Istriku, Ga!Rah Cintaku

Istriku, Ga!Rah Cintaku
Gagal Total


__ADS_3

"Nyonya, di luar ada seorang perempuan muda yang mencari anda, dia bilang ada hal penting yang ingin disampaikan pada anda."


Jesslyn menoleh dan sedikit6 memicingkan matanya. "Bertemu denganku?" Mia mengangguk. "Siapa?"


"Saya juga tidak tahu, Nyonya. Tetapi dia bilang memiliki hubungan spesial dengan tuan muda Nathan," jawab Mia.


Jesslyn pun menjadi sangat penasaran. Ibu dua anak itu meninggalkan pekerjaannya dan keluar untuk menemui perempuan yang mengaku memiliki hubungan dengan putranya itu.


Dari dari kejauhan Jesslyn melihat seorang gadis muda tengah duduk di ruang tamu seorang diri. Jesslyn menghentikan langkahnya sejenak dan memperhatikan gadis itu dari ujung rambut sampai ujung kaki. Dilihat dari parasnya, dia seperti gadis yang berasal negara Negeri Sakura.


Entah kenapa Jesslyn merasa, jika gadis itu bukanlah perempuan baik-baik. Dengan senyum ramahnya, jesslyn menghampiri gadis itu yang pastinya adalah Reina.


"Halo, Tante. Selamat siang, perkenalkan saya Reina."


"Duduklah," pintar Jesslyn mempersilahkan. Reina sedikit gugup ketika berhadapan langsung dengan Jesslyn. "Mia bilang ada hal penting yang ingin kau sampaikan padaku, dan memangnya apa hubunganmu dengan putraku?" Tanya Jesslyn tanpa basa-basi.


Reina menunduk sambil memegangi perutnya. Wajahnya terlihat sendu. "Tante, sebenarnya aku dan Nathan memiliki hubungan spesial tapi dia tidak berani untuk mempublikasikannya karena takut melukai perasaan Vivian. Nathan dan Vivian sudah tidak cocok lagi, dan dia sering curhat padaku jika hubungan mereka memburuk akhir-akhir ini karena Vivian sedang dekat dengan pria lain." Ujar Reina.


Jesslyn tak langsung memberikan tanggapan apapun. Dia hanya diam mendengarkan. "Satu bulan yang lalu. Nathan mengajakku bertemu di club' malam, dia bilang habis bertengkar dengan istrinya. Nathan menegur Vivian karena pulang larut malam dengan diantar oleh seorang laki-laki. Tapi dia malah marah dan memaki-maki Nathan. Kemudian Nathan meninggalkan rumah dan pergi ke club' malam." Terang Reina.


Reina kembali menundukkan kepalanya. Jari-jarinya saling meremas. "Lalu di-sana kami tanpa sengaja majukan hubungan intim karena sama-sama mabuk. Dan aku...sekarang sedang hamil anak Nathan, tapi aku takut dia tidak mau mengakuinya. Tante, tolong aku, Carikan keadilan untukku." Reina menggenggam tangan Jesslyn, memohon supaya dia membantunya.


Jesslyn menarik kedua tangannya yang digenggam oleh Reina. Dia mengambil napas panjang dan menghelanya.


"Jadi kau orangnya. Orang yang berusaha menjadi benalu dalam rumah tangga putraku? Aku sudah mendengar langsung dari menantuku jika ada seorang wanita gila yang tiba-tiba datang kerumahnya dan terang-terangan mengatakan ingin merebut suaminya!!"


Reina menggeleng. "I..Itu tidak benar, Tante. Bukan begitu ceritanya. Aku .."


"Dengar ya, Nona!! Aku mengenal putraku dengan sangat baik, 9 bulan 10 hari aku mengandung dia. Selama lebih dari 20 tahun aku membesarkannya, jadi aku mengenalnya lebih baik dari siapapun."

__ADS_1


"Putraku menang seorang brandalan, dan dia juga bukan pemuda baik-baik. Tapi dia masih mengerti batasan, jangan kau pikir dengan mengatakan hal ini, aku bisa percaya padamu."


"Tapi, Tante. Saya benar-benar~"


"Aku lebih mempercayai apa yang kulihat dengan mataku!! Pergilah dari sini, jangan pernah mengganggu rumah tangga putraku lagi. Karena aku tidak tau apa yang bisa aku lakukan padamu jika kau sampai melakukannya!!" Jesslyn bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja.


