Janda Dua Kali

Janda Dua Kali
Hadiah


__ADS_3

Via langsung memejamkan matanya menikmati sensasi pelepasannya barusan. Ia menyingkirkan tubuh suaminya yang menindih tubuhnya. Tubuhnya lemas semua akibat percintaan panasnya dengan suaminya.


Sementara Jul sendiri, tangan nya memeluk tubuh istrinya. Ia masih menetralkan nafasnya yang memburu, hampir saja singkongnya berjamur. Ia pikir Via benar benar menghukumnya dan marah padanya. Tak lama kemudian ia mendudukkan tubuhnya di atas ranjang. Menatap tubuh polos istrinya yang terbaring di atas ranjang. Membalikkan tubuh polos Via kesamping.


"Apa sih mas..?"


Via mendelik tajam pada suaminya. Jul sendiri memberenggut bibir nya.


"Semalam Via gak di apa apain sama Bara kan.?"


"Mas pikir Via tidur dengan Bara hah..."


Jul meringis mendengar suara keras istri nya, tak lama kemudian ia menindih tubuh Via kembali dan siap melebarkan kedua pahanya. Tapi Via lebih dulu menyingkirkan tubuh suaminya. Ia melototkan matanya menatap tajam Jul dan di balas dengan cengiran.


Tak lama kemudian Via pergi ke kamar mandi lagi. Bibirnya menggerutu, yang harus kembali lagi kedalam kamar mandi. Sementara Jul sendiri, tersenyum lebar saat mengingat jika ternyata istrinya tak mencari Bara semalam. Jul bangkit saat menyadari sesuatu, ia menyusul istrinya ke kamar mandi.


"Via, semalam tidur di mana,?"


Via mendengus mendengar suara dari belakang nya. Ia menoleh dan menatap suaminya yang tak menggunakan kain selembarpun.


"Tidur di rumah lama,"


Jul menyipitkan matanya mendengar penuturan Alvia. Selama ini memang ia tak tau di mana rumah Via di mana. Tak lama kemudian ia tersenyum, Via tak mungkin bohong padanya kan.


"Sini mas mandikan sayang,"


Tawarnya pada istrinya, dan Via sendiri tak menggubris, sudah lelah dia berdebat dengan suaminya.


*


Via mengerutkan keningnya saat melihat mobil Lamborghini berwarna putih terparkir di depan rumah suaminya. Dari belakang Jul datang dengan senyum lebarnya. Ia melingkarkan tangannya pada pinggang Via.


"Via suka sama mobilnya,? Itu untuk istri tercinta ku."


Via melototkan matanya mendengar penuturan suaminya. Ia tak percaya begitu saja, dengan apa yang di katakan suaminya. Dari mana suaminya mendapatkan uang sebanyak itu membeli mobil milyaran untuk nya.

__ADS_1


"Mas jangan ngaco deh, mobil ini untuk Via, mas dari mana uangnya.?"


Jul merangkul tubuh ramping Via yang semampai.


Bibirnya mendarat di pipi istrinya, dan mengajak Via mendekat. Sedangkan Via masih tak percaya dengan apa yang di lihat nya. Tak lama kemudian Jul mendorong nya duduk di samping kemudi dan menutup pintu nya. Sedangkan Jul sendiri memutar membuka pintu dan mendudukkan dirinya di kursi kemudi.


" Kita akan pergi ke butik."


Jul menekan pedal gasnya melajukan mobil baru milik istri nya. Via sendiri masih tak percaya, ia hanya menatap wajah suaminya yang tenang saja.


"Mas.."


Jul menepi, membuka sabuk pengaman dan mendekat ke arah wanita cantik yang sudah lama di cintainya dan itu adalah istrinya.


"Maafkan mas, aku memang bukan pria kaya raya. Tapi aku bisa membuat mu kecukupan dengan penghasilan suamimu sendiri."


Jawab Jul sambil menatap mata istrinya. Tak lama ia menghembuskan nafasnya perlahan,ia mengecup bibir Via sekilas.


