
Wanita tersebut menangis cukup lama, hingga wanita tersebut tidak sanggup lagi untuk mengeluarkan air mata baru lah ia selesai menangis. Matanya memerah dan agak membengkak sedikit, Iwan yang melihatnya merasa tidak tega, sampai sampai ia merelakan tissue yang ada di mobil sewaan nya habis terpakai oleh wanita tersebut untuk mengelap air matanya
"Huhu... Sorry yaa kak... Huuu.. Saya buat repot kakak yaa," ucap wanita tersebut meminta maaf tetapi masih sesenggukan
"Iyaa nggak papa kok, mbak nya kenapa kok tiba tiba nangis pas banget abis nabrak saya?," tanya Iwan
"Saya udah nggak bisa nahan emosi lagi kak, lagi pula tadi pikiran saya sedang kacau dan nggak ngeliat ke arah mana saya lari," ucap wanita tersebut menjelaskan sembari mengelap air mata nya
"Oooh iyaa, nama mbak nya siapa? kalo boleh saya tauu, kenapa mbak nangis di tempat seperti ini? kan rame gini," tanya Iwan yang penasaran dengan kisah wanita tersebut
"Nama saya Igumi Farihah kak. Saya baru aja lulus SMK komputer grafis. Beberapa bulan lalu, saya di tawarin sama temen buat ikut kompetisi desain grafis. Saya dan temen saya mulai mempersiapkan desain untuk di ikutsertakan pada tingkat pemula, tapi yang saya nggak tau bahwa temen saya ngambil desain saya secara diem diem dan dia ngajuin lebih awal sebelum saya sempat ngajuin desain tersebut. Sewaktu kompetisi tadi diumumin pemenangnya, saya kaget karena desain saya yang menang. Karena yang di umumkan cuma nama desain tanpa nama senimannya, saya mengira itu adalah diri saya sendiri dan otomatis saya maju untuk menerima hadiah. Tetapi saat itu temen saya mendahului saya dan mengambil hadiah tersebut. Karena saya menyerahkan desain beberapa hari setelah teman saya, jadinya saya diusir dari kompetisi karena saya di tuduh mencuri desain temen saya yang jelas jelas itu adalah desain saya sendiri, dia yang mencurinya," ucap Igumi sembari mengusap air matanya bercerita
Iwan mengangguk dan menunjukkan sedikit rasa simpati nya kepada Igumi. Menurutnya Agung yang bekerja di Wannabe Game Studio pun memiliki pengalaman pahit yang serupa dengan Igumi. Mengingat hal tesebut, ia teringat bahwa dirinya masih harus mencari seorang desain grafis untuk game Clash of Clans yang akan dibuat.
"Hmm.. saya turut prihatin ya mbak. Masih banyak kok kompetisi lain yang nantinya bisa mbak Igumi ikuti," ucap Iwan yang tidak tau harus merespon seperti apa lagi
"Kakak nggak tau di dalem tadi banyak perusahaan yang mengamati, nama saya udah pasti di kenal sebagai plagiaris, saya nggak bisa lanjut di dunia seni grafis komputer lagi kayaknya," ucap Igumi menutup mukanya, tidak menerima kenyataan pahit yang menimpanya saat ini
"Hmm.. kalo boleh, saya liat karya yang mbak buat. Barangkali saya bisa bantu," ucap Iwan
Igumi menoleh ke arah Iwan dengan heran tetapi ia tetap mengangguk. Karena Iwan telah mendengar keluh kesahnya dan menunggu dirinya hingga ia selesai menangis, ia tidak keberatan sama sekali untuk memperlihatkan karya nya yang dianggap curian itu.
__ADS_1
Igumi mengambil laptop yang ada di ransel nya dan menyalakan laptop tersebut. Sambil menunggu laptop tersebut menyala, ia mengelap sisa sisa air mata yang ada di wajahnya, kemudian Igumi membuka file yang berisi karya miliknya dan menunjukkan nya kepada Iwan
Iwan meminjam laptop tersebut dari tangan Igumi dan melihat beberapa karya yang Igumi buat. Karya tersebut sangat lah bagus untuk ukuran pemula seperti Igumi. Wajar karya tersebut menang pada tingkat pemula dan mendapatkan hadiah.
Keraguan Iwan memudar ketika melihat karya Igumi selain desain yang ia ikutsertakan dalam lomba. Igumi memiliki bakat seni yang luar biasa dan Iwan setelah melihat beberapa karya yang berbeda beda yakin bahwa yang diucapkan Igumi adalah benar bahwa karya tersebut adalah miliknya sendiri, teman nya lah yang mencuri.
Ketika Iwan sedang asik mengamati karya yang bagus tersebut, terdengar suara ringtone smartphone. Igumi mengeluarkan smartphone miliknya dari celana dan menjawab panggilan tersebut.
