
Via menutup telponnya, ia baru saja berbicara pada anak semata wayangnya di kota. Via ingin menjemput Arkana, jika anak itu mau. Tapi sepertinya anaknya ini lebih lengket dengan Opa dan Oma nya.
Tak lama kemudian Via mengerutkan keningnya mendapati Jul, datang dengan motor butut nya.
Via melirik ke sana kemari, semoga saja ada orang lain. Ia takut pria itu berbuat macam-macam terhadapnya. Ia bernafas lega saat melihat wanita yang mengambil jemuran di samping rumah.
"Via...."
Yang di panggil hanya melirik, ke arah pria yang semalam membuatnya takut. Jul gemas sendiri melihat reaksi Via. Tak lama kemudian ia mendekati wanita yang membuatnya jedak jeduk dadanya.
"Via, ini mas ambil jambu tadi di kebun. Via mau gak temenin bang Jul makan jambu."
"Emangnya kenapa harus Via temani mas."
"Buahnya asam banget, kalau liat Via yang manis pasti jadi ikutan manis,"
Via memutar bola matanya jengah, gombalan receh Jul sama sekali tak membuatnya tersipu. Apalagi harus berbunga bunga.
"Via..."
Via menghembuskan nafasnya perlahan, mendengar nada memelas dari pria di depannya ini. Tak lama kemudian ia mengajak Jul masuk ke dalam rumah.
"Mas Jul ambil di mana, asam banget."
Benar, Jul terkikik geli melihat wajah Via yang mengkerut karna asam.
"Via mau gak nanam singkong bareng Jul. Jul gak tau kenapa, cuma mau Via."
Tiba tiba saja mulut Jul berkata lancar tanpa hambatan. Meminta Alvia menanam bibit singkong ajaibnya. Entah dari mana pemikiran Jul datang. Itu meluncur bebas dari dalam mulutnya. Padahal, mereka baru saja bertemu dua hari. Apa efek Jul yang sudah terlalu lama menjomblo yang sering di katakan karatan, bujang lapuk tak laku laku.
Baru saja Via membuka mulutnya, tiba tiba saja ada sebuah mobil Lamborghini datang ke halaman rumah nya. Wajah Via pucat pasi, melihat mobil siapa yang terparkir di depan.
Ia menarik tangan Jul masuk ke dalam kamarnya. Dan Jul yang di tarik, oleh Via hanya diam saja. Mengikuti langkah si janda dua kali.
Apa boleh buat.
Tanpa basa basi Via mendaratkan bibirnya pada bibir seksi Jul. Ia tau, sebentar lagi Bara pasti akan datang kemari.
__ADS_1
Dan Jul melotot kan matanya merasakan bibir Via beradu dengan bibirnya. Entah dari siapa Jul belajar, tangan nya refleks terangkat ke pinggang Via. Melingkar, dan menarik Via agar menempel ke tubuh nya.
Bug....
Akh...
Jul kaget saat seseorang tiba tiba membalikkan tubuhnya, dan langsung menghantam wajahnya dengan kepalan tangan. Tak tinggal diam, ia membalas lebih keras lagi.
Bug...Bug....
"Oh my God...Mas Bara "
Jul menghentikan pukulannya, mendengar Via menyebut nama seseorang. Pasti pria ini yang bernama Bara.
Sementara Bara sendiri masih tak terima bibirnya yang mengeluarkan darah segar. Nafasnya memburu menahan amarah yang menguasai nya. Dari mobil tadi ia sudah melihat Via yang menyeret seorang pria. Ia yakin Via tak akan berbuat macam-macam. Pasti pria ini yang membuat Via mau di ajak macam macam.
Itu sebabnya ia langsung mencari keberadaan mereka. Dan benar, ia melihat mereka berdua di dalam kamar. Ia juga melihat tangan pria itu menarik Via kedalam pelukannya.
