
Jul mengangguk mengiyakan ucapan Via. Benar kata Via, siapa yang mau dengannya yang sudah tak perjaka lagi. Apalagi, Via sudah melihat singkong miliknya. Tentu saja Jul akan malu jika Via membuka aibnya, yang pernah melihat dan memasukan singkong miliknya pada mulutnya.
" Via jangan katakan sama siapa siapa ya. Jika Via udah liat singkong Jul. Jul malu, nanti Jul di marah sama Mak Jul, kalau udah gak suci lagi."
Via, menutup mulutnya dengan tangan nya. Jangan sampai tawanya keluar dan akan mengundang warga. Kenapa ada pria yang bodoh dan menurut kata ibunya.
Tak lama kemudian ia melihat senjata milik Jul.
"Jadi aku yang pertama kali merasakannya." Via bergumam sendiri, meski hanya dengan mulut nya, ia bangga menjadi yang pertama untuk Jul.
Tak lama kemudian ia tersenyum lebar. Ia sangat beruntung mendapatkan Jul. Selain dia yang polos dia juga wanita pertama kalinya yang menyentuh senjata nya.
Ah...Jul merem melek lagi saat Via meremas lagi batang singkong miliknya. Ya entah apa yang ada di pikiran Via. Dia seperti gemas melihat singkong Jul yang menggantung lembek. Ia menekan dan meremas lagi. Seolah milik Jul adalah mainan baru untuk nya.
Tak lama kemudian Via memasukkan kembali pada pembungkus nya. Ia menatap wajah Jul yang terpejam. Lalu menyesap leher nya, memberi tanda merah di sana.
"Mas Jul harus pulang, bukankah mas Jul harus mengatakan pada orang tua mas Jul, akan menikahi Via."
Jul membuka matanya dan mengangguk mengiyakan. Tak lama kemudian ia berdiri, melihat singkong yang sudah kembali pada pembungkus nya.
"Tapi Via, mas Jul ingin yang seperti tadi, ini cenut cenut."
Ya singkong miliknya kembali mengembang akibat Via yang meremasnya lagi. Jul meminta via melakukannya seperti yang tadi.
"Gak Via gak akan mau, sebelum mas Jul nikahi Via. Nanti Via akan kasih yang lama dan spesial untuk malam pertama."
Via menatap genit pada Jul dan mengusap batang di bawah sana, yang kembali lagi sedikit mengembang.
"Via harus janji, jangan bohong." Via mengangguk dan menarik leher nya. Lalu mengecup bibir tebal Jul yang menggoda.
*
__ADS_1
Dor... Dor....
Amir dan Leha berjengit mendengar gedoran pintu kamarnya. Ada apa Jul menggedor pintu kamar nya.
"Lo apa apaan Jul, Lo liat ini sudah malam, ga sopan kamu."
Leha keluar sambil mengikat rambutnya.
"Besok Jul mau nikah sama Via, emak sama bapak harus siapin seserahan untuk Via. Besok pagi Jul akan ke pasar cari cincinnya."
Tuk...
Amir mengetok kepala anaknya, ia heran dari mana datangnya pikiran anak nya. Mau nikah sama siapa, Via pacar saja bukan.
"Lo jangan ngaco.,"
"Gak..." Tak lama kemudian Jul pergi ke kamar miliknya. Ia mencari dokumen miliknya yang akan membuatnya menjadi status baru.
Sementara Leha sendiri masih bingung. Apa ini benar benar nyata, Jul anaknya mau menikah. Dengan janda dua kali itu. Sejak kapan mereka saling kenal. Janda itu baru tiga atau empat hari di sini. Dan dia akan menjadi menantunya, istri Panjul. Putra kesayangannya, yang paling tampan. Mana mungkin Jul akan menikahi wanita yang baru di kenalnya.
*
Amir menatap tak percaya pada anaknya. Tengah malam ia pergi mencari seserahan untuk Via. Ia pikir Jul bohong dan berhalusinasi. Ternyata mereka saat ini benar benar menikah.
" Mir, Lo jadi gak pesta dua hari dua malam."
