
2 bulan kemudian.
 Keramaian terjadi di sebuah gedung tempat berlangsungnya akad nikah antara Raymond dan Zakira.
Sebuah panggung megah juga di persiapkan sebagai pelaminan dengan satu kursi pelaminan yang akan di gunakan oleh calon mempelai untuk bersanding .
Sebuah janur kuning melambai di depan gedung. Sebuah gapura yang terbuat dari seribu bunga mawar putih berdiri mewah di depan pintu masuk.
Deretan papan papan ucapan selamat untuk kedua mempelai juga memenuhi area sekitar gedung.
Dekorasi yang sederhana. Namun, terlihat elegan.
Nantinya resepsi akan dilangsungkan sederhana setelah akad nikah dan tidak akan memakan waktu yang lama.
Halaman parkir gedung itu sudah berjejer mobil dan motor hingga hampir memenuhi halaman parkir.
Beberapa tamu terlihat tengah memasuki gedung tersebut .Beberapa acara hiburan dihadirkan menghibur tamu acara dimulai.
Sebuah mobil jaguar F type tiba di depan pelataran parkir gedung. Di ikuti sebuah mobil Limosin.
Seorang pria membukakan pintu mobil jaguar yang tiba di depan lobby gedung.
Sosok tampan dan tinggi dengan menggunakan jas putih keluar dari mobil tersebut.
Dengan senyum bahagianya, Reymond melambaikan tangannya kepada tamu-tamu yang memang sudah menanti kehadirannya.
Mereka adalah karyawan Raymond yang tetap setia bekerja di perusahaannya.
Lauren datang menghampiri Raymond kemudian mengalungkan kalung bunga yang terbuat dari bunga melati.
Reymond dan Lauren masuk sambil bergandengan tangan menuju gedung dengan para gadis muda yang menggunakan kebaya yang couple mengikuti mereka sambil membawakan beberapa nampan berisi hantaran.
Berikutnya acara di lanjutkan dengan penyambutan mempelai wanita.
Seorang pria menghampiri mobil Limosin kemudian membukakan pintu.
Zakira keluar dari mobil tersebut di ikuti oleh dua anaknya yang menggunakan stelan jas putih senada dengan kedua calon mempelai.
Zakira tampak cantik dan anggun dengan kebaya berbahan sutra dan tile dengan kerudung putih dan mahkota yang terbuat dari emas dan bertatahkan berlian dan beberapa permata, sehingga membuatnya Zakira seperti seorang ratu.
Seorang wanita memberikan kalung bunga untuk Zakira kemudian mengandeng tangan Zakira menuju pintu masuk gedung.
Dengan hati-hati Zakira melangkahkan kakinya menaiki setiap anak tangga. Acara penyambutan calon mempelai wanita pun dilakukan.
Reymond duduk di pelaminan bersama dengan beberapa orang pria karena akad nikah akan segera berlangsung.
Sementara Zakira duduk manis di sebuah pojokan gedung bersama dengan anggota keluarganya.
Reymond yang duduk di atas pelaminan terus saja memandang ke arah Zakira dengan senyum yang tak pernah lejang di sudut bibirnya.
Wajah Zakira yang cantik semakin cantik dengan riasan yang natural dan simpel.
Menyadari dirinya jadi pusat perhatian oleh sang calon suami, Zakira hanya tersenyum seraya menundukkan kepalanya karena malu.
Ternyata tak hanya Reymond, ada sstu orang lagi yang selalu memperhatikan Zakira dari jarak jauh.
Dia adalah Rafli.
Rafli sejak tadi memperhatikan Zakira, bola matanya memerah dan perlahan berembun.
Rafli kembali teringat betapa bahagianya dahulu ketika ia dan Zakira menikah.
Bulir bening pun menetes di pipi Rafli. Melihat Zakira yang terlihat berbahagia ia justru tak bahagia dengan pernikahan sang mantan istri, meskipun Rafli berkali-kali untuk mencoba iklas dengan memberanikan diri untuk menghadiri acara ini.
seorang MC memimpin acara tersebut.
"Hadirin yang berbahagia, karena penghulu sudah hadir, para saksi juga sudah lengkap, kita mulai saja acara akad nikah ini."
"Saudara Reymond bagaimana, sudah siap?" tanya penghulu.
"Sudah siap!" sahut Reymond dengan penuh semangat.
Dari kejauhan Rafli melihat Reymond yang sedang berjabat tangan dengan wali nikah Zakira.
Air matanya pun tak sanggup lagi untuk di tahan, akhirnya bulir bening menetes di pipinya.
Dada Rafli seketika menjadi sesak, wanita yang di cintai, kini sebentar lagi akan menjadi milik orang lain, dan sepertinya sudah tidak ada kemungkinan untuk memiliki Zakira kembali.