"Haloo? Iyaa mah... Iyaa iyaa.. Oke aku pulang.. Oke.. Iyaa iyaa," ucap Igumi di telfonnya lalu menutup panggilan tersebut dan menoleh ke arah Iwan
"Kak, makasih banyak yaa udah mau dengerin cerita aku, sekali lagi aku minta maaf banget udah repotin. Saya permisi dulu," ucap Igumi mengambil laptop miliknya dari tangan Iwan dan meminta maaf sekali lagi. Igumi membuka pintu mobil dan ingin keluar dari mobil sewaan Iwan
"Sebentar dulu, kalo mbak mau jadi graphic desaigner game studioku, kontak aku di nomor ini yaa," ucap Iwan memberikan kartu nama miliknya kepada Igumi.
Igumi terkejut dan reflek saja mengambil kartu nama dari tangan Iwan dan mengantonginya. Igumi melambaikan tangan nya dan kemudian ia berjalan ke arah parkiran motor.
Karena hari sudah sore dan banyak pengunjung yang keluar dari vanue kompetisi tersebut, ia mengurungkan niat nya untuk masuk ke dalam vanue kompetisi itu karena mendengar cerita dari Igumi bahwa kompetisi itu telah berakhir bahkan sudah di umumkan pemenangnya
Iwan mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Asisten Amanda
"Halooo boss? ada instrusi apa boss," tanya Asisten Amanda ketika panggilan tersebut tersambung
__ADS_1
"Sorry ganggu lagi Mbak Amanda, mau tanya dokumen perusahaan untuk dijadikan jaminan pinjaman uang di bank apa sudah mbak Amanda siapkan?," tanya Iwan di panggilan telfon tersebut
"Sudah boss, besok tinggal dibawa saja, paman saya sebelumnya memberitahu saya kalau boss mau meminjam uang menggunakan jaminan perusahaan Wannabe Game Studio, boss sebaiknya mengajukan pinjaman uang nya di bank yang ada di Jogja saja. Karena domisili dari perusahaan tersebut ada di Jogja jadi proses pencairannya akan lebih cepat di bandingkan di Jakarta," ucap Asisten Amanda menjelaskan hal yang di informasikan oleh paman nya
"Hmmm, nggak papa. Besok kebetulan saya juga mau berangkat ke Jogja, mau briefing untuk game baru. Mbak Amanda di Jakarta aja dulu, saya cuma beberapa hari aja kok di Jogja," ucap Iwan memberikan instruksi nya
"Baik boss, besok akan saya antarkan ke bandara,"
Iwan langsung mengakhiri panggilan tersebut dan menyalakan mobil sewaan nya. Perutnya mulai lapar karena ia tidak makan banyak makanan di acara ulang tahun Bella. Iwan kemudian mencari restoran cepat saji di dekat sana
---
Igumi tiba di parkiran motor, tempat ia memarkirkan motor miliknya. Ia kemudian mengeluarkan kunci dan masker untuk ia gunakan. Saat ia mengeluarkan konci motornya dari kantong celananya, tak sengaja kartu nama yang Iwan berikan tadi terjatuh. Kartu nama tersebut jatuh dan reflek Igumi membungkukkan badannya untuk mengambil kartu nama tersebut, ia melihat kartu nama itu bertuliskan 'Iwannuel Hertanto, CEO Wannabe Game Studio'. Igumi terdiam dan seketika menganga ketika melihat tulisan yang tertera pada kartu nama tersebut
Bagaimana tidak, Igumi adalah pemegang skor tinggi pada game Flappy Bird dan juga ia adalah salah satu desainer grafis yang meneliti bagaimana Flappy Bird dapat sukses di pasaran Internasional dengan grafis yang simpel, ia juga menonton analisa dari Frank Zilora.
Igumi sangat kagum dengan filosofi desain game Flappy Bird yang simpel namun di desain dengan hati hati. Tetapi, ia tidak menyangka bahwa pria yang ia temui secara tidak sengaja adalah CEO dari studio game yang membuat ia kagum!
Igumi secara reflek menoleh ke belakang untuk mencari mobil Iwan yang tadi sempat ia naiki. Tetapi, mobil tersebut sudah tidak terlihat lagi dengan ramainya orang yang keluar dari vanue tersebut.
Karena takut kehilangan kartu nama tersebut, Igumi mengeluarkan smartphone nya dan memasukkan nomor yang tertera pada kartu nama tersebut dan menyimpannya. ia kemudian melihat alamat yang tertera pada kartu nama tersebut dan membulatkan tekadnya untuk merantau ke Jogja!
__ADS_1
[Terimakasih sudah membaca! Like yakk!]