
Setelah mendapati buku harian Shinta, Romi segera menuju kantor polisi.
Dia membuat laporan tentang apa yang dilakukan Raymond pada istrinya.
Namun hanya berbekal diary saja tidak cukup untuk menjerat Reymond.
Harus menunggu sampai dua hari untuk bisa melaporkan kehilangan cinta istrinya.
Setelah laporannya selesai dibuat beberapa anggota polisi ditugaskan untuk mencari keberadaan Raymond.
Mereka mencari Remon ke kantor dan juga ke alamat rumahnya tapi tidak ditemukan Reymond.
Sementara kasus yang menimpa Zakira juga sudah dilaporkan dan mereka juga mencari keberadaan Raymond.
Namun karena kurangnya bukti dan saksi tak bisa ditetapkan sebagai tersangka. Kasus kehilangan cinta dan pelecehan terhadap Zakira pun masih tahap penyelidikan.
Dan 2 hari pasca dinyatakan hilang mayat Sinta ditemukan di sebuah sungai di sebuah desa yang berjarak sekitar 200 km dari arah kota.
Berita itu pun geger, dan atas petunjuk diary Sinta, polisi mulai mencurigai Raymond.
Keberadaan Reymond emon terus dicari Karena kini Reymond emon sudah melarikan ke luar negeri.
***
Selama beberapa hari dirawat akhirnya, keadaan Zakira mulai membaik dia pun diperbolehkan untuk pulang ke rumah.
Setelah berada di rumah Zakira masih harus beristirahat untuk menjaga janin dalam kandungannya agar tetap kokoh berada di dalam rahimnya.
Karena hari ini Rafli tidak tugas, dia pun berinisiatif memasakkan makanan untuk makan siang mereka.
Terdengar suara motor berhenti di depan rumah mereka.
Rafli yang tengah menggoreng sesuatu di wajannya terpaksa mematikan api kompor dan melihat Siapa yang datang.
"Assalamualaikum," terdengar suara salam dari arah luar.
"Waalaikumsalam." Rafli keluar dan membukakan pintu.
"Eh ibu masuk Bu."
__ADS_1
Rafli mencium tangan Bu Rita.
Dari mana Bu? Tanya Rafly.
Dari rumah sahut bu Tita dengan ketus.
Bu Rita masuk ke rumah dan duduk di kursi ruang tamu dengan wajah yang cemberut.
"Lagi ngapain Kamu Rafli?" tanya Bu Rita karena mencium aroma masakan.
"Lagi masak Bu."
"Ibu silakan duduk saja biar aku bikinin minum."
"Tidak perlu Rafli. Ibu ke sini hanya sebentar."
"Kenapa Ibu tidak telepon saja, kalau ada urusan biar Rafly yang mendatangi ibu."
"Itu dia Rafli yang mau Ibu bicarakan. Sudah beberapa hari ini kamu tidak pernah datang ke rumah ibu. Apa karena kamu sibuk mengurus istri kamu itu?"
"Iya Bu, saat ini Zakira belum boleh bergerak aktif."
"Ibu nggak habis pikir Rafli. Kenapa kamu sebodoh ini. Maunya kamu merawat istri yang sudah menghianati kamu dan mengandung anak haram itu!"
Air mata Zaakira menetes ketika mendengar ucapan dari bu Rita.
"Bu aku ini suaminya Zakira, bagaimanapun keadaan Zakira Rafly harus terima karena ini bukan kesalahan Zakira."
"Itulah bodohnya Kamu Rafli. Kamu mau dimanfaatkan oleh wanita itu. Kenapa kamu tidak tinggalkan saja dia, bukankah Denisa lebih baik daripada Zakira. Seumur hidup kamu akan mengalami kesusahan dan kesulitan. Kehidupan kamu akan sial,karena hadirnya anak haram itu di tengah-tengah rumah tangga kamu," ucap Bu Rita.
Zakira yang mendengar dari dalam kamar, sudah tidak tahan dengan cacian dan hinaan dari mertuanya.
Dengan tertatih-tatih Zakira melangkah mendekati pintu kamarnya.
"Cukup Bu! Jika kehadiran Ibu hanya untuk menghina dan merendahkan saya, lebih Baik Ibu pulang saja jangan pernah datang kemari!" seru Zakira.
Hiks hiks Zakira pun kembali menangis.
Mendengar ucapan dari Zakira, bu Rita pun berdiri sambil bercakakak pinggang.
__ADS_1
"Zakira kedatangan saya kemarin bukan untuk menjenguk kamu atau melihat keadaan kamu. Saya kesini hanya untuk memperingatkan Putra saya. Sebelum kesialan menimpa hidupnya, lebih baik dia pergi dari rumah ini! Dan satu hal yang harus kamu ingat, saya tidak akan pernah menerima anak haram itu sebagai cucu saya! Anak haram tetaplah anak haram, dia akan membawa sial dalam hidup kalian!" teriak bu Rita.
Hiks hiks zakiranya bisa menangis.
Karena Bu Rita sudah semakin keterlaluan Rafly pun tak tinggal diam.
'Ibu tenangkan diri Bu! Ibu tahu sendiri kan rumah kami berdempet-dempetan dengan para tetangga. Malu Bu, jika sampai tetangga mengetahuinya," ucap Rafli.
"Biar biar semua tahu, kalau anak yang ada di dalam kandungan istrimu itu adalah anak haram!"teriak Bu Rita kembali seolah ingin memperdengarkan semua orang yang ada di sekitar kediaman Rafly.
Zakira hanya bisa menangis sambil berpegangan dengan kusen pintu kamarnya.
"Ibu tolong Bu hargai Zakira Bu! Zakira itu istri saya. Saya sudah menerima Zakira apa adanya. Saya minta agar ibu tidak ikut campur dalam masalah rumah tangga kami."
"Tidak Rafli! kamu itu anak ibu satu-satunya. Dan ibu ingin melihat kamu hidup bahagia. Bagaimana kamu bisa bahagia jika anak haram itu ada di antara kalian. Sebelum kamu menyesal Rafly! Lebih baik kamu tinggalkan saya kira! "Teriak bu Rita semakin kencang.
"Astaghfirullahaladzim Ibu kenapa suara ibu makin tinggi. Apa Ibu sengaja mau mempermalukan Rafly," ucap Rafly.
"Iya biar kamu malu punya istri seperti dia!" Bu Rita menunjuk ke arah Zakira yang menangis tergugu.
"Biar kamu malu dan kamu menceraikan istri kamu itu Rafli! "
"Bu mana bisa seperti itu."
"Oke kalau tidak bisa. Kalau begitu kamu harus pilih antara aku atau istrimu?"
bola mata Rafly terbelalak melihat dan mendengar Ibunya menghina Zakira.
Setelah mengucapkan pilihan itu pada Rafli Bu Rita keluar dari rumah tersebut.
Para tetangga berdatangan melihat ke arah rumah Rafli. Mereka memang sering bertengkar namun tak pernah saling membentak seperti yang dilakukan oleh ibu Rita.
Rafli langsung menghampiri Zakira yang masih menangis di ambang pintu kamarnya.
"Hiks, hiks sekarang pasti tetangga ajan tahu Mas, jika yang kukandung ini bukanlah anak haram hiks."
"Sudah sayang Jangan dengarkan apa kata orang," bujuk Rafly
***
__ADS_1
"Oh ternyata anak yang dikandung Zakira itu bukan anaknya Rafly,hmm pantas saja ibunya Rafly marah-marah." Tetangga Rafly pun berdesas desus menceritakan tentang kehamilan Zakira dari mulut ke mulut