Janda Dua Kali

Janda Dua Kali
Otak Jul


__ADS_3

Jul menatap rumah mewah milik ibu mertua Via. Sepuluh menit yang lalu mereka berdua baru saja turun dari taksi. Jul menghembuskan nafasnya perlahan, rumah ini sangat besar dan seperti istana. Berbanding terbalik dengan rumahnya yang reot. Jika rumah emaknya di sandingkan pasti akan jadi gudang juga untung.


"Mas ayo," Via menggandeng tangan suaminya dan berjalan masuk ke dalam rumah mertuanya. Dari depan ia sudah di sambut oleh anak kecil berusia lima tahun, yang sedang bermain mobil mobilan. Dan wanita paruh baya yang menemaninya.


"Mama...." Arkana berlari ke arah Avia, dan langsung memeluk tubuh ibunya. Jul sendiri masih mengamati anak sambungnya dari samping. Terlihat bocah berusia lima tahun itu memang sangat tampan. Tiba tiba saja Jul mendengus, ia memikirkan wajah almarhum suami Via.


Pasti tampan Jul...


Jul meyakinkan dirinya jika dia lebih tampan dari Arsen, almarhum suami Via.


Sementara Arka, menoleh ke arah pria yang rambutnya gondrong. Matanya menatap datar pada Jul, pria yang berdiri di samping ibunya.


Alvia menyadari bahwa Arka menatap tak berkedip suaminya. Ia menghembuskan nafasnya perlahan, mengingat anaknya ini susah jika harus mengenal orang baru.


"Via...Mama pikir kau akan lama di kampung.?"


"Ga ma, Via ga bisa ninggalin Arka begitu lama." Mertua Via menatap wajah Jul di samping menantunya ini. Ia meneliti tubuhnya dari atas sampai bawah. Sementara Jul sendiri tersenyum kecut, di tatap seperti itu oleh mertua Via.


"Om bodyguard mama ya.?"


Jul masih diam, ia balas menatap datar wajah bocah yang menjadi anaknya. Sementara Via sendiri mencubit perut keras suaminya. Merasa di cubit perutnya, Jul menolehkan pandangannya pada istrinya.


"Iya.."


"Kalau begitu Om bisa ajarin Arka beladiri.?"


"Bisa."

__ADS_1


Horee.... Arkana berteriak girang mendengar nya. Sementara ibu mertua Via tak percaya begitu saja jika pria di sampingnya ini adalah bodyguard menantunya. Sejak kapan Via mempunyai bodyguard.


"Bisa jelaskan sama mama Vi." Via menghembuskan nafasnya perlahan, ia lalu menoleh ke arah suaminya.


"Dia suami Via ma...Kami baru kemarin lusa menikah." Mertua Via menatap Via tak percaya. Bagaimana mungkin Via menikah tak memberitahukan mereka. Lagi pula Via tak lebih dari lima hari.


"Tak ada yang Via beri tau ma, kecuali bibi Ani di kampung." Seolah tau apa yang ibu mertuanya pikirkan Via lebih dulu mengatakannya.


"Kenapa,? Apa karna Bara." Wanita itu bertanya lirih, ia sangat kecewa pada menantunya ini. Via sama sekali tak menganggap nya. Menikah tanpa memberitahukan pada keluarganya.


"Bagaimana dengan kakak ipar kamu. Dia pasti tak setuju kamu menikah dengannya, dia hanya ingin kau menikah dengan Bara."


Mendengar penuturan mertua istrinya, Jul mengepalkan tangannya. Ia lalu menatap datar wajah wanita paruh baya di depannya.


"Mau setuju atau tidak, Via adalah istri saya nyonya. Dan saya yang berhak atas Via. Bukan anda, bukan juga kakak iparnya apalagi mantan suaminya. Yang berhak atas Via adalah suaminya."


Ibu mertua Via kaget, ia sampai memegang dadanya mendengar nada bas Jul. Padahal sebelumnya pria ini tak begitu menyeramkan.


" Ma maafkan Via, Via hanya ingin mengikuti apa kata hati Via. Maaf jika Via lancang bolehkah Via membawa Arka ma. Via sudah membeli rumah tak jauh dari sini. Via dan suami Via akan tinggal di sana, maafkan Via sekali lagi."


