
Jul mondar mandir sambil tangannya nya menempelkan telpon seluler nya di telinga nya. Ia menggerutu bibirnya saat istrinya tak mengangkat ponselnya.
Sementara Via dan Arka, mereka sedang menonton film komedi kesukaan Arka di bioskop.
"Ma setelah ini Arka mau main game ya."
Via mengangguk mengiyakan, ia masih tak bisa menghilangkan tawanya melihat film kartun Donal bebek. Sore tadi Arka mengajaknya menonton film kartun di bioskop. Alhasil sampai sekarang Via lupa dengan Jul dan pergi yang tak bilang dan dalam keadaan marah pula.
" Ma Arka ke sana dulu, mama belikan Arka minum."
Keluar dari bioskop, Arka langsung berlari ke tempat game kesukaan nya. Sedangkan Via sendiri, membeli minum untuk Arka. Via memang tak memegang ponsel miliknya. Ponselnya tertinggal di dalam mobil tadi, dan memang dia tak berniat mengambil ponsel miliknya.
Jul sudah gelisah di rumahnya, ia duduk bersandar di sofa ruang tamu. Memikirkan bagaimana jika Alvia benar benar pergi dari rumah dan meninggalkan nya sendiri.
Semua ini gara gara perempuan sialan itu, Alvia pergi dari rumah. Jul melirik ke arah jarum jam, sudah jam sepuluh malam tapi istrinya tak ada tanda tanda pulang ke rumah. Itu artinya dia benar-benar meninggalkan nya sendiri.
" Awas saja kamu Via, jika Jul nemuin Via, Jul gak akan pernah biarkan Via turun dari ranjang lima hari lima malam, huh biar kapok."
Jul melangkah masuk ke dalam kamar nya di lantai atas. Sudah sejak siang tadi ia menunggu istrinya pulang ke rumah nya, tapi istrinya benar benar minggat, ia yakin Via menjual mobilnya untuk minggat.
Jul membanting tubuhnya di ranjang empuk milik nya. Memejamkan matanya yang lelah akibat pikiran yang melayang memikirkan nasib singkong miliknya yang sudah pasti terancam. Hingga tak terasa mimpi menjemput nya.
"Arka, ayo pulang,"
Via gelisah saat sadar jika dia terlalu lama pergi dari rumah. Ia memanggil putra nya dan mengajaknya pulang.
"Ma tas Arka masih di rumah mama,"
"Ya ambil tas dulu baru pulang."
__ADS_1
Via mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah lamanya. Asik bermain dengan Arka dia lupa jika suami pasti menunggu nya pulang. Apalagi mereka berdua pergi dalam keadaan marah dengan nya. Pasti suaminya itu marah besar nantinya. Huh... Biarkan saja, dia pikir ia tak bisa marah apa.
*
Sementara di Club malam, Rasya sedang bersama dengan dua wanita cantik di sampingnya. Kakak ipar Via ini memang sering sekali datang ke Club malam hanya untuk bersenang senang. Dia sendiri tak jauh dari istrinya yang suka sekali berfoya foya di luar sana. Menghamburkan uangnya dengan bersenang senang. Sedangkan Rasya sendiri asik dengan wanita malam yang menemaninya. Dia memang pria brengsek yang memanfaatkan Alvia untuk hidup mewah dan bersenang-senang. Sudah sejak lama, dia yang selalu merayu Alvia harus menikah dengan Bara lagi, itu karna dia mendapat uang dan kekayaan yang Bara berikan padanya. Sedangkan Alvia tak menggubris ucapan kakak iparnya.
"Via kau memang harus menurut padaku, menikah dengan Bara itu lebih baik dari pada dengan berandalan itu. Dan aku, juga bisa menikmati hidup ku dengan baik."
Cup... Rasya mendaratkan bibirnya pada pipi wanita di sebelahnya. Tangan nya juga sudah aktif meraba raba paha mulus wanita yang berpakaian seksi ini. Tentu saja, wanita di sampingnya juga menyambut dengan baik. Tangan yang bercat merah itu juga mendarat sempurna di tengah paha Rasya.
Rasya, pria yang rakus dengan harta dan warisan itu tak akan menyangka, jika sebentar lagi hidupnya akan hancur dengan tingkahnya sendiri. Dia yang sudah membuat perusahaan ayahnya bangkrut dan menghitung pada Bara. Dia juga yang memberikan Alvia sebagai jaminan nya.
*
" Ma Arka, ngantuk banget, tidur di sini saja ya, besok baru pulang." Pinta Arka, yang sudah lebih dulu Barung di ranjang milik ibunya jika mereka berdua menginap.
"Awas saja kau mas, ku balas kau."
Tak lama kemudian Via juga membaringkan tubuhnya yang lelah. Seharian ini ia dan Arka kesana-kemari berjalan jalan dan bersenang-senang bersama. Memang sudah lama ia tak mengajak Arka pergi keluar jalan jalan.
Pagi harinya.....
Jul terperanjat saat matahari sudah meninggi. Ia menoleh kesana kemari dan sama. Tak ada tanda tanda istri nya pulang dan tidur di ranjangnya.
"Alvia beraninya."
Jul menendang selimut dan guling yang tak jauh di dari kakinya.
"Kau pikir kau bisa pergi dariku huh,... Sampai kau sembunyi di rumah Bara pun, Jul akan menemukan Via. Enak saja mau sembunyi di rumah mantan
__ADS_1
suami. Menginjak terasnya saja Jul tak ijinkan, beraninya Bara juga mau sembunyikan istri Jul."
Jul menggerutu bibirnya yang masuk ke dalam kamar mandi. Ia tak tau jika Via mendengar gerutuan nya. Ya Via sudah pulang sejak subuh tadi. Tentu saja karna Arka yang sekolah dan harus berganti pakaian. Tapi Jul sepertinya tak melihat jika Via ada di belakangnya di dekat lemari pakaian.
"Coba saja kalau gak cinta sudah Via potong juga tuh terong, menyebalkan. Awas saja kau wanita tua tidak tau malu, mau rebut suamiku, langkahi dulu Alvia Geraldine, menyebalkan."
Lima belas menit Jul keluar dari kamar mandi. Ia melingkarkan handuk kecil di pinggang nya dan menyugar rambutnya dengan handuk.
"Bisakah mas keringkan badan mas di dalam baru keluar basah kemana mana.."
Via mendelik tajam pada suaminya. Ia heran dengan Jul setiap mandi pasti tak mengeringkan dulu tubuh nya.
"Iya bawel,"
Jul berjalan enteng melangkah ke lemari pakaian nya. Tak lama kemudian ia mematung, bukankah Via belum pulang. Terus siapa tadi....
Jul langsung menoleh ke arah sumber suara dan ia melototkan matanya melihat sosok wanita yang membuatnya semalam pusing.
"Via..."
Via berjengit kaget saat mendengar teriakan suaminya. Ia menoleh dan...
Brukk...
Jul menubruk istrinya dan langsung menyambar bibir Via, tanpa aba aba Jul mendorong Via ke kasur empuk milik mereka tanpa melepaskan bibirnya dari bibir Via. Via sendiri yang kaget dengan aksi suaminya melotot kan matanya. Apalagi Jul menyesap bibir luar terkesan tergesa gesa.
Jul yang merasa bahwa istrinya mencoba untuk lari dari nya tentu saja hari ini ia akan menghajar Via agar tak pergi beneran dari rumah. Semalaman ia menghawatirkan istrinya yang pergi entah kemana, dan dia tiba-tiba saja datang masuk ke kamar dan mengagetkan nya.
.
__ADS_1