
"Bapak gak liat tadi yang keluar siapa.? Dia yang udah benerin terus pasang kan langsung."
Jawab Via acuh, ia sebel juga pada pria di depannya ini. Sampai sekarang ia belum mandi, gak dapat air. Hanya di mintai tolong sebentar saja, dia langsung nolak. Alhasil ia kesana kemari menelpon bibinya, dan berakhir dengan mencari montir yang agak jauh dari rumahnya, di kampung sebelah. Berhubung tak punya nomernya, akhirnya Via menjemput montir tersebut.
"Kan saya sudah bilang tadi. Nanti tunggu saya pulang."
"Lah bapak ko nyolot sama saya. Terserah saya dong mau panggil montir juga. Lagian bapak ga liat, saya tidak punya air dan belum mandi dari kemarin."
Brakk...
Via menutup pintu rapat, dadanya naik turun menahan emosi.
"Memangnya dia siapa,? Harus ku tunggu, kurang kerjaan. Menyebalkan sekali, baru aja satu hari, sudah dapat musuh aja."
Via mengumpat pria gondrong yang di depan pintu. Biarkan saja dia di kira tak sopan pada orang yang lebih tua. Salah sendiri, bikin emosi. Ia lalu pergi ke belakang dekat dapur, ya ia berencana mandi. Sudah sehari semalam ia tak mandi. Tentu saja badannya gerah.
Via meringis melihat kamar mandi yang hanya ada bak mandi dan gayung. Jauh dari kehidupannya di kota. Yang mandi dengan shower dan bathub. Tapi ia bersyukur masih ada tempat untuk menenangkan pikirannya
yang sedih. Tentang suami tercinta yang meninggal saat bertugas. Ia sangat mencintai mendiang suaminya. Begitu pun dengan suaminya, Arsen sangat mencintai nya.
Tak lama Via juga mengingat mantan suaminya yang lain. Bara, mantan suami brengsek nya, yang meminta ia kembali lagi dan menikah dengannya.
Sementara di depan pintu, Jul berjingkat kaget. Hampir saja hidungnya yang mancung seperti kritik rosban mancung ke dalam. Ia juga mengusap dadanya karna kaget. Rupanya janda itu lumayan galak.
Ah tapi cantik nya luar biasa. Belum mandi saja, cantiknya kayak Luna Maya. Apalagi kalau udah mandi.
"Ko marah sih, kan tadi dia yang minta di pasang kan Sanyo."
Setelah sadar Jul kembali lagi pulang ke rumah. Jalan sambil menendang batu kerikil melampiaskan amarahnya.
"Kan dia tadi yang minta pasangkan Sanyo. Kenapa harus panggil orang lain sih. Dasar kecentilan....., Awas aja ngatain Jul bapak bapak. Emang gua kelihatan tua ya?"
Bu Ani yang melihat Jul berjalan sambil menggerutu bibirnya, merasa aneh. Ngak biasanya Jul berjalan sambil ngedumel.
"Jul dari mana?"
Jul tak menggubris ucapan bu Ani. Ia masih sakit hati di katakan tua oleh janda itu. Ya ga bilang sih kalau dirinya tua, tapi dia manggil dia bapak.
"Sialan..."
Bu Ani melotot tak percaya dengan Panjul. Di tanya baik baik dan dia menjawab nya sialan.
__ADS_1
"Jul, kurang ajar kamu ya sama orang tua."
Jul berjengit kaget mendengar teriakkan nyaring di sampingnya. Ia baru sadar jika ia baru bilang kata kata kasar. Dan di depannya ada istri Panji.
"Bibi sumpahin kamu Jul dapat janda. Bisa bisanya kamu bilang sialan ke orang tua. Awas kamu..."
Ani teriak di depan wajah Jul, tangan nya berkacak pinggang menyumpahi bujang lapuk itu. Sementara Jul hanya meringis, ia tak tau harus ngomong apa. Masa iya mau ngomong dia di katain tua sama janda cantik itu.
"Maaf bi tadi tuh, ada kucing lewat bawa sendal Jul."
