Jangan Sebut Anak Ku Anak Haram

Jangan Sebut Anak Ku Anak Haram
Lamaran Kembali


__ADS_3

Reymond membereskan barang-barangnya karena sebentar lagi akan keluar dari jeruji besi yang selama 4 tahun ini membatasi kebebasannya.


"Saudara Raymond silakan keluar , surat pembebasan sudah siap," kata seorang sipil sambil membuka jeruji besi .


Raymond mengangkat tas ranselnya, kemudian bersalaman dengan anggota, para narapida, dan lainnya yang ada di ruangan itu.


Dengan penuh semangat Reymond berjalan keluar menuju pintu utama rumah tahanan itu.


Ia melangkahkan kakinya pintu dengan pagar yang tinggi, Seraya menghirup udara segar yang sudah 4 tahun ini ia dambakan.


Reymond menatap ke arah sekelilingnya mencari arah jalan untuk pulang.


"Daddy!" tiba-tiba saja seruan itu membuatnya memalingkan wajahnya


Tapi ketika Raymond tersenyum karena dilihatnya Zakira Laurent dan kedua anaknya datang menjemputnya.


"Daddy!" Aufar berlari menghampiri Reymond yang berlutut seraya merentangkan tangannya untuk memeluk Akbar dan juga Aufar .


Setelah 4 tahun akhirnya ia bisa memeluk Aufar kembali yang sudah berusia hampir sebelas tahun.


Sementara Akbar kini berusia 7 tahun.


"Kalian berdua tidak sekolah?" tanya Raymond.


"Tidak kami meminta izin untuk menjemput Daddy ," kata Aufar.


"Terima kasih sekali," Reymond memeluk Aufar kembali.


Ia kemudian menggendong Akbar dan memimpin Akbar untuk menghampiri Zakira dan Lauren.


Reymond menurunkan Akbar dari gendongannya kemudian ia memeluk Lauren.


"Selamat atas kebebasan mu, semoga kau tidak pernah kembali ke dalam tempat terkutuk ini lagi," kata Lauren sambil mengusap punggung tegak sang adik tercinta.


"Semoga saja Lauren, cukup sudah empat tahun aku merana di penjara, beruntunglah ada seorang wanita yang mau menunggu ku sampai saat ini, dan itu membuat ku semagat untuk melalui hari-hari ini," kata Reymond seraya tersenyum mesra ke arah Zakira.


Zakira hanya bisa tertunduk menyembunyikan senyuman nya .


"Baiklah kalau begitu acara di rumah saja ,aku punya kejutan kecil untukmu," kata Lauren.


"Daddy , bearti Daddy sudah boleh pulang bersama-sama kita ya?" tanya Aufar.


Aufar sebenarnya tidak mengerti ada hubungan apa antara ia dan Reymond . Namun perasaan nya selalu nyaman ketika bersama Reymond .


Kedua anaknya pernah bertanya pada Zakira, tentang siapa Reymond.


Karena Zakira tidak bisa menjawab pertanyaan dari kedua putranya, Ia pun menjawab jika Reymond itu calon ayah mereka .


Dan ternyata mereka menyambut baik, dari sejak awal mengenal Reymond , mereka sudah menerima Raymond sebagai calon ayah mereka .


Karena sesungguhnya mereka juga merindukan sosok ayah seperti teman-teman mereka.


"Ayo kita pulang ada kejutan spesial untuk kamu," kata Lauren .


Lauren masuk ke dalam mobilnya. sementara Raymond masuk ke dalam mobil bersama Zakira dan kedua anaknya.


Di dalam mobil Aufar dan Akbar kembali bercanda bercerita tentang cita-cita mereka


"Daddy , jadi kapan Daddy bisa mengantar Akbar dan Akbar?" tanya Aufar.


"Besok sudah bisa, tenang saja."

__ADS_1


"Kalau begitu Bunda nggak perlu repot antar jemput kita dong ya."


