
Reymond dan Rafli sudah selesai menjalani operasi transplantasi tulang belakang.
Setelah satu jam pasca operasi Raymond di bawa ke ruangan perawatan. sementara Rafli masih menjalani proses pemulihan yang lebih lama.
Ia harus di bawa keruang isolasi untuk mencegah infeksi.
Sementara Reymond sudah bisa di bawa keruangan perawatan, meskipun dia belum sadarkan diri.
Zakira masih setia menunggu Raymond sadar, meski kepalanya terasa sakit dan perutnya menjadi mual.
Sesekali ia berlari kecil ke kamar mandi untuk muntah-muntah. Setelah merasa baikan Zakira kembali menunggu Reymond.
Setelah satu jam pasca operasi Reymond tersadar. Saat itu Zakira tengah terlelap dengan posisi yang duduk dan kepala yang berada atas tempat tidur .
Raymond mengusap-ngusap kepala Zakira membuatnya terbangun.
"Mas kau sudah sadar?"tanya Zakira
"Iya Sayang di mana anak-anak ?"
"Mereka masih di sekolah. Aku meminta Mang Ujang untuk menjemputnya, karena aku masih menunggu kamu di sini."
Tiba-tiba Zakira merasakan perutnya kembali mual Ia pun berlari ke kamar mandi .
Di sana Zakira kembali muntah.
Uek uek.. suara muntahan Zakira terdengar hingga ke telinga Raymond.
Reymond yang tidak bisa bergerak hanya bisa pasrah.
Setelah beberapa saat Zakira kembali lagi dengan bola mata yang berkunang-kunang. dengan tertatih-tatih ia melangkah menghampiri Raymond kemudian duduk di kursi di samping Raymond berbaring.
"Sayang istirahat lah. "
Zakira kembali merebahkan kepalanya di samping Reymond.
"Kalau gak kuat menunggu di sini," kau istirahat saja di rumah, kata Remon sambil mengusap kepala Zakira.
"Gak lah Mas, aku masih kuat kok. Aku sudah pernah melewati banyak masa sulit, jadi jika hanya mengidam seperti ini aku gak akan terpengaruh. sedikit pun."
Reymond tersenyum ke arah Zakira sambil mengacungkan jempolnya.
"Iya aku yakin kau wanita yang kuat Sayang."
"Terima kasih ya Mas, kamu udah mau berkorban demi Mas Rafli, aku yakin suatu saat Akbar akan berterima kasih kepada kamu karena sudah menyelamatkan ayahnya."
"Iya Sayang, sini cium aku dulu mumpung anak-anak belum pulang," kata Reymond .
Zakira tersenyum. Ia pun mendekatkan wajahnya ke arah Raymond, ketika bibir mereka akan bersentuhan tiba-tiba saja terdengar suara pintu seperti dibuka.
Kreak..
"Assalamualaikum, Bunda! daddy!"
"Waalaikumsalam," sahut mereka secara serempak.
Zakira dan Reymond hanya bisa tersenyum, karena mereka tidak jadi berciuman.
__ADS_1
"Untung sudah di antisipasi, sampai seminggu," kata Reymond sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Iya juga ya," sambung Zakira sambil mengusap kepala suaminya.
Selama dua Minggu Reymond akan menjalani pemulihan karena itu dia tidak bisa bergerak dengan aktif.
Dan selama itu dia harus berpuasa. Saat yang bersamaan kebetulan juga Zakira tengah ngidam dan tak memiliki hasrat sedikit pun.
Namun mereka tetap rukun kompak dan saling mengerti.
***
Dua Minggu pasca operasi Rafli sudah bisa berjalan dan di perbolehkan untuk pulang. Operasi transplantasi tulang belakang yang di jalaninya cukup berhasil, karena sejak di operasi, Rafli sudah menunjukkan kemajuan yang signifikan.
Wajah Rafli pun kembali memerah dan tak lagi pucat seperti dulu.
Kini Rafli hanya menderira Thalasemia Minor dan tidak membutuhkan donor darah setiap bulannya.
Seorang suster membuka selang infus Rafli, sementara Bu Rita membereskan barang-barangnya.
"Sudah selesai ya Ibu, sekarang sudah boleh pulang," kata Suster itu.
