak,! jawab Zahra ketus


"kamu gak usah naik ojek, lebih baik kamu pulang denganku, aku kawatir kamu kanapa-napa karna di daerah ini sering terjadi pelecehan, jelas Al menakuti Zahra.


"saya akan lebih terancam di lecehkan jika berada satu mobil dengan anda, ucap Zahra telak


Al memejamkan matanya untuk menetralisir rasa sakit dari ucapan Zahra yang menusuk hatinya.


"seburuk itukah aku di matamu Ra"? gumam Al, yang masih bisa Zahra dengar.


"maaf pak saya harus segera pulang, ucap Zahra sambil melangkah menjauh dari Al, Al hanya diam memandang Zahra yang semakin jauh, hatinya benar2 hancur oleh kata2 Zahra yang penuh dengan kebencian.

__ADS_1


dengan lankah gontainya Al keluar dari gedung kantor bagaskara Group.


*******


sudah satu buan pernikahan Nita dan Adam berjalan, tapi tetap tak ada cinta di antara mereka terutama di hati Adam, dia hanya sibuk memikirkan mantan istrinya tanpa sedikitpun memperdulikan Nita yang sedang mengandung anaknya.


"assalamualaikum"!


"waalaikum salam"! jawab Nita dari dalam ŕumah, segera ia membuka pintu untuk menyambut Adam, Nita langsung mengulurkan tangannya untuk mencium punggung tangan Adam.


Nita selalu memperlakukan Adam dengan sangat baik meskipun Adam tak pernah memberi perhatian pada Nita dan juga bayi yang ia kandung.


Adam langsung masuk kedalam rumah tanpa memperdulikan istrinya.


"mas... aku sudah masak buat kamu, kalau kamu mau makan aku akan siapkan buat kamu. ucap Nita sambil mengikuti Adam ke dalam kamar.


"kamu siapkan saja, aku mau mandi dulu, jawab Adam sambil masuk ke kamar mandi, segera Nita keluar dari kamar dia akan menyiapkan makan malam untuk Adam.


setelah Adam selesai dengan acara mandinya dia langsung melaksanakan sholat magrib lalu ia keluar untuk makan malam dengan Nita.


"mas..! besok jadwal aku cek kandungan, ucap Nita sambil menyuapkan nasi ke mulutnya.


"jam berapa Nit"? tanya Adam.


"kalau besok aku gak sibuk, aku yang akan antar kamu, jelas Adam yang sukses membuat Nita terkejut karna baru kali ini dia mau mengantarkan dia untuk memeriksa kandungannya.


Nita hanya mengangguk, dia berharap Adam akan mulai menerimanya sebagai istri yang sesungguhnya.


*******


"pa...! malam ini Anita dan mas Ilham akan datang kesini dan sekarang mereka sudah ada dalam perjalanan, ucap bu Siska mberi tau suaminya.


"iya ma" tadi Ilham juga telfon papa, katanya dia ingin membahas sesuatu yang penting dengan keluarga kita, jelas tuan Fatih.


"ya sudah papa siap2 dulu, mama mau kedapur untuk menyiapkan makan malam sekalian kita ajak mas Ilham dan Anita untuk makan malam juga.


"Rani....! apa masakannya sudah siap"? tanya bu Siska.setalah sampai di dapur.


"iya nyonya semua sudah siap, hanya tinggal di tata di atas meja makan, jawab Rani sambil membawa piring ke atas meja makan.


"Zahra mana Ran"? tanyanya lagi

__ADS_1


"Zahra baru aja nyampek nyonya, mungkin sekarang dia lagi sholat magrib. bu Siska mengangguk mengerti.


tiba2 terdengar seseorang mengucap salam dari arah pintu.


"assalamu alaikum"!


"waalaikum salam"!


bu Siska segera membuka pintu dan menyambut sahabatnya yaitu nyonya Anita, mereka berdua langsung berpelukan.


"kamu apa kabar Sis"? tanya nyonya Anita


"alhamdulillah aku baik Ta,! "ayo silahkan masuk, ajak bu Siska


bu Siska mengajak tuan Ilham dan istrinya untuk duduk di ruang tamu sebelum mengajak mereka makan malam bersama.


tuan Fatih menghampiri tuan Ilham dan nyonya Anita dengan senyum yang megembang di bibirnya.


"bagai mana kabar mu Ham"? tanya tuan Fatih sambil memeluk sahabatnya, mereka menjalin persahabatan sejak di banku SMP,


"alham dulillah aku baik"!


"pa.. sebaiknya kita ajak mereka makan malam dulu, gimana"? potong bu Siska


"iya sebelum kita ngobrol lebih baik kita makan malam dulu", ayo Ham silahkan, ajak tuan Fatih


segera mereka semua menuju meja makan,


"oh ya..di mana Al berada kenapa dia tidak gabung sama kita"? tanya tuan Fatih karna tidak melihat Al dari tadi.


"oh ya, Al di mana ma"? tanya tuan Fatih pada bu Siska.


"dia masih di kamarnya pa, "biar mama suruh Zahra buat panggil dia.


"Ra...! paggil nyonya Siska, membuat Zahra berlari menghampirinya.


"iya tante, jawab Zahra, seketika tuan Ilham dan nyonya Anita menatap Zahra, entah kenapa ada perasaan aneh yang tuan Ilham rasakan dia seperti melihat istrinya dalam sosok Zahra.


Zahra yang baru sadar kalau ada nyonya Anita segera iya menyapanya.


"tante apa kabar"? tanya Zahra sambil tersenyum.

__ADS_1


nyonya Anita sangat senang bisa bertemu dengan Zahra lagi,


"alham dulillah tante baik Ra"! jawab nyonya Anita sambil berjalan menghampiri Zahra lalu memeluknya dengan erat.


__ADS_2