Jangan Sebut Anak Ku Anak Haram

Jangan Sebut Anak Ku Anak Haram
Diikuti


__ADS_3

Bu Rita menghampiri Zakira di kantornya .


Setibanya di depan ruangan Zakira, bu Rita mengetuk pintu, kemudian masuk karena diperintahkan masuk oleh Zakira.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Zakira sebenarnya heran dengan kedatangan ke kantornya .


"Silakan duduk Bu,"ucapnya.


Bu Rita menarik kursi yang ada di hadapan Zakira.


"Ada apa ya Bu? sepertinya ada yang penting ?"tanya Zakira


"Kedatangan Saya kemari ingin memberitahu bahwa Rafli saat ini sedang sakit ."


"Mas Rafli sakit sakit apa ?"


"Rafli menderita penyakit yang sama dengan Akbar,dia harus melakukan transfusi darah minimal dua atau sebulan sekali ."


"Innalillahi,lalu bagaimana keadaan mas Rafli sekarang Bu ?"tanya Zakira


"Keadaannya baik-baik saja ,hanya saja saya kasihan melihat Rafli, saat Rafli sakit seperti ini tidak ada yang mengurusnya, hiks."


"Loh Ibu dong sebagai ibunya yang mengurus Mas Rafli .Mas rafi kan nggak punya istri Bu," ucap Zakira


"Karena itulah saya mohon Za, kembalilah bersama Rafli, Saya mengakui selama ini saya yang salah."


Zakira membelalakkan bola matanya .


" Kok ibu bisa bicara seperti itu ?"


Iya Za, saya mengaku salah, Rafli begitu mencintai kamu, dan dia menceraikan kamu itu karena saya yang memaksanya. Saya benar-benar menyesal Za, tolong maafkan saya, dan kembali lah bersama Rafli.


"Tidak bisa Bu."


"Kenapa Za, kamu juga belum memiliki suami kan. Alangkah baiknya, jika kalian rujuk kembali , dan memulai hidup dari awal kembali bersama demi anak-anak kalian ."


Zakira hanya mengulum senyum simpul menanggapi ucapan Bu Rita yang terkesan mengada-ngada .


"Maaf Bu, bukannya saya tidak bersimpati atas penyakit yang di derita oleh Mas Rafli,tapi Saya sudah tidak bisa lagi menerima mas Rafli untuk menjadi suami saya "


"Loh kenapa ZA ?daripada kamu menikah dengan seorang laki-laki yang hanya mengincar harta kamu, lebih baik kamu menikah dengan laki-laki yang mencintai kamu sejak dulu ."


"Kalau Mas Rafli mencintai saya, dia tidak akan meninggalkan saya dan anak-anak saya bu ."


"Jika kedatangan Ibu hanya untuk meminta saya kembali pada masa Rafli, Mohon maaf sekali saya tidak bisa," ucap Zakira dengan tegas


Bu Rita membelalakkan bola matanya menatap sinis ke arah Zakira namun hanya ditanggapi oleh Zakira


"Dasar sok jual mahal, aku sumpahin kamu sampai tua gak menikah!"


"Nanti kamu akan menyesal sendiri Za, Karena kamu telah menolak Rafli! Kalau begitu saya permisi dulu ,"kata Bu Rita dari tempat duduknya.

__ADS_1


Zakira hanya tersenyum tipis melihat kepergian Bu Rita yang berlalu dari hadapannya .


Zakira melirik arlojinya dan waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 siang .


Mau jemput Aufar dulu lah .Nanti kasihan Aufar kelamaan nunggu lagi ."


Zakira beranjak dari ruangannya menuju lift, setibanya di lift Zakira langsung menuju basement.


Beberapa menit saja, pintu lift terbuka dan tibalah Ia di lantai basement, Zakira buru-buru menghampiri mobilnya, hingga tak sengaja menabrak seseorang .


"Maaf," kata Zakira singkat sambil melihat pria yang ia senggol.pria itu pun menatap Zakira dan kedua bola mata mereka bertentangan .


Pria itu mengenakan hoodie dan juga masker ,dari postur tubuhnya bisa diperkirakan jika pria itu memiliki tinggi di atas 180 cm .


"Kau?" lirih Zakira ketika ia merasa tatapan pria itu Tak asing.


Pria itu tersadar kemudian buru-buru memalingkan wajahnya ,Ia pun masuk ke dalam lift dan meninggalkan zakira yang masih penasaran .


Zakira terus mengamati pria itu sampai menghilang dari pandangannya .


"Siapa dia ?kenapa dia mirip sekali dengan ...," Zakiratak melanjutkan kata-katanya karena ia tak ingin berpikir yang macam-macam .


"Ah sudahlah aku harus buru-buru menjemput Aufar sini deh , mungkin hanya perasaanku saja ."


Zakira berjalan cepat menghampiri mobilnya kemudian ia masuk ke dalam mobil .


Keluar dari basement Zakira mempercepat laju mobilnya menuju sekolah Aufar.


Ketika di perjalanan Zakira memperhatikan ada satu mobil yang dari tadi membuntutinya . Mobil berwarna merah itu dari tadi mengikuti Zakira sejak di jalan Di mana perusahaan Zakira berada sampai lampu merah .


