
Pelajaran demi pelajaran pun telah dilalui oleh Iwan dengan sangat lancar, efek dari penjelasan Iwan tentang pelajaran Bahasa Inggris pagi tadi tersebar dengan cepat dari mulut ke mulut, bahkan para guru pun banyak yang mengetahuinya. Yang paling terkejut dengan penjelasan Mr. Udin tentang Iwan adalah wali kelas Iwan sendiri. Wali kelasnya itu paling tau bagaimana Iwan di berbagai mata pelajaran dan mengenai absensi, Iwan pun yang paling sering ia evaluasi sejak kelas 1 SMA karena Iwan sering bolos sekolah.
Para guru yang lain pun tidak mau percaya begitu saja dengan penjelasan Mr. Udin, yang mana setiap guru yang memasuki kelas Iwan hari itu, pasti mencoba mengetes Iwan dengan pertanyaan - pertanyaan rumit, akan tetapi Iwan bisa menjawab nya dengan mudah.
Bel sekolah pun berbunyi pertanda telah selesainya mata pelajaran terakhir hari tersebut, murid - murid keluar berhamburan.
"eh siss... denger - denger tadi dikelas 3A IPA ada murid jenius yaa! setiap guru sampai - sampai membicarakannya," ucap siswi A kepada temen - temennya, biasalah para siswi ini sangat hobi bergosip.
"Sejenius apa? 3A IPA? Bella yang kamu maksud?," tanya siswi B dengan rasa penasaran.
"Bukan lah! kalo itu Bella, itumah sudah biasa tidak akan membuat kehebohan seperti ini. Tadi kata temenku yang anak 3A IPA namanya Iwan," jawab siswi A
"Iwan? cowok dong, kok nggak terkenal yaa aku nggak pernah denger namanya," sanggah murid C
"Iyalah cowok, masa namanya Iwan betina! dan yang mengejutkannya lagi kata temanku itu, kemarin pas kenaikan kelas dia peringkat bawah!!," jelas siswi A
"Lhoo kok bisa? jenius tapi peringkatnya dibawah, serius kamu?," tanya siswi D dengan keheranan.
"Serius, nih yaa kata temanku juga si Iwan tuh pemales, suka bolos - bolosan main warnet tapi hari ini di kelas dia ngejawab pertanyaan - pertanyaan dari para guru yang ngajar, rata - rata pertanyaan yang nggak ada di buku pun dia tetep bisa ngejawab," jelas siswi A.
"Denger - denger dari si Sari, Iwan belajar sampe pinter gitu biar bisa PDKT sama Bella yah? bener nggak itu?," tanya siswi A yang kebetulan temannya Sari.
"Waduh nggak tau deh, tapi tadi pas bel pulang sekolah, mereka masih di dalem kelas sih ngebahas pelajaran gitu kayaknya," sambar siswa laki - laki teman sekelas Iwan dan Bela.
Satu angkatan pun menjadi heboh karena kejeniusan Iwan yang mengejutkan, dia pun seketika menjadi terkenal
---
Sedangkan di ruang kelas 3A IPA, yang sedang di bicarakan oleh satu angkatan masih duduk anteng berhadapan membahas pelajar, mereka adalah Iwan dan Bella.
__ADS_1
Yang terjadi hari ini membuat pandangan Bella terhadap Iwan mengalami peningkatan, ia yang bahkan juara kelas merasa tidak sepintar Iwan, sebab awalnya dia mengira Iwan hanya pintar di pelajaran Bahasa Inggris, ternyata di setiap pelajaran hari ini, Iwan dapat menjawab dengan sempurna pertanyaan - pertanyaan dari gurunya.
Jadi, yang awalnya Bella hanya ingin menanyakan materi Bahasa Inggris minggu lalu yang ia tidak pahami, menjadi membahas beberapa mata pelajaran juga yang tidak dia pahami. Bella memang sosok yang serius dalam belajar apalagi jika materi tersebut belum ia pahami.
"Huufftt... kelar juga, udah mau sore nih Bell, besok aja yah kita lanjut belajarnya," ucap Iwan sembari melihat kearah jam.
"Iya wann, aku juga ada les musik sore ini nih," ucap Bella sembari membereskan alat tulisnya.
"Eeh Bell, aku denger - denger kata Sari tadi pagi, katanya emang kaki kamu sakit yaa?," tanya Iwan dengan wajah seserius mungkin.
"Aahh, si Sari apaan coba maksudnya, nggak kok wan, nih kaki aku baik - baik aja," balas Bella.
"Berarti bisa jalan dong?," tanya Iwan.
"Iyaa nih, bisa kok, bisa jalan," jawab Bella sembari berdiri memperagakan dirinya bisa berjalan dengan baik.
