Janda Dua Kali

Janda Dua Kali
Ketahuan selingkuh


__ADS_3

"Sayang kau tau dari mana,"


Via memutar bola matanya jengah, ia mengambil pakaian nya di dalam lemari.


"Jadi ini rumah hasil mas balapan liar dulu,?"


"Bukan," Via mengerutkan kening nya mendengar penuturan suaminya. Jika bukan hasil balap liar dari mana suaminya membeli rumah mewah ini.


"Rumah ini hasil Jul sendiri, meski ada sebagian dari uang milik Jul yang balapan tapi uang yang ini uang halal, Jul tak mencampurkan uang dari balap liar sama yang bukan. Jul juga tau jika uang balap liar suka tak berkah." Tumben pinter suaminya. Via melirik ke arah Jul.


Jul memakai celana Levis, ia menyisir rambut gondrong nya. Bukankah ia terlihat lebih muda dan tampan. Pantas saja Alvia tergila gila padanya. Tampan begini, pantesan emaknya bilang seperti Kritik Rosban. Jul tersenyum sendiri membayangkan dirinya yang tampan.


Via menatap tak percaya pada suaminya yang menatap cermin tersenyum sendiri.


"Via, bukankah Jul tampan,"


Via memutar bola matanya jengah, percaya diri sekali suaminya.


"Tampan mas Arsen," Jul melotot mendengarnya, ia berbalik dan melihat istrinya yang sudah meninggalkan kamar.


" Mana ada tampan dia, tampan Jul. Awas saja bilang tampanan dia, menyebalkan."


Lagi lagi Jul tak terima jika Via mengatakan Arsen lebih tampan darinya. Memang benar tampanan dia sih, jauh malah dengannya. Tapikan dia sudah meninggal alias mati.


Via berjalan membawa tas jinjing nya. Hari ini ia akan pergi ke butik miliknya yang tak terlalu besar. Hanya butik sederhana yang ia bangun saat ia lulus kuliah.


Lagi lagi ia mengumpat suaminya, gara gara bertengkar dengan mertuanya, mereka pindahan tak membawa alat sekolah Arka.


"Sayang, kita kerumah kakek dulu ya. Ambil alat sekolah Arka."


" Gak boleh sama Om,"


"Kenapa,?"


"Om sudah beli baju sekolah Arka sepatu dan tas juga."


Benarkah, kenapa ia baru tau. Kapan suaminya membeli alat sekolah milik Arka. Dan lagi, dari mana Jul tau ukuran Arka.

__ADS_1


Via bertambah bingung dengan Jul, pria itu tak bisa ia tebak. Tak lama kemudian ia pergi ke butik miliknya.


"Ya sudah mama ke butik dulu. Arka di rumah sama om dan mbok Ida ya. Mama mau ke sekolah Arka, terus mau ke butik juga."


Anak itu mengangguk mengerti, ia masih sibuk dengan mainan di tangan nya. Dia lupa dengan janji Jul yang membawanya ke rumah ini. Banyak nya mainan mengalihkan Arka dari latihan bela diri yang ia bilang saat pergi dari rumah neneknya.


Via menunggu taksi pesanannya, tak lama ponselnya berdering menampilkan karyawan butik miliknya.


"Ada apa Sarah,?"


"Tuan Bara datang ke butik nona, dia mengamuk di di butik anda."


"Ya sudah, menjauh darinya. Aku akan datang kesana setengah jam lagi."


Via menutup telponnya, ia lalu membuka pintu taksi pesanannya. Dan pergi ke butik miliknya.


Jul sendiri yang tau istrinya pergi turun mengikuti nya.


"Arka,"


"Ya Om,"


"Mbok jangan biarkan Arka main air mancur lagi, dan juga di rumah saja jangan boleh keluar mengerti.!"


"Mengerti den,"


Jul mengendarai mobil BMW klasik miliknya, ia mengikuti istrinya yang pasti akan pergi ke butik. Dari mana Jul tau, jelas saja dari Farel.


Sampai di butik ia mengerutkan keningnya mendapati mobil Lamborghini berwarna putih.


Brakk..


