Janda Dua Kali

Janda Dua Kali
Geram Jul


__ADS_3

Hana berjalan menuju kamar rawat suaminya. Ia begitu geram dan marah pada Rasya yang membohongi nya. Ia pikir mobil dan rumah mewah itu adalah milik suaminya.


Bukankah suaminya mencicilnya, itu artinya rumah yang selama ini mereka tinggali bukan milik mereka.


"Rasya sialan..."


Brakk...


Mahendra dan istrinya kaget mendengar pintu yang terbuka lebar. Ia menatap wajah menantunya yang menatap tajam pada mereka.


"Hana, ada apa?"


Ibu mertua nya menatap wanita cantik yang menjadi menantunya ini.


Hana sendiri mendekat ke arah Rasya, ia tak menghiraukan pertanyaan wanita paruh baya yang menatapnya penuh tanda tanya.


"Rasya brengsek, sialan, bangun."


Mahendra dan istrinya kaget melihat Hana yang membangunkan Rasya sangat kasar. Apalagi Rasya baru saja tertidur saat sadar dari pingsannya.


"Hana apa yang kau lakukan.?"


Mahendra berteriak dan menarik tangan menantunya. Rasya sendiri meringis sat tubuhnya di goncang paksa oleh Hana. Matanya perlahan terbuka dan menatap wajah cantik Istrinya yang menatapnya tajam.


"Ada apa?"


"Ceraikan aku sekarang juga.!"


Mahendra dan istrinya shock mendengar permintaan Hana.


Rasya sendiri mendesah kasar, ia sudah menyangka jika istri nya tau pasti akan memintamu cerai dirinya.


"Hana, apa yang kau katakan, Rasya sedang sakit. Bagaimana mungkin kau meminta cerai dari suamimu yang sedang sakit."

__ADS_1


Ucap ibu Rasya pada Hana. Hana sendiri tak mendengar ucapan ibu mertua nya. Ia masih menatap tajam pada Rasya.


"Aku tidak akan menceraikan mu Hana. Jangan kau pikir aku sudah miskin kau bebas meminta cerai dari ku. Kau juga ikut menghabiskan uang nya bukan."


Ucapnya pada istrinya, ia tak habis pikir dengan Hana yang hanya bisa bersenang-senang di luar sana. Dan sekarang dia meminta cerai darinya saat ia jatuh miskin.


"Dengar Rasya, pokok nya aku sudah bukan istri mu lagi. Aku tidak mau hidup miskin dengan mu, ingat itu."


Hana keluar dari kamar rawat suaminya, ia sama sekali tak menatap ke arah mertuanya yang memanggil nya.


"Sialan, mana sudi aku menjadi istri pria miskin seperti nya."


Umpat nya sambil berjalan keluar mencari taksi.


Sedangkan di dalam ibu Rasya mendesah kasar. Ia iba melihat putranya nya yang bernasib malang. Ia sendiri tak tau jika Rasya bermain curang dengan membohongi Bara.


"Bagaimana ini Pah..?"


*


Mata Via berkaca kaca melihat garis dua yang terlihat di benda kecil yang berukuran panjang. Tak lama ia tersenyum lebar jika ia benar benar hamil. Ia yakin suaminya akan senang jika tau ia hamil anaknya.


Via keluar dari kamar milik nya, kening nya mengkerut saat tak mendapati suaminya yang berada di atas ranjang.


"Mas Jul kemana..?"


Sedangkan Jul sendiri pergi ke perusahaan miliknya. Ia geram dengan wanita yang bernama Rizka yang selalu datang mencarinya dan mengusiknya. Ia tak tau apa yang wanita itu inginkan, yang jelas ia tak ingin wanita itu mengganggu rumah tangga nya bersama dengan Via.


Brakk...


Jul menutup pintu mobil nya keras. Matanya menatap wanita yang membuatnya geram bukan main. Ia berjalan melangkah mendekati Rizka.


"Kak kau datang?"

__ADS_1


Tanya nya tanpa basa basi pada Zain. Pria yang membuat nya tergila gila dan jatuh cinta pada pandangan pertama nya.


Zein sendiri tak menggubris nya, ia menatap tajam pada Rizka.


Ia sama sekali tak terpengaruh pada wanita yang berpenampilan beda hari ini.


Ya Rizka memakai dress yang sangat cantik. Bagi Rizka, ia akan menjadi wanita yang seperti Zain inginkan. Seperti Via yang berpakaian seksi, Rizka juga bisa berpakaian seksi dan feminim.


"Apa kau selalu ingin menggangguku terus nona. Jangan macam-macam padaku jika kau ingin aku juga tak tak macam macam dengan mu."


Rizka menatap tak percaya pada Zain. Benarkah jika Zain sudah berubah dan tak ingin lagi mengenalnya.


"Zain, aku,..."


Jul mendengus tak lama kemudian mereka di kejuaraan dengan mobil Lamborghini yang terparkir di dekat mobil Jul.


"Via.."


Jul shock saat melihat istrinya ada di sini dan menyusul nya. Dari mana istrinya tau jika perusahaan ini ada di sini.


Sedangkan Rizka sendiri mengepalkan tangannya melihat wanita yang keluar dari dalam mobil, istri Zain datang kemari. Apalagi saat melihat Via mengemudikan mobil Lamborghini keluaran terbaru.


"Kau pergi tak meminta ijin pada ku mas,?"


Via melangkah mendekati suaminya,.Jul meringis saat menyadari bahwa ia pergi terburu-buru dan tak pamit pada istrinya.


"Maaf sayang,"


Via mendengus mendengar nya, tak lama ia menyipitkan matanya melihat penampilan wanita yang pernah datang ke rumahnya dan menginginkan suaminya. Via tersenyum lebar melihat nya, ia tau apa motif wanita itu.


"Mas Via hamil.."


Hah....

__ADS_1


__ADS_2