Istriku, Ga!Rah Cintaku

Istriku, Ga!Rah Cintaku
Permintaan Aneh


__ADS_3

"Apa, jeruk rasa coklat?!"


Nathan memicingkan matanya mendengar permintaan aneh istrinya. Vivian meminta jeruk tapi rasa coklat. Bukankah itu sesuatu yang mustahil. Karena dimana-mana jeruk itu rasanya segar, asam dan manis. Dan selama 23 tahun dia hidup, belum sekalipun Nathan pernah menemukan jeruk rasa coklat.


"Tapi, Vi. Dimana ada jeruk rasa coklat, kecuali coklat rasa jeruk. Jangan aneh-aneh deh, minta yang lain saja. Jangan sesuatu yang tidak masuk akal, sulit mendapatkannya!!"


Vivian menggeleng. "Tidak mau!! Pokoknya aku mau makan jeruk rasa coklat, dan bagaimana pun caranya kau harus mendapatkannya atau aku akan mogok makan selama 7 hari 7 malam?!" Ancam Vivian bersungguh-sungguh.


Nathan mendengus dan mengusap wajahnya frustasi. "Vivian, berhenti menguji kesabaranku. Apa kau tidak tau bagaimana frustasinya diriku sejak kau hamil?! Kau selalu meminta sesuatu yang aneh dan tidak masuk akal, aku pasti akan menuruti semua yang kau mau. Asal itu masuk akal!!"


"Oh, jadi maksudmu kau menyesal karena sudah menuruti semua kemauanku?! Dasar pria menyebalkan, kalau memang tidak mau mencarikannya, ya bilang saja tidak mau!! Aku bisa pergi dan mencarinya sendiri!! Dasar menyebalkan!!" Vivian menabrak Nathan dan pergi begitu saja.


Perempuan itu meninggalkan rumahnya sambil terus berkomat-kamit tidak jelas. Dia benar-benar kesal pada Nathan. Bagaimana bisa dia berkata seperti itu, toh itu bukan kemauannya juga. Tapi kemauan janin di dalam perutnya.


Vivian pergi ke supermarket yang letaknya tak jauh dari rumahnya. Dia masuk ke dalam dan mengambil beberapa buah jeruk lalu membawanya ke kasir.


Sebenarnya yang Vivian minta bukan jeruk rasa coklat. Tetapi coklat yang bentuknya sama persis seperti jeruk, hanya saja dia salah cara menyampaikannya pada Nathan, sedangkan Nathan kurang mengerti dengan maksud Vivian.


"Aku mencarimu kemana-mana dan ternyata kau ada disini?! Bukankah yang kau bawa itu jeruk juga?!" Nathan menunjuk beberapa butir jeruk di tangan Vivian.


"Iya, tapi ini jeruk rasa coklat!! Dasar kau saja yang malas mencarikannya untukku, buktinya aku bisa menemukannya!!" Ujar Vivian ketus.


Kali ini Nathan Memilih diam dan tidak menanggapi ucapan Vivian. Karena jika diteruskan, pasti perdebatan mereka akan semakin panjang dan tidak ada ujungnya.


"Ya sudah, aku yang salah dan aku minta maaf. Ayo pulang," ucap Nathan.


Dia mengakhiri perdebatan mereka dengan meminta maaf pada Vivian. Nathan mengalah, meskipun sebenarnya dia tidak bersalah. Nathan memilih mencari jalan aman.


.


.


Lima belas menit berkendara, mereka tiba di rumah. Vivian yang sudah tidak sabar ingin segera memakan coklat jeruknya, dia buru-buru turun dari mobil Nathan dan bergegas masuk ke dalam. Dan Nathan menyusul di belakangnya.


Setibanya di dalam rumah, bukan buah jeruk yang Vivian makan, melainkan coklat berbentuk buah jeruk. Nathan pun langsung cengo dan menatap istrinya itu dengan tatapan tak percaya. Kemudian Nathan menghampiri Vivian.


"Astaga Vi, itu sih bukan jeruk rasa coklat melainkan coklat berbentuk jeruk!! Kenapa kau harus berputar-putar mengatakannya, jika sejak awal kau mengatakan yang kau minta adalah coklat berbentuk jeruk, pasti aku sudah mendapatkannya dari tadi!!"

__ADS_1


Vivian memanyunkan bibirnya. Kenapa Nathan malah mengomelinya, bukan salahnya juga karena Nathan yang kurang peka. Vivian menatap Nathan dengan kesal.


"Kenapa kau malah mengomeliku?! Kau saja yang kurang paham, kenapa malah menyalahkanku?! Dasar menyebalkan!!" ucap Vivian tak mau kalah.


Nathan memijit pelipisnya yang terasa pening. Pemuda itu menggelengkan kepalanya dan melenggang pergi. Rasanya kepalanya mau meledak menghadapi Vivian yang semakin hari semakin menjadi-jadi.


-


-


"APA?! MEMAKAI PAKAIAN SERBA PINK?!"


Luis memekik sekencang-kencangnya, setelah dia mendengar permintaan kalau istrinya. Jesslyn memintanya untuk memakai pakaian dan atribut serba pink.