"Kau tak bisa membawa Arka pergi dari sini Vi. Jika kau tak keberatan kau lebih baik tinggal di sini." Via menatap suaminya, mungkin saja suaminya jelas jelas tak mau. Tinggal di rumah ibu mertua suaminya.


"Ya"


Via menatap tak percaya begitu saja. Bukankah tadi suaminya bilang mereka akan pindah dari sini. Lalu kenapa tiba-tiba saja dia mau.


Di sinilah Jul di kamar istri dan mantan suaminya. Via sendiri juga bingung, ia tak enak dengan suaminya. Pasti Jul merasa tak nyaman jika tidur di ranjang bekas ia dan suaminya. Bagaimana pun juga dia seorang laki laki.

__ADS_1


Jul membanting tubuhnya di kasur empuk milik Via. Matanya menatap tak berkedip melihat foto yang tergantung di dinding dengan ukuran besar. Arsen, suami Via memang sangat tampan. Pantas saja putra mereka sangat tampan. Rupanya bapaknya juga sangat tampan. Ia melirik Via, istrinya masih sibuk dengan bajunya. Ia berdiri dan membandingkan dirinya dengan foto yang menggantung besar di dinding.


"Via..."


Yang di panggil hanya menjawab hmm, ia masih sibuk menata baju di lemari besar miliknya. Jul sendiri yang tak mendapat respon dari istrinya mendekat.


"Ada apa mas..."


"Jul mau," Via menghentikan gerakannya, ia mendongak menatap pria yang menjulang tinggi di hadapan nya.


"Mas ingin minum,?" Jul menarik tangan istrinya dan mendorong nya di kasur empuk milik Via. Ia melucuti pakaiannya sendiri dan beralih membuka baju Via.


"Mas Jul mau apa?" Apakah mereka akan bercinta, kenapa tiba-tiba suaminya ngajak bercinta. Bahkan barang miliknya belum tertata semua nya.


Tangan Jul bergerilya kesana-kemari, ia akan menunjukan pada Arsen jika Via sekarang miliknya seutuhnya. Sementara Via yang merasakan tangan besar itu meraba raba tubuh nya, hanya melenguh. Rupanya sekarang suaminya pintar mencari titik lemahnya. Dia terus memberikan rangsangan pada nya. Alhasil Via juga sama, membalas suaminya. Padahal tubuhnya sangat capek dan ingin langsung beristirahat.


"Via sudah siap..."


Via tak menjawab, ia hanya mengangguk dan matanya terpejam saat benda tumpul milik suaminya masuk ke dalam. Jul mendesah merasakan singkong miliknya di dalam sana. Ia lalu bergerak naik turun, sementara Via sendiri, mulutnya benar benar berisik. Suara keduanya memenuhi kamar Via. Jul tersenyum jahat pada foto yang menggantung besar. Ia dengan bangga menggempur istrinya di hadapan suami Via. Meski itu hanya foto, tapi Jul merasa bangga. Bisa membuat Alvia terkapar di bawah kungkungan nya. Ya Via tak menyangka bahwa suaminya akan seliar ini. Berbagai gaya Jul lakukan, padahal suaminya baru dua kali ini melakukan nya. Dari mana suaminya ini belajar banyak gaya. Berbeda dengan dirinya yang sudah sangat tau. Tapi ia merasa tak mengajari suaminya melakukan gaya baru.


Patut di curigai....


"Mas tau dari mana gaya barusan" Via langsung menanyakan pada suaminya saat Jul menarik singkong miliknya keluar.


"Tadi waktu di kereta, Jul liat orang nonton. Ya udah Jul praktekin, dan ternyata enak." Via mendelik tajam pada suaminya. Jadi dari tadi suaminya berdempetan dengan pria yang duduk di sampingnya, mereka nonton itu. Ia pikir mereka nonton bola. Pantas saja wajah mereka tegang dan kadang juga tertawa. Dan lagi, oh ya ampun Via, dapat dari mana kau suami sepertinya.


Memalukan....

__ADS_1


Merasa tak melakukan kesalahan, Jul justru tersenyum bangga pada foto yang menggantung.


Pasti hebatan Jul....


__ADS_2