Jangan Sebut Anak Ku Anak Haram

Jangan Sebut Anak Ku Anak Haram
Kehadiran orang ketiga


__ADS_3

Waktu terus berlalu. Hubungan Rafli dan Zakira seperti matahari dan bulan. Mereka berdua selalu saling menghindar, meski tinggal satu atap.


Zakira sudah mencoba menjadi istri yang baik dengan memasak makanan untuk Rafli.


Namun Rafli sama sekali tak pernah menyentuh makanannya. Tak hanya tak menyentuh makananya, Rafli juga tak pernah menyentuh dirinya.


Bahkan sudah dua minggu Rafli tak pernah berbicara sepatah kata apapun pada Zakira.


Setelah tugas, Rafli pulang dan mengganti pakaiannya di rumah, dan setelah itu dia pergi kembali entah ke mana.


Zakira sadar jika dirinya tak mungkin lagi mengandalkan Rafli Karena setelah anak itu terlahir di dunia ini, dia harus bisa menafkahi anaknya yang dia sendiri tak tahu siapa Ayah biologisnya.


Zakira tak mau berbuat dosa dengan menggugurkan kandungannya, dia mencoba menerima surat takdir meski dirinya selalu mendapatkan cemoohan dari keluarga Rafli.


***


Sore hari ini setelah dinas dari kantor, Rafli mendapat telepon dari ibunya yang memintanya untuk datang ke rumah orang tuanya.


Rafli pun menyanggupi permintaan Bu Rita tersebut..


Ternyata Bu Mita tak hanya mengundang Rafli tapi juga seorang gadis.


Gadis itu adalah Denisa, wanita yang sejak dulu mengagumi sosok Rafli.


Setelah memberi salam Rafli duduk di samping denisa.


"Apa kabar Denisa?" sapa Rafli.


"Baik, kamu sendiri bagaimana."


"Baik."


Raffi dan Denisa berbasa-basi sebentar, setelah itu bu Rita menyatakan maksud kedatangannya mengundang Denisa dan Rafli.


Denisha adalah anak dari sahabat Ibu Rita, mereka sudah lama mengenal.


Rafli, Ibu sengaja mengundang kamu kemari karena ada sesuatu yang ingin Ibu bicarakan.

__ADS_1


"Ada apa bu? apa ada hal yang penting?"


"Ibu sudah menceritakan perihal rumah tangga kamu bersama Denisa dan ibu Mona. Dan ibu berencana untuk menjodohkan kalian berdua."


"Menjodohkan saya dan


Denisa?" Rafli sedikit kaget.


"Iya Rafli, sebenarnya dari dulu Ibu tidak setuju kamu menikahi Zakira, firasat seorang Ibu memang benar, kamu tak akan bahagia jika menikah dengan Zakira. Dan kali ini Ibu berharap setelah kamu menceraikan Zakira, kamu bisa menikah dengan Denisa."


Rafli terdiam beberapa saat, sebenarnya ia kurang menyukai Denisha. Namun, Ia juga masih menyimpan rasa sakit hati terhadap istrinya. Jujur saja Rafli belum bisa melupakan perasaan cintanya terhadap Zakira, yang menurutnya telah menghianati cintanya.


"Ayolah Rafli, kamu coba buka lembaran baru untuk hidup kamu nggak ada gunanya kamu menunggu perempuan yang tidak benar seperti Zakira itu. Denisa anak yang baik, dan ibu sudah mengenal kedua orang tuanya sejak lama."


Denisa tersenyum, dia begitu berharap jika Raffi mau menerima Perjodohan itu.


"Ya Rafli sih mau Bu, tapi apa Denisa mau?"


Tinggal kita tanya saja sama Denisa.


