
"Mas.."
Jul tak menggubris ucapan istrinya, ia masih menatap tajam pada pria di depannya ini yang berani mencium bibir istrinya.
Mengingat itu dada Jul bergemuruh hebat lagi. Ia meninju lagi wajah Bara yang baru saja bangun dari lantai.
Bug...
"****..."
Bara mengumpat Jul yang meninjunya lagi. Kali ini ia tak tersungkur, tapi terjengkang ke belakang.
"Mas.. "
Via menolong Bara yang terjengkang kebelakang. Sementara Sarah yang sedari tadi bersembunyi, hanya menatap mereka bertiga. Ia tak berani mendekat ke arah mereka. Ia juga melihat pria agak gondrong, memukul mantan suami bosnya itu.
"Siapa dia..." Gumamnya lirih.
"Mas gak papa,?" Bara menggelengkan kepalanya, ia mengusap bibirnya. Melirik ke arah pria preman yang memukulnya.
Sementara Jul yang melihat istrinya menolong Bara mendengus. Ia menarik tangan Via kembali ke arah nya. Tak memperbolehkan istri tercinta menolong pria kurang ajar seperti Bara.
"Jangan pernah menyentuh istriku," Matanya melotot tajam pada Bara. Ia lalu berjalan keluar memanggil satpam yang berjaga di butik.
Sarah kaget saat mendengar pria itu mengatakan Via istrinya. Benarkah kapan bos nya itu menikah.
"Seret dia dari sini."
"Kau, beraninya," Bara berteriak keras. Tentu saja Bara tak terima mendengar nya. Ia bangkit dan akan membalas pukulan Jul. Tapi sayang nya, Jul lebih dulu menangkap cekalan tangan nya.
Arkk..
Bara berteriak saat tangan nya di pelintir oleh Jul. Sementara Sarah sendiri tersenyum melihat betapa Maco nya pria itu, dia juga pintar bela diri. Buktinya dia bisa mencekal tangan Bara sebelum mengenai wajahnya.
Sarah tersenyum di balik tembok, membayangkan betapa tampannya wajah Jul dengan kulit sawo matang. Ia juga membayangkan, berpacaran dengan nya, berjalan berdua dan makan malam romantis di alun alun kota. Itu pasti sangat romantis.
"Sudah ku bilang jangan macam macam denganku, Bara. Keluar dari sini, atau aku sendiri yang akan menyeret mu keluar."
Via menatap tak percaya pada suaminya. Dia akan berubah seperti singa jantan saat marah. Ia seperti baru melihat sisi gelap suaminya. Berbanding terbalik dengan biasanya.
Sarah sendiri, menatap penuh minat pada Jul di balik tembok.
"Lepaskan," Jul melepaskan tangan Bara, dan membiarkan nya keluar dari butik. Di ikuti kedua satpam di belakangnya.
Jul menatap datar Via, ia melihat lipstik di bibir istrinya yang sudah menghilang. Mengingat Bara yang mencium istrinya, dadanya bergemuruh hebat. Ingin sekali ia mencincang Bara dan membuangnya di kolam buaya.
__ADS_1
"Mas, maafkan Via."
Jul acuh, ia masih belum menerima perselingkuhan istrinya. Ia berjalan, mendudukkan tubuhnya di kursi milik Via.
Alvia sendiri yang melihat suaminya marah, menarik nafas panjang. Ia mengutuk mantan suaminya itu. Jangan kan suaminya, ia sendiri ingin menampar pipi pria yang pernah di cintai nya.
"Mas,.."
Jul masih tak bergeming, ia menoleh ke arah lain tak ingin melihat wajah istrinya. Kecentilan, mau aja di sosor sama mantan....
Via tak lagi merayu suaminya, ia membereskan manekin miliknya yang sempat Bara tendang. Di bantu dengan satu karyawan miliknya, Sarah. Ya Sarah buru buru keluar dari persembunyiannya, saat melihat Bos nya itu membereskan manekin yang jatuh dan mengumpulkan baju yang berserakan. Tapi matanya tak berhenti melirik ke arah pria gondrong yang duduk di kursi bos nya.
