Jangan Sebut Anak Ku Anak Haram

Jangan Sebut Anak Ku Anak Haram
Muhammad Aufar


__ADS_3

"Maafkan aku Zakira aku tidak maksud melukaimu. Beri waktu aku agar bisa menerima anak itu," ucap Rafly sambil mencium pipi Zakira.


'Jika kau ingin aqiqahkan anak itu. Biar aku aqidah kan anak itu, pakai uangku saja simpan saja perhiasan mu," ucap Rafli sambil mencium lekat pipi Zakira.


"Tidak usah Mas, kalau simpan saja uang itu, aku juga akan pergi dari sini. Aku tidak tahan mendengar orang-orang menghina anakku ini."


"Sekali lagi maafkan aku Zakira, aku benar-benar tidak bermaksud menyakiti hati kamu."


"Kau selalu mengatakan kau tak akan menyakiti ku, tapi kau selalu mengungkit asal usul anak ku, hiks. Apa kau tahu jika Itu lebih menyakiti dari apapun, hiks." Zakira kembali menangis.


"Iya Zakira, aku khilaf. Aku berjanji ini yang terakhir kalinya ku katakan kata-kata yang menyakiti mu ini, aku mencintaimu Zakira. Aku hanya butuh waktu untuk menerima anak itu. Aku tak mengira setelah melihatnya lahir, ternyata begitu sulit untuk menerima, apalahi wajahnya begitu mirip dengan bajingan itu.Tapi aku janji akan berusaha menjadi ayah yang baik Zakira untuk anak kita Zakira. Berikan lah aku kesempatan untuk itu."


Zakira hanya bisa menangis.Dia kembali memeluk anaknya lagi.


"Please Zakira. Jika kau mau aqiqah,  akan aku siapkan acara aqiqahnya. Kau simpan saja perhiasanmu Zakira." Rafly mencoba membujuk Zakira dengan segala macam cara. Dan akhirnya Zakira mencoba untuk memberikan kesempatan pada Rafli.


"Baiklah Mas, ini terakhir kalinya ku berikan kesempatan untuk mu. Jika kau ulangi sekali lagi, Jangan salahkan aku jika aku pergi tanpa sepengetahuan mu nanti."


"Iya Sayang. Aku janji." Rafly memeluk Zakira kemudian mencium bayi yang di gendongannya.


"Maafkan ayah ya Nak," ucapnya sambil mengusap kepala bayi Zakira.


Rafly kembali mencium pucuk kepala sang istri dia begitu menyesal telah mengatakan hal yang begitu menyakitkan itu.


***


Demi mendapat Maaf Dari Zakira, Rafli pun menyiapkan acara aqiqah. Rafli mengundang rekan kerja dan juga para tetangganya.


Selain para tetangga Raffi juga menyampaikan undangan untuk kedua orang tuanya.


"Assalamualaikum," ucap Rafli ketika di depan pintu rumah orang tuanya..


"Waalaikumsalam."


"Ada apa Rafli?" tanya Bu Rita sambil menyelidiki penuh curiga menatap ke arah Rafli.


"Saya mau mengantar undangan Bu, aqiqah anak kami."


Bu Rita tersenyum sinis. 

__ADS_1


"Sampai mati pun Ibu takkan mau  ke rumah kamu Rafli. Terkecuali Jika kamu punya anak lagi dari darah daging mu sendiri . Mungkin ibu akan datang ke rumahmu."


"Ya Bu, setelah anak itu berusia 2 tahun, aku juga berencana untuk memiliki momongan lagi Bu. Zakira pun sudah bisa hamil lagi."


Bu Rita memperbesar pupil matanya 


"Apa 2 tahun?2 tahun lagi itu terlalu lama, keburu Ibu mati tahu. Ibu nggak bisa lihat cucu ibu nantinya. Kalau kamu nggak mau menceraikan Zakira. Kamu suruh Zakir hamil lagi setelah masa nifasnya habis."


"Astaghfirullahaladzim Bu kasihan Zakira pada saat melahirkan Zakira itu dioperasi cecar Bu."


"Ya sudahlah percuma juga Rafli mengharapkan cucu dari  kamu. Ibu sudah bilang kok, kamu ceraikan Zakira dan cari wanita yang lebih baik, tapi kamu malah memilih dia. Asal kamu tahu saja, Ibu benar-benar kecewa sama kamu Rafli. Kamu tuh benar-benar bodoh. Masih saja mau dengan wanita yang tidak mampu menjaga kehormatannya," ucap bu Rita sambil memalingkan wajahnya.


