Janda Dua Kali

Janda Dua Kali
Aksi Jul


__ADS_3

Via menarik tangan wanita yang datang pagi pagi ke rumah nya. Tangan nya terayun menampar pipi Rizka. Beraninya wanita ini datang ke tempat umum dan menggandeng suaminya.


Plakk...


Rizka kaget begitu pun dengan Jul, yang melihat istrinya tiba tiba saja datang dan menampar pipi Rizka.


Via menatap tajam wajah Jul yang berada di depannya. Sedangkan Jul sendiri yang di tatap Via salah tingkah saat kepergok dengan istrinya jika ia pergi dengan wanita lain.


"Via..."


Nada memelas Jul pada Via saat melihat mata tajam Via yang melotot padanya.


"Kau berselingkuh dengan wanita ini,? Jadi kau pergi dari butik menemui wanita tua ini, heh..."


Jul menggelengkan kepalanya tanda semua tuduhan Via padanya tak benar. Ia menyentuh tangan istrinya dan Via menghindari nya.


Via tak percaya dengan suaminya sendiri, tak pernah berpikir jika Jul akan bertindak bodoh seperti ini.


Sementara Rizka sendiri mengeratkan giginya mendengar penghinaan Via, jika dia adalah perawan tua. Tentu saja ia tak terima dengan penghinaan itu. Apalagi saat ini mereka bertiga menjadi pusat perhatian banyak orang di dalam kafe.


Ia membalas tamparan Via dengan menamparnya kembali. Tapi tangan nya tak berhasil menyentuh pipi Via.


Via mencekal tangan wanita yang datang ke rumah nya pagi tadi. Dia menatap tajam pada wanita di depannya ini. Dan Jul sendiri masih shock, ia bingung bagaimana melerainya.


"Kau ingin suami ku, hmm. Aku berikan pada mu wanita tua, ambil saja."


Via menghempas kan tangan nya yang mencekal tangan wanita murahan seperti nya. Ia tak perduli dengan banyak nya orang yang menatap ke arahnya.


Sedangkan Jul yang mendengar perkataan Via melotot kan matanya tak percaya. Bagaimana mungkin Via memberikannya pada wanita lain.


Via tersenyum sinis pada suaminya lalu melirik ke arah wanita yang menggandeng tangan Jul. Berjalan pergi meninggalkan mereka berdua.


Sementara Jul yang melihat Via meninggalkan nya, mengejarnya.

__ADS_1


"Via... "


Jul berhasil mencekal tangan istrinya, ia lalu membalikkan tubuh Via dan menatap wajah Via yang menatapnya datar.


"Ma..."


Arka yang tak jauh dari mereka berdua berseru. Jul menoleh pada Arka. Seketika dadanya berdebar takut jika anaknya mengetahui pertengkaran mereka.


"Arka sudah makannya, kita pulang.!"


Via berseru pada putranya. Ia lalu menoleh ke arah suaminya dan menatap nya datar. Sama sekali tidak ada rasa cemburu atau terluka di matanya.


Jul menatap melas pada wanita yang di cintai nya. Ia sama sekali tak menyangka akan terjadi seperti ini.


"Via, jul sama sekali tak tau ada Via di sini." Hibanya pada sang istri. Ia menyentuh tangan Via dan memelas seperti anak kucing yang ketahuan mencuri ikan asin.


Sedangkan Via sendiri yang mendengar penuturan suaminya, seketika emosi nya kembali memuncak.


"Oh, jadi kalau ga ada Via mas bebas menggandeng wanita lain begitu."


Mendengar istrinya tersulut emosi, Jul menggelengkan kepalanya. Ia sama sekali tak menyelingkuhi Via.


"Heh, sebelum nya Via juga pernah kehilangan suami Via. Apa mas pikir aku akan menangis jika kehilangan mu mas."


Jul tak percaya dengan apa yang di dengarnya. Itu artinya Via memang benar benar tak mencintai nya. Itu sebabnya dia langsung memberikan dirinya pada wanita itu.


