Jenius Wan

Jenius Wan
Jenius Waann


__ADS_3

        "Namun untuk game Flappy Bird ini, karena penyebarannya sangat cepat seperti virus, dengan game play yang mudah dan pendek memungkinkan setiap orang yang memiliki smartphone penasaran untuk mendownload game Flappy Bird, apalagi game ini menggunakan model 'free to play'. Selain itu, ruang iklan yang ada dapat diubah berkali - kali, pengiklan dapat membeli slot iklan di bulan ini, kemudian slot iklan tersebut bisa saja dibeli oleh pengiklan pengiklan lainnya di bulan depan. Dengan cara seperti ini, penghasilan pihak Flappy Bird akan terus masuk sampai batas waktu tertentu," ucap Frank


    "Jadi menurut saya, untuk menggunakan model iklan apapun, profitabilitas game Flappy Bird akan sangat menguntungkan! apalagi dapat dipastikan dengan investasi yang Wannabe Game Studio keluarkan tidaklah besar, paling banyak hanya USD $10.000," ucap Frank


    Iwan yang sedang menonton video pun tiba - tiba tertawa memikirkan poin ini. Andai saja Frank tahu yang di investasikan hanya 2 set komputer seharga USD $2.000, sudah pasti Frank akan shock.


    "Penjelasan - penjelasan yang saya berikan adalah mengapa saya berpikir game seperti Flappy Bird adalah game populer bukan karena suatu faktor keberuntungan saja! Yang paling pentingnya adalah Wannabe Studio dapat menggabungkan semua poin poin yang saya analisa barusan, pada dasarnya membuat keputusan terbaik di setiap poin poin tersebut. Itu yang paling mengejutkan saya!," ucap Frank Zilora sembari menghela nafas.


    "Jika saya boleh jujur, jika Xbox Studio memberi saya uang USD $10.000 dan sumber daya hanya 10 Megabyte untuk membuat game yang memiliki tingkat profitabilitas yang sama maupun lebih tinggi dari pada Flappy Bird, saya tidak tau harus berkata apa selain saya tidak bisa melakukannya! Sekian analisa dari saya, saya kembalikan ke pembawa acara Stanley," ucap Frank kembali duduk di tempat duduk bintang tamu


    Pembawa acara Stanley pun mengambil alih panggung untuk melanjutkan acara, penonton yang mendengar closing statement dari Frank Zilora pun terkejut sampai tidak dapat mengatakan apa - apa. Penilain Frank Zilora terhadap game Flappy Bird ini sangatlah tinggi!


    Bahkan seorang Frank Zilora tidak akan bisa membuat game dengan level seperti ini menggunakan sumber daya 10 Megabyte? Bisa dikatakan kemampuan desainer game Wannabe Studio sudah melampaui seorang Frank Zilora? Namun dari analisa Frank Zilora inilah buktinya sudah sangat jelas dan membuka banyak wawasan untuk para penonton.

__ADS_1


    Banyak penonton yang mendengarkan analisa Frank Zilora dan mengikuti cara berpikirnya juga menyetujui bahwa game Flappy Bird ini mungkin terlihat sangat sederhana, tetapi memiliki banyak detail kecil yang dipikirkan dengan hati - hati.


    Tentunya desainer game Wannabe Studio ini sudah merencanakan semua bagian game nya sejak awal. Keseimbangan yang sempurna antara gameplay unik dan simpel, kesempatan untuk memamerkan skor, dan model untuk mendapatkan keuntungan dari iklan ini. Flappy Bird ini adalah game yang mudah viral juga sangat menguntungkan! Seperti yang banyak orang katakan, para profesional dan orang awam memiliki perspektif yang berbeda. Setelah beberapa analisa dari Frank Zilora, mayoritas penonton juga menganggap bahwa Flappy Bird ini cukup mengesankan!


    Iwan sangat kagum dengan orang seperti Frank Zilora, memang orang hebat memiliki pemikiran yang luas dan terbuka, mereka tidak malu mengakui bahwa ada orang lain yang lebih hebat daripada mereka. Iwan melanjutkan video tersebut hingga selesai.


    Terlihat ekspresi senior Greg Lenister tidak enak dipandang. Sebab analisa Frank Zilora pada dasarnya menegaskan bahwa dirinya salah di depan semua orang, membuat dirinya malu. Di antara dua bintang tamu, yang satu mengatakan dengan tegas bahwa game itu sampah dan yang lainnya memberikan pujian pada game tersebut bahwa dibuat oleh seorang yang jenius. Jelas, hanya satu dari mereka yang benar. Faktanya, hampir semua penonton setuju dengan analisa dari Frank Zilora, yang menandakan bahwa senior Greg Lenister membuat analisa yang salah!!


