
Zakira dan keluarga menikmati waktu makan malam bersama.
Zakira melihat Akbar yang terlihat kurang berselera saat makan malam itu.
"Akbar, kamu kenapa Nak?" tanya Zakira.
Akbar menguap beberapa kali.
"Akbar mengantuk Bunda," kata Akbar.
"Oh ya sudah, setelah makan malam kalian berdua istirahat ya," kata Zakira.
"Iya Bunda."
Setelah makan malam, Aufar dan Akbar menghamipiri Zakira dan Reymond untuk bersalaman.
"Akbar, badan kamu pans sekali Nak!" Zakira langsung panik ketika telapak tangan yang menyentuh kening Akbar.
"Iya Bun, Akbar jadi lemas."
Zakira menatap ke arah Raymond.
"Mas, kita bawa Akbar ke rumah sakit saja yuk, biasanya kalau badannya panas trombosit Akbar sedang turun."
"Oh iya. Ayo sekarang saja." Reymond beranjak dari tempat duduknya.
Ia langsung menghampiri Akbar dan menggendongnya.
" Kalau begitu, ayo kita bawa Akbar ke rumah sakit sekarang"
"Iya Mas, Sebentar aku ambil Tasku dulu."
Zakira berlari kecil menuju kamarnya kemudian membawa tas yang berisi kartu berobat Akbar.
Setelah itu, mereka pergi bergegas menuju parkiran mobil. .
Akbar duduk di pangkuan Zakira seraya meletakkan kepalanya di dada Zakira .
"Ya Allah kok Akbar bisa panas seperti ini sih, mungkin Akbar kecapean kali ya?"
"Sepertinya begitu sayang," kata Raymond seraya mengusap punggung Akbar.
Mobil mereka melaju menembus jalan Raya yang cukup lengang, hingga sekitar 15 menit saja mereka sudah tiba di rumah sakit.
Akbar langsung diperiksa dan benar saja apa yang seperti dugaan Zakira.
hemoglobin dalam darah Akbar turun drastis. Akbar tampak begitu sayu dan lemah.
Setelah dilakukan pemeriksaan, Akbar kembali harus menjalani perawatan karena harus melakukan transfusi darah.
Zakira menatap sedih ke arah Akbar.
"Apa dia selalu seperti ini kalau terlalu lelah?"tanya Raymond.
"Iya Mas," lirih Zakira sambil menghapus air matanya.
__ADS_1
"Iya Mas."
Reymond mengusap punggung Zakira "Sabar ya, nanti kita cari pengobatan terbaik untuk Akbar."
"Iya Mas, maaf ya, malam ini kita harus menginap di rumah sakit."
"Iya gak apa-apa, yang terpenting Akbar sembuh dulu agar kamu bisa merasa tentang," kata Reymond sambil mengusap punggung Zakira.
Zakira menatap Reymond dengan tatapan berembun.
"Hiks, terima kasih Mas atas pengertiannya," kata Zakira seraya meletakkan kepalanya di dada Reymond.
"Sama-sama Sayang."
Reymond mengecup kepala Zakira.
Setelah selesai melakukan transfusi darah, Akbar di pindahkan ke ruangan perawatan.
Karena saat itu mendekati tengah malam. Zakira merebahkan tubuhnya di samping Akbar sementara Reymond mengusap kepala Zakira.
"Istrirahat lah, biar aku yang menjaga Akbar," kata Reymond .
"Aku gak bisa tidur mas, kalau anak ku sakit."
"Iya tapi kamu juga butuh istirahat. Biar aku yang menjaga Akbar dan Aufar."
"Iya Mas." Zakira memejamkan matanya, mencoba untuk beristirahat.
Karena usapan di kepala Reymond . Zakira pun jadi mengantuk dan langsung tertidur.
***
Dokter yang menangani Akbae, sudah melakukan pemeriksaan terhadap Aufar.
"Baiklah karena pasien bisa pulang. Nantinya di rumah pasien harus tetap beristirahat selama beberapa hari ."
"Iya dokter terima kasih."
Karena sudah diperbolehkan untuk pulang, Mereka pun mengemaskan barang-barang mereka untuk pulang dan merawat Akbar di rumah.
Setibanya di rumah, Zakira lebih banyak mengurus Akbar. Semua kegiatan di kantor dan menjemput Aufar di lakukan oleh Reymond.
