Janda Dua Kali

Janda Dua Kali
Pasrah


__ADS_3

"Lo cemburu Jul, Ya elah gagal lagi dong Jul."


Jul mendengus ia berjalan cepat, masih marah dengan Via yang mengusirnya.


"Dasar kecentilan..."


"Eh Eh Jul, Lo bilang tadi Via punya pacar.?"


" Iya..."


"Kan baru pacar Jul, bukan suami. Sebelum janur melengkung, kenapa nyerah. Asal Lo gak sayang aja sama singkong Lo masuk di lobang bekas."


Jul melotot kan matanya mendengar kata sahabat nya.


"Ya elah, becanda Jul. Sayang aja lah Jul singkong murni, harus masuk lobang bekas. Siapa tau aja Lo penasaran sama yang sempit berkualitas. Tapi gua juga yakin, pasti tuh janda juga berkualitas tinggi. Udah kelihatan bodinya."


"Bisa diem gak Ki.?"


Riki langsung terdiam, ia tau sahabatnya yang satu ini sedang galau. Ah nasib Jul....


"Bang Jul.." Ratna mengagetkan lagi Jul dan Riki. Sementara Jul hanya melirik sekilas, ia tak mau di anggap belum move on dari Ratna.


"Ada apa ya Na..?" Bukan Jul yang bertanya tapi Riki.


" Bang Jul mau gak temani Ratna pulang. Tadi Ratna udah telpon suami Ratna dan dia gak angkat telponya."


" Gak bisa." Ratna menganga tak percaya, Jul tak pernah ketus padanya. Dan dia suka berbicara halus, ada apa dengannya?.


"Jul ko Lo ga mau antar Ratna. Ntar kalau dia di bawa gendruo gimana."


"Terus kamu mau aku antar dia begitu."


" Gak.." Riki langsung diam, sampai di rumah Yono Riki sama sekali tak mengeluarkan kata kata nya. Ia sudah tau jika Jul sedang marah.


*


" Via, mas mohon, menikahlah dengan mas. Aku tidak akan mengecewakanmu lagi. Aku akan setia kali ini, percayalah."


Tak lama kemudian suara ponsel berdering, dan itu milik Bara. Via hanya melirik sekilas, melihat layar ponsel milik Bara. Kemudian ia, tersenyum tipis, Bara memang tak berubah. Sementara Bara sendiri langsung mematikan ponselnya sepihak tanpa menjawab atau melihat siapa yang menelponnya.

__ADS_1


" Pulanglah mas Bara, kita sudah tak searah. Kau juga sudah punya kekasih. Kenapa mas harus ingin menikahi Via. Kekasih mas mungkin sedang menunggu mas."


" Aku hanya ingin menikah denganmu, bukan orang lain. Dan ingat Via, aku tidak akan pergi kalau kau tak mau pergi bersamaku."


Bara keluar dari rumah Via, dan mengendarai mobil nya, mencari penginapan kosong untuk ia tidur malam ini. Sementara warga sekitar yang melihat ada mobil aneh, sedari tadi mengintai.


" Siapa dia, apa pacar neng Via.?"


"Pantesan aja ya Mak, cantik gitu. pasti dia wanita gak bener tuh."


" Hus ngaco kamu, kalau dia dengar Lo bisa masuk penjara, udah bubar..."


Tengah malam, Via tak bisa tidur dengan tenang. Ia memikirkan perkataan Jul. Apa maksudnya tanam singkong. Tak lama kemudian Via melotot kan matanya. Ia benar benar geram dengan Jul.


Sementara Jul sendiri, juga sama. Ia tak rela jika Via mempunyai kekasih. Aneh memang, baru dua hari ia mengenal Via. Dan dia ingin Via, hanya Via.


"Gak, pasti Jul bisa dapetin Via. Ok, kita bersaing Bara."


*


"Mas plis jangan seperti ini, ini di kampung jangan berbuat gila."


Dan Jul yang melihat tangan Via di tarik paksa, langsung melayangkan tinjunya pada pria semalam yang memukulnya.