Amir menatap sengit pada Panji, selain dia sahabat nya, Panji adalah RT di kampung ini.
"Bener anak Lo Mir, kecantol sama janda dua kali. Ga nyangka singkong Jul mau masuk ke lobang bekas."
Tak lama Panji tersenyum masam, melihat mata Amir yan mau keluar. Ia langsung fokus melihat prosesi ijab qobul Jul dan Alvia.
__ADS_1
Via sendiri merasa ini adalah mimpi. Ia menikah dengan Jul, yang baru di kenalnya tiga hari yang lalu. Gila memang, hanya tak ingin mantan suaminya mengganggu nya, ia nekat menggoda pria polos seperti Jul. Apalagi saat ini ia dan Jul menikah tanpa orang lain tau, keluarganya, terutama mertuanya. Hanya paman dan bibinya di sini yang tau.
Via yakin jika ia pulang ke kota mertuanya akan kecewa pada nya. Tak hanya itu, pasti putra nya juga akan kaget dia mempunyai ayah baru.
Jul menatap wajah Via, entah kenapa ia merasa Via menyembunyikan sesuatu darinya. Pasti ia memikirkan mantan suaminya. Bara, pria itu adalah saingan nya. Meski ia sudah menikahi Via, ia yakin bahwa Bara tak akan menerima kenyataan jika Via sudah menikah. Pria itu pasti akan merebutnya meski tau Via sudah menikah. Jul tau itu, dia bukan pria yang bodoh, ia juga bisa melihat kegigihan Bara. Pria itu memang serius ingin Via kembali padanya. Mana mungkin ia akan membiarkan Via di miliki orang lain. Sejak pertama kali bertemu dengannya. Ia sudah jatuh cinta pada pandangan pertama nya.
Ya Jul tak polos polos amat, ia memang sengaja menjerat Via. Ia ingin memiliki wanita itu seutuhnya. Pertemuannya dengan Bara waktu itu, membuatnya menjadi pria yang licik. Jul sudah lebih dulu mengincar Alvia. Ia sudah jatuh cinta pada Via. Ia tak ingin laki laki lain merebut Via dari nya. Apalagi mantan suaminya, Jul tak akan membiarkan Via jatuh ke tangan pria brengsek itu.
"Sayang..."
Via berjengit mendengar Jul memanggilnya sayang. Apalagi nada itu seperti pria pada umumnya. Suara berwibawa seperti yang pernah ia dengar saat Jul dan Bara saling pukul. Ya, inilah yang membuat Via menatap Jul tak percaya. Pria yang baru saja berstatus sebagai suaminya ini, seperti bunglon.
"Via..." Lagi lagi Via di buat terkesima oleh Jul. Seperti akan menenggelamkan dirinya dengan nada bas dan berwibawa.
"Ya..."
Mata Via tak lepas menatap mata tajam Jul. Dan Via baru tau, jika mata itu memang benar-benar hitam dan menenggelamkan.
"Jul selamat ya," Riki dan Yono mengagetkan keduanya. Jul melirik kearah dua sahabat karibnya. Tak lama kemudian, ia tersenyum lebar pada keduanya. Seolah menunjukan bahwa dia sudah tak jomblo lagi. Ia akan dengan bangga menanam singkong miliknya bersama Alvia. Wanita cantik yang pernah ia temui seumur hidupnya. Biarkan saja dia janda dua kali, yang penting Via bisa membuat nya terbang melayang.
" Entar malam Lo bisa tanam singkong Jul"
Riki berbisik dan mengedipkan matanya pada bujang lapuk yang sebentar lagi tak akan lapuk. Ia yakin Jul akan mencoba kualitas singkong ajaibnya.
"Butuh ramuan kuat gak Jul, gua punya,"
Jul melotot mendengarnya, ia menatap tajam pada Riki yang bermulut lemes. Enak saja, tanpa ramuan juga singkongnya pasti akan tegak sampai pagi. Jul bisa pastikan, jika Via akan ke tagihan dengan singkong miliknya.
.
Gak percaya yuk lanjut bacanya😁
__ADS_1