Janda Dua Kali

Janda Dua Kali
Malam pengantin


__ADS_3

"


Eh.. eh Na kamu tau gak, mantan kamu Panjul udah nikah sama janda loh sekarang."


Ratna menggelengkan kepalanya, dari mananya Zulkarnain menikah, pacar saja dia tidak punya. Dia tau Jul masih mencintai nya. Apalagi baru seminggu yang lalu, ia menikah dan Jul masih terlihat mencintai nya. Mana mungkin tiba tiba saja dia menikah hari ini.


"Iya, semalam Leha nyari kebaya untuk calon menantunya, tengah malam dia gedor Bu Risma."


Ratna mendekat ia tak percaya dengan apa yang di dengar nya.


" Ibu dari mana tau?"


" Semalam orang tua Jul datang cari baju kebaya. Untuk seserahan calon istri Jul. Nah sekarang mereka langsung ijab qobul, di rumah Via."


Deg...


"Benarkah mas Jul menikah hari ini.? Tapi dengan siapa, janda, siapa janda di sini."


Ratna pulang terburu buru, ia penasaran dengan perkataan ibu Risma barusan. Kenapa ia tak tau, jika Jul menikah. Kapan juga mereka berpacaran nya. Berbagai macam pikiran hinggap di kepala Ratna. Sampai di rumah Ratna mencari keberadaan ibunya.


"Bu kata Bu Risma, mas Jul menikah hari ini, apa itu benar.?" Ibunya mengangguk mengiyakan ucapan Ratna. Sementara Ratna sendiri, langsung menunjukan wajah kecewa nya.


"Ko diam diam bu?" Ibunya hanya mengedihkan bahunya tanda tak tau.


Sementara di rumah Via.


"Vi, kamu bilang sama mertuamu,?" Via menggelengkan kepalanya. Ini memang hal gila yang ia lakukan. Menikah diam diam, tanpa ada orang tau, baik keluarga ataupun mertuanya.


Via mendesah panjang, tangannya melepaskan manik manik di rambutnya. Setengah jam yang lalu ia baru saja menjadi istri Jul. Pria yang ia kotori otak polos nya dengan otak mesumnya.


Tak lama kemudian bibi Via pergi meninggalkan Via, saat melihat Zulkarnain masuk ke dalam kamar Via.

__ADS_1


"Via.."


Via berjengit kaget mendengar suara suaminya. Ia lalu berbalik menghadap pria yang baru saja menjadi suami nya.


Ia mendekat dan mengalungkan tangannya pada leher Jul. Matanya menatap mata hitam suaminya. Sementara Jul sendiri tangannya melingkar di pinggang ramping Via. Zulkarnain pria berusia tiga puluh enam tahun melepas status lajangnya dengan Alvia Geraldine, janda satu anak dan sudah menikah dua kali.


"Mas Jul mau tanam singkong bareng Via."


Jul bergidik geli mendengar dan merasakan panas saat telinganya di jilat oleh lidah basah Alvia.


"Mas Jul mau, sekarang atau nanti saja.?"


Tangan nya meraba raba dada bidang yang di tumbuhi bulu bulu halus. Bukan hanya tangan yang meraba, tapi bibir nya juga mendarat di dada bidang yang kasar dengan bulu halus nya. Memberi tanda merah di sana sini.


"Via mau ngajak Jul tanam singkong.?" Jul memastikan ucapan Via.


Tak menjawab tapi Via mendorong tubuh tinggi kecoklatan Jul di ranjang miliknya. Ia melepaskan satu persatu kancing kemeja Jul, dan membuangnya sembarang arah.


"Mas Jul, bukakan kancing kebaya Via.?"


Alvia sendiri tersenyum melihat tangan Jul yang bergetar. Ia membantu tangan itu melepaskan kancing kebayanya.


Satu... dua...tiga kancing terlepas dan Jul bertambah gemetar.


"Mas Jul jangan gugup, Via milik mas Jul sekarang."


"Iya..."