Reina mengepalkan tangannya. Ternyata ibu Nathan bukanlah orang yang mudah untuk dimanfaatkan, bahkan dia tidak terpengaruh sama sekali dengan semua yang ia ucapkan. Dengan kesal Reina meninggalkan Mansion keluarga Qin.


Sepertinya akan semakin banyak hambatan untuk dia mendapatkan pemuda itu. Ini jelas tidak mudah, dia harus berusaha.


-


-


Nathan meletakkan ponselnya di atas meja samping tempat tidurnya. Lelaki itu bangkit dari duduknya lalu pergi meninggalkan kamarnya. Dia menghampiri Vivian yang sedang membaca novel di ruang keluarga sambil memakan cemilan favoritnya.


Vivian mengangkat wajahnya dan menatap suaminya itu penuh kebingungan. "Ada apa? Kenapa mukamu terlihat asam begitu?" Tanya Vivian pada Nathan.


"Dia pergi menemui, Mama?" Nathan mengangguk. "Untuk apa?"


"Aku sendiri tidak tau, tapi Mami bilang dia mengaku memiliki hubungan denganku dan saat ini tengah mengandung anakku. Parahnya lagi, dia bilang jika kita sering bertengkar sampai memfitnahmu pergi dengan pria lain."


"Astaga, sepertinya wanita itu benar-benar perlu diberi pelajaran!!" Vivian mengepalkan tangannya.


Vivian tidak mungkin hanya diam saja, dia harus mengambil tindakan tegas untuk mengatasi wanita itu. Reina tidak akan kapok sebelum diberi pelajaran, dan Vivian tau bagaimana cara menghadapinya.


"Tidak perlu membicarakan dia lagi, itu hanya membuatku semakin muak!!"


"Ayo pergi keluar, kebetulan aku sedang lapar dan malas memasak. Dan lagipula sudah lama kita tidak kumpul dengan anak-anak," usul Vivian mencoba meredam kekesalan Nathan.

__ADS_1


"Kedengarannya tidak buruk. Aku ambil kunci mobil dan ganti baju dulu." Ucap Nathan yang kemudian dibalas anggukan oleh Vivian.


Vivian mengambil ponselnya yang ada diatas meja lalu mengirim pesan singkat pada Reina dengan mengatasnamakan Nathan. Vivian sempat mencuri nomor ponsel Reina ketika dia sedang mandi, karena Vivian pikir itu akan berguna untuknya suatu saat nanti.


Dan salam pesan singkat itu. Vivian mengajak Reina untuk bertemu di cafe, dia juga meminta wanita itu untuk dandan secantik mungkin. Dan Vivian membayangkan bagaimana ekspresi Reina ketika berpikir jika yang mengirim pesan itu benar-benar Nathan.


"Sedang berkirim pesan dengan siapa? Serius sekali?" Tegur Nathan dan membuat perhatian Vivian teralihkan. Kemudian Vivian menunjukkan isi chatnya pada Nathan. "Kau berkirim pesan dengan Reina?" Vivian mengangguk. "Untuk apa?"


"Untuk mengerjainya. Dia kan sangat tergila-gila padamu, dan pasti perempuan itu tidak akan menolak untuk bertemu denganmu."


Nathan mendengus sambil menggelengkan kepala. Dia benar-benar tidak habis pikir dengan istrinya ini. Bagaimana bisa Vivian kepikiran untuk melakukan hal tersebut, dan yang menjadi pertanyaan Nathan, bagaimana bisa Vivian mendapatkan nomor Reina.


"Aku mencurinya saat dia sedang mandi," ucap Vivian seolah-olah mengerti apa yang Nathan pikirkan. "Ayo berangkat sekarang. Aku sudah sangat kelaparan." Ucapnya.


Vivian bangkit dari duduknya lalu memeluk lengan terbuka Nathan. Kemudian keduanya berjalan beriringan menuju halaman depan dimana mobil Nathan diparkirkan.


-


-


Ting ..


Dengan enggan Reina mengambil ponselnya yang tergeletak diatas meja samping tempat tidurnya. Pesan dari sebuah nomor baru, dengan tak berminat dia membuka pesan tersebut. Dan kedua matanya langsung membelalak sempurna saat melihat siapa yang mengirim pesan singkat itu.


"Nathan?! Dia mengirimiku pesan?" Reina memekik kencang.


Wajahnya langsung sumringah ketika dia tau siapa yang mengirim pesan singkat itu. Reina begitu bersemangat membalas setiap pesan-pesan yang masuk, yang dia pikir dari Nathan. Yang tanpa Reina sadari jika pesan itu bukan dikirim oleh Nathan, melainkan Vivian.


-

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2