"Denisa Kamu sendiri sudah tahu kan tentang masalah rumah tangga yang sedang dihadapi Rafli. Rafli juga berniat menceraikan Zakira, setelah Zakira selesai melahirkan. Sebenarnya jika Rafli melaporkan perselingkuhan istrinya itu ke pihak berwajib dia bisa melakukannya. Namun Raffi tidak mau Zakira malu. Karena itulah dia bermaksud menceraikan Zakira setelah istrinya itu selesai melahirkan. Sebagai orang tua tentu saja Saya menginginkan yang terbaik untuk anak saya. Dan saya berharap kamu mau menjadi pendamping Rafli menggantikan Zakira sebagai istrinya."


"Bagaimana Denisa kamu mau kan?"


"Iya Bu Saya bersedia." jawab Denisa.


Bu Rita tersenyum, Karena kini rencananya untuk menjodohkan Delisa dan Rafli telah disetujui oleh kedua pihak.


Setelah berbicara pada kedua belah pihak, Bu Rita memutuskan untuk meninggalkan Rafli dan Denisa untuk mengobrol, agar mereka bisa lebih akrab setelah ini


***.


Waktu terus berlalu dan Rafli mulai bisa menerima kehadiran Denisa yang sebentar lagi akan menjadi calon istrinya. Meskipun Rafli masih tidak yakin tentang perasaannya terhadap Denisa.


Karena bujuk rayu dari Bu Rita, Rafli mencoba menjalani hubungan asmara bersama Denisa meski dirinya masih berstatus suami Zakira.


Keduanya mencoba mengakrabkan hubungan mereka dengan saling bertemu. Adakalanya Rafli menjemput Denisa di restoran, terkadang mereka juga makan malam bersama.

__ADS_1


Seperti halnya yang terjadi malam ini. Rafli dan Danisha makan malam bersama di sebuah restoran milik Danisha.


"Kamu sudah bicarakan tentang hubungan kita pada istri kamu?" tanya Denisa sambil menyeruput minuman hangatnya.


"Belum, kupikir tidak penting juga memberitahu Zakira tentang hubungan kita."


"Jangan begitu dong Rafli, aku nggak mau dicap sebagai pelakor dalam rumah tangga kamu. Aku mau menerima kamu karena kesalahan Zakira sendiri, dia tega mengkhianati kamu. Cepat atau lambat kamu harus memberitahu tentang hubungan kita ini pada istri kamu."


"Baiklah jika mau kamu begitu. Nanti kapan-kapan kita berdua akan temui Zakira."


Meski berniat menceraikan Zakira tapi rasanya Raffi tidak tega jika membawa Denisa masuk ke dalam rumah tangganya.


Tapi Raffi kembali berpikir, jika Zakira bisa mengkhianatinya sampai sedemikian, kenapa dia tidak bisa membalasnya dengan mengkhianati Zakira.


Bahkan Rafli kini memikirkan cara balas dendam yang tepat untuk Zakira.


Denisa tersenyum penuh kemenangan. Tinggal selangkah lagi Rafli sang pria idola, bisa menjadi miliknya.


***


Pagi ini Zakira memasak di dapur. Saat itu Rafli sedang duduk di kursi meja makan secara tak sengaja Zakira mendengar percakapan antara Rafli dengan seseorang di sambungan telepon.


"Iya Sayang, Ada apa sih telepon pagi-pagi." Rafli sepertinya sengaja berbicara mesra agar Zakira sakit hati mendengarnya.


"Jadi dong Sayang. nanti sore aku jemput ya, setelah pulang dari dinas."


"Oke, kamu tunggu ya, jangan lupa berdandan yang cantik untukku ya sayang."


"Dah selamat pagi, Sayang."


Rafli menutup teleponnya.


Getir terasa di hati Zakira ketika mendengar sang suami berbicara dengan wanita lain dengan begitu mesra.


Setelah menutup teleponnya, Rafli langsung beranjak pergi tanpa berpamitan pada Zakira.


Apalah daya Zakira hanya bisa menghapus air matanya sembari menahan rasa sesak yang terasa menghimpit dadanya.

__ADS_1


__ADS_2