Janda Dua Kali

Janda Dua Kali
Hukuman Jul


__ADS_3

Nafas Via memburu dan sesak saat suami nya sama sekali tak memberinya celah sedikitpun.


Uhh...


Via melenguh panjang Merakan sensasi panas yang menjalar semakin menjadi. Tangan Jul masuk kedalam kaos oblong milik nya dan meremas dua gundukan kenyal bergantian. Bibir Jul juga menyesap leher jenjang Via, membuat maha karya yang beterbangan di mana mana. Ia akan menunjukan pada Bara jika Via milik nya. Ia yakin semalam Via datang menemui mantan suaminya itu.


Buktinya Via tak pulang semalam...


Mengingat semua itu, Jul semakin tak terkendali. Ia melepaskan kaos milik istri nya dan membuangnya asal. Ia juga melepaskan benda yang mirip dengan kaca mata itu dan membuangnya kembali.


Melihat benda kenyal dan menonjol milik Via, Jul langsung mendaratkan bibirnya pada bongkahan kenyal dan menyesapnya.


Ahh..


Via mendesah, menggelinjang kegelian saat suaminya menyesapnya kuat bergantian dua melon kembar nya.


Puas meremas dan menyesap melon kesukaannya. Tangan kanannya turun ke bawah, mencoba membuka kancing celana Levis milik Via. Ia melepaskan bibirnya dari melon jumbo milik istrinya dan bangun.


"Via kenapa pake celana sih, susah Jul bukanya."


Via mendengus, hasrat yang di ujung melorot jatuh perlahan mendengar perkataan suaminya.


"Ishh...Awas ah, Via mau mandi." Via mendorong tubuh besar Jul di depannya dan mengambil pakaian nya.


"Via belum mandi,?"


"Belum.."


Jul tak perduli ia menyeret lagi tangan istrinya dan membalikkan badannya. Menatap dari ujung rambut hingga ujung kaki yang masih terbalut celana jeans di kakinya. Tak lama ia menyipitkan matanya saat menyadari bukan ini pakaian yang Via kenakan saat memergokinya di kafe kemarin.


"Via pakai baju siapa.?"


Mendelik tajam pada wanita yang setengah polos di depannya ini. Nafasnya memburu saat cemburu buta hinggap di otak nya yang polos.


Ia yakin bukan baju ini yang di pakai nya kemarin, dan Via juga tak pulang dulu sebelum pergi. Kenapa ia juga baru menyadarinya jika baju yang di pakai istrinya lain dari yang kemarin.

__ADS_1


"Baju Via, yang di belikan mas_ ...Mas apa yang kau lakukan."


Via melotot kan matanya saat Jul dengan kasar mengambil gunting di meja rias. Apa suaminya akan membunuhnya karna semalam ia tak pulang ke rumah.


"Mas..."


"Lepas gak Vi celananya."


"Kenapa,?"


Bibir Via bergetar takut juga dengan Jul yang memegang gunting di tangan nya. Jul tak menggubris ucapan Via, ia mendekat dan menggunting celana Via lalu melepaskan dari kaki istrinya. Sementara Via sendiri masih shock dan bingung, ia tak tau apa yang suaminya lakukan. Matanya terpejam, saat Jul berjangkok menggunting celana nya. Tak lama kemudian ia membuka matanya perlahan, ia melototkan matanya saat melihat aksi suaminya.


"Mas kau gila,"


Via melototkan matanya melihat celananya di gunting oleh tangan Jul. Dan Jul sendiri berkacak pinggang menatap tajam Via. Ia yakin ****** ***** yang di pakainya saat ini juga pemberian Bara.


Tangan nya terulur hendak merobek kain tipis berenda yang istrinya kenakan. Tapi Via lebih dulu melepasnya dan membuangnya ke wajah suaminya.


"Isshh.. Jul gak suka ya Via pakai baju pemberian Bara."


Jul tersenyum lebar saat mendapati istrinya yang berkacak pinggang tanpa sehelai benangpun menutupi tubuh semampai nya. Dua melon jumbo yang penuh dengan maha karya miliknya dan gundukan sempit di tengah pahanya seketika membangunkan lagi singkong miliknya.


