
Gruduk... Gruduk...
Via meringis merasakan ngilu di bokongnya. Ia juga mengeratkan pelukannya pada pinggang Jul. Sedangkan Jul sendiri, tersenyum penuh kemenangan. Punggung lebar nya mendapatkan buah melon yang sangat empuk. Ia yakin pasti ukuran nya sangat Waow. Bibirnya l tersenyum lebar, ia sengaja menabrakkan ban motornya pada lubang dan batu. Entah dapat dari mana Jul bersikap licik seperti itu. Yang jelas ia sangat menyukai buah melon yang menempel di punggung nya.
"Mas Jul, ko jalannya banyak lubangnya ya..."
Via berbalik dan ia baru tau jika Jul memang sengaja melakukannya. Sengaja menginjakan ban motornya pada lubang dan batu. Padahal menghindar juga bisa.
Apa dia tak tau jika bokong nya sangat sakit.
Tak lama kemudian ia tersenyum miring. Ia bukan wanita perawan dan polos. Yang tak tau dengan tujuan sebenarnya pJul.
Baiklah, aku akan mengajarkan mu hal yang lebih menarik dari ini.
Jul menegang, saat tangan Via meraba keatas. Tak hanya meraba, buah melon yang menonjol juga di gesekan dengan sengaja. Ia menggelengkan kepalanya mengusir pikiran aneh dan rasa yang lain saat kedua benda itu menggesek di punggung lebar nya.
Jangan sampai mereka terjatuh di tanah.
"Via, jalannya sudah gak berlubang ya, gak sakit lagi kan."
Via tersenyum penuh kemenangan, benar kan, Jul nyatanya hanya sampul saja. Ia sangat polos dengan hal yang berbau intim. Padahal jika dia pria brengsek, ini adalah kesempatan untuk nya, tapi tidak dengan Jul sepertinya.
Via penasaran, bagaimana jika dirinya menaklukan Jul.
Tak lama kemudian Jul menghentikan sepeda motornya. Ia meminta Via agar kembali turun. Wanita itu nemplek seperti ulat bulu pada tubuh nya. Padahal Jul sendiri panas dingin, merasakan buah yang menggantung di depan menggesek punggungnya.
Via turun dari motor Jul, ia melihat hamparan sawah yang hijau. Ini benar benar sangat sejuk dan damai, berbeda dengan di kota.
Via melangkah menuju suara air yang mengalir. Ia yakin air nya jernih di sini, begitu sampai di sana, ia melihat air yang jernih dan juga sangat dingin.
Via menurunkan kakinya ke dalamnya.
__ADS_1
Jul sendiri berjalan mencari Via, ia tak melihat wanita cantik itu di tempat ia menurunkan nya. Padahal Jul hanya menyimpan motor nya di tempat teduh tak jauh dari ia menurunkan Via, tapi wanita itu sudah tak ada di tempat. Ia turun ke arah sungai ia yakin Via ada di sana.
Dan benar saja ia melihat Via yang berjongkok di pinggir sungai.
"Mas Jul, Via suka di sini. Tapi juga Via gak mau mas Bara berbuat ulah di sini. Huh... Pria itu memang benar benar menyebalkan."
Jul mendudukkan tubuhnya di samping Via. Ia mendengar apa yang Via katakan tadi.
"Memang nya siapa dia.?"
"Mantan suami.."
Jul menatap wajah cantik Via, jika suami nya masih cinta bahkan mengejarnya sampai ke sini. Lalu kenapa mereka bercerai. Apa Via yang kecentilan ya....
Via menatap wajah Jul, ia tau Jul mengira dia wanita tak baik. Tak lama kemudian ia, menaikkan sebelah alisnya. Jika Jul mengira dia wanita kurang baik, dia akan menunjukan pada Jul kalau begitu. Ia yakin Jul masih sangat polos.
Aw...
Via langsung mengalungkan tangannya pada leher Jul. Ya Via sengaja terpeleset, tak lupa tangan kirinya menarik Jul agar menolongnya. Padahal air nya tak terlalu dalam, hanya sebatas pinggang Via.