"Pasti si Bara, ada di sini. Huh.. Mimpi saja Jul mau melepaskan Via. Jul gak mau singkong Jul jadi lembek kayak tape."


Jul melangkah lebar, ia bersiap akan melawan Bara, mantan suami, istri nya. Tentu saja ia bisa berbangga diri, menunjukan pada Bara jika dia juga kaya. Apalagi sekarang, Jul juga tak kalah keren dengan Bara.


Via menghembuskan nafasnya melihat Bara yang duduk bersandar di kursi miliknya.

__ADS_1


"Mas Bara, ada apa datang kemari.?"


Bara membuka matanya lebar-lebar, menatap tajam pada Via. Merasa di bohongi oleh wanita yang menjadi mantan istrinya. Ia berdiri dan melangkah ke arah wanita cantik yang masih di cintai nya itu.


"Apa maksud mu, kau sudah menikah dengan pria lain, Via." Bara sama sekali tak mengalihkan pandangannya pada mata bundar Alvia. Dari dulu Bara masih mencintai Alvia. Ia sendiri mengutuk kebodohan nya yang pernah berselingkuh dengan karyawan nya sendiri. Dan sekarang ia sangat menyesal, Alvia sama sekali tak bisa di kendalikan olehnya. Sekarang wanita itu selalu membangkang padanya.


Di tatap seperti itu, Via sama sekali tak menunduk atau pun takut. Ia justru balik menatap Bara. Pria inilah yang membuat nya geram selama ini.


"Memangnya kenapa mas, jika Via menikah. Wajar bukan, lebih baik menikah dari pada kumpul kebo. Via mencintai nya, begitu pun dengan nya." Via menyindir mantan suaminya yang tak tau malu itu.


"Bulshit, katakan padaku siapa dia Alvia."


Via meringis merasakan sakit di bahunya. Bara mencengkram nya erat dan menekannya. Mungkin saja akan memerah setelahnya.


"Mas dengan siapapun Via menikah tak ada sangkut pautnya dengan mas Bara. Lagi pula Via tak mencintai mas Bara lagi." Ungkap nya lagi, ia sudah jengah pada pria di depannya ini.


Mendengar kata-kata Via Bara membungkam bibir Alvia dengan bibirnya. ********** rakus dan penuh nafsu, ia juga menggigit bibir bawah Via agar dia membuka mulutnya. Terang saja Via membuka mulutnya, dan lidah Bara langsung masuk kedalam mengabsen deretan gigi putih Via.


Sudah hampir delapan tahun, ia merasakan lagi bibir Via yang terasa manis. Via sendiri memukul dada Bara, berulang kali.


Dari arah pintu masuk, Jul menatap tak percaya pada istrinya yang berciuman dengan Bara. Tangan nya terkepal erat, melihat perselingkuhan istrinya dengan mantan suaminya. Jelas saja Jul tau pria yang mencium istrinya adalah Bara.


Jul melangkah dengan emosi yang menggebu. Ia kecewa dengan istrinya yang selingkuh di depannya. Bukankah biasanya orang berselingkuh itu di belakang. Tapi tidak dengan Via, jelas jelas dia berselingkuh dengan mantan suaminya di depannya langsung.


Setelah menggigit bibir bawah Bara, Via berhasil melepaskan bibirnya dari bibir Bara.


Bug... Bug...


Bara tersungkur ke samping dan mendarat mulus di lantai dingin. Via sendiri shock melihat suaminya ada di sini. Itu artinya Jul tau jika Bara menciumnya. Alvia,... jelas saja tau, dia punya mata.


Bara sendiri, meludah saat merasakan bibir nya yang perih, ia yakin robek dan berdarah. Ia mendongak menatap pria kampung di depannya ini. Bagaimana bisa pria itu ada di sini. Apa ini yang di maksud Rasya dan Mahendra. Via menikah dengan pria kampung dan dia adalah pria yang pernah bersitegang dengan nya.


"Brengsek..."


.


Hay mom beri dukungan untuk OTOR nya🤧 vote dan hadiah nya makkkk....

__ADS_1


Like dan komen jangan ketinggalan ❤️❤️❤️❤️


.


__ADS_2