Rafli terlihat santai menanggapi kata-kata hinaan yang keluar dari mulut ibunya, karena sudah terbiasa.


"Ya sudah Bu. Ibu mau pergi syukur, tidak mau pergi pun aku dan Zakira tidak masalah, daripada nanti ibu datang ke aqiqah anak kami dengan terpaksa, tapi kata-kata Ibu justru membuat istri ku terluka," cetus Rafli. Rafly pun pamit dari rumah itu.


***


Beberapa hari berikutnya aqiqah pun dilaksanakan di rumah kediaman Rafli. Aqiqah dilaksanakan secara sederhana dan dihadiri oleh teman-teman terdekat Rafly saja termasuk para tetangganya.


Hari ini  bayi Zakira di beri nama Muhammad Aufar bin Rafli Aiman. 


Hari-hari selanjutnya kehadiran Aufar sudah bisa diterima oleh Rafli. Rafli mencoba menyayangi dan mencintai Aufar seperti anaknya sendiri. Bahkan setiap pagi sebelum berangkat kerja. Rafli membantu Zakira membawa Aufar jalan-jalan pagi. Zakira dan Rafli pun melewati hari-hari bahagia mereka bersama dengan Aufar. Hanya saja, sikap Bu Rita tetap saja tak berubah terhadap Zakira.


Bu Rita terus mendesak Rafli agar memaksa Zakira untuk hamil lagi. Atas desakan tersebut, Rafli pun memberanikan dirinya untuk mengatakan pada Zakira.


Saat ini Zakira tengah menidurkan Aufar yang masih saja meminum asi darinya di kamarnya.


Rafli berbaring di samping Zakira kemudian memeluknya dari arah belakang.


"Sayang, boleh aku minta sesuatu gak?" tanya Rafli dengan mesra.


"Minta apa sih Mas?" 


"Kalau kamu hamil lagi bagaimana? siapa tahu kita punya anak perempuan, rumah ini jadi semakin rame," ucap Rafly sambil mempererat pelukannya.


Zakira mengerti, Rafli juga pasti ingin  memiliki keturunan darah dagingnya sendiri.


"Ehm, aku pikir juga begitu Mas. Mulai besok aku berhenti minum pil kontrasepsi."

__ADS_1


Rafli memeluk Zakira.


"Terima kasih sayang," ucapnya bahagia. Rafly pun mencium Zakira dan Aufar.


"Semoga Aufar bisa secepatnya punya dede lagi," ucap Rafli sambil mencium kening Aufar.


Rafly dan Zakira saling menatap dengan senyuman bahagia.


***


Amerika.


Lauren sedang menelpon seseorang.


"Bagaimana, apa kamu sudah tahu dimana alamat keponakan saya?"


"Sudah Nyonya."


"Bagus," ucap Lauren.


"Bagaimana dengan perusahaan Reymond?"


" Perusahaan Pak Remon sudah diambil alih oleh pak Andri nyonya. Keadaan juga sudah stabil dan para Klien tetap mempercayai perusahaan kita."


"Bagus, mungkin bulan depan saya akan ke sana. Untuk melihat perusahaan dan aset apa saja yang di tinggal oleh adik saya. Semua asetnya akan diberikan pada keponakan saya saat dia berusia 17 tahun."


"Ehm kalau sudah tahu alamat dari keponakan Anda, kenapa tidak langsung berikan aset-aset tersebut melalui ibu dari keponakan anda?"


"Ada waktunya. Aku tak mau perusahaan dan aset milik adikku jatuh ke tangan orang yang salah. Kemudian di manfaatkan dengan cara yang tidak benar. Aku ingin seluruh aset dan perusahaan Reymon tetap utuh atau berkembang sesuai dengan surat yang di tinggal kan oleh Reymond


"


"Oh begitu, Baiklah Nyonya."


"Baiklah terus awasi di mana keponakan saya berada."


"Siap Nyonya."


Lauren pun menutup teleponnya. Dia pun melirik ke arah wanita yang ada di foto yang sedang di pegangnya.

__ADS_1


"Ehm jadi dia yang namanya Zakira. Yang membuat Reymond tergila-gila," ucap Lauren sambil tersenyum sinis.


 


__ADS_2