Jesslyn mengangguk. Dia mengusap perutnya yang membuncit dan menatap Luis dengan pandangan memohon. Melihat tatapan Jesslyn, membuat Luis tidak tega untuk menolaknya. Apalagi dia terus mengusap perutnya, dan jika tidak dituruti, pasti akan panjang masalahnya.


"Baiklah, aku akan menuruti keinginanmu tak masuk akal itu. Tapi sekali ini saja ya, dan jangan meminta yang aneh-aneh lagi!!"


Jesslyn menggeleng. "Aku tidak yakin, dan juga tidak bisa berjanji. Apalagi keinginan itu adalah kemauan anak ini!!" Terang Jesslyn sambil mengusap perutnya.


-


-


Nathan meneguk beberapa butir obat. Kepalanya sering pusing akhir-akhir ini. Belum lagi masalah di-kantor yang sering kali membuatnya frustasi, ditambah lagi dengan Vivian yang suka meminta aneh-aneh padanya. Dan jika ia tidak berhasil mendapatkannya, pasti Vivian akan langsung ngambek dan mogok makan.


Nathan mengangkat kepalanya mendengar derap langkah kaki. Vivian datang sambil membawa sebuah majalah yang kemudian dia serahkan pada Nathan. "Apa ini?" Nathan menatapnya bingung.


"Aku ingin kau merubah warna dan model rambutmu seperti yang ada di majalah ini." Vivian menunjuk sebuah model rambut two blocked undercut dengan warna Platinum Blonde.


Nathan menghela napas. "Baiklah, ayo kita pergi ke salon." Dan untungnya permintaan Vivian tidak anah-aneh kali ini. Jika saja dia memintanya mengecat rambutnya jadi warna pink, mungkin Nathan akan langsung memilih untuk menghilang dari dunia ini saja.


"Dan satu lagi!!"


Nathan menghentikan langkahnya dan menoleh kaku pada wanita itu. Dia mulai was-was dan bertanya-tanya apalagi sekarang. Vivian menghampiri Nathan sambil mengukir senyum lebar di-bibirnya. "Tribal, aku ingin kau membuatnya di punggungmu."


Sekali lagi Nathan memijit pelipisnya yang terasa pening. Belum dituruti satu permintaannya, malah sudah meminta yang lain lagi. Dan Nathan hanya bisa mengangguk pasrah. Mengiyakan permintaan istrinya. Karena jika sampai tidak di turuti, bisa sangat panjang urusannya.

__ADS_1


-


-


Rio mengangkat wajahnya dan menatap Silvia yang sedang duduk sambil menonton drama dari ponselnya dan memakan cemilannya. Sementara dirinya sedang menjalani hukuman dari sang istri tercinta. Memang salahnya juga, pergi ke club' malam dengan Tao dan Marcell tanpa meminta ijin terlebih dulu pada Silvia.


"Apa lihat-lihat?! Menghadap ke tembok!!"


"Iya, iya, jangan galak-galak dong, Sayang."


Silvia berdecak sebal. Mengabaikan Rio, Silvia kembali melanjutkan kegiatannya. Silvia lanjut menonton drama favoritnya. Sekali-kali Rio memang perlu diberi pelajaran, apalagi dia berani macam-macam di luar sana dengan menggoda wanita lain di club' malam.


Meskipun sering kali berikan kejam dan menyebalkan sejak hamil. Tapi Silvia tidak pernah macam-macam apalagi menggoda pria lain. Dia selalu berusaha menjaga perasaan suaminya meskipun terkadang dia sangat menyebalkan.


Silvia sangat mencintai Rio. Namun sikapnya berubah sejak dia hamil. Bukan kemauan Silvia sendiri, karena dia sendiri tidak pernah bisa mengontrol emosinya.


-


-


Nathan dan Vivian baru saja meninggalkan salon tempat pemuda itu merubah penampilannya. Vivian sangat puas dengan penampilan Nathan sekarang yang terlihat lebih cool dan macho. Mereka dalam perjalanan menuju galery tatto, seperti permintaan Vivian, Nathan akan membuat tribal di punggungnya.


Dua puluh menit berkendara. Mereka tiba di lokasi. Nathan dan Vivian bergegas masuk ke dalam. Beruntung yang memiliki galery ini adalah teman Nathan sendiri, sehingga mereka tidak perlu membuat janji terlebih dulu.


"Nathan, lama tidak bertemu dan ternyata kau sudah menikah. Adik ipar sangat cantik, ayo masuk aku buatkan minuman dingin untuk kalian." Ketiganya kemudian memasuki galery tersebut.


Vivian menyapukan pandangannya ke segala penjuru arah. Tempat ini sedikit menyeramkan, banyak lukisan-lukisan di dindingnya ditambah lagi dengan warna lampunya yang kuning kemerahan. Kemudian mereka berdua diarahkan kesebuah ruangan yang merupakan tempat kerja pria tersebut.


"Sepertinya akan mengerikan, aku menunggu diluar saja." Ucap Vivian yang kemudian dibalas anggukan oleh Nathan.


Bukan hanya tatto di punggungnya. Tapi Nathan juga berencana membuat tatto di-lengannya dengan nama Vivian. Agar semua orang tau jika hanya Vivian yang ada di dalam hidupnya dan satu-satunya cinta yang dia miliki.


-


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2