Jangan Sebut Anak Ku Anak Haram

Jangan Sebut Anak Ku Anak Haram
Kemana Perginya Sinta


__ADS_3

Rafly berada di kantor polisi untuk memberikan keterangan kepada polisi yang bertugas menyelidikinya.


"Pak, saya melakukan itu semua karena saya membela diri. Bagaimana saya membiarkan orang yang telah menzinahi istri saya begitu saja." Raffi mulai mengemukakan alasannya menyerang Raymond.


"Pak Rafli anda Seorang anggota militer, tentu anda sendiri tahu bagaimana bertindak terhadap pelaku pelanggaran hukum. Jika warga sipil melanggar hukum, anda bisa melapor pada pihak yang berwajib, bukan dengan menyerang orang tersebut yang akan membuat anda sendiri menjadi lebih rugi. Anda bisa diberi sanksi tegas oleh kesatuan anda."


"Iya Pak tapi saya kesana hanya untuk mencari bukti. Saya menyimpan semua bukti rekaman pembicaraan kami."


 Raffi mengeluarkan handphonenya yang ada di saku kemeja, di balik jaket hitamnya.


Sebuah notifikasi pesan belum terbaca Rafli. Rafli langsung membuka pesan dari Sinta tersebut.


[Mas Rafly, Zakira tak berselingkuh! Reymond lah yang memperkosa Zakira. Selamat kan Zakira Mas. Biasa jadi Zakira dalam bahaya saat ini.]


Rafly membelalak bola matanya melihat pesan singkat yang penulisannya pun di singkat-singkat oleh Sinta.


"Pak, maaf saya mohon Izin, sepertinya istri saya dalam bahaya," ucap Rafly sambil menunjukkan bukti pesan yang dikirimkan oleh Sinta.


Polisi melihat dan membaca  pesan tersebut.


"Istri saya dalam bahaya, sepertinya Reymond bukan orang biasa. Saya mohon agar Anda juga ikut bersama saya untuk menyusul istri saya di rumah sakit."

__ADS_1


"Baiklah, jika anda merasa istri anda terancam kita akan kesana sekarang juga."


Rafli dan dua orang polisi masuk ke dalam mobil kemudian mereka bergegas menuju rumah sakit. Ada dua orang tim lainnya yang juga menuju rumah sakit lainya untuk mencari keberadaan Zakira, saat ini mereka belum tahu dimana Zakira dirawat. Rafly dan dua anggota polisi kini sedang menuju rumah sakit yang terdekat dari kantor Zakira.


***


Romi tiba di kantor Sinta.


Karena tak mengetahui ruang kantor Sinta, Romi datang menghampiri security yang berjaga di pintu masuk.


'Mas bisa antar saya ke ruangan Sinta," pinta Romi.


"Iya Mas."


"Ada apa Pak, kenapa Anda terlihat panik seperti itu?" tanya security pada Romi.


"Pak, satu jam yang lalu istri saya meminta saya untuk menjemputnya,saya tinggalkan lokasi proyek saya Karena untuk menjemput istri saya.


"Setelah menelpon saya, nomornya tidak lagi aktif. Saya jadi khawatir tentang keselamatan istri saya."


"Tenangkan diri anda dulu pak.kalau begitu kita cari keberadaan mbak Sinta di ruangannya."

__ADS_1


Security tadi pun meminta rekannya untuk menggantikannya berjaga di pintu masuk sementara dia mengantar Romj menuju lantai 3. Dimana Sinta bekerja.


Setibanya di lantai 3, mereka tak mendapati Sinta. Ruangan lantai tiga itu pun sepi.


"Anda lihat sendiri kan, Mbak Sinta nggak ada di ruangannya."


"Justru karena dia nggak ada di ruangannya Saya khawatir Mas. Apa tidak bisa lihat CCTV untuk mencari keberadaan Sinta saat ini?" Tanya Romi.


"Maaf Pak CCTV di kantor tidak bisa diputar jika bukan kebutuhan mendesak."


"Lalu dimana istri saya? Saya khawatir Pak! Apalagi kata-kata terakhirnya aneh sekali. Saya takut istri saya dalam ancaman seseorang."


"Kalau  anda mencurigai istri anda sedang dalam ancaman seseorang atau Anda mencurigai keselamatan istri anda, sebaiknya Anda lapor polisi. Karena apa yang Anda paparkan tadi tidak bisa menjadi landasan bagi kami untuk membuka rekaman CCTV."


Meski masih mengkhawatirkan Sinta Romi juga tidak bisa berbuat apa-apa. Dia terus berusaha menghubungi Sinta. Namun nihil.


Romi juga menghubungi tetangga mereka, apakah Sinta sudah pulang ke rumah saat itu.


Tetangga memeriksa di rumah mereka dan Sinta belum juga pulang.


Karena tak ingin terjadi sesuatu pada istrinya saat itu juga Romi melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.

__ADS_1


__ADS_2