Jenius Wan

Jenius Wan
Makan malam


__ADS_3

    Iwan dan Rara kemudian membahas hal - hal kecil tentang pembuatan film hingga jam 3 sore, itupun baru berhenti ketika keduanya merasa lapar, tidak sadar waktu berlalu dengan cepat karena terlalu fokus dengan pembahasan membuat film.


    "Mbak Rara, kurasa kita sudah cukup untuk pembahasan film nya hari kali ini. Rencananya, beberapa hari kedepan saya akan berangkat ke Jakarta untuk mencari tempat vanue casting pemain film kita dan membuat perusahaan disana. Kalo aku terburu - buru membuat perusahaan di Jogja, takutnya akan cepat diketahui oleh Eagle Production House," ucap Iwan


    "Iya mas Iwan, saya juga setuju jika begitu. Okee baiklah, saya permisi dulu mas, setelah ini saya mau membahas film yang mau kita buat dengan rekan saya yang lainnya," ucap Rara berpamitan kepada Iwan


    Mereka berdua pun keluar dari ruangan tersebut, dan melihat adanya Agung yang sedang asik dengan smartphone nya.


    "Eehh.. Kalian berdua sudah selesai ngebahasnya?," tanya Agung yang sadar Iwan dan Rara keluar dari ruangan tersebut.


    "Sudah, ini saya mau makan, laper banget soalnya. Kalian berdua ayo ikut sekalian!," ucap Iwan mengajak Agung dan Rara


    "Ayoo boss ayoo! kita mau makan di resto hotel yang kemaren yaa? anggap aja perayaan atas kesuksesan kerjasama kalian huehehe," ucap Agung dengan semangat tanpa peduli dengan respon Rara yang seperti ingin menolak.


    "Hahaha.. Oke boleh boleh di tempat kemarin. Yokk mari mbak Rara," ucap Iwan menggelengkan kepalanya sembari tersenyum


    Rara yang melihat sepupunya yang tidak tahu malu hanya bisa menganggukkan kepalanya mengiyakan ajakan Iwan.


    Iwan, Rara dan Agung turun dari lantai 2 dan keluar dari ruko kantor tersebut. Tidak lupa Agung mengunci ruko dan mereka masuk ke dalam mobil Honda Accord milik Iwan.


    Rara mendahului mereka berdua dan membuka pintu belakang, mengambil posisi di kursi belakang. Agung tidak mempunyai pilihan lagi, mau tidak mau duduk di depan menemani Iwan yang akan menyetir.


    Walaupun Agung sering tidak tahu malu, tetapi dirinya menjunjung tinggi tata krama, apabila Agung duduk dibelakang ketika Iwan menyetir di depan, itu tidak lah sopan sebab seakan - akan Iwan sopir di depan sedangkan kenyataannya Iwan adalah boss nya.


    Iwan tidak keberatan dengan hal tersebut, dirinya telah melalui banyak rintangan hidup di kehidupan yang sebelumnya. Hal sepele seperti ini tidak akan di besar besarkan oleh Iwan meskipun sekarang keluarganya masih berkecukupan.


    Iwan memasuki mobil kemudian menyalakan mobil dan menyetir kearah hotel tempat mereka merayakan kesuksesan game sebelumnya.

__ADS_1


    "Mas Agung, beberapa hari kedepan aku ke Jakarta dan kemungkinan besar nggak balik ke Jogja selama beberapa bulan. Server game jalankan saja seperti biasanya sampai kepopuleran gamenya turun seperti yang kita bahas kemarin," ucap Iwan mengingatkan Agung


    "Okee siapp boss, tenang aja pokoknya. Untuk masalah karyawan programmer, gimana kalo dalam beberapa bulan ini aku usahain cari karyawan lulusan baru universitas, nanti biar aku trainning selama 6 bulan ini, nggak terlalu repot kok ngajarin lulusan baru yang belum berpengalaman, selain itu biaya upah nya lebih murah daripada profesional boss. Jika kita cari profesional, seperti yang sudah sudah boss pasti di gagalin sama Dominoz Game Studio," ucap Agung mengungkapkan sarannya


    "Boleh boleh, sekalian cari anak yang bisa gambar digital, kalo bisa cari yang bisa modelling 3D ya mas. Cari aja dulu nanti lapor ke saya kalo udah nemu yang cocok," ucap Iwan


    "Siap boss, saya catet nih di handphone biar nggak lupa," ucap Agung sembari mengetik perintah Iwan di aplikasi note smartphone nya.


    Mereka tiba di restoran hotel tersebut dan memesan makanan mewah. Iwan, Agung dan Rara tidak lagi mengobrol tentang pekerjaan diatas meja makan. Mereka makan dan mengobrol tentang kehidupan sehari - hari untuk mengurangi rasa canggung.


    Iwan tidak makan terlalu banyak, karena dia punya janji dengan Bella untuk mentraktir hari ini. Karena Iwan merasa puas dengan hidangan dan pelayanan di restoran ini, Iwan mereservasi satu meja untuk nanti malam.


