
Setelah kepergian kepala sipir itu ada seorang sipir lagi menghampiri tahanan.
" Raymond Ada yang ingin menemui kamu."
Remon sudah bisa menebak Siapa yang datang menemuinya dengan wajah yang bahagia, Reymond keluar dari teralis besi dengan dikawal oleh salah seorang penjaga sipil .
Benar saja Zakira mengunjunginya bersama kedua anaknya dan juga Lauren kakaknya .
Melihat Reymond , Lauren ketika menjadi haru, karena sudah setahun ia tidak bertemu dengan adiknya itu.
"Reymond," ucapnya lirih sambil meneteskan air matanya.
Reymond tersenyum bahagia, rasanya sudah tidak sabar untuk menyampaikan kabar bahagia ini.
Lauren memeluk Reymond ." Selamat hari raya Idul Fitri," kata Laura.
"Terima kasih Lauren."
Setelah berbincang sedikit, Lauren mempersilahkan Zakira untuk menemui Raymond .
"Selamat Idul Fitri Mohon maaf lahir dan batin" kata Zakira sambil menakluk Kedua telapak tangannya di dada.
"Sama-sama selamat Idul Fitri Zakira Mohon maaf lahir dan batin," balas Raymond
Aufar, dan Akbar secara bergantian, bersalaman dengan Raymond.
"Selamat hari raya Iedul Fitri,daddy, mohon maaf lahir dan batin,"ucap mereka berdua secara serempak.
Bola mata Reymond berpendar menatap kefua bocah itu secara bergantian.
"Selamat hari raya idul Fitri juga untuk kalian berdua, mohon maaf kalau daddy ada salah," kata Reymond dengan suara seraknya.
Zakira dan Lauren masih larit dalam haru.
"Daddy Kami bawa baju lebaran untuk daddy," kata Akbar seraya menyerahkan satu buah tote bag.
"Terima kasih Akbar," kata Reymond dengan bahagia menyambut pemberian Akbar.
" Ada opor ayam dan ketupat juga, kue nastar khas lebaran daddy juga ada " imbuh Aufar seraya menyerahkan rantang makanan.
Reymond kembali meneteskan air matanya.
Alhamdulillah, ucap Reymond sambil menerima pemberian kedua bocah itu.
Meskipun tidak berkumpul setidak mereka semua bisa merasakan nuansa lebaran bersama orang-orang yang di cintai.
Mereka berbincang-bincang sebentar sambil menikmati kue nastar yang disuap kan Aufar dan Akbar ke mulut Reymond.
"Enak gak daddy, ini bunda yang bikin loh, katanya khusus untuk Daddy," kata Akbar dengan polosnya.
"Reymond tersenyum dengan bola mata yang berbinar.
Wah pantesan enak, tapi bunda bikinnya spesial untuk daddy saja kan? gak ada untuk orang lain?"
"Gak ada, untuk tamu, bunda beli," sahut Aufar.
__ADS_1
Reymond tersenyum ke arah Zakira.
"Terima kasih bunda," kata Reymond sambil mengedipkan sebelah matanya.
Zakira tersenyum kembali.
Mereka pun melanjutkan ngobrol bersama hingga waktu
kunjungan itu pun berakhir dan Reymond harus kembali ke sel tahanan.
Saking bahagianya Reymond karena bisa bercengkrama dengan orang-orang terkasih, ia sampai lupa untuk memberitahu kabar gembira sebelumnya begitu ingin Ia katakan .
"Oh iya ada kabar yang ingin aku sampaikan pada kalian semua," kata Raymond
"Kabar gembira apa?" tanya Zakira
Aku mendapatkan remisi 6 bulan pemotongan masa tahanan
Seketika Zakira mengulas senyum bahagia, begitupun dengan Lauren.
"Itu berarti hukumanmu tidak akan lama lagi," kata Zakira
"Ya saat ini administrasinya sedang di urus dan berapa hari lagi, aku akan keluar dari penjara ini."
"Alhamdulillah," kata Zakira
Mereka turut berbahagia mendengar berita itu
"Puji tuhan," kata Lauren. Ia kembali menangis meneteskan air matanya, Kate sudah bertahun-tahun tidak berkumpul bersama Reymond .