__ADS_1
Bu Rita melirik ke arah Rafli yang tampak sedih .
Ia hanya bisa mengusap punggung putranya itu .
"Sabar ya Nak," ucap bu Rita sambil menahan air matanya.
Sementara di atas pelaminan itu akad nikah sedang berlangsung.
Reymond menjabat tangan seorang pria yang merupakan wali hakim yang akan menjadi wali nikah Zakira, karena Zakira sudah tak memiliki saudara laki-laki atau pun paman.
"Saudara Reymond Rustom, saya nikah dan kawinkan kamu dengan wanita yang bernama Zakira Radisti binti Husein Idris dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai!"
"Saya terima nikah dan kawinnya Zakira Radisti binti Husein Idris dengan mas kawin seperangkat alat sholat di bayar tunai!" Reymond .
"Bagaimana para saksi ?"tanya Pak penghulu.
"Sah!" sahut para saksi.
" Alhamdulillah," sebut Reymond dengan penuh haru dan bahagia.
Akhirnya penantian panjang selama 13 tahun itu kini berbuah manis.
Lauren yang juga tidak kuat menahan rasa harunya langsung menghambur memeluk Raymond.
"Selamat atas pernikahan mu Rey, semoga kau berbahagia selamanya dengan orang-orang yang kau sayangi," kata Lauren
"Iya Lauren, terima kasih." Reymond sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi Ia hampir tidak percaya jika wanita yang sangat dia cintai kini resmi menjadi istrinya.
Zakira yang duduk di salah satu pojok, juga ikut menangis Haru, ia pun segera menghapus air matanya.
Didampingi keluarga ,Zakira dituntun berjalan menghampiri Raymond .
Melihat Zakira yang terlihat begitu cantik dengan kebaya dan kerudung putihnya, Reymond langsung tersenyum dengan air mata bahagia.
Zakira duduk dengan anggun di hadapan Raymond.
Reymond yang merasa sangat bahagia lalu memeluk Zakira. Pria itu pun kembali mengetes air matanya.
Keduanya menangis bahagia untuk beberapa saat, membuat suasana semakin haru. Bahkan para tamu undangan, ada yang ikut meneteskan air matanya karena ikut haru.
Masih dalam keadaan haru, Zakira lalu bersimpuh mencium tangan Raymond. Suasana mendadak hening selama beberapa saat, karena kedua pengantin berusaha untuk menguasai perasaannya masing-masing.
"Silakan tanda tangan di buku nikahnya," kata Pak penghulu sambil menyodorkan dua buah buku nikah.
Zakira dan Raymond menandatangani buku nikah tersebut, kemudian memamerkannya kepada para tamu undangan.
Senyum tak lekang dari wajah Raymond dan Zakira akhirnya mereka berdua duduk bersanding di pelaminan sambil mendengarkan nasehat yang diberikan oleh salah seorang penceramah dengan tema membangun rumah tangga yang sakinah mawadah dan warohmah.
Setelah akad nikah selesai, Akbar dan Aufar menghampiri keduanya, kedua bocah kecil itu terlihat ikut bahagia, mereka duduk di pelaminan di sebelah Reymond dan Zakira menunggu para tamu yang hadir memberikan ucapan selamat. Karena setelah akad nikah dilangsungkan,acara di lanjutkan dengan resepsi.
wajah Zakira dan Raymond terlihat begitu bahagia ketika para tamu memberikan ucapan doa restu dan selamat menempuh hidup baru kepada mereka.
Para tamu antri memberikan selamat kepada kedua mempelai termasuk juga Bu Rita dan Rafli.
Raffi mencoba menguasai perasaannya meski ia harus terlihat bahagia saat itu.
Akhirnya tiba juga Rafli di hadapan Zakira dan Reymond .
"Ayah," sapa Akbar.
Rafli mengusap kepala Akbar seraya tersenyum. Ia tak banyak bicara karena merasa sedih
"Selamat ya," kata Rafly singkat kepada Raymond ketika ia menjabat tangannya .
"Terima kasih,"Jawab Reymond sambil tersenyum.
Rafli kemudian menghampiri Zakira, Mereka bersalaman, karena Zakira menggunakan sarung tangan.
Tatapan Rafli terkunci tak kala melihat wajah cantik sang perlahan bola mata Rafly berembun. tak terasa bulit bening menetes di pipinya.
"Selamat menempuh hidup baru, semoga Reymond bisa membahagiakanmu dan kedua anak kita, hiks." kali ini Rafli benar-benar sudah tak bisa menahan tangisannya setelah bersalaman dengan Zakira ia segera pergi meninggalkan pelaminan itu.