Mereka bertiga sudah ada di ruang tamu. Via memijit pelipisnya yang pusing. Baru dua hari ia berada di sini, dan Bara sudah menemukannya.
"Mau apa datang kemari mas.?" Jul melirik ke arah Via.
" Mencari mu,.... Sudah ku bilang Via. Aku masih mencintaimu, kembalilah pada ku. Mau pergi kemana pun aku tetap akan bisa menemukan mu. Kita pulang ke kota, jangan seperti ini."
Via mendesah lirih, ia tak habis pikir dengan hidup nya. Niat hati ingin menghindar dari mantan suaminya. Justru pria ini tau keberadaan nya di sini. Mungkin dia melacak ponsel nya waktu itu. Dan lagi ia baru dua hari di sini. Ia mengumpat dirinya sendiri, yang ceroboh. Untuk apa ia datang kemari bersembunyi, pada akhirnya Bara bisa menemukannya.
Jul mengeraskan rahangnya mendengar ucapan pria di depannya ini. Bukankah Via janda, lalu siapa pria yang memukulnya. Dan lagi, dia bilang masih mencintai Via. Itu artinya mereka berdua punya hubungan.
Sialan...
"Maaf mas, Via masih ingin di sini. Dan Via tak mencintai mu lagi mas, mengertilah."
Via melirik ke arah Jul yang menatap tajam pada Bara. Dari tatapan matanya, dia seperti orang pada umumnya. Tapi entah lah, ia tak tau Jul pria gila atau tidak.
"Via..."
"Kau tak bisa memaksanya, jika dia tak ingin kembali ke kota.!"
__ADS_1
Via mengalihkan pandangannya lagi, saat mendengar nada bas yang terdengar mengerikan. Ia menatap Jul lekat, benarkah dia pria yang sama. Pria yang semalam meminta di elus miliknya.
"Kau, sama sekali tak berhak ikut campur."
Bara menatap sinis pada Jul. Apalagi Jul, di tatap seperti ini oleh pria asing langsung mengepalkan tangannya, dan balas menatapnya tajam. Zulkarnain tidak pernah takut dengan siapapun. Apalagi hanya pria sampah di depannya ini.
"Pergilah mas Jul..."
Jul mengalihkan pandangannya, menatap tak percaya pada Via yang mengusirnya. Tak lama kemudian ia melangkah pergi meninggalkan rumah Via. Sementara Via menatap iba pada punggung Jul. Pria yang baru saja ia kenalnya dua hari yang lalu.
Brakk....
Amir berjengit mendengar pintu kamar di tutup kasar. Ia melirik ke arah istrinya, dan yang di lirik hanya mengedihkan bahunya tak tau.
Di dalam kamar, Jul menendang ranjang guna melampiaskan amarahnya. Ia pikir Via punya rasa terhadapnya. Ternyata hanya dia yang jatuh cinta pada pandangan pertama.
"Sialan..."
Ia kecewa pada Via yang mengusirnya di hadapan pria itu. Dan lagi, apa hubungan Via dengannya. Bukankah dia janda, lalu siapa dia.
"Dasar janda kecentilan.. huh."
Tak lama kemudian ia pergi lagi, seperti biasa nongkrong dengan teman-teman nya.
" Jul kenapa, kusut amat mukanya. Udah di elus tuh anak Pipit."
Riki mengagetkan Jul dari belakang. Mereka berdua pergi ke rumah Yono yang agak jauh dari rumah mereka berdua.
"Via punya pacar.."
Riki langsung merentangkan kedua tangannya di depan Jul. Dan Jul hanya mendengus melihat Riki menghentikan langkahnya.
"Dari mana Lo tau..?"
"Barusan Jul dari rumah Via. Sebelum magrib tadi, Jul kesana. Ngajak Via makan jambu asam. Tak lama, pacarnya datang si Bara api."
Jul berkata sewot dan nafasnya memburu menahan emosi. Mengingat kejadian di rumah Via tadi.
__ADS_1