
" Kak, kau yakin tak ingin kembali lagi,?"
Jul mendengus, lagi lagi pertanyaan yang sama di layangkan padanya. Apa mereka semua tuli dan tak mendengar, jelas jelas ia sudah tak ingin kembali lagi ke sirkuit.
"Istri ku tak mengijinkan,"
Rizka mengepalkan tangannya mendengar penuturan Zain. Ia juga penasaran siapa sebenarnya istri bang Zain sebenarnya. Kenapa ia harus meminta Zain tak kembali lagi.
"Memangnya siapa istri kakak."
Jul menatap tak suka pada wanita di depannya ini.
"Aku yakin istri kakak, wanita yang kuno. Apa dia tak tau jika kakak memang pembalap. Seharusnya dia mengijinkan kakak kembali, bukannya mencegahnya."
Jul tambah menatapnya tajam, lidah perempuan ini sepertinya ingin di beri pelajaran. Apa dia tak tau, jika Via sendiri tak terlalu memusingkan nya. Istri nya itu tak mencegah atau menyuruhnya. Dia saja yang tak mau.
Bagaimana jika dia balapan lagi dan terjatuh seperti dulu. Via janda tiga kali dong, dan dia pasti akan menikah lagi sama brondong yang lebih muda lagi. Mana rela dia di alam sama melihat Via setiap hari akan bergoyang di atas tubuh brondong.
"Urus urusan mu sendiri nona."
Jul berjalan pergi meninggalkan Rizka. Sudah muak sekali ia melihat wanita itu yang ingin tau tentang dirinya dan Via. Ia sendiri masih dongkol dengan Bara yang tiba tiba mencium bibir Via. Apalagi di depan matanya sendiri, istrinya itu memang ingin di beri pelajaran. Berani berselingkuh di depan matanya.
"Awas saja, aku akan mengikatmu di ranjang."
Sandi yang mendengar itu mengerutkan keningnya. Siapa yang ingin bos nya ikat di ranjang, apa Rizka?.
"Apa kau sudah tau,"
"Sepertinya Bara memang pebisnis handal. Dari empat tahun belakangan ini, dia terbilang cukup cemerlang prestasinya."
Farel menjawab, tapi matanya masih fokus pada layar laptop di depannya. Sedangkan Jul berpikir, tak mungkin Bara tak memiliki affair.
Rizka menatap Zain yang meninggalkannya. Pria itu delapan puluh derajat, berubah. Tak seperti dulu saat di arena. Bahkan ia terkesan tak mengenalnya saat ini. Ia kecewa dengan Zain yang bersikap seperti itu.
Tak lama kemudian ia tersenyum tipis, bagaimana jika ia menemui istri Zain. Rizka merogoh saku celananya. Menghubungi temannya, mungkin dia tau di mana Zain tinggal saat ini.
"Aku tidak tau Riz, dan anak anak yang lain juga tak tau rumah bos dimana dan tinggal dengan siapa. Bukankah bos sudah bilang jika dia sudah menikah."
"Ya sudah.."
Rizka menutup telponnya dan berjalan menuju motor nya berada. Tak lama kemudian ia menghentikan lagi langkahnya.
__ADS_1
"Untuk apa Zain datang kesini dan dia juga lama di dalam. Apa yang dia lakukan di sini.?"
Rizka bergumam, tentu saja ia bertanya tanya kenapa dan ada urusan apa Zain di sini. Sedangkan yang ia tau kan Sandi memang bekerja disini. Dan ia sudah tak aneh, lalu Zain. Apa yang pria itu lakukan di sini, dan lagi, dia juga tak sopan saat di dalam tadi.
Banyak pertanyaan yang hinggap di kepalanya Rizka tentang Zain. Ia mengendarai sepeda motor nya keluar di perusahaan otomotif milik Zain.
*
Via keluar dari butik milik nya, di depan sudah ada taksi yang menunggunya. Ia merogoh ponsel di dalam tas miliknya. Ia lalu memasukan kembali ponselnya. Tak ada telpon dari Jul, pasti suaminya itu masih marah padanya. Dia sama sekali tak menelpon nya.
