Janda Dua Kali

Janda Dua Kali
Terbongkar


__ADS_3

Bara memarkirkan mobilnya di depan butik Via. Ia mengutuk Rasya yang tak tau di mana rumah Alvia. Seharusnya Rasya mencari tahu di mana keberadaan rumah Via. Ia turun dari mobilnya berbarengan dengan mobil Lamborghini berwarna putih datang.


Bara melototkan matanya saat melihat Via dan suaminya turun dari mobil putih di depannya. Rupanya pria preman itu bergonta ganti banyak mobil.


"Vi, apa mobil yang kemarin sudah di ambil oleh pemiliknya."


Via mengerutkan keningnya mendengar penuturan Bara. Tak lama ia mendesah kasar saat mengingat mobil Jul yang super antik itu.


Sementara Jul sendiri yang melihat Bara langsung melingkarkan tangannya pada pinggang istrinya. Ia menatap tak suka pada Bara, yang selalu datang ke butik istrinya.


"Apa urusanmu, ayo sayang masuk."


Jul menarik Via masuk ke dalam butik. Melihat Via yang melangkah masuk, Bara mencekal tangan Via.


"Lepaskan tangan istriku brengsek."


Bug....


Jul meradang, sudah geram melihat bara yang selalu saja menginginkan istrinya.


"****...."


Wajah Bara merah padam mendapatkan pukulan tiba tiba dari suami Via di wajahnya. Sedangkan Via, membiarkan ia sama sekali tak menolong atau menghentikan suaminya. Ia juga gerah dengan sikap Bara yang selalu mengusiknya.


Bara membalas Jul, tapi Jul lebih dulu mencekal kepalan tangan Bara.


"Pergi dari sini, atau aku akan membuatmu tak bisa berjalan. Kau tau Alvia istri ku, sampai kapanpun dia tetap istriku. Jangan coba coba berani, mengganggu nya, apalagi merebutnya dariku."

__ADS_1


Tatapan Jul pada Bara seketika membuat Bara mematung. Ia tak pernah melihat tatapan Jul yang menatap nya seperti ini.


Jul menarik tangan Via masuk kedalam butik. Tak perduli dengan Bara yang melihatnya.


"Via, tunggu di sini, Jul mau keluar dulu."


Alvia menatap suaminya yang berjalan menjauh. Ia tau Jul akan menemui Bara di luar. Ia menghembuskan nafasnya perlahan, kenapa Bara masih saja mengejarnya. Apa tak ada wanita lainnya selain dirinya. Tentu saja masih banyak wanita cantik di luar sana. Tapi ia sendiri tak tau kenapa Bara selalu mengejarnya.


Jul mendatangi Bara kembali di parkiran. Sedangkan Bara yang melihat suami Via datang ke arahnya menatap datar. Dia tak akan takut lagi pada Jul, ia yakin pria itu sebenarnya tak berani melawan dirinya.


Cih...


"Aku tau kau hanya menggertak ku saja. Kau pikir aku takut padamu. Pria kampung seperti nya memang suka sekali membuat onar. Dan kau hanya bisa menunjukan bahwa kau pintar bela diri. Itu sebabnya kau berani padaku, jangan bermimpi aku akan takut padamu."


Jul balik menatap Bara, ia sama sekali tak merasa takut atau ciut. Melihat wajah mantan suami Istrinya itu benar-benar membuat nya geram.


Ungkap Jul pada pria brengsek yang selalu mengusik rumah tangga nya.


"Via milikku, aku yang lebih dulu mencintai nya dan menikahinya. Jadi aku akan merebut Alvia karna dia adalah milik ku."


Jul tertawa terbahak mendengar perkataan Bara. Sejak kapan jika Via milik nya.


"Apa kau terlalu percaya diri tuan Bara, Via tak akan kembali lagi pada pria brengsek seperti mu."


"Kau.."


Bug...Bug...

__ADS_1


Bara terkapar di depan mobil nya sendiri, ia shock saat tiba-tiba saja Jul memukul wajahnya nya membabi buta.


Ia bangkit dan mengusap darah yang keluar dari bibir nya yang pecah. Ia mengumpat Jul yang berani memukul nya kembali. Sudah beberapa kali suami Via ini memukul wajahnya hingga berdarah.


"Aku akui kau memang pandai berkelahi, tapi aku yakin jika Via akan kembali padaku."


Ungkapnya penuh percaya diri.


"Kau yakin, itu menurut Rasya bukan, apa kau tau jika Rasya sendiri tak berhubungan baik.lahi dengan Via. Aku sudah tau apa yang Rasya lakukan selama ini. Dia selalu merayu mu dengan menjanjikan Via yang akan kembali padamu begitu. Mimpimu terlalu tinggi, Bara. Kau tak tau jika uang yang selama ini kau titipkan pada Via istri ku sama sekali tak tau apa-apa."


Bara shock mendengar nya, Rasya tak pernah memberikan barang mahal dan perhiasan yang selalu ia titipkan pada Rasya. Apa benar Rasya tak memberikannya pada Alvia.


Jul tersenyum miring melihat wajah Bara yang shock.


"Ingat kalau pun kau memberikannya sekarang, aku juga bisa memberikan yang lebih dari yang kau titipkan pada Rasya."


Jul tersenyum penuh kemenangan, ia berbalik masuk ke dalam butik istrinya. Meninggalkan Bara yang shock mendengar kenyataannya, jika Rasya tak pernah memberikan barang yang Bara titipkan kepadanya.


"Rasya, kau akan mendapatkan bonus dari Bara yang telah kau tipu, Cih.... Mengumpankan istriku demi ambisi mu yang menginginkan hidup mewah. Mana mungkin aku akan membiarkan istri ku menjadi umpan untuk mu terus."


Sedangkan Bara masih diam mematung, ia sama sekali tak percaya jika Rasya mencurangi nya.


"Rasya brengsek,"..


Bara masuk ke dalam mobil milik nya, ia mencari keberadaan Rasya di perusahaan milik Mahendra. Apa Mahendra juga memanfaatkan dirinya, sama seperti Rasya yang memanfaatkan nya. Mengeruk harta nya untuk kepentingan mereka sendiri.


"Jika itu benar, aku akan membunuh mu Rasya. Kau sudah menipuku bertahun tahun. Kau sudah sering meminta uang dariku, mobil dan rumah. Dan sekarang kau juga tak memberikan apapun pada Via dariku, brengsek...."

__ADS_1


.


__ADS_2