"Dan bunda juga nggak perlu repot kerja dib perusahaan lagi, Bunda bisa bekerja dari rumah saja," kata Zakira.


"Kenapa harus bekerja. Biar aku yang bekerja dan kau tinggal menerima hasilnya saja, bukannya perusahaan itu sudah jadi milik mu," kata Reymond .


Zakira hanya mengulum senyumnya.


Sekitar setengah jam mereka tiba di kawasan rumah besar di salah satu komplek perumahan elit. Rumah itu adalah rumah peninggalan kedua orang tua Reymond dan juga Lauren.


Mobil Zakira dan mobil Lauren tiba di saat yang bersamaan kondisi rumah terlihat begitu sepi .


Setelah turun dari mobil, mereka masuk menghampiri pintu rumah.


Tara! Seketika terdengar suara letupan balon.


"Happy birthday Uncle!" seru dua orang remaja yang berusia sekitar 14 sampai 15 tahun.


Ternyata mereka adalah anak kembar pasangan Lauren dan juga Demian.


Sebuah lilin dengan angka 38 menyala di atas kue tar berwarna coklat terletak di atas meja.


Reymond sampai lupa jika hari ini adalah hari kelahirannya.


Zakira dan kedua anaknya berkenalan dengan anggota keluarga Lauren yang lainya. Meski mereka berasal dari ras yang berbeda. Namun, keakraban tetap terjalin karena keluarga Lauren yang supel dan hangat.


Setelah acara perkenalan sejenak, mereka pun merayakan ulang tahun Reymond dengan meniup lilin.


"Ayo Reymond katakan, apa harapan dan impian yang ingin kau raih di tahun ini?" tanya Lauren.


"Harapan dan impian ku di tahun ini adalah menikah," ucap Reymond seraya menoleh ke arah Zakira.


"Aamiin, Katrine and Keith doa kan semoga uncle bisa segera menikah," kata Lauren dalam bahasa Inggris.


Reymond menyambut dan mencium keponakan yang kini sudah beranjak remaja.


"Kalau begitu ayo tiup lilin mu Rey," kata Lauren seraya memberikan kue tar tersebut.


Reymond meniup lilin seketika tepukan tangan terdengar riuh di ruangan itu.


Seperti biasanya setelah acara tiupan lilin, acara akan dilanjutkan dengan pemotongan kue. .


Raymond memotong tar dengan bentuk segitiga.


Kemudian ia berjalan menghampiri Zakira dan menyuapi kue tersebut untuk potong pertamanya.


Tanpa ragu Zakira membuka mulutnya dan menerima suapan tersebut. Setelah Zakira menggigit sebagai potongan kue itu Reymond memakan sisa kue tersebut.


Mereka semua bertepuk tangan seakan ikut berbahagia melihat kebahagiaan Reymond.


Setelah pemotongan kue pertama Reymond kembali memotong kue untuk membagikan pada yang lainya.


Reymond juga menyuapi dua anak Zakira. Meski sederhana, pesta kecil itu cukup membuat mereka semua bahagia. Bahagia karena mendapat kan pengalaman baru, karena bertemu dengan orang asing yang begitu baik dan ramah. Bahkan Aufar dan kedua anak Lauren semakin akrab karena hanya dia yang bisa berbicara bahasa Inggris dengan fasih


Mereka ngobrol ringan di ruang keluarga, sementara anak-anaknya bermain di taman yang ada di sekitar kolam renang.


Masih di kesempatan yang sama. Reymond mengambil kesempatan pada saat itu juga.


Reymond menaiki tangga lantai atas menuju kamar, kemudian ia kembali lagi menghampiri Zakira, Lauren dan suaminya.


Reymond duduk di samping Zakira kemudian membuka kotak cincin itu dan memperlihatkan cincin itu pada Zakira.

__ADS_1


"Zakira lihatlah, ini surat pembelian cincin berlian ini," kata Reymond seraya memberikan sebuah surat yang terlipat dengan rapi


Zakira sedikit heran dengan permintaan Reymond itu, Lauren dan suaminya pun saling memandang mereka ikut bingung.