---


    Setelah Iwan pulang dan membersihkan dirinya, ia mengenakan kemeja biru dongker dengan celana hitam. Iwan mengenakan pantofel pria berwarna hitam mengkilap dan menggunakan jam tangan mewah ditangan kanan nya yang seharga 100 juta rupiah hadiah ulang tahun dari ibunya. Ia menyisir rambutnya sampai klimis. Dengan di dukung wajah tampan nya, dia benar - benar terlihat sempurna.


    Setelah siap, Iwan turun dan berpamitan kepda ibunya. Ayah Iwan sedang sibuk lembur mengurusi investasi pembagunan kawasan Merapi yang membuat Iwan merasa harus segera membuat film yang sukses agar dapat meyakinkan ayahnya untuk membatalkan investasi tersebut. Melihat Iwan yang berpenampilan rapih tersebut. mamahnya Iwan jadi penasaran.


    "Huehehe iyaa mah, tapi cuma makan malem doang kok mah," jawab Iwan


    "Sama siapa tuh Wann? sama Bella yaa?," tanya mamah Iwan


    "Iya mah, ngerayain kesuksesan Ujian Nasional kemarin," ucap Iwan memberikan alasan palsu kepada mamahnya, padahal Iwan mentraktir Bella dalam rangka merayakan keberhasilan game nya.


    "Hati hati yaa nak, inget kamu masih kecil, kalo mau pacaran annti aja pas udah bisa cari uang sendiri," ucap mamah Iwan memberikan nasihat sebelum berangkat.


    'Mah aku udah bisa cari uang sendiri tauuu!!' ucap Iwan dalam hati, tidak berani mengatakan hal tersebut

__ADS_1


    "Iyaa mah tenang aja, udah yaa mah, aku mau berangkat dulu biar nggak telat," ucap Iwan berpamitan kepada mamahnya.


    Kemudian Iwan berjalan ke garasi dan masuk kedalam mobilnya berangkat untuk menjemput Bella di tempat biasanya. Mereka langsung pergi menuju ke restoran hotel yang sebelumnya sudah Iwan reservasi.


---


    Iwan dan Bella tiba di restoran hotel tersebut. Iwan memesan beberapa makanan dan memperhatikan penampilan Bella malam ini. Bella mengenakan gaun putih dengan kalung berlian 12 karat. Walaupun Iwan tidak tau pasti berapa harganya, dapat dipastikan kalung berlian tersebut seharga 300 juta lebih. Dari aksesoris aksesoris yang dikenakan Bella, jelas sekali itu menunjukkan bahwa Bella bukan dari keluarga yang biasa.


    Bella terlihat lebih cantik dibandingkan ketika Bella menghadiri pelelangan bulan lalu, entah disengaja atau tidak, Bella memakai make up tipis hari ini.


    Yang Iwan tau adalah Bella jarang memakai make up karena pada dasarnya dirinya sudah cantik secara natural.


    "Ehemmm.. ngeliatin apa hayoo kamu Wann?," Bella pura - pura batuk karena melihat Iwan memperhatikan dirinya. Dengan nada manja nya


    "Eeehh.. nggak kok Bell, aku cuma kaget aja kamu pake make up hari ini walaupun tipis," ucap Iwan malu - malu karena ketauan memperhatikan Bella dengan ekspresi yang terpukau


    "Hehe.. ini spesial lhoo aku pakai make up untuk makan malem hari ini," ucap Bella dengan nada merayu kepada Iwan


    Iwan telah terbiasa dengan nada bicara Bella yang terdengar manja dan merayu itu, ia tidak keberatan sama sekali. Sebab Iwan tau bahwa Bella hanya akan mengeluarkan gaya bicara seperti itu ketika mengobrol dengan seseorang yang dekat dengannya.


    Walaupun secara psikologis Iwan adalah seseorang yang berumur hampir 30 tahun berkat pengalaman di kehidupan sebelumnya, mendengar wanita secantik Bella yang terus menggunakan nada manja dan merayu, dirinya masih merasakan malu. Iwan hanya bisa menggaruk garukkan kepalanya dan tertawa bodoh. Keliatan sekali salah tingkahnya.


    "Muhumuhu, thanks yaa udah ngajak nraktir aku makan malem. Selamat juga buat kesuksesan game kamu," ucap Bella mengubah nada bicaranya karena merasa kasian melihat Iwan yang terus salah tingkah.


    "Iyaa Bell, sama sama. Game yang aku buat berhasil karena team ku juga yang berusaha agar game nya enak dimainin," ucap Iwan dengan bangga ketika membicarakan game nya, seolah menunjukkan dirinya ini pantas bersanding dengan Bella


    "Ngomong ngomong setelah ini kamu mau bikin game apa lagi Wann?," ucap Bella bertanya kepada Iwan, penasaran dengan kejutan apa lagi yang akan Iwan buat.

__ADS_1


    "Kali ini bukan game Bell, tapi aku mau buat film," jawab Iwan menggelengkan kepalanya sembari memberikan senyum lebar penuh percaya diri.


*Terimakasih sudah membaca! jangan lupa tinggalkan jejak like ya


__ADS_2