Jangan Sebut Anak Ku Anak Haram

Jangan Sebut Anak Ku Anak Haram
Menjalani masa hukuman


__ADS_3

Bu Rita termenung di ruang tamunya, karena memikirkan nasib putranya.


Sudah dua gadis dia lamar untuk Rafli. Namun, tak ada yang mau menerima lamaran darinya .


Kasihan putraku, Jika ia harus hidup menjadi duda seumur hidupnya .


Rafli keluar dari kamarnya dengan wajah yang masih pucat .


Rafli memang baru keluar dari rumah sakit setelah melakukan transfusi darah.


"Rafli, kamu mau ke mana?" tanya Bu Rita .


"Mau kerja lah, Bu."


"Loh bukannya kamu masih sakit?"


"Iya bu, tapi jika berdiam diri di rumah rasanya membosankan . Lebih baik bekerja meskipun melelahkan. Namun bisa mengobati rasa jenuh yang Rafli rasakan saat ini.


Bu Rita menghela nafasnya.


Seandainya ia dulu tidak memaksa Rafli untuk menceraikan Zakira, mungkin saat ini Sang putra sudah mendapatkan kebahagiaan bersama keluarga kecilnya.


"Hiks, Kasihan sekali Rafli,' guman bu Rita sambil meneteskan air matanya.


Rafli duduk di sofa seraya memakai kaos kakinya.


"Rafli, apa kamu tidak mau coba lagi untuk membujuk Zakira mungkin saja Zakira mau menerima kamu ."


"Rafli sekarang sadar diri Bu, Rafli gak pantas untuk Zakira. Biarlah Zakira hidup bahagia dengan anak-anaknya, kasihan Zakira, jika harus mengurus kedua anak Rafli dan harus mengurus Rafli juga," tutur Rafli.


Mendengar ucapan Rafli tersebut, bu Rita seketika menangis. Ia pun memeluk Rafli.


"Maafkan ibu Rafli, karena ibu lah yang membuat kamu menderita seperti ini. sebenarnya Ibu hanya ingin kamu menikah dengan Denisha, calon istri yang sudah lama Ibu pilihkan untukmu. Ibu ingin kamu hidup senang tanpa harus bekerja keras. Karena ibu hanya ingin melihat kamu bahagia tapi justru membuat kamu menderita,"tangis Bu Rita


Tangisan Bu Rita justru membuat Rafli semakin sedih, Ia pun ikut menangis


"Tidak apa-apa Bu, mungkin sudah nasib Rafli memang harus seperti ini . Semoga Rafli menjadi ridho atas takdir yang diberikan oleh Tuhan. Jika ada jodoh, suatu saat pasti akan ada seorang wanita yang mau menerima Raffi apa adanya,"tangis Rafli sambil memeluk ibunya .


Mau dikata apa lagi nasi sekarang sudah menjadi bubur. Rafli dan bu Rita hanya bisa menerima takdirnya. Melihat Zakira yang kini sudah bahagia di hidupnya.


***


Aufar berlari menghampiri Zakira dengan membawa dua medali.


"Bunda! Aufar menang lagi!" Teriak Aufar dengan semangat saat Zakira menjemputnya di sekolah .


"Alhamdulillah, Abang menang lagi," ucap Zakira sambil mengusap kepala putranya .


"Kalau begitu ayo kita pulang, Nak ."


"Tapi, Bunda dipanggil sama kepala sekolah."


"Kalau begitu ayo ikut bunda ke ruangan kepala sekolah."

__ADS_1


***


Zakira dan Aufar masuk ke dalam ruangan kepala sekolah


"Selamat siang Ibu kepala sekolah," kata Zakira.


"Selamat siang Ibu, silakan duduk."


"Ada apa ya Bu? Kata Aufar Ibu ingin bicara dengan saya ?"tanya Zakira.


" Iya benar sekali. Aufar telah memenangkan kembali olimpiade sains tingkat SD se Indonesia. Karena saat ini Aufar duduk di kelas tiga dan sebentar lagi akan naik ke kelas 4, saya bermaksud untuk menaikkan tingkatan Aufar lagi menjadi kelas 5, karena Aufar memiliki kecerdasan yang luar biasa, Bu. Bagaimana menurut ibu?" tanya bu kepala sekolah.


"Maaf bu, Bukannya saya tidak menghargai keputusan ibu, tapi usia Aufar saat ini baru masuk tujuh tahun. dan usia nya terlalu muda untuk belajar di kelas 5. Jika dia masuk ke kelas 5 tahun ajaran baru nantinya Aufar dengan anak yang usianya 10 tahun, padahal usianya baru 7 tahun . Pergaulan Aufar akan lebih dewasa dari usianya .Saya mau biar saja Aufar tetap di kelas 3, biar saja dia menikmati masa kanak-kanaknya dengan pergaulan anak-anak seusianya."


Kepala sekolah tersenyum mendengar penuturan Zakira.


"Biasanya orang tua senang loh bu, anaknya bisa naik kelas dengan cepat."


"Iya Bu Ini ,pengalaman dari daddynya Aufar sendiri. Saya jadi takut, Aufar mengalami hal yang sama dengan daddynya."


Oh ya, apa daddy nya Aufar punya kecerdasan seperti Aufar ?"tanya ibu kepala sekolah .


"Iya, daddynya Aufar adalah anak yang cerdas, dan setiap ikut perlombaan Olimpiade dia selalu menang. Bahkan saat berumur 9 tahun ia sudah tamat dari sekolah dasarnya dan melanjutkan sekolah lanjutan masing-masing dua tahun."