Bella pun terbingung dengan ucapan Iwan, namun dengan kecerdasannya dia pun menyadari "iiiihhhh Iwaannn!!," teriak Bella yang tersadar bahwa dia terjebak gombalan Iwan.
"Ekkhemm.. Ekhemm Wann, udah kali pacarannya, keburu dikunci nih gerbang sekolah," teriak Sugeng dari arah pintu bersama Sari.
"Yooo bro, tunggu bentar aku beresin buku dulu," balas Iwan
Mereka berempat pun keluar kelas bersama saling berdampingan, Iwan dengan Bella sedangkan Sugeng dengan Sari, mereka berdua berjalan sembari bisik - bisik membicarakan Iwan dan Bella.
---
Ketika sudah berada di gerbang sekolah, mereka pun berpisah, Bella bersama Sari sedangkan Iwan bersama Sugeng.
"Wan, makasih yaa hari ini udah mau ngajarin materi yang belum aku ngerti," ucap Bella sembari tersenyum manis.
__ADS_1
"Iya Bell sama - sama, kalian pulangnya hati - hati yaa," ucap Iwan melihat kearah Bella dan Sari.
"Wan... Kamu hari ini luar biasa, liat nggak tadi? anak - anak dikelas sampai pada melongo gitu. tuh Geng, kamu jangan malah main warnet terus, tiruin si Iwan tuh," puji Sari pada Iwan tapi diakhir kalimatnya malah Sugeng kena omelan.
"mueheheh.. Iya Sar," jawab Sugeng yang malah cengengesan.
"tenang aja Sar, pokoknya Sugeng bakal aku kerangkeng biar nggak bisa main warnet lagi, nanti dia aku kasih kursus khusus," ucap Iwan
Setelah mereka baru saja berpisah beberapa meter.
"Waann. Jangan lupa hari minggu aku tunggu jam 9, awas kamu telat," ucap Bella sedikit berteriak kemudian berlari karena malu dan diikuti Sari yang ketawa ketiwi dibelakangnya.
---
"Hahahaha,, gilaa kamu Wan! ternyata kamu pinter juga yaa ditambah Bella mau lagi diajak jalan, aku kira kamu taunya cuma nge-game doang. Pokoknya hari ini luar biasa kamu Wan!," puji Sugeng setelah Sari dan Bella menghilang dari pandangan.
"hehehe.. aku juga nggak nyangka Bella mau dijalan, padahal tadi cuman ngebecandain dia aja pake gombalan mas - mas tongkrongan," jawab Iwan.
"Ehh Wan, aku kasih tau kamu nih yaa, sebenarnya hari ini tuh udah di rencanain sama Sari, dia ngajak aku buat duduk bareng biar kamu bisa duduk sama Bella soalnya dia bilang kalo Bella tuh sedikit suka sama kamu, dan aku juga bilang kalo kamu juga suka sama Bella, akhirnya kita sepakat ngebuat kamu sama Bella duduk berdua biar bisa PDKT. Sari juga bilang dia nggak berharap banyak sama kamu, soalnya kamu cuma modal ganteng doang, sedangkan Bella suka nya yang cerdas juga, tapi hari ini aku sama Sari yakin 100% Bella pasti suka sama kamu karena kamu dah buktiin ke dia kalo kamu nggak cuma modal tampang doang, kamu juga cerdas dan pantas buat bersama Bella yang juara kelas itu. Sari bahkan nggak nyangka perkembangan Bella hari ini, gerak - gerik Bella ke kamu tuh keliatan banget, dia sering ngerapihin rambut sama tadi duduknya lebih condong ngedeket ke kamu broo! katanya si Sari, selama dia temenan sama Bella nggak pernah tuh Bella begitu ke cowok! makanya aku sama Sari nyimpulin, kalo Bella mulai tertarik sama kamu Wan, hahaha," jelas Sugeng panjang lebar.
Sebenernya Iwan sudah tau dengan rencana mak comblang Sugeng dan Sari, karena di kehidupan sebelumnya hal ini pun terjadi, hanya saja beda perlakuan Iwan kepada Bella.
Saat itu dia tidak berani menunjukkan kalo dia suka sama Bella, sedangkan Bella saat itu sedikit menunjukkannya kepada Iwan.
Melihat tidak ada respon baik dari Iwan, Bella pun hanya bisa mengubur dalam - dalam bahkan sampai mereka lulus SMA.
Namun di kesempatan kali ini, dia akan memanfaatkannya sebaik mungkin agar tidak mengulangi penyesalan yang sama.
Terimakasih sudah membaca!! jangan lupa like nya
__ADS_1