Jangan Sebut Anak Ku Anak Haram

Jangan Sebut Anak Ku Anak Haram
Bukan Jodoh


__ADS_3

Rio tiba di rumahnya dan disambut oleh Nyonya Mira.


"Assalamualaikum Ma."


"Waalaikumsalam, Rio."


Rio duduk di sofa berhadapan dengan Nyonya Mira.


"Kebetulan ada kamu Yo, Mama ingin membicarakan hal yang sangat serius kepada kamu."


"Mama mau bicara apa? kebetulan Rio juga ada yang ingin dibicarakan sama mama."


"Oh ya, Mama dulu atau kamu duluan?"


"Ehm, karena mama adalah orang tua, Mama Dulu deh."


Nyonya Mira tersenyum.


"Mama mau memberitahu kamu jika mama sudah mendapatkan calon istri yang baik untuk kamu."


"Calon istri yang baik untuk aku ma?" Rio menjadi heran, karena tiba-tiba saja mamanya membicarakan tentang calon istri.


" Iya kamu kan sudah berumur , kapan lagi memikirkan masa depan kamu. Apa kamu tidak ingin berumah tangga?"


"Ya pengen dong ma. dan hal itulah yang ingin aku sampaikan sama Mama saat ini."


Nyonya Mira menatap lekat ke arah Rio.


"Sebenarnya aku sudah punya calon istri sendiri Ma. Ini aku mau bilang sama mama tentang calon istriku."


"Siapa ? janda itu?" tanya Nyonya Mira dengan sedikit sinis.


Rio kaget mendengar ucapan Nyonya Mira yang terkesan Ketus, padahal ibunya itu tak pernah bicara Ketus pada dirinya maupun orang lain .


"Zakira memang janda Ma, tapi aku yakin jika dia wanita baik-baik."


"Wanita baik-baik katamu Rio?! Mana ada wanita baik-baik yang selingkuh sampai melahirkan anak padahal suaminya sedang bekerja di luar negeri ."


"Tunggu Mah, Mama tahu tentang Zakira dari mana ?"tanya Rio dengan heran .


"Kamu nggak perlu tahu Mama tahu dari mana Rio, yang jelas Mama nggak suka kalau kamu dekat-dekat dengan Zakira. Yah kamu lihat sendiri, Wanita itu statusnya sudah janda punya anak dua, dan satu anaknya penyakitan lagi, kalau kamu menikahinya sama saja Kamu merusak keturunan kamu sendiri," cecar Nyonya Amira


" Tapi ma, Itu semua tidak benar. Zakira itu gadis yang baik-baik seorang single parent yang ditinggalkan oleh suaminya.lagi pula yang menderita penyakit talasemia itu bukan Zakira, tapi mantan suaminya, dan Zakira itu bukan berselingkuh, tapi dia diperkosa oleh bosnya sendiri hingga hamil ,kejadian itu terjadi saat suaminya dinas ke luar negeri."


"Salah satu bukti jika Zakira itu wanita baik-baik,adalah dia tidak membunuh kandungannya meskipun itu anak hasil pemerkosaan ."


"Sekali tidak! tidak Rio! setiap orang tua Pasti ingin yang terbaik untuk anaknya, Apalagi kamu anak mama laki-laki satu-satunya. Mama harap kamu tidak usah berurusan dengan Zakira lagi ."


"Tapi Ma..."

__ADS_1


"Tidak ada tapi tapi Rio !kamu bersiap-siap, Mama akan melamar seorang wanita yang lebih pantas untuk kamu."


Rio jadi bengong menatap Nyonya Mira . Tak biasanya, sang Ibunda memaksakan kehendaknya .


Ayo Rio! Mama sudah janji sama tante Hesty, saat ini juga kita akan melamar Nayla untuk kamu .


"Hah Nayla?"


"Iya kamu kenal Nayla kan?"


" Kenal dong, tapi Ma? Kenapa terburu-buru sekali, aku belum menjelaskan tentang Zakira sama mama, aku bisa buktikan jika zakira itu gadis baik-baik."


"Sudahlah, kamu nggak usah jelasin apa-apa lagi, pokoknya mama nggak setuju kamu dekat-dekat dengan Zakira, apalagi menjalin hubungan dengan Zakira!"


"Ayo sekarang kita ke rumah tante Hesty, saat ini juga, mama melamar anak gadisnya untuk kamu!" Nyonya Mira menarik tangan Rio Yang sepertinya enggan untuk beranjak dari tempat duduknya.


Rio memang anak penurut Karena itulah dia tidak berani melawan perintah ibunya .


Di dalam mobil Rio kembali membujuk Nyonya Mira .


"Ma, Mama pikir-pikir lagi deh kalau mau menjodohkan aku. memang kenal Nayla, tapi kan aku nggak cinta sama dia ma.