Jul benar benar berkeringat dingin. Tubuhnya semakin panas merasakan geli yang menjalar di seluruh tubuhnya. Apalagi Via menyesap cuping kirinya.


Via mengarahkan tangan besar Jul pada dua buah yang menggantung. Ia yakin Jul sangat gugup sekarang. Tapi ia tak perduli, ia akan menjadikan Zulkarnain miliknya. Pria ini sudah mengikatnya dengan ijab qobul, jadi mana mungkin Via akan melepaskan ikan kakap besar buruannya.

__ADS_1


Via berdiri dan melepaskan ikat pinggang suaminya. Lalu menarik lepas celana Jul hingga celana panjang itu teronggok begitu saja di lantai dingin. Tak hanya itu, ia juga melepaskan kain segi tiga milik suaminya yang sudah mengembang sempurna.


Via bergidik geli membayangkan dirinya sendiri saat ini. Ia seperti wanita ****** yang memperkosa seorang pria. Ya memang itu benar, untung saja saat ini Jul sudah menjadi suaminya sekarang.


Ahhh... Di ranjang ini Jul sudah dua kali terkapar oleh Via. Dan saat ini Zulkarnain benar benar akan di buat melayang oleh Via.


"Via.." Nafasnya memburu merasakan panas dan inti tubuh nya berkedut. Tangan nya gemetar merasakan sensasi luar biasa saat Via, mencoba memasukkan singkong jumbonya pada milik Via.


Ahhhh... ******* keduanya bersamaan dengan pintu yang di ketuk.


Tok...Tok..Tok...


"Jul Jul kita begadang sampai pagi yuk Jul. Sekarang giliran Lo nih, gua tunggu di depan ya."


Jul gelagapan mendengar suara pintu di ketuk. Apalagi itu adalah suara sahabatnya Riki. Riki memang benar benar sialan, menghancurkan malam pertama mereka.


"Via di luar ada Riki.."


Via tak perduli, ia justru bergerak naik turun, setelah tak mendengar suara ketukan pintu dan suara yang memanggil suaminya sudah pergi.


Jul mangap mangap merasakan sensasi luar biasa. miliknya di gesek gesek oleh sesuatu yang terasa menggigit.


"Via..."


Jul mendesah hebat saat Via mempercepat gerakannya naik turun. Apalagi tangan besar suaminya sudah mulai berani aktif. Tangan itu meremas dua melon yang bergelantungan. Tentu saja hal itu membuat Via semakin bersemangat menaikkan ritme pinggulnya.


Via juga menyambar bibir Jul sedari tadi berisik mendesah. Ia membungkam nya dengan bibirnya. Dan di bawah sana ia menekan lebih dalam lagi.


Tubuh Jul semakin tak terkendali akibat Via yang mempermainkan dirinya. Ia membalikkan tubuh via di bawah kungkungan nya. Ia menyatukannya kembali milik mereka. Kali ini Jul yang akan membuat Via terbang ke angkasa. Tentu saja sebagai pria Jul ingin membuat sang istri tergila-gila dengan permainan mereka. Apalagi ini adalah malam pertama mereka. Dan lagi, dia adalah suami ketiga Alvia. dia tak ingin mereka berdua lebih unggul darinya. Ya Jul sendiri takut jika Alvia tak puas dengan dirinya. Itu sebabnya ia ingin membuat Via ketagihan dengan nya, bukan dengan Bara Bara itu.


Via kaget dengan suaminya, Jul tiba tiba saja membalikkan tubuhnya di bawah kungkungan. Tak lama ia menjerit tertahan, saat Jul menyatukan milik mereka kembali tanpa aba-aba.

__ADS_1


Via mendesah di bawah kungkungan Jul. Sesekali tangannya akan meremas rambut Jul yang sedikit panjang.


Via di buat gila oleh suaminya yang bergerak naik turun dengan ritme liar. Ia mencengkeram erat tangan Jul saat tubuhnya bergetar hebat. Sesuatu yang akan mereka meledak di bawah sana.


__ADS_2