Selama beberapa hari ini Zakira harus tidur bersama kedua anaknya sampai Akbar benar-benar sembuh.
Dan selama dalam perawatan, Zakira dan Reymond belum pernah melakukan hubungan suami-istri.
Sudah lima hari usia pernikahan mereka. Zakira semakin salut atas kesabaran Reymond dalam menantinya.
Waktu menunjukkan pukul sepuluh malam. Zakira bangkit dari tempat tidur kedua putranya.
Karena kondisi kesehatan Akbar sudah pulih. Zakira menghampiri Reymond di kamarnya.
Dilihatnya Reymond masih berada di meja kerjanya.Zakira mengganti baju piyamanya dengan lingerie berwarna merah yang sangat kontras dengan warna kulitnya.
Setelah itu Zakira kemudian menghampiri Reymond yang berada di ruang kerjanya kemudian memeluknya dari belakang.
__ADS_1
"Masih kerja Mas," bisik Zakira.
"Iya, bagaimana dengan Akbar. Sudah tidur?" tanya Reymond sambil menoleh ke arah Zakira.
Reymond tersenyum ketika melihat sang istri menggunakan gaun seksi itu.
"Apakah itu artinya lahan nya sudah bisa di garap?" tanya Reymond
Zakira tersenyum sambil menarik tangan Reymond untuk berdiri.
Reymond segera bangkit kemudian mendaratkan kecupan di bibir Zakira. Zakira pun membalas ciuman itu. Reymond melepaskan pagutan bibirnya karena si junior sudah berdiri dengan tegak. Sudah tiga belas tahun plus lima hari ia harus bersabar menanti saat-saat seperti ini.
Reymond mengangkat tubuh Zakira kemudian membawanya ke atas ranjang.
Keduanya saling menatap seraya melempar senyum.
Tiba di kamar Reymond meletakkan tubuh Zakira dengan perlahan kemudian ia kembali menyambar bibir istrinya dan menciumnya dengan ganas.
Tangan Reymond mulai menggerayangi tubuh Zakira melepaskan penutup tubuh istrinya.
Sesekali tangan Reymond mengusap gundukan kenyal milik istrinya itu. Membuat Zakira mengelinjang.
Tak ingin membuang waktu lebih lama lagi Reymond segera melepaskan seluruh penutup tubuhnya.
Tanganya mulai merayap mengelitik bagian bawa tubuh istrinya sementara mulutnya menghisap salah satu dari gundukan kecilnya.
Sentuhan yang terjadi saat bersamaan tersebut membuat Zakira mengelinjang apa lagi sudah lama sekali ia tak pernah melakukan hubungan intim.
Setelah lahan yang akan di garap sudah siap. Reymond memasukkan tombak miliknya secara perlahan-lahan.
Akh! Zakira tersentak kaget! tombak milik Reymond terasa penuh sesak memenuhi bagian bawah tubuhnya.
Reymond bergerak perlahan seraya menikmati pijitan lembut yang menjalar hingga menggetarkan syaraf-syaraf halusnya di sekujur tubuhnya.
Kelopak mata Reymond merem melek menikmati sentuhan yang begitu memabukkan.
Sekirar lima belas menit saja Reymond sudah mencapai puncak *******. Mungkin karena sudah terlalu lama tak merasakan surga dunia itu.
Reymond mengecup bibir dan kening Zakira sebelum merebahkan tubuhnya di samping Zakira karena tubuhnya yang besar itu akan membuat sang istri bisa kesulitan bernapas jika tubuh ambruk di atas tubuh Zakira yang mungil itu.
Zakira mengatur nafasnya seraya tersenyum puas. Begitupun Reymond. Reymond berbaring miring menghadap Zakira kemudian memeluk tubuh Zakira.
Reymond mengusap rambut Zakira yang sebagian basah itu sambil dengan tatapan berbinar.
Reymond mencium bibir Zakira kembali, dan di balas oleh Zakira pula.
Kedua bibir mereka saling memangut kembali membuat hasrat Reymond kembali memuncak.
" Boleh minta sekali lagi!" tanya Reymond .
"Boleh dong."
Reymond kembali menelentang tubuh Zakira kemudian kembali merangkat di atas tubuh istrinya itu untuk melakukan ronde kedua.
Sekitar lima belas menit ke-duanya susah mencapai puncak ke
__ADS_1
Akh! lengkuh
Waktu menunjukkan pukul delapan malam, setelah menikmati makan mala