"Arka ayo pulang..!"


Arka langsung berdiri dan menghampiri ibunya. Ia juga sama tak menoleh kearah Jul sedikitpun. Bocah cilik ini rupanya juga sama dengan ibunya acuh tak melihat Jul.


"Sayang.."


Jul menarik tangan Via berharap istrinya tak marah padanya dan memaafkannya.

__ADS_1


Sedangkan Rizka yang berdiri tak jauh dari mereka menatap nya tak percaya. Zain pria yang datar dan terkesan bringas saat di arena balap liar seketika menjadi kucing Angora. Tak hanya itu ia juga adalah saksi saat Zain tawuran dan bikin onar.


"Apa,.."


Via menyalak tajam pada suaminya, ia sudah gerah melihat suaminya yang entah kenapa membuatnya sakit hati. Apa dia mau membalas dendam, jika ia yang sengaja menikah dengan nya dulu.


Sial...


"Gak Via, Jul sama sekali tak mengenalnya. Jul tadi lapar dan dia ngajak Jul makan di sini. Ayolah Via, mas minta maaf."


Jul tak bisa jika Via marah padanya, ia tak perduli jika saat ini ia menjadi pusat perhatian banyak orang. Ia juga tak perduli jika dia di katakan lembek seperti tape. Yang penting Via masih bersamanya dan Via tak marah padanya. Tentu saja nasib singkong nya yang terancam, jika Via menceraikannya, mana mau dia jadi duda, belum juga sebulan menikah, lagi anget angetnya tanam singkong biar berbuah. Mana bisa berbuah jika lubangnya saja marah dan tak ada.


Via tak menggubris ucapan suaminya, ia menggandeng tangan Arka keluar dari kafe.


Wanita bar bar seperti Via memang tak punya rasa malu. Dia juga dulu yang melabrak mantan suaminya dan selingkuhan nya di lobi hotel. Apalagi sekarang yang hanya di kafe.


Sementara Jul mengikuti langkah Via dari belakang. Dia seperti anak itik kehujanan dan kehilangan induknya.


"Via.. Sayang.."


Tanpa aba-aba Jul membalikkan tubuh Via dan mencium bibir nya di dalam kafe. Tanpa rasa malu menjadi tontonan banyak orang. Dari pada Via marah dan menceraikan nya, lebih baik malu di depan umum. Jul gak mau, singkong Jul lembek terus. Apalagi kalau suruh pakai handbody, ogah.


Via melototkan matanya saat merasakan bibir Jul mendarat sempurna di bibir nya. Tak hanya itu Jul juga menyesap bibir bawah nya. Apa suaminya itu gila, menciumnya di depan banyak orang.


Rizka melototkan matanya melihat Zain bertindak gila mencium Via di depan umum. Apalagi Zain sangat bersemangat saat mencium Via. Matanya memerah menahan emosi, ia melirik ke arah pengunjung yang sebagian menatapnya remeh.


Sedangkan Arka yang berdiri di tengah tengah mereka berdua hanya acuh. Ia lalu duduk di kursi miliknya lagi yang tak jauh dari ia berdiri.


Lima menit berlalu, Jul baru melepaskan bibirnya dari bibir istrinya. Ia memejamkan matanya saat gejolak gairah nya memuncak. Benda tumpulnya yang anteng dan lembek berubah jadi tongkat bisbol. Berkedut minta di lepaskan, dari sarangnya.


"Via singkong Jul pengen,"


Via menatap tajam pada suaminya. Bisa bisanya milik suaminya berdiri saat di marah. Via melirik ke arah paha Jul dan benar saja dia mengembang sempurna.

__ADS_1


"Via, bagaimana ini, sakit kedutan,?"


Jul meringis merasakan ngilu yang berkedut kedut di bawah sana. Akibat marah yang berujung kepergok menggandeng wanita lain, benda tumpul nya mengacung keras minta di lepaskan.


__ADS_2