"Rio setelah kamu menikah nanti kamu juga akan cinta kok sama istri kamu. apalagi Nayla itu anak yang sholeha, pintar dan yang terpenting adalah bobot bebetnya sudah jelas."


" Tapi Ma aku sudah janji sa...," lagi-lagi kata-kata Rio terhenti .


"Yakinlah apa yang Mama berikan sama kamu itu untuk kebaikan sendiri dan untuk kebaikan kita semua."


Saat itu Rio sudah tidak bisa mengelak Sesampainya di sana Nyonya Mira langsung menyatakan maksudnya untuk melamar putrinya ibu Hesty.


Dan lagi-lagi Rio tidak bisa berbuat apa-apa karena saat itu juga Nyonya Mira dan Bu Hesti menentukan tanggal pernikahan mereka .


Rio dan Nayla memang sudah saling mengenal, karena kedua orang tua mereka bersahabat. hanya saja ia tidak pernah menyangka jika ibunya akan menjodohkannya dengan Nayla dan langsung menentukan tanggal pernikahan mereka tanpa memberi ia kesempatan untuk menolak.


***


Setelah 10 hari absen dari kantornya, Zakira kembali beraktifitas seperti biasanya .Zakira berada di ruangannya dengan kesibukannya terdengar pintu diketok dari arah luar .


"Masuk saja tidak dikunci,"kata Zakira sambil menoleh ke arah pintu .


"Hay Yo, sapa Zakira ramah."


"Hay juga. Za, Ada yang ingin aku bicarakan sama kamu," kata Rio sambil menarik kursi yang ada di hadapan Zakira.


"Bicara aja, " sahut Zakira sambil membolak-balikkan berkas yang ada meja .


Rio terdiam selama beberapa saat, hingga membuat pandangan Zakira tertuju kepadanya.


"Kamu kenapa sepertinya sedih gitu, Yo?"

__ADS_1


"Za Aku harap kamu nggak kecewa ya dengan apa yang akan aku katakan nanti ."


Zakira mengulum senyum. sepertinya ia sudah tahu apa yang akan Rio bicarakan.


"Iya katakan saja," kata Zakira sambil membolak-balikkan kertas yang dipegangnya .


"Za, setelah mengantar Akbar kemarin aku bermaksud untuk membicarakan hubungan kita pada mamaku ."


"Dan ternyata Mamaku punya calon jodoh istri untukku Za."


Zakira tersenyum sambil menatap ke arah Rio .


"Beliau bahkan memaksaku untuk melamar gadis itu, dan sesampainya di rumah gadis itu Mama langsung menentukan hari pernikahan kami ."


Rio diam sambil menatap wajah Zakira senyum .


"Aku sudah menduga kok Yo, jadi aku nggak akan kecil hati. Lagi pula aku sadar aku memang gak pantas untuk kamu Yo, karena itulah tidak berharap apapun."


"Aku menjaga hati aku agar tidak memiliki perasaan lebih untuk kamu dan mungkin untuk laki-laki lainnya, karena aku sudah berjanji untuk menjaga amanah perusahaan yang dititipkan pada Aufar, dan jika aku menikah, aku takut aku tidak sanggup menjalankan Amanah ini "


Rio menyimak baik-baik penuturan Zakira.


"Lagi pula aku punya anak yang sakit-sakitan, yah untuk saat ini Akbar dan Aufar sangat membutuhkan perhatianku, bahkan untuk mereka saja aku kekurangan waktu apalagi aku harus membagi waktuku statusnya menjadi suamiku ."


"Jadi kamu nggak marah kan Za?"


Zakira embali tersenyum


"Ya enggaklah yo, ngapain aku harus marah."


"Itu berarti kita bisa tetap berteman kan ?"


'Hahaha tentu saja yo !"


"Kalau begitu kapan-kapan aku bisa berkunjung ke rumahmu sebagai teman dan bermain bersama anak-anakmu ?"


"Boleh aja sih hanya saja kamu jangan mengiming-imingi mereka .Pelan-pelan kamu katakan pada mereka bahwa kamu akan menikah .ya Meskipun mereka anak kecil, tapi setidaknya dengan begitu mereka nggak berharap jika kamu akan menjadi Ayah sambung bagi mereka karena kamu sendiri sudah memiliki calon istri ."


"Terima kasih atas pengertiannya, sungguh aku benar-benar kagum terhadap wanita seperti kamu Za, Sayang mungkin kita tidak berjodoh."


"Terima kasih juga Yo, Aku juga kagum seorang pria yang mau menghargai wanita yang mau menjadi teman dekat aku dan anak-anakku selama ini ."


"Sama-sama," sahut Rio sambil tersenyum .


"Ya sudah , kalau begitu sebagai teman aku traktir kamu makan bagaimana ?" tanya Rio .


"Ayo siapa takut kebetulan tugas aku juga selesai !"


Rio dan Zakira pun pergi bersama makan di luar sebagai teman dan relasi bisnis.

__ADS_1


__ADS_2