"Mas adalah pemilik perusahaan modifikasi di kota ini, maaf jika mas baru mengatakan nya."


"Itu artinya Via sangat beruntung kan mas."


Jul tersenyum lebar, ia pikir istrinya akan kecewa dan marah padanya, ternyata Via masih menunjukan wajah menyebalkan menurut Jul.


" Tapi ingat, jika Via berani ninggalin Jul dan balik lagi sama Bara, Jul akan membunuh mantan mu itu."


*


Rizka duduk di atas motor besarnya, kemarin ia sempat berdua dengan Zain. Tapi hari ini, Zain sama sekali tak datang dan meminta maaf padanya. Via, istri yang di sebut Zain itu ternyata bukan wanita biasa. Kemarin justru dia tak keberatan jika Zain bersamanya saat memergokinya di kafe.


"Awas saja aku akan membalasmu, kau sudah mempermalukan ku."


Rizka mengendarai sepeda motor nya menuju perusahaan otomotif milik Farel. Rizka memang tak tau jika perusahaan itu adalah milik Zulkarnain. Sampai di sana Rizka memarkirkan sepeda motornya. Matanya melirik ke arah dalam, kemarin ia juga bertemu Zain di sini. Ya Rizka memang datang kemari mencari Zain.


"Riz cari siapa,?"

__ADS_1


Sandi mengagetkan nya yang masih duduk di atas jok motor besarnya.


"Kak Zain nya gak kesini."


Sandi menggeleng kan kepalanya. Sementara Via sendiri menghembuskan nafas nya perlahan. Cukup kecewa dengan sikap Jul kemarin yang mengabaikannya di kafe. Ia juga membuang rasa sakit hati nya dengan Jul karna telah membentaknya dan meninggalkan nya. Ia yakin jika Zain tak akan bertindak kasar jika bukan karena wanita itu.


Sandi sendiri melanjutkan aktivitas nya mengecek pekerjaan nya. Ia juga tak tau untuk apa Rizka datang kemari mencari Bos nya itu. Bukankah Rizka juga sudah tau jika Zulkarnain sudah menikah.


Rizka mengerutkan keningnya saat sadar jika anak yang bersama dengan istri Zain wajah nya sangat tampan, dan sama sekali tak mirip dengan Zain. Rizka bangkit dari motor nya dan berjalan masuk ke dalam. Mencari keberadaan Sandi, ia yakin Sandi tau sesuatu tentang Via.


" Kak Sandi, bolehkah aku bertanya, apa kak Jul sudah memiliki anak."


Sandi menggeleng, memang Jul belum mempunyai anak dengan Via. Ada juga anak tirinya, dan itu anak Via dari suaminya yang kedua.


Rizka mengerutkan keningnya saat mendengar jawaban Sandi.


"Lalu anak yang bersama dengan istri kak Zain, siapa? Dia juga memanggil istri Zain dengan sebutan mama."


"Oh, ya Via memang punya anak dari suaminya dulu, sedangkan dengan Zain belum punya anak. Mereka saja baru menikah sekitar satu bulan."


Rizka shock mendengar nya, benarkah Zain baru menikah dengan wanita itu. Dan wanita itu adalah janda punya anak. Lalu kenapa kemarin wanita itu menghinanya perawan tua. Bukankah dia sendiri janda yang menggoda Zain, sudah punya anak lagi.


"Sialan...."


Rizka mengepalkan tangannya saat mengingat kemarin saat di kafe. Alvia bahkan tak segan menghinanya di depan banyak orang.


Sandi menatap Rizka yang mengepalkan tangannya.


"Kamu kenapa Riz..?"


Rizka gelagapan mendengar Sandi mengagetkan nya. Rizka menggelengkan kepalanya pada Sandi, tak lama kemudian ia pamit pulang pada pria yang dulu juga temannya di arena.


Sandi menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah Rizka. Untuk apa dia mencari Bos nya, dan menanyakan tentang istri nya Via. Mau sampai jungkir balik pun tetap Via yang jadi pemenang nya. Ia yakin itu....


.

__ADS_1


.


__ADS_2