Bug...


"****..."


Bara mengumpat, merasakan pukulan yang keras di rahangnya. Sedangkan Via shock, melihat Jul tiba tiba saja datang dan memukul Bara. Sementara Bara menatap sengit pria yang memukulnya.


"Beraninya.."


Bug...


Bukan Bara yang membalas, tapi Jul yang melayangkan lagi pukulannya pada Bara. Tak hanya terhuyung, Bara kali ini tersungkur oleh pukulan tangan Jul.


"Kau tak bisa memaksanya, tuan. Apalagi ini di kampung, kau bisa saja di keroyok oleh warga sekitar."


"Brengsek..."

__ADS_1


Via menatap tak percaya pada Jul, sudah dua kali pria ini menolongnya. Dan lagi suaranya sangat seksi jika seperti ini.


Sementara Bara, menatap wajah cantik Via. Tak mungkin Via mempunyai hubungan dengan pria ini. Apalagi dia pria kampung sepertinya. Seperti preman jalanan, ia yakin Via baru saja mengenalnya.


Tak lama kemudian ia akan membalas Jul. Tapi Via menghentikan nya.


"Stop mas, baiklah Via akan pulang. Tapi Plis jangan buat keributan di sini. Ini di kampung bukan di kota."


Jul menatap Via tak percaya, benarkah Via akan kembali lagi ke kota. Sementara Bara tersenyum lebar mendengarnya. Ia yakin Via tak ingin dirinya membuat keributan di sini.


"Besok pagi aku akan menjemputmu?"


Via menghembuskan nafasnya perlahan, ia benar benar tak tau harus bagaimana. Ia tak ingin membuat keributan di sini. Lebih baik pulang saja, kembali ke kota. Lagi pula hanya pulang bukan untuk menikah dengan Bara.


"Tidak, kau pulanglah terlebih dahulu, seminggu lagi aku akan pulang. Plis mas, aku ingin sendiri di sini. Lagi pula sudah terlanjur aku datang ke mari."


Ya Via ingin Bara percaya, lagi pula ia yakin wanita mantan suaminya ini, sedang menunggunya.


"Baiklah aku akan pulang, tapi ingat kau harus pulang seminggu lagi. Kau akan hitam jika terlalu lama di sini."


Bara melirik sinis ke arah Jul, tak lupa ia juga menipiskan bibir nya. Mengejek Jul, jika ialah pemenangnya. Sementara Jul sendiri tak kalah menatap sengit wajah Bara. Mana mungkin ia akan kalah dengan nya. Ya dia memang tampan, putih dan bersih. Tak seperti dirinya yang coklat khas pria kampung.


"Mas Jul, mau temanin Via jalan jalan. Via ingin waktu liburan Via di sini senang."


Setelah kepergian Bara, Via beralih menatap Jul di sampingnya. Ia memang ingin melihat pemandangan di kampung ini.


" Mas Jul, motornya yakin ga akan mogok."


"Gak, ayo..."


Dengan hati hati Via menaiki sepeda motor Jul. Ia bingung bagaimana caranya, ia duduk. Maklum saja Via memang tak pernah menaiki sepeda motor, apalagi yang model seperti ini.


"Jangan seperti itu, seperti mas Jul kakinya satu kekanan dan satu lagi kekiri."


Jul memperagakan agar Via mengikutinya. Via mengangguk mengerti, ia melangkah seperti yang Jul ajarkan. Bibir nya tersenyum tipis saat bokong sintalnya menduduki jok yang keras.


"Mas Jul, apa ini bisa di ganti, ini sama saja dengan kayu, keras."


Jul tak menggubris ucapan Via, ia mengambil tangan Via agar melingkarkan tangannya pada pinggang nya. Via menghembuskan nafasnya perlahan. Ia tak mengerti dengan sikap pria di depannya ini. Ia akan bersikap dewasa dan penuh wibawa, tapi juga akan bersikap seperti ini. Seperti tak waras menurut Via.

__ADS_1


__ADS_2