Sampai di rumah, Via langsung masuk ke dalam kamar nya. Ia mengguyur tubuh lelahnya yang seharian hanya menjahit baju kembali yang rusak oleh Bara. Memang tak banyak, hanya dua tiga lembar saja. Tapi tetap saja, Via harus mengubah baju itu.
Keluar dari kamar mandi ia sudah mendapati Arka duduk di atas ranjang nya.
"Ma, ini rumah Om.?"
Via mengangguk mengiyakan ucapan putranya. Lalu menatap wajah Arka, yang terlihat memikirkan sesuatu.
"Mama nikah sama Om Jul." Via mengerutkan keningnya mendengar penuturan Arka. Sejak kapan Arka tau nama suaminya.
"Arka tau waktu mama panggil om Jul. Terus arka punya papa dong ma."
Via mengangguk lagi dan berjalan menuju lemari pakaian. Ia tak menyangka jika Arka akan tau secepat ini. Tak lama kemudian ia melirik ke arah putranya. Bagaimana jika Arka menolak Jul menjadi papa sambungan nya.
" Tadinya mama mau bilang sama Arka, tapi takut Arka marah."
Arka menatap ibunya, ia memeluk Via dan mencium pipi nya berkali kali.
" Arka gak marah ma, Arka seneng kalau Arka udah punya papa. Itu artinya, Arka gak akan di ejek lagi gak punya papa."
Via tersenyum, ia lalu memeluk Arka erat. Di balik wajah ceria nya, ternyata ia juga menginginkan seorang ayah. Ya Arsen meninggal saat Arka berusia hampir tiga tahun. Sebelum itupun Arsen sudah lama tak pulang ke rumah. Hampir satu tahun suaminya tak pulang dan pulang kembali ke rumah, justru tinggal raganya saja.
"Apa Arka gak marah mama tak menikah dengan Om Bara."
Arka menggeleng, ia masih suka dengan Jul dari pada dengan Bara. Bara memang selalu memanjakan nya dengan berbagai mainan saat datang ke rumah nenek nya. Tapi entah kenapa ia lebih suka dengan Jul yang menjadi ayahnya.
"Arka suka sama om Jul, ma." Via mengeratkan pelukannya pada Arka. Ia pikir Arka akan berontak dan marah saat tahu ia menikah dengan Jul bukan dengan Bara.
*
"Yon sumpah berasa makan sayur tanpa garam kita tuh. Gak ada Jul bener bener berasa kek kuburan ni warung."
__ADS_1
Riki menatap jauh ke depan, ia menyayangkan Jul yang pergi meninggalkan kampung. Padahal sudah bagus Jul tak ingin kembali lagi ke kota. Seketika ia menyesal telah mengompori Jul mendapatkan Via.
"Padahal baru juga empat hari, belum empat tahun. Mungkin ini ya Yon yang di bilang Jul di tinggal pas lagi sayang sayangnya, sakit banget sumpah."
Yono menonyor kepala temannya, memang benar sangat sepi tak ada Jul. Tapi ya tak seperti Riki juga.
"Eh Lo tau gak, bini gua bilang Ratna bertengkar semalam sama lakinya."
"Bulan aja yang sok tau Ki, paling juga yang di dengar bulan lagi gelud di ranjang." Jawab Yono kemudian.
" Bener juga ya, masa pengantin baru bertengkar gak lucu kan."
Riki membenarkan ucapan Yono. Aneh aja jika Ratna bertengkar dengan suaminya. Apalagi masih anget angetnya, jelas saja kayak permen karet nempel terus, hawanya juga pengennya pegang terus.
.
Novel ke tiga yuk dukung Mak beri VOTE dan hadiah.
Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komen 😌
Mampir juga di karya aku yang lain..
My CEO Love
action romantis
Hati AZZOYA
Romantis
__ADS_1
Ingat ya Mak selalu tinggalkan jejak nya.
Maaf jika banyak yang ga suka jika terlalu banyak anu 🤣