Zakira memang mempunyai Bodyguard setelah ia menjadi seorang CEO di perusahaan itu .Hal itu ia lakukan karena ia merasa membutuhkan perlindungan .


Setelah menghubungi bodyguard-nya Zakira masih belum me sekolah Aufar. Ia terus memutar-mutar jalan karena ia ingin tahu apakah mobil itu mengikutinya.


Benar saja, mobil itu masih memgikutinya, tapi sepertinya mobil itu hanya ingin mengintai tanpa bermaksud menghampirinya, karena jika orang yang ada di dalam mobil itu berniat menyakitinya tentu Sudah dari tadi mobil itu Menghadang mobilnya.


Zakira menunggu bodyguard-nya menghampirinya barulah ia menuju sekolah Aufar demi keamanan sang putra.


Tak lama berselang dua buah mobil hitam mendekat ke arahnya dan Zakira tahu jika itu adalah mobil bodyguard-nya. Setelah mobil bodyguard-nya mengawal Zakira, ia pun melanjutkan perjalanan ke sekolah Aufar .


Mobil yang membuntuti Zakira itu terus berjalan sampai Zakira masuk ke gerbang dan mobil itu berjalan lurus .


Dua mobil pengawalnya menunggu di luar gerbang. Zakira tidak memberitahu tentang apa yang dialaminya itu kepada kedua bodyguard-nya dia meminta bodyguard-nya itu untuk menjaga keamanan selama ia di perjalanan .


Zakira masuk ke dalam dan mencari keberadaan Aufar ke dalam sekolah.


"Bunda!" Panggil Aufar, ternyata Aufar menunggu di perpustakaan .


"Maaf ya Sayang Bunda terlambat ."


Tidak apa-apa Bunda, mulai sekarang kalau Bunda terlambat datang Aufar akan menunggu di perpustakaan ya .


"Iya sayang ,Terima kasih atas pengertiannya.Ayo nak kita pulang."


"Ayo bunda."

__ADS_1


"Oh ya Bunda, katanya dedek mau nitip beli donat ."


Oh ya sudah kita beli donat ya Bunda mau ke rumah sakit juga."


"Adik sakit lagi ya Bun?"


"Enggak kali ini ayah yang sakit, kita jenguk Ayah sebentar ya ,sebelum itu kita beli buah-buah dulu untuk ayah."


Siap Bunda !


Zakira membawa Aufar masuk ke dalam mobilnya kemudian ia membawa mobilnya secara perlahan keluar dari kawasan sekolah masih diiringi oleh kedua bodyguard-nya .


Ketika di perjalanan kembali di ikuti oleh mobil yang mengikutinya sejak tadi .


Sebenarnya Zakira bisa saja meminta bodyguard-nya untuk mencari tahu siapa orang yang tengah mengikutinya itu . Namun ia tidak ingin gegabah ,lagi-lagi Zakira selalu berpikir positif yang terpenting saat ini dirinya aman.


Zakira singgah ke toko buah, mobil itu pun singgah ke toko buah. Zakira hanya diam, menahan perasaan penasaran dan khawatirnya.


Setelah itu Zakira menuju toko donat dan memilih pelayanan drive thru. Lagi-lagi Zakira melihat mobil itu berhenti di bahu jalan yang tak begitu jauh dari toko kue itu.


Mobil siapa itu dan apa maksudnya mengikuti ku kemari. Mungkin bodyguard Zakira yang ada di dalam mobil itu tak menyadari.


Zakira pun kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit.


Bunda, sepertinya ada tiga mobil yang mengikuti mobil kita kata Aufar tiba-tiba .


Zakira tersentak kaget karena ternyata Aufar menyadari hal yang sama .


Benarkah warna apa mobilnya tanya Zakira .


"Dua mobil berwarna hitam dan yang di belakangnya berwarna merah mobil itu sejak tadi mengikuti kita dari sekolah Aufar Bun."


Ya Allah ternyata Aufar juga memiliki kepekaan yang tinggi .


"Apa tidak apa-apa mobil itu mengikuti kita Bunda?" tanya Aufar.


"Mobil itu Bodyguard yang mengawal kita tapi untuk yang merah Bunda tidak tahu mobil siapa itu ."


"Kalau begitu bunda harus hati-hati dong ."


"Iya nak Bunda hati-hati kamu juga harus hati-hati ya sebelum Bunda jemput kamu jangan pernah keluar dari sekolah."


"Iya Bunda."


Sesampainya di rumah sakit, mobil itu juga terlihat memasuki parkiran rumah sakit.


Zakira buru-buru masuk ke dalam rumah sakit dan meminta para bodyguard untuk berjaga-jaga.


Zakira menjadi lebih resah karena itulah dia menelpon Rina untuk menjaga Aufar di rumah dan tak membiarkan untuk membuka pintu apartemen terkecuali ia yang datang.


"Ada apa ini? kenapa aku di ikuti."


Zakira pun teringat akan pria bermasker yang ia senggol di basement.


'Apakah ini ada hubungannya dengan dia?' batin Zakira. Karena kaget, Zakira pun tiba-tiba menghentikan langkah kakinya.

__ADS_1


__ADS_2