Janda Dua Kali

Janda Dua Kali
Tamat


__ADS_3

Riki dan Yono tertawa terbahak mendengar penuturan Jul. Sedangkan Ratna yang mendengar nya menundukkan wajahnya. Malu, jelas saja ia malu pada semua orang yang ada di sini. Entah kenapa mulutnya tiba tiba saja mengatakan jika ia sudah manjadi janda.


"Maksud ku, aku hanya ingin mengatakan jika bang Jul dan istri bang Jul bisa main kerumah Ratna, biasanya kan bang Jul sering datang ke rumah Ratna."


Ratna memberanikan diri mengangkat wajahnya, menatap wajah mantan kekasihnya yang benar benar berubah dan sangat tampan. Tak hanya itu, rambutnya yang terlihat sangat pendek dan tak gondrong lagi benar benar membuat Ratna terpesona dengan nya.


Via menatap Ratna yang melihat suaminya tanpa berkedip. Ia melirik ke arah Jul dan benar saja pria itu juga menatap wajah mantan kekasihnya itu dengan intens.


Apa suaminya masih mencintai mantan nya ini.


"Apa kalian ingin berbicara di luar, atau ingin melanjutkan kisah kalian lagi.?"


Jul terkesiap mendengar nya, ia menoleh dan menatap wajah cantik Alvia yang menatapnya tajam.


"Sayang ko gitu sih.."


Jul kelabakan sendiri melihat wajah Alvia yang menatapnya tajam.


Riki dan Yono menghentikan tawa mereka seketika saat melihat wajah Alvia.


"Jul gue pulang dulu ya,...?"


"Gua juga pulang bulan sudah nungguin aku di rumah."


Riki dan Yono pergi begitu saja tanpa berpamitan pada kedua orang tua Jul. Mereka takut melihat wajah Alvia yang seperti macan tutul, serem...


Sedangkan Ratna yang melihat ke arah Jul tersenyum lebar. Ia yakin jika Jul masih mempunyai perasaan terhadap nya. Terlihat saat ia menatap nya, intens.


"Sayang," Rengek Jul pada istrinya yang menatapnya tajam. Tangan nya mengelus perut Alvia yang terlihat membesar. Sedangkan Ratna yang baru menyadari jika istri mantan pacar nya ini hamil shock. Meremas baju milik nya dan menundukkan wajahnya lagi.

__ADS_1


"Kalian bisa berbicara berdua, aku akan masuk ke kamar dulu mas."


Via berdiri dan melangkah pergi ke kamar nya. Emosi nya memuncak saat melihat mata Jul tadi yang menatap mantan pacarnya tanpa berkedip.


"Awas saja kamu mas,"


Bibirnya menggerutu mengumpat Jul padahal ia tau jika suami nya sudah tak mencintai wanita itu, tapi tetap saja jika ia dongkol melihat nya.


Sedangkan di ruang tamu, Jul menatap datar pada Ratna. "Mau apa kau datang kemari Ratna. Jul sudah punya istri dan Jul mencintai istri Jul. Sekarang kau pulang lah, tak baik wanita keluar malam malam seperti ini. Jul tak perduli dengan mu tapi Jul sudah ingin tidur bersama Via."


Wajah Ratna merah padam mendengar penuturan Jul.


"Apa tak ada kesempatan untuk Ratna."


"Kesempatan apa..?" Jul menatap wajah Ratna penuh tanda tanya, tak lama ia menggelengkan kepalanya jika Ratna masih berharap jika ia masih mencintai nya.


"Maaf Ratna, Jul sudah punya istri dan akan punya anak, mana mungkin Jul ninggalin Via dan anak Jul. Lagi pula Jul sangat mencintai Via dan akan mencintai Via sampai kapanpun. Kita sudah tak ada hubungan apa apa, sekarang lebih baik kau pulang. Dan ingat Ratna, Jul sangat mencintai istri Jul dan anak anak Jul."


Sedangkan Amir yang samar samar mendengar suara anaknya tersenyum tipis. Rupanya anaknya ini sudah tak terpengaruh dengan wanita yang dulu pernah di cintai nya.


Ratna berdiri dan berbalik, baru berapa langkah Ratna menoleh lagi ke arah Jul. Dan Jul tak menggubris tatapan mata Ratna. Ia juga berdiri dan masuk ke dalam berjalan menuju kamar milik nya dan Via.


"Arka mau tidur sama Kakek atau papa.?" Tanya Amir pada cucu sambungnya. Arka mendongak menatap wajah kakeknya.


"Gak ada kamar untuk Arka sendiri kek.?" Amir menggelengkan kepalanya, menatap wajah cucu sambungnya yang sangat tampan.


"Sama papa deh."


*

__ADS_1


Di kamar Jul sedang merayu istri nya, Alvia marah pada nya gara gara Ratna datang ke rumahnya.


"Kamu masih cinta sama dia kan mas.?" Ucap Via menatap tajam pada Jul.


"Gak, Jul bukan pria seperti itu sayang." Mendekati Via dan mengecup pipi istrinya. Ia sungguh takut saat wanita itu marah padanya. Bagaimana jika dia pergi membawa anaknya. Mana mau Jul jadi duda.


"Sayang Jul pengen.."


Via mendengus mendengar nya, ia menyingkirkan tangan Jul dan membelakangi suaminya.


Jul tak bisa jika melihat Alvia mengabaikan nya. Tangan nya merayap ke depan dan menemukan dua gunung kembar milik Alvia lalu menekannya.


"Via tambah besar Jul suka."


Jul membalikkan tubuh via dan menyingkap daster yang di pakai Via. Mendaratkan bibirnya di salah satu gunung kembar yang terlihat besar dan menantang nya.


Sementara Amir tau apa yang akan dilakukan oleh anaknya, segera meminta Arka tidur bersama papanya. Jelas saja ia tak mau mendengar suara bising anak dan menantunya.


Apalagi lega masih pergi arisan di tetangga sebelah dan sampai sekarang belum pulang.


Arka mengangguk dan berlari ke kamar Jul.


"Sayang singkong Jul sudah keras Via, mau ya.?" Via menatap wajah memelas suaminya dan tak lama ia mengangguk mengiyakan ucapan Jul. Tentu saja Jul tersenyum lebar dan siap membuka pakaian nya, tapi gedoran pintu kamar nya mengurungkan niatnya. Jul berjalan dan membuka pintu kamar nya.


"Arka.."


Arka masuk begitu saja ke dalam dan naik di atas ranjang Jul. Sedangkan Via sendiri menatap aneh pada Arka.


"Arka mau tidur sama mama.."

__ADS_1


Hah...


__ADS_2