"Terima kasih," Loren
"Sama-sama Raymond."
"Yey, apa kah artinya daddy bisa bebas?" tanya Aufar.
"Iya Nak, semoga daddy secepatnya bebas dari penjara, agar bisa bantu bunda antar jemput Aufar ke sekolah," kata Reymond .
"Yey!" seru mereka ikut girang.
Seorang sipir datang menghampiri.
"Reymond waktu kunjungan sudah selesai, silahkan masuk kembali."
"Kalau begitu aku permisi," kata Reymond .
"Dada daddy!" Aufar dan Akbar melambaikan tangannya ke arah Reymond .
Reymond melambaikan tangannya ke arah mereka semua.
Setelah menemui Remon mereka kembali pulang.
Karena nasih nuansa lebaran, Zakira membawa anaknya untuk bersilaturahmi ke rumah Ibu Rita dan Rafli.
Sudah tidak ada lagi hubungan antara ia dan Rafli. Namun, Zakira masih menjaga hubungan baik dengan Rafli dan keluarganya.
__ADS_1
Bu Rita menatap hidang makanan lebaran yang tersaji di rumah nya. Tak seperti rumah-rumah tetangganya yang di kunjungi sanak saudara, rumah mereka justru sepi pada saat lebaran ini.
Keluarga besar bu Rita dan saudara-saudara sedang berkumpul bersama dengan anak, cucu dan menantunya.
Sementara di rumah itu sudah tampak sepi, apalagi setelah ayah Rafli berpulang ke Rahmatullah beberapa tahun yang lalu.
Kini hanya Rafli dan bu Rita yang menikmati hidangan khas lebaran.
"Kamu gak ke rumah Zakira, Rafli?" tanya bu Rita.
"Zakira katanya mengunjungi Reymond di penjara Bu."
Keadaan kembali sepi. Mereka kembali berdiam diri masing-masing seraya mengobati perasaan sepi yang selalu menghantui.
***
Mobil Zakira tiba di rumah keluarga Rafli.
Zakira turun dari mobil sambil menurunkan anak-anaknya
Bu Rita dan Rafli yang melihat kedatangan mereka Langsung menghampiri pintu.
Zakira menuntun tangan Akbar dan Aufar menuju serambi rumah bu Rita
"Assalamualaikum" ucap Zakira dan kedua anaknya secara serempak.
"Waalaikumsalam, Alhamdulillah, akhirnya cucu-cucu Oma datang juga." kata bu Rita sambil mencium Akbar dan Aufar secara bergantian.
Bu Rita sampai menangis ketika mencium keduanya.
Zakira dan Rafli saling melempar senyum dan saling menakup kedua tangannya karena mereka bukan lagi pasang halal.
Melihat Zakira yang semakin cantik dan bahagia, perasaan Rafli semakin sedih.
Kemudian Zakira bersalaman dengan Bu Rita "Mohon maaf lahir batin ya, Ibu!" kata Zakira dengan tulus.
Bu Rita pun mengucapkan hal yang sama pada Zakira.
Aufar dan Akbar menghampiri Rafli, kemudian mencium tangannya.
Rafli yang merasa haru dan rindu memeluk kedua putranya itu, sambil mencium mereka secara bergantian.
"Anak ayah ganteng ganteng sekali hari ini," kata Rafli dengan bola mata yang berembun.
"Iya kan baju kita sama Yah," ucap mereka berdua sambil memeluk Rafli.
Rafli menangis haru melihat anak-anaknya memakai baju koko yang ia belikan.
Setelah berbasa-basi dan saling melepaskan rindu mereka semua masuk kedalam rumah untuk menikmati sajian khas lebaran.
Sesekali bu Rita masuk ke dapur pura-pura mengambil sesuatu karena tak tahan untuk menangis.
Melihat Rafli yang bahagia berkumpul bersama kedua anaknya menimbulkan rasa penyesalan yang amat sangat pada dirinya.
Jika saja dia tidak arogan dan tidak neminta Rafli untuk menceraikan Zakira, mungkin sast itu putranya itu di liputi kebahagiaan. Berkali-kali Bu Rita menyesal. Namun, tak akan pernah mengembalikan semua yang telah terjadi.
__ADS_1