"Oh iya suster kalau begitu terima kasih."
"Sama-sama ibu, saya permisi dulu."
"Iya suster silahkan."
Bu Rita kembali memeriksa barang-barang yang akan dibawanya setelah memastikan tidak ada barang yang tertinggal, Mereka pun bermaksud untuk segera pulang.
"Naik taksi online saja lah."
Rafli hendak mengangkat tas ranselnya. Namun, dicegah oleh Bu Rita.
"Kamu nggak boleh angkat berat dulu Rafli. biar Ibu saja yang membawanya satu persatu."
"Barang sebanyak ini Ibu nggak bisa angkat sendiri Bu. biar aku angkat yang ringan-ringan saja."
"Tidak tidak usah Rafli, ingat pasca pemulihan kamu itu selama 1 tahun, jadi selama setahun kamu tidak bisa mengerjakan pekerjaan berat," kata Bu Rita.
Apa yang dikatakan Bu Rita itu memang benar. "Ya sudah kamu tunggu di sini saja ya Ibu angkut tas ini dulu dan titipkan pada meja kasir. setelah itu baru ibu ke sini lagi buat jemput kamu."
"Iya Bu," kata Rafli pasrah.
Baru saja hendak membuka pintu ruang perawatan Rafli, Bu Rita dikejutkan dengan kedatangan seseorang.
Seorang wanita tersenyum di depan pintu.
"Denisha?"
"Eh tante sudah mau pulang?" tante tanya Denisha ketika melihat Bu Rita membawa barang-barangnya.
"Iya, sudah hampir sebulan Rafli dirawat di rumah sakit ini."
"Iya Tante, saya juga baru pulang dari luar kota dan mendengar katanya Rafli dirawat dan menjalani operasi transplantasi tulang belakang."
"Iya itu memang benar Denisha."
__ADS_1
Bu Rita memperhatikan seorang anak yang digendong oleh Denisha.
"Ini anak kamu Denisha?" tanya Bu Rita.
Iya Tante ,Ini anak aku yang bungsu.
"Berapa tahun umurnya?" tanya Bu Rita lagi.
"Satu tahun tante."
"Oh baru setahun, jadi kamu sudah punya berapa anak?"
"Dua Tante."
Oh, mungkin anak pertama kamu sama Mami kamu ya?" tanya Bu Rita lagi.
"Enggak sama mantan suami aku tante. dia minta hak asuh anak pertamaku. sementara aku ambil hak asuh anak keduaku."
"Hah! Jadi kamu sudah bercerai dengan mantan suami kamu?" Bu Rita kaget sekaligus senang.
"Iya tante, karena itulah aku pulang ke kota ini. aku dengar Mas Rafli menjalani operasi, karena itulah aku datang kemari untuk melihat keadaan Rafli."
"Oh kalau begitu silakan masuk. Saking asiknya ngobrol sama kamu, sampai lupa nyuruh kamu masuk."
"Iya Tante."
Denisha pun masuk ke dalam ruangan itu.
"Assalamu'alaikum mas Rafli," kata Denisha.
Rafli yang sedang merapikan nakas langsung menoleh ke arah Denisha.
"Eh Denisha kamu ada di sini?"
"Iya aku sudah pulang dan tinggal di sini. gimana kabar kamu Mas?" tanya Denisha.
"Sudah mendingan, sejak operasi transplantasi sumsum tulang belakang," kata Rafli.
"Alhamdulillah kalau begitu."
"Oh ya kamu tahu aku di rumah sakit ini dari mana?"
Denisa tersenyum. "Ada deh Mas."
"Oh ya katanya tadi mau pulang. Ibu mau pulang sama siapa?" tanya denisa.
"Tadi saya mau pesan taksi online. rencananya mau nurunin barang dulu sedikit-sedikit."
"Oh ya sudah, kalau begitu pulang sama saya saja Tante," kata Denisha.
"Oh boleh asalkan tidak merepotkan."
"Tidak repot kok Tante . Sebentar ya saya telepon sopir saya biar dia bawa barang-barang tante dan Mas Rafli."
"Oh iya terima kasih sekali," kata Bu Rita sambil tersenyum.
Rafli dan bu Rita pun pulang bersama Denisha.
__ADS_1