Deg....
Tubuh Jul menegang mendapatkan serangan tiba-tiba lagi. Via menyatukan bibir pada bibir nya. Sudah dua kali ia mendapat serangan tiba tiba. Matanya mengedip ngedip melihat wajah cantik Via yang dekat. Naluri pria normal, Jul melingkarkan tangan kirinya pada pinggang Via, dan tangan kanannya menekan tengkuk Via.
Mereka berciuman sangat panas, lidah Via menerobos masuk ke dalam rongga mulut Jul. Membelitkan lidah nya pada lidah Jul. Sementara Jul sendiri menahan nafas nya. Entah itu apa yang pasti tubuhnya panas seperti terbakar. Padahal saat ini ia ada di bawah air.
Ah....
Desah Jul saat bibir Via turun ke leher dan menyesapnya. Tubuh Jul menegang di tempat nya. Entah rasa apa yang saat ini ia rasakan. Ia seperti melayang tinggi saat bibir merah merona Via menyesap dan berpindah pindah.
"Via..."
__ADS_1
Nafas Jul memburu, menahan sesuatu yang berkedut di bawah sana. Sementara Via sendiri tersenyum tipis, melihat mata Jul yang berkabut. Tangannya meraba raba bagian tengah paha Jul yang menonjol. Via kaget milik Jul mengeras dan sepertinya itu, ah Via tak tau. Ia mengelus bagian bawah sana, dan bibir nya membuat karya di dada bidang Jul.
Ah..."Via..."
Lagi lagi Jul seperti terbang, tangan nya refleks mendorong tubuh Via ke atas batu perlahan. Ia menyatukan bibir seperti yang via lakukan tadi. Tubuh yang semakin panas membuat Jul menghisap kuat bibir Via, ia juga mengerang saat tangan Via menekan Pipit miliknya yang berubah jadi elang beneran.
Via terbawa arus, niat hati ingin mengerjai Jul, justru tubuhnya juga semakin panas. Dua tahun menjanda membuatnya haus belaian seorang pria. Apalagi selama menjadi istri Arsen, Via juga jarang bertemu dan bercinta. Ya mungkin saja Via rindu dengan yang namanya kehangatan lawan jenis. Apalagi saat suami nya masih hidup, Arsen sudah satu tahun tak pulang. Mungkin ini yang membuat Via gila. Ia meracuni otak polos Jul dengan dirinya yang tak polos dan butuh belaian.
Tangan Via mengarahkan tangan Jul ke dua buah yang menggantung. Di sela sela ciuman panasnya, tangan Jul bergetar saat menyentuh seperti adonan donat yang selalu emak nya bikin. Ya Jul selalu di suruh membanting dan menguleni adonan donat oleh Leha. Ibunya bilang biar adonan mengembang sempurna harus yang kuat meremas dan membantingnya.
Dan saat ini, tangan nya meremas adonan seperti yang emaknya ajarkan. Tentu saja yang ini tak bisa di banting.
Tubuh via menegang di bawah sana seperti mau meledak, saat Jul meremas kuat bergantian melon jumbonya.
Ahhh...
Via mendesah lepas, saat Jul benar benar meremasnya kuat. Jul sendiri juga kaget mendengar suara Via. Ia semakin terbakar rasa yang Jul sendiri tak tau.
Emmoo....
Saat di puncak hasrat, mereka berdua di kagetkan dengan suara sapi. Tangan Jul refleks menjauh dari adonan donat milik Via. Dan tubuhnya juga menjauh dari tubuh Via yang bersandar di batu besar. Apalagi Via, ia juga langsung kikuk dan salah tingkah.
Hawa panas yang di ujung tanduk merosot ke bawah. Terjun bebas seperti buah kelapa yang jatuh dari pohon nya.
Emmoo....
.
.
Hai hai hai Mak beri dukungan VOTE dan hadiah. jangan lupa tinggalin jejak like dan komen 😌😁
__ADS_1