
Hari ini hari pertama Zakira bekerja sebagai CEO dari perusahaannya.
Perusahaan Cipta Karya bergerak di bidang ekspor dan impor serta memegang hak lisensi beberapa produk makan kemasan di seluruh dunia.
Zakira mengenakan blazer berwarna biru dongker dengan celana berbahan katun membuat penampilannya semakin terlihat elegan.
Setelah memakai seragam lengkap, Aufar menghampiri kamar Zakira.
Aufar berdiri di depan pintu kamar Zakira karena kagum melihat penampilan Zakira di pagi ini.
"Bunda! Bunda terlihat cantik sekali hari ini," sanjung Aufar.
Zakira tersenyum sambil berlutut mensejajarkan tubuhnya dengan Aufar..
"Masa' sih?"
"Iya Bunda, bunda cantik sekali. Memangnya Bunda mau ke mana?"
"Bunda harus kerja, seseorang mengamanahkan perusahaan itu untuk Aufar, sebagai ungkapan terima kasih atas kepedulian beliau, bunda harus menjaga perusahaan milik Aufar, hingga Aufar sudah siap untuk menjadi penerus dari perusahaan Aufar," kata Zakir.
Aufar kurang mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Zakira. Dia hanya tersenyum ke arah Zakira.
"Aufar sudah siap? Ayo kalau sudah siap kita kita berangkat sekarang."
Sebelum pergi Zakira menghampiri Akbar.
"Akbar sayang, bunda pergi dulu ya. Jangan nakal di rumah ya."
Zakira mencium Akbar dengan lengkat. Inilah pertama kalinya ia meninggalkan Akbar untuk waktu yang lebih lama.
"Rina, saya titip Akbar ya. Jangan biarkan siapapun membawanya termasuk neneknya ataupun ayahnya, Selama saya bekerja."
"Baik Mbak."
Selama satu minggu Akbar dilatih untuk terbiasa bersama Rina babysitternya. Sehingga Akbar tak lagi rewel ketika di tinggalkan Zakira.
Meskipun begitu, berat sungguh Zakira meninggalkan anaknya bersama pengasuhnya karena kondisi Akbar.
Namun, Zakira memilih terjun langsung ke dunia kerja, karena ini semua ia lakukan agar bisa mengobati penyakit Akbar hingga sembuh. Zakira masih berharap ada metode penyembuhan yang lebih modern untuk Akbar suatu saat nanti.
Dengan mobil dan sopir pribadinya, Zakira mengantar Aufar ke sekolah. Setelah itu dia ke kantor Cipta Karya.
Tiba di depan kantor Cipta Karya sudah berderet papan bunga ucapan selamat untuk Zakira.
Zakira turun dari mobil, kehadiran Zakira menjadi pusat perhatian para karyawan.
Maklum saja sebagian karyawan Cipta Karya mereka mengenal Zakira sebagai sekretaris Raymond yang dulu.
__ADS_1
Banyak juga yang menyambut baik, tapi tak sedikit yang menggunjang-ganjingkan kehadiran Zakira di kantor mereka kembali.
Kebanyakan karyawan wanita memang tak menyukai Zakira, karena setahu mereka Zakira adalah penyebab kematian Raymond.
Zakira bertemu Lorent di sebuah ruangan. Hari ini Lauren akan melakukan serah terima jabatan kepada Zakira.
Beberapa tamu undangan yang berasal dari kalangan pengusaha, pejabat, dan para staf dan direksi PT Cipta Karya menghadiri rapat tersebut.
Suasana rapat begitu tenang.
Lauren berdiri di depan para tamu yang hadir.
"Terima kasih atas kehadiran anda semua di ruangan ini. Seperti yang sudah saya rencanakan sebelumnya, jika Hari ini saya CEO dari PT Cipta Karya mengundurkan diri serta melantik secara langsung CEO PT Cipta Karya yang baru yang bernama Zakira Radisti ."
Zakira yang duduk di salah satu kursi tamu berdiri menghampiri Lauren.
Banyak yang kaget tentunya karena lorent lebih memilih Zakira yang menggantikannya sebagai CEO perusahaan itu.
Namun ada juga yang bersemangat, karena mereka mengenal Zakira sebagai sosok yang lembut dan ramah.
Keduanya berjabat tangan.
"Saudara Zakira silakan Anda perkenalkan diri di depan para tamu dan staf serta direksi perusahaan Cipta Karya."
