Jenius Wan

Jenius Wan
Flappy Bird


__ADS_3

    Setelah menempuh perjalan Iwan tiba di Wannabe Game Studio miliknya, ia masuk dan menuju lantai 2, di dalam ruangan ia melihat Agung sedang mengetik kode game Flappy Bird. Iwan menyapa Agung kemudian menaruh iPhone yang baru ia beli di atas meja dan mulai membuka kotak handphone tersebut, ketika iPhone 4 dia nyalakan terlihat ada logo apel tergigit sebagian.


    Melihat logo tersebut Iwan jadi mengingat bahwa Wannabe Game Studio nya ini belum memiliki logo, kemudian ia melihat ke arah Agung yang sedang serius menatap komputernya, tanpa memperdulikannya Iwan malah bertanya.


    "Mas Agung, maaf nih aku ganggu sebentar, kira - kira punya ide logo game studio kita nggak?," tanya Iwan kepada Agung.


    Agung pun mau tidak mau menghentikan aktifitasnya sejenak.


    "Kalo untuk logo, saya ada kenalan boss, temen kuliah saya kebetulan dia anak desaign grafis, portofolionya juga lumayan bagus, udah pernah ngebuat logo - logo perusahaan di luar negeri, mau kontak dia boss?," tawar Agung


    "Emm.. boleh deh, aku budgetin Rp500.000,- yaa, kamu kontak dia, untuk logonya simpel aja warna biru, terus kamu kasih tau nama game studio kita," ucap Iwan memberikan arahan kepada Agung


    "Siaaapp boss!!," jawab Agung.


---


    Satu minggu telah berlalu, Iwan menjalani kesehariannya seperti biasa. Game Flappy Bird yang sedang di rancangnya telah mencapai tahap alpha atau biasa di sebut tahap pengujian awal. Sekarang Iwan sedang menguji game Flappy Bird versi alpha tersebut dengan iPhone 4 yang dibeli nya.


    Iwan mengetuk ikon Flappy Bird pada layar menunjukkan logo centang biru terang, dengan tulisan Wannabe dibawah nya. 3 detik kemudian layar diganti dengan tampilan menu awal Flappy Bird tersebut. Tidak terdapat menu apapun hanya ada kubus melayang bertuliskan 'burung' dan instruksi bertuliskan 'Press to play'.


    Kemudian Iwan menekan instruksi 'Press to play' tersebut dan kubus yang bertuliskan 'burung' tersebut melayang kemudian sepasang tiang atas bawah berjalan mendekati kubus 'burung' tersebut, Iwan menekan untuk menghindari tiang tersebut dan terus melewati ringtangan tiang - tiang setelahnya.

__ADS_1


    Dirasa puas dengan game play nya Iwan kemudian menabrakkan kubus 'burung' pada tiang dan mendapati layar menampilkan tulisan 'Game Over' dan skor permainan barusan. Iwan melihat tombol 'share to facebook' dibagian bawah layar dan 'tap to continue' di tengah layar. Iwan hanya mengangguk - anggukkan kepalanya pertanda ia puas dengan versi alpha game Flappy Bird.


    "Gimana boss, udah oke atau ada yang perlu di koreksi?," tanya Agung sedikit gugup


    "Oke sihh, tapi ada beberapa hal yang harus di revisi dikit, pertama mas Agung ngerasa nggak burung nya terlalu kaku? maksudnya disini ketika burung jatuh ke bawah lebih bagusnya ada akselerasi dari pelan menuju kencang. Jadi akan terasa lebih greget game play nya. Kedua, berikan banner diatas layar 'Game Over' bertuliskan 'Advertisement'. Sisanya sih sudah oke mas, tinggal kita ganti aja tuh kubus 'burung' sama grafis burung yang sesungguhnya," jelas Iwan sambil menunjukkan bagian mana saja yang ingin ia perbaiki.


    "Hemm.. Siap boss!! untuk grafis gimana tuh bos?," tanya Agung.


    "Untuk ini, aku udah seminggu ngebuat beberapa grafis untuk game Flappy Bird, kamu bisa pilih aja mana yang cocok. Aku udah buat beberapa," jawab Iwan sembari memberikan flashdisk kepada Agung


    Seminggu ini Iwan tidak berdiam diri saja, tetapi dia mengerjakan gambar Flappy Bird sesuai dengan memori yang ada di kehidupan sebelumnya. Iwan dan Agung pun kembali melanjutkan aktivitas merevisi dan mengetes kembali game tersebut hingga puas.