Jul beralasan, mana ada kucing bawa sendal yang ada juga si doggy yang suka bawa.
"Jul di panggil emak Jul,"
Tanpa menunggu jawaban Jul melangkah lebar. Takut di tanyain macam macam. Tentang dari mana dia, mau apa dia di rumah janda muda itu.
Sampai di rumah, lagi lagi Leha menyipitkan matanya melihat sosok anak nya ada di depan tipi. Bukannya tadi pergi ya, ko udah balik lagi.
"Jul, ko udah balik lagi.?"
"Ga jadi mak.."
Huh...
"Kenapa tadi gak nanya siapa namanya sih.,"
Leha tak menggubris ia keluar rumah, pusing di rumah liat anaknya jomblo terus.
*
"Mir, di kampung ada janda!"
"Kenapa emangnya, Lo mau bilang Lo naksir dia.?"
Amir menjawab acuh, sebal dengan Panji. Pasti mau minta kopi lagi, kebiasaannya minta terus.
" Bukan lah Mir, ingat umur gua."
Benar kata Amir, tangan Panji sambil mengambil gelas lalu membalikkan gelas yang tengkurap.
"Cocok tuh sama Panjul, kan sama sama jomblo." Lanjutnya lagi. Sambil tangannya mengaduk kopi di dalam gelas.
__ADS_1
Sementara Amir mendengus, matanya melirik tajam padanya.
"Pokoknya kalau Jul laku, gua mau potong kambing lima ekor buat slametan."
"Janda juga gak masalah Mir?"
"Ya bukan gitu, kasihan aja kalau dapat janda anak gua bego. Ya kalau bisa mah yang perawan.....
Lo mau kemana, kebiasaan Lo.?"
Amir berteriak melihat sahabatnya pergi begitu saja, sambil membawa cangkir berisi kopi miliknya.
"Ah masa iya, gua mau jodohin Jul sama tuh janda. Sudah dua kali lagi..."
*
Malam harinya Jul pergi kesalon yang agak jauh dari rumahnya. Di temani Yono kali ini, Jul pergi ke sana.
"Yon gak jadi deh, kasihan gua manjanginnya lama."
"Udh potong aja, kan Lo sendiri yang bilang mau kelihatan lebih muda. Emng Lo kelihatan lebih tua sih Jul. Lo potong sedikit deh, gak gini amat. Ngalah ngalahin perempuan emang rambut Lo Jul, sebahu. Lagian ga bosen apa model beginian."
Tak lama Jul pasrah di dorong oleh sahabat nya. Dan kemudian Jul menunduk menatap nanar rambut gondrong nya yang jatuh ke lantai.
Demi janda.
Lima belas menit kemudian, Jul melongo melihat pantulan wajahnya di cermin. Ia meraba raba wajah dan menyisir kan jari tangan nya pada rambutnya.
"Lo memang tampan Jul, iri gua sama Lo. Untung aja gua udah laku. Kalau belum pasti gua yang jadi bujang lapuk." Jul melotot kan matanya pada Yono.
"Jadi Lo nyindir gua bujang lapuk gitu?"
Yono nyengir kuda, ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Sepertinya kali ini bukan Jul yang akan mengejar perempuan. Tapi cewek lah yang akan mengejarnya. Bagaimana tidak, Jul sangat terlihat jauh lebih muda di banding sebelumnya. Memang pada dasarnya Jul memang tampan. Rambut gondrong cambang tipis dan tato di lengannya menambah kesan Maco pada Zulkarnain. Tapi dasar Jul yang tak mengurus rambut dan jambang nya. Ia di biarkan begitu saja. Apalagi kadang Jul akan mengepang rambut gondrong nya. Dan jambang nya, akan di biarkan tebal, tak di cukur apalagi di kerok.
Dan sekarang wajah itu jauh dari sebelumnya. Sangat tampan, bahkan sahabat nya sendiri sampai pangling.
Jul bener bener mirip sama Saif Ali Khan
.
__ADS_1
.