Sementara Via yang melihat suaminya tersenyum lebar, ia berbalik dan secepat kilat mengunci kamar mandi. Jul melotot kan matanya melihat kamar mandi yang tertutup. Ia berjalan dan mencoba membukanya.


Dor..Dor..


"Via ..Via...Buka pintunya sayang."


Via tak menggubris, ia mengisi bathub dan merendam tubuh nya di dalam bathub. Merilekskan pikiran nya tentang suaminya yang masih saja terlihat bodoh. Mana ada dia akan pergi mencari Bara.


Di luar pintu Jul mendengus, ia berbalik mengambil pakaian yang di pakai istrinya dan membuang nya di tempat sampah.


"Heh, Bara brengsek, kau pikir aku tak bisa membelikan baju untuk istriku begitu. Aku bahkan bisa membeli tokonya untuk Via, sialan."


Masih terbalut handuk yang melekat di pinggang nya, Jul mondar-mandir menunggu pintu kamar mandi terbuka. Sudah tak sabar menghajar istrinya yang pergi dari rumah semalam. Pikiran nya melayang jauh, apa Via dan Bara tidur bersama. Mengingat kemungkinan nya, tangan nya terkepal erat dan giginya gemerutuk menahan emosi.

__ADS_1


Jul menggerutu menunggu istrinya yang keluar dari kamar mandi. Dua puluh menit kamar mandi terbuka dan menampilkan wajah Via yang segar.


Melihat pintu kamar mandi yang terbuka, Jul langsung menarik tangan Via dan menyeret nya di atas kasur.


"Mas, apa apaan sih kamu,"


Tak menjawab pertanyaan Via Jul membuang handuk yang melekat di tubuh istrinya. Bibirnya mendarat sempurna di gundukan daging kenyal yang menonjol. Membangkitkan kembali gairah istri nya yang sudah padam. Tangan nya bergerilya turun kebawah sementara bibirnya tak melepas kan dari ujung bukit kembar Via.


Ahhh...


Via mendesah merasakan sensasi panas yang menjalar di tubuhnya kembali. Tangan nya meremas rambut Jul, yang panjang dan menjambak nya. Sedangkan tangan Jul sendiri melebarkan paha Via. Jari besarnya membelai bukit tersembunyi milik Via.


"Mas..."


Via tersentak kaget, saat merasakan jari tangan suaminya bersarang di dalam goa miliknya. Perasaan baru pertama kalinya suaminya berani memasukkan jarinya.


Tubuh Via bertambah panas dan terbakar. Jul benar benar gila dengan aksi tangan nya.


"Via semalam tidur di mana.?"


Via tak menjawab, ia justru mendesah, tubuhnya menegang, dan tak lama kemudian ia menjerit keras. Sedangkan Jul sendiri melepaskan tangannya dari bawah sana, sambil mendengus.


"Huh... Lihat saja pasti hebatan Jul dengan Bara."


Tak menunggu waktu lama Jul memposisikan diri nya di antara kedua paha istrinya.


Keduanya melenguh saat benda berlainan jenis menyatu sempurna. Jul bergerak maju mundur menghujam milik Via. Mana mau di di bandingkan dengan Bara. Ia bergerak liar naik turun di atas tubuh polos istrinya.


Ia bahkan membolak-balikkan tubuh istrinya. Sampai Via sendiri lelah dan kualahan, melayani nafsu suaminya.


Melihat istrinya yang lelah Jul bergerak cepat memompa tubuh polos istrinya. Dan tak lama kemudian ia mereka berdua melenguh panjang saat gelombang dahsyat menghampiri nya.


Brukk...


Jul ambruk di atas tubuh istrinya, nafasnya masih memburu merasakan sensasi yang luar biasa. Baru ia bercinta sampai seliar ini dengan istrinya. Jika sebelumnya Via lah yang liar, tapi tidak kali ini. Ia tak ingin Bara menandingi keperkasaan nya, mana rela Via merasa puas dengan Bara. Via harus lebih puas dengan nya tentunya.

__ADS_1


__ADS_2