"Mungkin karena jenjang pendidikan yang ia jalani tak sesuai dengan usianya , hingga daddy Aufar merasa minder dan kurang percaya diri karena tak ada yang mau berteman dengannya. Saya gak mau nasib Aufar sama dengan daddynya. Jadi biarkan saja Aufar melalui pendidikan secara normal dan bergaul dengan teman-teman sebayanya."


"Baiklah kalau begitu Bu, tidak apa-apa."


Setelah berbicara dengan kepala sekolah Zakira membawa Aufar pulang.


***


"Aufar kita lihat daddy sebentar ya. Mumpung Bunda nggak sibuk ."


"Asyik lihat daddy, Aufar sudah gak sabar mau berikan piagam ini untuk Daddy. Karena dapat dua, satunya Aufar mau berikan pada Ayah, jadi kan dua-duanya dapat piagam dari Aufar."


Zakira tersenyum sambil mengusap kepala putranya itu. Aufar ternyata punya hati nurani yang baik.


Zakira singgah ke rumah makan untuk membeli makanan dan minuman untuk Reymond . Ia juga sudah menyiapkan pakaian sholat untuk Reymond dan pakaian ganti.


Sesampainya di penjara mereka berdua menemui Reymond .


"Daddy!" Sapa Aufar ketika mereka bertatap muka.


"Wah Aufar juara lagi ya?" tanya Raymond ketika melihat Aufar menunjukkan piagamnya.


"Iya Daddy. Aufar berikan piagam ini untuk Daddy," kata Aufar sambil mengalungkan piagam tersebut ke leher Reymond .


'Terima kasih Sayang," kata Reymond sambil mengusap kepala Aufar.


"Iya Daddy, Daddy sudah makan?"tanya Aufar.


"Belum, daddy sengaja menunggu Aufar dan Bunda ."

__ADS_1


"Tenang saja Daddy, Bunda sudah belikan makanan untuk Daddy."


'Iya dong, kan daddy selalu menunggu kehadiran Aufar dan Bunda," ucap Reymond sambil melirik ke arah Zakira.


Zakira tersenyum sambil menghampiri Reymond dan menyerahkan tote bag. "Ini aku bawa perlengkapan sholat dan makan untuk kamu."


Reymond tersenyum dengan senyuman yang sulit di artikan "Terima kasih," kata Reymond.


Zakira kembali tertunduk, ia tak sanggup jika harus menatap Reymond lebih lama, karena tatapan Reymond yang selalu membuatnya baper.


Setelah itu mereka ngobrol


Zakira dan Reymond memang tak bayak bicara, mereka hanya saling bertanya kabar dan bercerita seperlunya saja karena waktu yang terbatas.


Tiga hari, atau empat hari sekali Zakira dan Aufar akan datang menemui Reymond .


Reymond juga tak pernah menuntut, ia sangat mengerti jika profesi calon istrinya itu tak hanya seorang pemimpin perusahaan tapi juga single parents yang merawat dua anak, terlebih lagi Akbar menderita penyakit langkah.


***


Waktu terus berlalu dan kini tak terasa sudah empat tahun Reymond menjalani masa hukumnya.


Hari ini adalah hari raya umat Islam. Reymond dan nara pidana lainya ikut melaksanakan sholat ied di masjid yang berada dalam kawasan tahanan.


Suasana lebaran terasa begitu hari, dimana kebanyakan narapidana menangis saat mendengar khotbah salat ied.


Ada yang menangis karena mengenang dosa-dosa yang telah mereka lakukan ada juga yang menangis karena merindukan keluarga yang pernah datang .


Setelah sholat ied Reymond kembali ke penjara bersama dengan nara pidana lainya.


Tinggal 6 bulan waktu yang di perlukan untuk kebebasannya. Reymond duduk bersandar pada dinding jeruji besi bersama dengan nara pidana lainya.


Reymond meneteskan air matanya, beratnya menjalani hukuman di penjara membuatnya dirinya sadar. 4 tahun terasa seperti seabad bagi Reymond dan yang membuatnya selalu sabar adalah dukungan yang di berikan Zakira kepadanya.


Setidaknya Reymond masih punya harapan akan masa depannya yang cerah bersama orang-orang yang ia sayangi .


Reymond melihat sekelilingnya, rata-rata narapidana yang berada di dalam satu ruangan dengannya ikut bersedih, karena biasanya hari raya adalah hari berkumpulnya keluarga mulai dari keluarga dekat sampai keluarga yang jauh,tentu semua akan terasa sangat menyedihkan ketika tidak dapat berkumpul dengan orang-orang yang di sayangi.


"Reymond , Ali, dan Seno." panggil seorang sipir.


Ketiga orang itu menghampiri sipir .


"Ada apa Pak tanya ?"mereka secara serempak


" Kalian dapat surat pengurangan remisi tahan karena berkelakuan sangat baik selama menjalani masa hukuman .masing-masing mendapatkan pengurangan hukuman selama 6 bulan kata kepala sipir itu .


Seketika Raymond berlutut bersujud syukur .


"Alhamdulillah itu berarti dalam waktu dekat saya bisa keluar dari penjara ini?" tanya Reymond .


"Iya untuk kamu Raymond surat pembebasan kamu sedang diurus ."


"Alhamdulillah!" lagi-lagi Remon bersujud syukur karena sebentar lagi akan keluar dari penjara yang sudah mengurung kebebasannya selama 4 tahun .

__ADS_1


Setelah memberi kabar gembira kepada narapidana sipir itu meninggalkan mereka .


__ADS_2