
Setibanya di rumah sakit .
Zakira langsung mendapatkan penanganan di ruang UGD.
Setelah pemeriksaan awal di ruang UGD mereka membawa Zakira menuju ruang praktek dokter obgyn. Di sana kandungan Zakira diperiksa kembali.
Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata Zakira diharuskan bedrest selama tiga hari, dia tak boleh bergerak banyak untuk menjaga kandungannya.
Setelah melakukan serangkaian pemeriksa Zakira pun dibawa ke ruang perawatan VIP.
"Pak Saya di ruangan biasa saja," protes Zakira ketika seorang suster mendorong tempat tidurnya.
'Tidak apa-apa Zakira semua biaya saya tanggung."
Zakira mengernyitkan keningnya.
Dia heran kenapa Reymond begitu baik padanya.
Setelah tiba di ruang perawatan itu suster kembali memeriksa keadaan Zakira.
"Tekanan darah Anda cukup tinggi ya Bu. Sebaiknya hindari stres dan banyak pikiran. Anda harus beristirahat total dan jangan banyak bergerak."
"Iya suster," lirih Zakira.
Untuk sementara kegiatan keseharian Anda harus dibantu agar mengurangi pergerakan.
Keseharian Seperti apa suster.
"Mintalah suami atau saudara anda untuk menyuapi anda ketika makan,untuk mengurangi pergerakan pada bagian perut dan panggul dan jangan pergi ke kamar mandi sendiri ya mbak. Anda tidak boleh berjalan terlebih dahulu."
Zakira sedih mendengar hal itu.
Dia tak punya saudara, bahkan suaminya saja membencinya saat ini.
Suster keluar dari ruangan tersebut. Sementara Zakira hanya terdiam dengan tatapan datar dan bola mata yang berembun.
"Zakira, kamu belum makan, saya suapin ya," ucap Reymond yang rupanya sudah siap memegang sendok di tangannya
Seketika lamunan Zakira buyar.
__ADS_1
"Ehm tidak usah pak."
"Loh kenapa?!" tanya Reymond.
"Saya bisa sendiri."
"Tidak usah sungkan Zakira, ini tuh darurat. Lagi pula saya cuma menyuapi kamu tidak menyentuhmu secara langsung," dalih Reymond.
"Atau kamu mau saya hubungi suami kamu?"
Zakira kaget.
"Ehm tidak usah pak."
"Loh kenapa?"
"Suami saya pasti sedang sibuk. Gak apa-apa nanti saja saya menghubunginya."
"Itu kamu makan dulu Zakira biar kamu cepat sembuh dan bisa beraktifitas seperti biasanya lagi."
Mau tak mau Zakira menerima suapan dari Reymond.
***
Zakira terbangun dalam keadaan ruangan yang sepi. Dia melihat ke arah Reymond yang sedang sibuk dengan laptopnya.
Pak kemudian Zakira melirik ke arah jam dinding. Waktu menunjukkan pukul 10.00 malam.
Reymond menoleh ke arah Zakira yang ternyata sudah membuka matanya.
"Anda masih di sini?" tanya Zakira.
'Iya Zakira saya pikir tidak ada orang yang menjagamu Karena itulah saya tetap berada di sini."
"Hm, Maaf Pak Tapi sebaiknya Anda tidak perlu sampai menginap di sini. Ini terlalu berlebihan. Saya masih punya suami dan ini akan jadi fitnah."
"Awalnya saya pikir juga begitu Zakira, tapi setelah mengetahui tak seorangpun yang datang menjenguk kamu di sini saya pun memutuskan untuk menjaga kamu."
__ADS_1
"Tidak perlu Pak terima kasih."
Zakira membuang wajahnya.
"Ayolah Zakira. Sesibuk-sibuknya seorang suami pasti dia akan datangkan Ketika istrinya sedang dirawat di rumah sakit."
"Hm saya lupa memberitahu suami saya Pak."
"Apa saat ini dia mencari kamu Zakira, padahal saya sudah memberitahu Sinta jika saya sudah membawa kamu ke rumah sakit. Apa suamimu tidak mencari keberadaanmu dan menanyakan kepada Sinta?"
Zakira terdiam. Ya seharusnya memang Rafli mencari keberadaannya dengan menanyakan kepada Sinta.
Namun sampai waktu mendekati tengah malam Rafli tidak juga datang. Hal itu membuat Zakira semakin enggan memberitahu Rafli.
Sepertinya, tapi memang tidak peduli lagi padanya apalagi sekarang dia sudah memiliki wanita idaman lain dan sebentar lagi mereka akan menikah.
Zakira melamun dengan tatapan hampa menatap langit kamarnya.
Perlahan tapi pasti bola matanya merah. Sakit rasanya jika kehadirannya sama sekali tak dianggap oleh Raffi. Padahal sebelum menikah mereka sudah lama menjalin kasih. Apa secepat itu cinta berubah?
Raymond tersenyum melihat kesedihan di wajah Zakira.
"Kalau saja dulu kau memilihku saya kira Mungkin kau takkan seperti ini, kau akan ku buat jadi ratu di rumahku, aku akan menyayangimu sepenuh hati Zakira,"ucap Raymond.
Lagi-lagi Zakira tersentak kaget mendengar ucapan dari Reymond tersebut dia pun menoleh ke arah Reymond.
"Saya tidak menyesal bertemu Mas Rafli. Saya sadar Rafli begini juga karena saya telah mengandung anak dari orang yang saya sendiri tidak menginginkannya."
"Saya tahu maksud anda baik. Karena itulah saya tidak ingin memanfaatkan kebaikan anda. Saya harap anda pulang, agar tak terjadi fitnah."
Zakirah menoleh ke arah Raymond kemudian membuang wajahnya.
"Jika itu permintaanmu. Saya akan pulang."
Setelah mengatakan hal yang demikian keluar dari ruangan Zakira dengan perasaan dongkol.
"Lihat saja Zakira, suatu saat kau pasti akan jadi milikku," guman Reymond dengan bola mata yang memerah.
"Jika Aku tak bisa memilikimu maka orang lain pun tak boleh memilikiMu."
__ADS_1