
Amir mendekati Jul dan memeluk putra semata wayangnya. Tak lama ia menoleh ke arah samping di mana menantunya berdiri.
"Bapak mau punya cucu Jul."
Jul mengangguk mengiyakan ucapan Amir, dan tak lama Amir kembali berlari masuk ke dalam memanggil istrinya.
"Leha.."
Leha berjengit kaget mendengar suara suaminya yang berteriak keras.
"Apa sih pak, kamu bikin aku kaget, emang ini di hutan apa, teriak teriak kebiasaan kamu pak." Masih membelakangi Amir, Leha belum tau jika putranya Jul datang.
"Nenek bikin apa.?"
Tanya Arka tiba tiba mengagetkan Leha yang sedang memasak.
"Eh kamu anak siapa cah manis, aduh ganteng nya den bagus, dari mana, nama orang tua kamu le." Arka menunjuk di mana Jul mendekatinya.
"Mak,"
"Astaghfirullah."
Jul mendengus mendengar jika emaknya justru beristighfar, bukan nya mengucap Alhamdulillah saat melihat nya pulang.
"Ya Allah Jul, kamu pulang. Ko kamu gak bilang sama emak kalau kamu mau pulang, Jul. Masaallah ,Mak gak punya persiapan, kamu mau pulang. Kenapa gak bilang sih Mak bisa potong ayam Jul., kebangetan kamu itu." Oceh Leha pada putranya. Matanya menatap ke depan mencari keberadaan menantunya.
Leha mematikan kompor gasnya dan berjalan ke arah depan.
"Jul kamu gak pulang sama Via,?"
"Di depan.."
__ADS_1
Leha langsung mencari keberadaan menantunya. Rupanya wanita paruh baya ini sudah tak sabar melihat wanita cantik yang menjadi menantunya.
Sampai di depan, ia melihat Via duduk di kursi sofa sambil mengibaskan tangannya.
"Via.."
Panggil Leha, sedangkan Via berdiri dan mengulurkan tangannya pada ibu mertuanya, dan Leha menyambut nya. Leha mengerutkan keningnya saat mendapati tubuh menantunya itu terlihat berbeda.
"Via kamu hamil.?" Via mengangguk mengiyakan ucapan ibunya. Tak lama kemudian Leha memeluk tubuh menantunya dan menangis haru. "Terima kasih, Mak mau punya cucu." Leha melepaskan pelukannya dari Via dan menatap Jul yang duduk di samping Via.
"Ini anak siapa..?" Tanya nya bingung melihat bocah tampan yang duduk bersama anaknya. "Anak Jul dong Mak," Jawab Jul pada ibunya yang terlihat bingung. Tak lama kemudian Via bersuara. "Anak Via sama mas Arsen Bu."
"Suami yang keberapa.?"
Mendapatkan pertanyaan seperti itu membuat Via kikuk dan tersenyum masam.
"Suami ke dua Via Mak, emak kenapa sih. Nanya nya gitu sama istri Jul.?" Tambah Jul tak suka mendengar pertanyaan ibunya. Sedangkan Leha sendiri tersenyum lebar. Matanya melirik anak Via, mendekatinya dan mencium pipinya.
"Jul nanti anak kamu tampan nya kayak dia gak Jul. Gemes banget emak lihat nya, pasti suami kamu tampan nya kayak dia ya Vi."
Malam harinya, rumah Jul sangat ramai dengan sahabatnya. Sedangkan Via dan Leha ada di dapur sedang membuat camilan. Berbeda dengan Arka yang bersama Amir. Bocah Lima tahun lebih ini asik bermain catur dengan kakek barunya.
Amir sendiri yang dari dulu menginginkan cucu tentu saja senang dan terhibur dengan adanya Arka.
"Jul Lo jadi putih gak pernah ke sawah dan kuli panggul Jul, ya gak Yon.?" Yono melirik sekilas pada Riki, menggelengkan kepalanya mendengar penuturan temannya.
"Gemukan lagi Lo Jul." Sambungnya lagi.
"Mana ada."
Jul sewot menjawab pertanyaan Riki yang mengatakan jika ia gemuk. Tak lama kemudian Via datang membawa teh dan kopi milik ayah mertuanya.
__ADS_1
Riki melirik ke arah Via, wanita hamil ini benar benar sangat cantik, pantas saja Jul tergila gila dengan nya. Anaknya saja sangat tampan, wajar saja ibunya cantik pasti juga bapak nya tampan.
"Via, ayah nya Arka sama Jul tampanan mana.?"
Jul melotot mendengarnya, ia memukul Riki dengan kipas di sampingnya. Riki meringis melihat wajah Jul yang melotot padanya. "Kan cuma nanya."
"Tampanan gue dong Ki, ya kan sayang.?" Via melirik ke arah suaminya. Menatap wajah suaminya yang duduk di samping nya. "Kan mas Jul udah liat foto mas Arsen, brarti tau dong mas.?" Jul mendengus mendengar nya. Sedangkan Riki dan Yono tersenyum lebar melihat wajah masam Jul.
"Jul Ratna sudah jadi janda Lo Jul,"
Sekarang giliran Via yang melototkan matanya mendengar penuturan sahabat suaminya. Tak lama ia menoleh ke arah suaminya yang duduk di sampingnya.
"Assalamualaikum..."
Mereka semua menoleh ke arah pintu dan terkejut melihat Ratna ada di depan pintu, apalagi Jul yang melihat nya. Jangan sampai Via marah padanya dan memangkas jatah singkongnya.
"Waalaikumsalam salam, ada apa yah ?" Via berdiri dan menyambut kedatangan mantan pacar suami nya. Sedangkan tiga pria yang duduk itu masih diam mematung.
"Mau bertemu dengan bang Jul," Ratna menggigit bibir bawahnya sendiri, tangan nya meremas kain rok panjang nya. Sedangkan Via yang melihat nya tersenyum tipis. Ia mempersilakan ratna duduk, dan Riki bergeser agar Ratna duduk di tempat nya.
"Ada apa.?"
"Aku ingin bicara dengan mu bang."
"Ratna aku sudah punya istri, jadi bicara saja di sini.?" Potong Jul cepat. Ratna menggigit bibir bawahnya gugup. Tak lama kemudian ia menggelengkan kepalanya.
"Apa bang Jul betah, aku dan suamiku sudah bercerai.?" Lirih nya. Sedangkan Riki dan Yono menatap Jul dan Ratna bergantian. Mereka berdua tak menyangka jika Ratna akan mengatakan perceraian nya sendiri pada Jul.
"Apa hubungannya denganku, kau yang bercerai kenapa hilang sama Jul.?"
"Aku hanya ingin bang Jul tau." Ucap Ratna menatap wajah pria yang semakin tampan menurut nya.
__ADS_1
"Aku tidak mau tau, aku sudah punya istri yang cantik, apalagi singkong Jul juga maunya sama Via, ya kan sayang.?"
Hah..