Zakira membaca surat cincin itu dan melihat jika surat itu sudah berusia 13 tahun.


Itu artinya cincin itu juga sudah berusia 13 tahun di tangan Reymond .


"Kau masih ingatkan cincin ini?" tanya Reymond.


Zakira menatap cincin itu. Sebetulnya ia tak ingat


"Aku pernah melamar mu tiga belas tahun yang lalu saat kau baru beberapa bulan bekerja di perusahaan ku, dan saat itu kau menolak dan mengatakan jika kau sudah punya tunangan."


Zakira pun teringat dimana Reymond pernah menyatakan cinta dan langsung menolak lamarannya.


"Aku menyimpan cincin ini, karena aku berharap suatu saat bisa melamar mu kembali dengan cincin ini. Aku tak pernah melamar siapa pun, dan aku selalu berharap di berikan kesempatan untuk melamar mu kembali."


Bulir bening mulai menetes di pipi Zakira ketika melihat bola mata Reymond yang mulai berembun ketika menatapnya.


"Zakira, untuk kesekian kalinya, aku pernah melamar mu dengan cincin ini. Dan untuk kesekian kali nya aku merasa kecewa karena penolakan mu."Reymond menjeda kata-katanya.


"Dan untuk kesekian kalinya, saat ini, dengan cincin ini, aku kembali melamar mu dan semoga aku tidak merasa kecewa seperti sebelumnya kaki ini," kata Reymond masih menatap Zakira dengan bola mata yang berembun.


Zakira tersenyum seraya meneteskan air matanya. Dia melihat cinta yang begitu besar dari Reymond untuknya. Bahkan Reymond sudah berkali-kali membuktikan itu.


Reymond menyodorkan cincin itu kembali.


"Zakira," panggilnya lirih. Reymond menahan kata-kata lagi karena rasanya ia takut untuk mengatakan hal itu lagi.


Reymond menguatkan hatinya sambil menyodorkan cincin itu lebih dekat.


"Will you marry me?" tanya Reymond sambil menatap Zakira dengan tatapan lekat penuh harap.


Seketika keadaan sunyi dan senyap. Jantung Reymond berdetak kencang menunggu jawaban Zakira.


"Iyes," kata Zakira beberapa saat berikutnya sambil tersenyum.


"Alhamdulillah!" seru Reymond seketika ia bersujud di lantai menghadap kiblat.


Air mata Zakira ikut menetes, melihat Reymond yang terlihat begitu bahagia karena lamaran di terima.


Lauren langsung memeluk Zakira, karena ikut merasakan bahagia.


"Selamat Zakira, terima kasih karena telah memberikan kesempatan pada Reymond ."


Zakira sudah tak bisa berkata-kata lagi, ia hanya menetes air matanya karena haru.


Reymond bangkit kemudian menyematkan cincin itu ke jari manis Zakira.


Setelah penantian yang panjang dan terjal akhirnya cincin itu bisa ia sematkan di jari manis Zakira.


Dengan senyuman bahagia Zakira memamerkan cincin yang sudah tersemat cantik di jari manisnya itu kepada Lauren dan suaminya.


Sementara Reymond, senyum tak pernah lekang dari wajah tampannya karena terlalu bahagia.


Hari itu hari yang di penuhi oleh kebahagiaan oleh mereka semua.


Benih cinta yang sudah lama tumbuh kini kembali bersemi di hati Reymond. Sementara Zakira yang pernah trauma dalam menjalani bahtera rumah tangga, kini sudah mulai membuka hati dan siap untuk melangkah menuju lembaran baru di kehidupannya.


Oke, untuk para reader, siapkan baju untuk kondangan ya, karena author mau undang para reader ke pernikahan Zakira dan Reymond. Next episode ya, Insyaallah. 🤗🥰🥰

__ADS_1


Mereka semua pun Berbahagia meraya ulang tahun Reymond


Hari yang membaha


__ADS_2