Apa benar dia suami bos nya, tapi kapan mereka menikah. Berpacaran saja sepertinya dia tak pernah mendengar. Bagaimana bisa langsung punya suami. Ah.. mungkin ini hanya akal akalannya saja, agar Bara tak mengganggu Via.
Tangan Sarah bekerja, tapi matanya mengarah ke arah lainnya, menatap Jul yang duduk di kursi tak jauh dari mereka.
Jul sendiri menatap istrinya nanar, hanya segitu saja dia merayunya. Benar benar istri durhaka. Suami marah bukannya merayu dan di sayang. Dia justru cuek bebek, apa dia senang di cium sama mantan.
"Via.."
Via pura pura tak mendengar suara suaminya yang memanggilnya. Ia masih memikirkan bagaimana jika Bara melaporkan Jul ke pihak berwajib.
"Sayang.."
"Sarah, bereskan semuanya.."
"Ya mbak.." Ia menatap Via yang berjalan mendekati pria itu. Matanya tak berkedip, ia penasaran apakah mereka berdua punya hubungan spesial. Atau hanya bohong saja, agar Bara pergi dari sini. Tak lama kemudian, mata nya melotot melihat Via yang duduk di pangkuan pria itu, dan mencium bibir nya.
"Jadi benar, dia punya hubungan spesial dengan nya." Sarah bergumam lirih, ia lalu melanjutkan lagi pekerjaan nya. Jangan sampai ia di pecat oleh Via, karna bekerja tak becus.
Via mendesah, ia menatap wajah suaminya yang masih di tekuk menatap ke arahnya. Tak lama ia mendekat dan mencium bibir nya.
"Itu bekas Bara.."
Via memutar bola matanya jengah, bukankah tak hanya bibir yang bekas, inti tubuhnya juga bekas Bara kan.
Via yang duduk di pangkuan suaminya, matanya tak berkedip menatap wajah Jul yang kembali seperti semula. Wajah jenaka dan konyol menurut Via. Berbanding terbalik dengan wajah menyeramkan tadi. Dia seperti ingin membunuh Bara, penuh dendam di matanya.
Jul menatap mata bening Via, mata ini lah yang dulu membuatnya tergila gila. Ia lalu menurunkan pandangannya ke bibir. Tak lama ia mendengus, saat mengingat Bara yang ******* bibir Via.
"Mas gak mau ngilangin bekas bibir Bara."
Via berbisik di telinga suaminya dan menjilat cuping nya. Terang saja, tubuh Jul langsung bereaksi. Bulu kuduk nya meremang, merasakan sensasi geli yang Via ciptakan.
"Via singkong Jul berdiri.."
__ADS_1
Kembali lagi Via berbisik di telinga nya. Tapi kali ini ia hanya berbisik.
"Ini di butik, hanya ada kamar kecil, itu pun tak ada kasur di sana. Nanti Via yang akan manjain singkong mas. Jadi sekarang biarkan suruh jadi tape dulu."
"Jadi Via mau bawa pulang itu bekas Bara.?"
Hah....
"Mbak, ini baju yang rusak mau di apakan.?" Tiba tiba saja Sarah mengagetkan mereka berdua. Dan Via langsung berdiri dari pangkuan suaminya. Sementara Sarah sendiri menunduk, ia tak tau jika bos nya itu sedang bermesraan dengan pria itu. Ia pikir mereka tak sedekat ini. Apalagi tubuh mereka saling menempel satu sama lainnya.
.
Ayo Mak dukung OTOR dengan cara beri VOTE dan hadiah. Jangan lupa mampir ke karya aku yang lain nya.
Disana tak kalah seru dan menegangkan.
My CEO Love
Action romantis ❤️
Hati AZZOYA
Romantis ❤️
Semoga terhibur dengan otor receh. Maklum kalau banyak tipo dan tipe🤣
Salam dari Kendari ❤️❤️❤️
Jangan terlalu anu nanti jadi anu
.
.
__ADS_1