
"Via..."
Terdengar suara lengkingan nyaring suaminya di kamar mandi. Via mendengus, dan berjalan mendekati suaminya di kamar mandi.
"Ada apa mas?"
"Ini pakainya bagaimana"
Via melirik pada milik suaminya yang menggantung lembek. Benda itu yang tadi membuatnya mendesah.
Ia beralih menatap suaminya dan mengisi bathub. Menuangkan sabun cair di dalam nya. Dan menyuruh suaminya berendam di sana.
Jul tersenyum, ia pikir ia akan mandi di bathub di rumahnya yang ia beli, ternyata di sini.
Ya Jul sudah membeli rumah baru untuk Via dan dirinya tinggal. Tak mungkin ia akan tinggal di rumah mertua Via. Saat ia memutuskan untuk pergi bersama Via. Ia menyuruh salah satu orang nya mencarikan rumah untuknya dan Via di kota.
Tak lama ia mendengus mengingat saat ia tinggal di kota. Di kota besar inilah ia menjadi liar, membuat tato dan mulai memanjangkan rambutnya. Sudah lebih dari sepuluh tahun ia tak datang ke kota. Ia pikir selama nya ia tak akan pernah datang ke mari lagi. Ternyata ia di pertemukan dengan janda yang membawanya kembali lagi ke mari.
Padahal ia tak ingin kembali lagi ke mari jika di suruh milih. Tapi apa boleh buat, ia di haruskan kembali ke kota bersama istrinya.
Mengingat itu ia menghembuskan nafasnya perlahan. Sudah lima belas tahun lebih ia meninggalkan mereka semua. Apa mereka masih mengingatnya, ia rasa tidak. Ia akan bersikap seolah olah tak mengenal mereka. Tapi tidak mungkin, mereka pasti akan langsung mengenalinya dari tato di tangannya, kecuali Farel.
Tak lama kemudian Jul bangun dari bathub, ia menyalakan shower membilas tubuhnya.
Sementara Via sendiri menuruni anak tangga, mencari keberadaan putranya.
"Vi, boleh mama bicara..?" Via mengangguk mengiyakan, ia mengikuti langkah mertuanya ke kamar milik nya.
__ADS_1
"Via, apa kau tau siapa suami kamu.?"
Via menghembuskan nafasnya perlahan. Tak lama ia menggelengkan kepalanya pada ibu mertua nya. Ia tak berani mengatakan pada ibu mertuanya. Ia tak ingin mereka semua tau dan takut dengan suaminya. Ya Via tau siapa Zulkarnain. Pria yang baru dua hari menjadi suami nya itu adalah ketua geng motor saat ia di kota. Tak hanya itu dia juga pemilik perusahaan modifikasi mobil dan motor, PT One JAYA.
Ya Via tau saat Jul datang ke rumahnya membawa buah asam dan untuk pertama kalinya ia mendengar nada bas Jul saat berargumen dengan Bara. Dari situ ia curiga jika suami nya, bukanlah hanya sekedar orang kampung. Ia juga mengamati tato di lengan kiri nya yang lumayan panjang. Dari situ juga Via mengetahui jika Zulkarnain adalah pria dengan nama Zain. mungkin nama itu di ambil dari nama depan dan belakang. Tak ada foto wajah hanya ada foto lengan yang bertato, itu pun dari samping. Tapi ia mengenali, dari tatonya, ia yakin dia suaminya. Via tak mungkin salah menebak, tapi alasan suaminya meninggal kan kota dan kembali ke kampung, ia sendiri juga tak tau.
"Kenapa kau menikah dengan pria sepertinya Vi. Ah sudahlah, ... Vi bagaimana dengan Bara, dia pasti tak terima jika kau sudah menikah dengannya. Dan bagaimana dengan Rasya, kakak kamu pasti akan memintamu bercerai dengan nya."
"Maaf ma, Via akan membantu sebisa mungkin. Tapi Via tak akan menuruti kata kak Rasya, jika Via harus bercerai dengan suami Via."
Via menatap wajah tua mertuanya, Rasya pasti akan memusuhi suaminya. Kakak iparnya itu memang benar benar membuatnya geram. Dia sering mengaturnya, dan selalu berkomentar apa yang baik dan yang buruk. Padahal tak semua yang baik terlihat baik juga di mata Via.
Jul sendiri yang keluar dari kamar mandi menautkan kedua alisnya tak mendapati istrinya di dalam kamar.
"Huh, apa aku harus datang ke sana." Jul mencari pakaian nya yang akan di kenakan nya. Matanya menatap tajam foto yang masih tersimpan rapi di lemari baju milik Via. Tangan nya terulur mengamati foto tersebut dan ia melotot kan matanya tajam pada foto yang di yakini adalah almarhum suami Via.
Brakkk...
Jul bersungut-sungut pada istrinya yang masih menyimpan foto pernikahan nya dengan Arsen. Tak lama kemudian ia keluar dari kamar Via.
"Sayang dari mana?"
"Nyari Arka, mas sendiri mau kemana?" Via meneliti tubuh Jul dari atas sampai bawah. Suaminya memakai celana sobek sobek khas preman jalanan.
"Via... Via.." Rasya berteriak memanggil adik iparnya. Ia kaget mendengar jika Via pulang dengan seorang bodyguard. Untuk apa adik iparnya itu menyewa bodyguard segala.
Mendengar kakak iparnya berteriak, Via berjalan ke arah kakak iparnya. Ia sudah tau apa yang akan laki laki itu bicarakan. Jul sendiri mengikuti langkah kaki istrinya.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan Vi?"
Via menatap jengah pada Rasya, sudah ia duga jika pria ini akan langsung mencecarnya. Sementara Jul sendiri yang berada di belakang istrinya menatap tajam pada laki laki yang berteriak memanggil istrinya. Rasya menatap Jul tak berkedip, seperti nya ia pernah melihat wajah pria di belakang adik iparnya.
"Ada apa kak?"
"Untuk apa, aku menyewa bodyguard segala, apa kau kurang kerjaan. Kau pikir siapa yang akan mencelakai mu."
"Memangnya siapa yang menyewa bodyguard,?"
"Dia.."
"Dia Zulkarnain, suami Alvia Geraldine." Rasya shock mendengarnya, tak lama kemudian ia tertawa terbahak bahak. Ia menatap adik iparnya dan pria di sampingnya remeh.
"Kau menikah dengan preman seperti nya. Apa kau, buta Via. Sejak kapan selera mu turun dari pengusaha, abdi negara lalu pada preman jalanan. Kau pikir aku percaya padamu Vi, jangan pernah membodohi ku. Kau tetap akan menikah dengan Bara, aku dan Bara sudah menentukan tanggal pernikahan kalian."
Jul mengeraskan rahangnya mendengar ucapan pria yang bernama Rasya. Sementara Via sendiri menghembuskan nafasnya perlahan. Ia sudah tau sifat Rasya yang selalu ingin dia menikah dengan Bara kembali. Entah apa yang Bara berikan pada Rasya sehingga dia ngotot ingin ia kembali menikah dengan Bara.
"Maaf kak, Via yang menjalani pernikahan Via sendiri. Mau dengan siapa saja Via menikah, bukan kakak yang menjalani nya."
"Alvia.."
Bugg...
Rasya terhuyung kebelakang mendapatkan kepalan tangan Jul. Ia mengusap bibirnya yang perih dan menoleh ke arah pria yang baru saja memukul nya.
"Kau.."
__ADS_1
Rasya kaget saat kerah bajunya di cengkram oleh Jul. Ia tak tau pergerakan Jul sangat cepat, dan ia tak siap.
.