Sambil berjalan menuruni anak tangga pelaminan tapi menghapus tetesan air matanya. Seketika ia menjadi pusat perhatian saat itu.
Zakira dan Reymond menatap punggung Rafli yang berjalan cepat meninggalkan pelaminan.
Setelah Rafli jauh, dan tak terlihat lagi, acara kembali dilanjutkan karena masih banyak para tamu undangan yang akan memberi selamat kepada mereka.
__ADS_1
Dengan perasaan syukur dan bahagia, Raymond dan Zakira bersalaman dengan para tamu undangan yang mengucapkan selamat kepada mereka.
pukul 12.00 tepat tengah hari acara pun sudah selesai. Reymond dan Zakira langsung meninggalkan gedung tersebut karena para tamu juga sudah pulang, tinggal pihak penyelenggara yang masih membereskan sisa-sisa acara pernikahan mereka.
Dengan mobil jaguar miliknya Reymond memboyong keluarga barunya untuk tinggal di rumah.
"Daddy kita tinggal dimana sekarang?" tanya Akbar.
"Tinggal di rumah kita yang kemaren itu."
"Oh yang besar itu? yang ada kolam renangnya itu?" tanya Akbar penuh semangat.
"Iya, Daddy juga sudah siapkan kamar khusus untuk kalian berdua."
"Yah bearti kami berdua gak tidur sama Bunda lagi dong?"Akbar dan Aufar serempak.
"Gak Dong, kalian kan sudah besar. Sekarang giliran Daddy yang tidur sama Bunda di kamar."
"Kenapa begitu, bukanya Daddy lebih besar dari Akbar dan Aufar, kalau begitu Daddy juga harus tidur sendiri dong," kata Akbar.
Reymond dan Zakira tersenyum.
"Kalau daddy gak tidur sama Bunda, bagaimana bisa daddy bikin adek untuk kalian berdua," kata Reymond sambil melirik ke arah Zakira seraya tersenyum mesum.
"Memangnya adek itu di bikin ya Daddy, bagaimana bikinnya, pasti sakit ya Daddy, pasti nanti perut bunda jadi buncit kalau adeknya sudah jadi," kata Akbar.
Zakira dan Reymond tertawa.
"Gak akan sakit, tenang saja. Yang penting nanti malam kalian tidur yang nyenyak ya, biar Daddy dan bunda bisa tenang bikin adek nya," kata Reymond sambil mengulum senyumnya.
"Iya Daddy!" keduanya menjawab serempak.
"Bagus anak Daddy pintar dua-duanya," kata Reymond sambil menjangkau kepala Aufar dan Akbar yang duduk di jok belakang.
Reymond kembali melirik Zakira yang senyum-senyum sendiri.
"Bagaimana Bun, sudah siap untuk bikin adek untuk mereka?" tanya Reymond .
Zakira mengacungkan jempolnya, pertanda siap.
"Asek! Aman dan terkendali kan Bunda?"
Zakira tersenyum kembali.
"Sip aman dan terkendali," kata Zakira.
Reymond langsung menarik tubuh Zakira hingga Zakira berada dalam rangkulannya, kemudian Reymond mencium-cium pucuk kepala Zakira.
Tak sengaja ia melihat ke kaca spion atas, jika kedua putranya itu menutup wajah mereka dengan telapak tangan mereka.
"Loh Akbar, Aufar kenapa ?"
Mereka berdua menutup wajah mereka melihat kemesraan Zakira dan Reymond .
"Kami malu Daddy ," ucap kedua dengan wajah yang merona.
"Masya Allah."
Zakira tersenyum kemudian merangkul anaknya. mereka memang gak pernah melihat orang dewasa berpelukan karena itulah mereka jadi malu.
Reymond jadi semakin salut terhadap istrinya, itu bearti selama ini Zakira tak pernah bermesraan dengan lelaki mana pun.
"Kalau Bunda dan Daddy berpelukan gak perlu malu, itu artinya kami berdua saling menyayangi, dan gak apa-apa itu bukan suatu hal yang memalukan," kata Reymond.
Aufar dan Akbar kembali membuka wajah mereka.
"Tak terasa kita sudah sampai di rumah kita," kata Reymond .
"Yey! kita tinggal di rumah yang ada kolam renangnya!" seru Akbar.
Mereka semua turun dari mobil.
Akbar dan Aufar berlari kecil menuju rumah.
Sementara Reymond merangkul pundak Zakira, kemudian saling melempar senyum, keduanya sama-sama melangkah maju membuka hari yang baru dengan kisah yang baru pula di rumah super mewah itu.
Bersambung gaes,
__ADS_1