---


    Setelah itu Iwan menyuruh Agung membuat website untuk game studio miliknya, kemudian menyuruhnya mengunggah versi OS Symbian dan OS Java pada website tersebut agar dapat di download oleh penggunanya.


---


    Los Angeles, California, Amerika Serikat


    Seorang pemuda sedang duduk didepan komputer sambil berkomunikasi aktif di dalam ruangan asrama Universitas Stanford. Pria itu adalah seorang streamer game

__ADS_1


    "Oke guyss.. sampai ketemu lagi besok di jam yang sama, besok aku bakal streaming game baru. Byee!!," pria tersebut menghela napas panjang, melepaskan headset miliknya. Pria tersebut bernama Nigen, seorang mahasiswa semester 4, ia nyambi menjadi streamer game untuk membiayai kuliahnya, sebab keluarganya berasal dari keluarga yang tidak berkecukupan.


    Nigen bersandar pada kursinya dan mengambil iPhone model lama miliknya, yaitu iPhone 3G. ia membuka facebook miliknya dan melihat beranda temannya. Sebagai seorang gamer tentunya teman - teman di facebook nya adalah seorang gamer juga yang berasal dari berbagai kota di Amerika.


    Ada 1 postingan yang menarik perhatiannya, yaitu postingan tantangan salah satu teman gamer nya. Temannya tersebut membagikan skor game yang belum pernah ia lihat sebelumnya, Flappy Bird. Membagikan skor sebesar 47 dan menantang siapapun untuk mengalahkan skornya.


    Nigen mengerutkan keningnya dan mengklik game tersebut. ia terkejut saat melihat game tersebut adalah game yang baru di rilis dan tersebut ternyata gratiss!! Jarang ada game gratis pada saat ini. Game ringan seperti Angry Bird saja dihargai US $4,99 pada saat rilis pertama kali.


    Tanpa basa - basi dan pertimbangan apapun Nigen menginstall game tersebut dan dengan cepat game tersebut terinstall. Flappy Bird hanya berukuran sebesar 10 Mb, sangat kecil dibandingkan Angry Bird yang berukuran sebesar 100 Mb.


    Nigen memainkan game tersebut dan melihat logo Wannabe sebelum masuk ke dalam menu. ia mulai menekan jarinya dan melihat seekor burung loncat dan kemudian terjun bebas jatuh. ia mendapati 'Game Over', kemudian Nigen mengulang kembali permainan dan sebagai gamer sejati Nigen dapat langsung mengerti cara bermain game Flappy Bird ini.


    "Haiisshh, game gampang begini cuma dapet skor 47? pamer pula? nih liat dewa game main!! aku bakal ngalahin high skor milik kalian semua, huahahah!!," ucap Nigen seperti memerankan pemeran antagonis dalam film


    Namun semakin dia bermain game Flappy Bird, ia merasa ini sama sekali berbeda dengan game lainnya. Dibutuhkan kesabaran yang ekstraa, reflek mata dan tangan yang harus sinkron serta butuh tingkat ke fokusan yang tinggi untuk mendapatkan skor tinggi di game ini.


    Setelah berkali - kali mencoba main game Flappy Bird, Nigen hanya mendapatkan skor tertinggi 22!


    "Ciihh, game apaan ini, game sampaaahh!!!," Nigen menutup handphone nya dan merasa lapar, ia beranjak dari kamarnya menuju kantin universitas. ia makan dengan lahap kemudian duduk sebentar dan menurunkan makanannya.


    Secara reflek ia membuka handphone dan membuka game Flappy Bird, ia bermain beberapa menit dan hanya berhasil mendapatkan skor 24! Nigen kemudian mengobrol dengan temannya, tak lama ia ingin buang air besar. Di dalam toilet secara tidak sadar dia membuka game Flappy Bird dan mendapatkan skor yang lebih baik dari sebelumnya.

__ADS_1


    Tidak hanya Nigen, hampir setiap orang yang telah memainkan game Flappy Bird, secara tidak sadar memainkan kembali game tersebut ketika waktu luang. Walaupun setiap kali bermain hanya 5 sampai 10 menit. yang mereka tidak sadari adalah dalam sehari, total mereka memainkan game tersebut selama 2 jam untuk meraih skor tinggi game Flappy Bird.


*Terimakasih sudah membaca! jangan lupa like ya


__ADS_2