"Baiklah terima kasih Nyonya Loren."
"Saya Zakira Radisti, pendidikan…."Zakira memperkenalkan dirinya di depan para audiens.
"Saya berterima kasih kepada Nyonya Loren yang telah mempercayakan perusahaan Cipta Karya ini kepada saya untuk memimpin perusahaan bertaraf internasional ini. Bangga, haru, dan bahagia saya rasakan. Namun, ada hal yang juga saya khawatirkan. Saya mengkhawatirkan jika di bawah kepemimpinan saya nanti, perusahaan ini, tidak sesukses seperti pemimpin Sebelum saya. Karena itu saya dengan segala kerendahan hati meminta seluruh staf, direksi dan karyawan serta kolega untuk bekerja sama dengan saya agar bisa memimpin perusahaan ini dengan baik. Kita harus bisa membuat perusahaan ini tetap berkembang di tengah persaingan bisnis global. Saya sangat mengharapkan kritik dan saran dari para staf karyawan dan juga paramitra PT Cipta Karya. …"
Tepuk tangan terdengar memenuhi Aula tersebut setelah Zakira berpidato menyampaikan visi dan misinya untuk perusahaan yang dipimpinnya.
"Baiklah setelah serah terima jabatan ini, kepemimpinan perusahaan akan akan dipegang oleh Zakira. Saya harap para rekan dan mitra perusahaan PT Cipta Karya bisa bekerja sama dengan baik dengan CEO kita yang baru. Begitupun dengan para staf dan karyawan," ucap Lorent.
***
Acara serah terima jabatan selesai sudah. Dan kini secara resmi Zakira menjadi CEO dari perusahaan Cipta Karya.
Para audiens yang hadir menghampiri Zakira untuk mengucapkan selamat kepada Zakira kemudian memperkenalkan diri.
Seorang pria tampan bergaya eksekutif muda menghampiri Zakira.
"Hay, Za. Masih ingat aku?" Tanya pria itu sambil tersenyum.
Zakira mengamati Wajah pria itu.
"Rio?" Tanyanya ragu.
__ADS_1
"Haha, aku pikir kamu sudah lupa sama aku."
Zakira tersenyum.
"Ingat dong, Kamu pikir aku amnesia apa lupa sama kamu."
"Syukurlah Kalau kamu masih ingat aku."
"Ingat dong, Siapa yang bisa lupa dengan cowok culun yang digelar kutu buku?" Ucap Zakira.
"Hmm, apa sekarang Aku masih terlihat culun?" tanya pria itu.
Zakira tersenyum.
"Aku hampir tidak mengenalimu Rio. Jika saja kau tidak menghampiri ku, maka aku tak akan pernah tahu jika pria yang sedari tadi tersenyum menatapku itu adalah kau."
"Haha. Sebenarnya aku ingin mengerjaimu, kupikir kau tak akan mengenal ku."
Rio dan Zakira ngobrol santai karena para peserta rapat juga sudah keluar dari ruangan tersebut.
"Oh ya Zakira, bagaimana kau bisa menjadi CEO dari perusahaan ini? Dan apa hubungannya kamu dan nyonya Laurent?"
'Hm ceritanya panjang Rio."
"Kalau begitu, kapan-kapan boleh dong kita berbagi cerita, sambil makan malam mungkin?"
"Ehm, makan malam ya?"
"Iya, kalau gak keberatan dan gak ada yang melarang sih?"
"Yang ngelarang gak ada, hanya saja aku gak akan sempat."
"Loh kenapa?"
"Karena aku punya dua anak balita yang tak bisa ditinggalkan."
"Jadi kamu sudah menikah Za?"
"Sudah bercerai pula," sahut Zakira.
Hmm, Rio tersenyum sambil menaik turunkan alisnya.
"Wah, kalau begitu lain kali kita makan siang saja, biar bisa bawa anak-anak kamu. Atau bagaimana kalau sesekali kamu undang aku makan di rumah kamu saja."
"Ehm, bisa gak ya?" guman Zakira.
'Ayolah bu CEO. Hanya sekedar menjamu aku makan tak akan membuatmu jatuh miskin, iya kan."
__ADS_1
"Ehm, oke baiklah. Nanti kapan-kapan aku akan mengundangmu makan malam," pungkas Zakira.
"Oke aku tunggu!"