---


    "Awalnya aku main game kamu Wann, aku berpikiran game jelek dan nyebelin gini kok bisa populer? tapi setelah aku nggak sengaja nemu video interview analisa game kamu, aku baru nyadar bahwa kamu jenius Waann!," ucap Rose memuji Iwan


    "Iyaa bener boss, aku juga kan awalnya nggak terlalu yakin dengan prospek game ini. Boss memang desainer game jenius!," ucap Agung dengan nada penuh kagum

__ADS_1


    "Aku juga nggak percaya Wan, game kamu bakal populer gini, waktu kamu jelasin bulan lalu pas mau upacara. Kamu tuh yaa! udah jenius di sekolah sekarang di bisnis juga jenius. Baru pertama kali ngebuat game simple gini aja udah viral, apalagi bikin game yang lebih gede. Jenius banget deh kamu Waann!!," ucap Sugeng sembari menggeleng - gelengkan kepalanya.


    Iwan hanya tertawa saja mendengar omongan Sugeng, sebenarnya Iwan hanya menjiplak para desainer game terkemuka di kehidupan sebelumnya. Walaupun sebenarnya dia merasa tidak enak, tapi karena ada ancaman perusahaan keluarganya yang sewaktu - waktu dapat runtuh. ia mau tidak mau harus meyakinkan kedua orang tuanya bahwa Iwan adalah seorang yang jenius dalam bisnis, dan orang tuanya mau membatalkan investasi yang dapat membuat keluarganya jatuh itu.


    "Boss,, kenapa kita nggak make model iklan pay per click aja? Kayak yang dibilang Frank di video tadi kan, pendapatan kita pertahun bisa sampe USD $900.000 atau 9 miliaran rupiah per tahun boss!," tanya Agung kepada Iwan. Setelah mendengar pertanyaan tersebut, Sugeng dan Rose pun penasaran dengan keputusan Iwan tersebut.


    "Kamu nggak ngerti Gung, yang di analisa sama Frank Zilora itu apabila pengguna smartphone mencapai angka 10 juta, tapi karena smartphone masih dalam tahap awal, maka pengguna smartphone nggak akan sebanyak itu sampai tahun depan. Flappy Bird di donwload sebanyak 2 juta kali saja aku udah bersyukur, karena pengguna smartphone saat ini tidak mencapai 3 juta. Dan lagi, masa ke viralan game Flappy Bird tidak akan melebih 3 bulan lama nya. Apabila tebakan ku benar, game Flappy Bird cuma bisa ngedatengin uang sampe 1 tahun kedepan saja, setelah itu game ini cuma dimainin oleh orang yang kangen dengan Flappy Bird. Itu juga alasan ku mencari iklan model kontrak hanya 6 bulan dengan biaya tetap," jelas Iwan.


    "Emang udah berapa perusahaan yang ngiklan Wan?," tanya Sugeng


    "Hemm.. perusahaan elektronik Panasonic mau ngebayar USD $1.500 per bulan untuk 2 slot iklan, dan perusahaan steaming game 'Twicth' USD $750 per bulan untuk 1 slot iklan. Masih banyak sebenarnya email yang masuk, mau ngiklanin produk mereka di game Flappy Bird, tapi kebanyakan pada milih model iklan ad per click dan mereka menolak untuk mengiklankan minimal 6 bulan pada game kita dengan model limite time Ad. Aku perkirakan setelah video analisa ini tersebar dan viral, maka semakin banyak perusahaan yang mau membayar model limited time Ad melihat potensi game Flappy Bird yang akan terus meningkat. Namun jika dihitung iklan yang kita dapat saat ini, Panasonic membayar USD $9.000 untuk 6 bulan iklan, Twicth membayar USD $4.500 untuk 6 bulan iklan. Total yang didapatkan untuk iklan di Flappy Bird saat ini sebesar USD $13.500 atau lebih dari Rp135.000.000,-" ucap Iwan menjelaskan kondisi saat ini


    Agung di sisi Iwan menelan ludah ketika mendengar angka pendapatan game Flappy Bird, sedangkan Sugeng pun menyesali tidak ikut gabung pada saat Iwan membuat Wannabe Game Studio. Mata Rose bersinar dan hatinya berdebar melihat ke arah Iwan, ia semakin tertarik dengan kemampuan Iwan dalam menghasilkan uang, pertama saat lelang bunga Tulip yang berharga kemudian sekarang dengan game yang sederhana namun mendatangkan keuntungan hingga ratusan juta rupiah!

__ADS_1


*Terimakasih sudah membaca! jangan lupa like ya


__ADS_2