
Waktu terus berlalu, hubungan antara Denisha dan Rafli juga semakin dekat
Mereka sering menghabiskan waktu bersama.
Bahkan hubungan tersebut sudah mendapatkan lampu hijau dari Ibunda Denisha sendiri.
Hari ini, rencananya Bu Rita dan Rafli datang ke rumah orang tua Denisha untuk melakukan lamaran.
"Jadi kedatangan saya kemari untuk melamar putrinya ibu Shinta, karena baik Rafli, maupun Denisha sudah sama-sama serius dan mereka juga sudah memantapkan niat mereka untuk melangkah menuju ke hubungan lebih serius," kata bu Rosa.
Bu Shinta tersenyum.
"Iya Bu, saya menerima lamaran Ibu dan Rafli, saya juga gak bisa menghalangi mereka. Mereka sudah dewasa, mereka juga sudah berpengalaman dalam hal rumah tangga. Saya rasa mungkin sudah jodohnya mereka bertemu disini."
"Alhamdulillah," kata bu Rita dan Rafli.
"Baiklah Bu, kalau begitu bagaimana jika saat ini kita rundingan kan saja tanggal dan hari pernikahan mereka?" kata bu Rita.
"Iya boleh. Silahkan tentukan harinya terlebih dahulu."
Mereka pun membicarakan hari pernikahan antara Rafli dan Denisha saat itu juga.
***
Reymond dan Zakira berada di ruangan pemeriksaan, karena Zakira sebentar lagi akan melakukan persalinan melalui operasi cesar.
Zakira berbaring sementara Reymond dan kedua anaknya ada di sampingnya.
Zakira tersenyum ketika melihat wajah Reymond yang pucat, tangan Reymond pun terasa dingin ketika mengusap kepalanya.
"Mas kenapa sih?"tanya Zakira.
"Gak mas khawatir saja sama kamu."
" Mas, kamu tenang saja, enggak akan terjadi apa-apa sama aku kok."
"Iya Sayang, bagaimana bisa tenang, sebelum kamu dan bayi kita selamat."
Seorang suster datang menghampiri mereka
"Kita ke ruang operasi sekarang ya Bu."
Zakira tersenyum ke arah Reymond .
"Aku pamit dulu ya Mas, mohon maaf jika aku punya salah sama kamu, dan kamu harus iklas apapun yang akan terjadi pada ku nanti."
"Jangan bilang begitu sayang. Kau harus kembali bersama ku. Ingat aku dan anak-anak kita," kata Reymond .
"Iya Mas, aku akan berusaha menjadi kuat." Zakira menggenggam Reymond kemudian mencium tangannya.
"Ayo bu kita ke ruang operasi."
Suster mendorong brankar Zakira menuju ruang operasi di ikuti oleh Reymond dan kedua anaknya.
Setelah melewati koridor suster itu membawa Zakira ke dalam ruang bedah dan Reymond harus menunggu di luar bersama Akbar dan Aufar.
Keduanya anak mereka terlihat tenang, meskipun dalam hati mereka cemas.
"Daddy, berapa lama bunda operasi?" tanya Akbar.
"Gak lama kok, kita berdoa saja ya, agar bunda dan adik di berikan keselamatan."
"Iya daddy," jawab mereka bersama.
Keadaan kembali hening, masing-masing mereka berdoa untuk keselamatan Zakira.
Detik detik berlalu terasa lama, sudah satu jam Zakira masuk ke dalam ruangan tersebut. Sesekali Reymond menghempaskan nafas kasarnya.
Resah dan gelisah yang ia rasakan. Namun, Reymond berusaha tetap tenang.
"Daddy, kenapa lama sekali operasinya?" tanya Akbar.
Akbar hampir menangis karena tak sanggup membayangkan jika terjadi sesuatu pada Zakira.
__ADS_1
"Akbar tenang ya. Insyaallah tak terjadi sesuatu pada Bunda." Reymond memeluk Akbar dan Aufar yang mulai terlihat cemas.
Oek oek tiba-tiba terdengar suara tangis bayi di dalam ruangan operasi.
"Daddy itu suara tangis adik Akbar ya?"
"Iya Sayang, itu suara tangis adik Akbar. Kita berdoa semoga bunda selamat ya."
"Aamiin," ucap mereka berdua.
Meskipun sedikit lega dengan kelahiran bayinya, Reymond belum bisa tenang karena belum mengetahui keadaan Zakira.
Mereka harus menunggu lebih lama.
Akhirnya setelah setengah jam lagi berada dalam keadaan gelisah. Reymond dan kedua putranya mendengar suara brankar yang di dorong melewati koridor ruang operasi.
Reymond segera bangkit menggandeng tangan kedua putranya. mereka menunggu di depan pintu.
Kreak ...pintu terbuka.
Seketika mereka melihat Zakira tersenyum.
"Alhamdulillah," ucap Reymond dengan bola mata yang berkaca-kaca.
Reymond kembali menoleh ke arah Suster yang menggendong bayinya.
"Selamat ya Pak, bayi anda berjenis kelamin perempuan."
"Alhamdulillah," kata Reymond .
"Yey dapat adek cewek!" Aufar dan Akbar melompat kegirangan.
"Kalau begitu kita bawa ibu dan bayinya keruang perawatan saja ya."
"Iya Suster."
Reymond dan kedua putranya begitu bahagia, hilang sudah kegelisahan hati mereka. Seiring perasaan bahagia yang tak terungkap kan dengan kata-kata.
Mereka pun tiba di ruang perawatan.
"Bunda, bagaimana kabarnya?" tanya Akbar sambil memeluk Zakira.
Zakira menyambut pelukan Akbar.
"Abang Akbar, sekarang sudah punya adik, seneng gak?" tanya Zakira.
"Seneng dong Bunda."
Reymond meraih bayinya dari tangan suster kemudian menggendongnya.
"Bunda lihatlah bayi perempuan kita, wajahnya mirip seperti kamu," kata Reymond seraya memperlihatkan wajah bayi mereka.
"Iya Mas, aku tadi sudah sempat lihat. Tapi ku pikir wajahnya sama seperti kamu, lihat saja hidungnya matanya yang kecoklatan."
"Iya, Dedek mirip Abang, kenapa gak mirip Akbar?' tanya Akbar dengan bibir yang memgkerucut. Semakin besar, Akbar menyadari jika dirinya berbeda dengan kedua saudaranya.
"Siapa bilang, Nih lihat saja bibirnya mirip Abang Akbar, iya kan Bunda?" kata Reymond.
"Iya, bibirnya sama rambutnya mirip Abang Akbar."Zakira menimpali.
"Benar kah mirip Akbar?"
"Iya mirip Akbar kok," kata Reymond .
"Sekarang Abang pangku adek ya," kata Reymond seraya meletakkan bayi itu di pangkuan Akbar.
Akbar memeluk bayi itu.
"Sekarang Daddy foto ya." Aufar mendekat ke arah Zakira. Mereka pun tersenyum di depan kamera handphone Reymond .
"Cis senyum ya," kata Reymond .
Beberapa foto pun di ambil.Reymond mengatur waktu untuk mengambil foto tersebut.
__ADS_1
Mereka pun berfoto bersama dengan wajah-wajah yang ceria dan bahagia.
Lengkap lah sudah kebahagiaan Reymond dan Zakira dengan kehadiran buah hati mereka.
Suasana di ruangan itu di penuhi dengan canda bahagia dan tawa ceria. Reymond dan Zakira sepakat untuk membagi cinta mereka kepada ketiga anak-anak mereka. Tanpa membeda-bedakan.
***
Waktu terus berlalu, usia Alesha sudah dua bulan. Zakira memakaikan Alesha gamis bayi lengkap dengan kerudungnya membuat bayi cantik dan mungil itu semakin menggemaskan.
Zakira sekeluarga sudah siap dengan busana couple nya bernuansa putih dan biru. Mereka akan menghadiri resepsi pernikahan Rafli dan Denisha.
"Sudah siap semua?" tanya Reymond.
"Sudah Mas, ayo kita pergi sekarang."
"Ayo lah."
Reymond mengendong si kecil Alesha sementara Zakira menggandeng tangan kedua anaknya.
Keluarga itu tampak serasi dan harmonis. Setelah semuanya masuk ke dalam mobil mereka pun berangkat.
Sekitar setengah jam perjalanan. Reymond dan Zakira tiba di sebuah gedung dimana Rafli dan Denisha melangsungkan pernikahan mereka.
Setelah menikmati hidangan dan hiburan di pesta yang cukup meriah itu mereka berjalan menghampiri pelaminan.
Keluarga yang kompak itu seketika jadi pusat perhatian para tamu. karena mengenal jika Zakira adalah mantan istri Rafli.
Tiba di pelaminan Zakira dan keluarganya bersalaman dengan bu Rita, setelah itu mereka menghampiri kedua mempelai.
Rafli dan Denisha sangat bahagia dengan kehadiran Reymond dan keluarganya.
"Selamat menempuh hidup baru," kata Reymond sambil menjabat tangan Rafli.
"Terima kasih banyak." Rafli dan Reymond pun saling berpelukan.
Begitu juga Zakira dan Denisha mereka terlihat akrab. Denisha bahkan menggendong si kecil Alesha sambil mereka berbincang-bincang di atas pelaminan itu.
"Selamat menempuh hidup baru Ayah," kata mereka berdua sambil membawa bungkusan kado.
Rafli langsung berlutut mensejajarkan dirinya dengan kedua putranya.
"Terima kasih Sayang," kata Rafli kemudian mencium dua putranya dengan bola mata yang berkaca-kaca karena bahagia.
"Kami belikan hadiah ini dari menyisihkan uang jajan kami berdua yah, semoga ayah berbahagia selalu," kata Aufar.
Rafli tak sanggup menahan rasa haru, di peluknya kedua putranya itu.
"Iya Sayang, terima kasih. Semoga kalian jadi anak Sholeh dan selalu berbahagia," kata Rafli kemudian mencium kedua kening anaknya.
Di pelaminan itu suasana haru dan bahagia begitu kentara.
Kini mereka mencoba untuk melupakan masa lalu dan membuka lembaran baru dengan pasangan masing-masing .
Setelah bersalaman mereka pun foto bersama. Bahkan Rafli kini menggendong putri mereka Alesha, sementara Reymond menggendong cici.
Foto tersebut menjadi bukti jika mereka kini adalah sebuah keluarga besar. Keluarga yang saling terkait karena anak-anak mereka.
Mereka pun berbahagia dengan pasangan dan anak-anak mereka masing-masing selamanya.
Akhir kata selamat untuk Rafli dan Denisha. Begitupun Reymond dan Zakira yang juga menemukan kebahagiaan mereka sendiri.
Dengan ini, kisah ini telah usai. mohon maaf jika ada kesalahan dan ketidak sesuaian jalan cerita.
Terima kasih kepada Allah SWT yang mempertemukan kita disini, segala yang baik datang dari Allah dan segala kesalahan dan kekurangan datang dari author.
Mohon maaf dan terima kasih kepada reader dan pihak pf yang mewadahi kita bersama di sini. Terima kasih atas dukungannya.
Jumpa lagi dengan karya Author selanjutnya.
Salam sayang selalu. 🤗🤗🤗😘
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu.🙏🥰
__ADS_1
Reymond