
Iwan dan Rara melihat Dani masuk ke dalam ruangan casting tersebut, membuat Iwan terkaget dan reflek berdiri dari kursinya.
"Mas Dani?!," sapa Iwan berjalan ke arah Dani dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan
"Halooo mas Iwan, maaf saya ganggu proses jalannya casting," ucap Dani sembari menyambut uluran tangan Iwan, mereka pun berjabat tangan
"Nggak papa kok mas, mari sini duduk dulu. Ada perlu apa yaa mas Dani kesini?," ucap Iwan sembari mempersilahkan Dani untuk duduk di sebelahnya
"Begini mas Iwan, apa penawaran dari mas Iwan sebelumnya yang di kafe masih berlaku?," tanya Dani secara langsung tanpa basa basi dengan ekspresi serius.
"Masih mas, kebetulan kita belum memutuskan siapa pemeran utama film ini," jawab Iwan kepada Dani
"Huufftt, untunglah. Setelah saya baca naskah dari mas Iwan, saya sangat tertarik untuk ikut casting memerankan pemeran utama film My Stupid Boss. Saya semaleman latihan secara mendalam meresapi karakter dari Bossman," ucap Dani
"Ohhh yaa? coba tolong mas Dani perankan adegan 43, mbak Indah minta tolong kasihkan naskah adegan 43 nya ke mas Dani," ucap Iwan memberikan instruksi kepada Indah
Dani yang mendengarkan hanya mengangguk saja pertanda siap untuk memerankan adegan tersebut. ia membaca sebentar naskah adegan 43 tersebut kemudian ia berdiri dan berjalan ke tengah ruangan, Dani memejamkan matanya untuk masuk ke dalam karakter Bossman yang sebelumnya ia latih.
Ketika Dani membuka matanya, ia terlihat seperti orang lain. Dengan gaya yang selengek'an khas Bossman, ia memperagakan adegan tersebut dengan sempurna. Iwan dan Rara hanya menyaksikan dengan pandangan terpaku ke arah Dani, saat Dani selesai memerankan karakter Bossman, ia kembali terlihat seperti Dani yang tampan kembali.
"Tolong kru make up kasih mas Dani wig ala Bossman serta make up simpel juga mukanya. Pasang perut bucit palsu ke mas Dani dan pakaian jas longgar. Cepat!," ucap Iwan memberikan beberapa instruksi kepada para kru film.
Kru film tersebut hanya mengangguk dan segera melaksanakan instruksi yang diberikan Iwan. Tak lama kemudian, Dani keluar dari ruangan make up dengan wig botak atas ala Bossman, perut buncit dan memakai jas. Mata Iwan bersinar melihat perubahan Dani tersebut.
"Mas Dani tolong peragakan adegan nomor 75, Mbak Indah!," ucap Iwan kepada Dani dan segera menunjuk naskah yang sedang di pegang oleh indah untuk diberikan kepada Dani
Dani membaca sedikit naskah tersebut dan memejamkan kembali matanya. Dani memasuki karakter Bossman dan memerankan adegan yang Iwan minta. Melihat Dani yang begitu meresapi karakter Bossman dan berpakaian seperti itu, Iwan berdiri dan menggebrakkan tangannya ke meja dengan semangat.
"Good! good! hahaha! Mas Dani emang paling cocok untuk meranin Bossman!," ucap Iwan sembari tertawa gembira melihat Dani yang memerankan karakter Bossman secara sempurna.
Rara yang berada di sampingnya pun tidak protes, sebab dirinya pun terkesan dengan akting yang dibawakan dengan Dani
__ADS_1
"Gimana mas Iwan akting saya?," ucap Dani bertanya pada Iwan
"Cocok mas! cocok! oh iyaa kenalin ini mbak Rara, sutradara film My Stupid Boss. Nanti mas Dani langsung kontak mbak Rara aja untuk briefing kapan shooting filmnya," ucap Iwan memperkenalkan Rara kepada Dani.
Rara dan Dani pun membahas beberapa permintaan Dani dan tawar menawar biaya peran Dani di film My Stupid Boss. Walaupun Dani sudah tidak lagi populer, namun aktingnya sangatlah bagus membuat Dani pantas untuk diperlakukan dengan spesial. Apalagi Dani adalah pemeran utama dari film ini, tidak ada yang keberatan dengan perlakuan spesial terhadap Dani.
Sugeng kemudian menarik Iwan menjauh dari Dani dan berkata.
"Broo, kamu yakin mau ngasih pemeran utama buat Dani?," ucap Sugeng menanyakan keputusan Iwan dengan mengernyitkan dahinya
"Hmm? Kenapa bro? perasaan kemaren kamu juga setuju sama Dani," tanya Iwan
"Nggak gitu, aku cuma takut aja dia bawa sial juga ke film kita bro," ucap Sugeng sembari menggelengkan kepalanya
"Tenang aja sih, percaya aja sama aku," ucap Iwan sembari menepak kepala Sugeng karena tidak habis pikir dengan temannya ini malah percaya sama takhayul
Iwan memaklumi cara berfikir Sugeng tentang hal hal mistis dan takhayul karena keluarga Sugeng adalah keluarga Jawa tradisional yang masih memegang teguh adat jawa yang percaya dengan hal mistis.
"Yah aku cuma takut aja broo. Aku minta suami tante aku deh buat buang sial yaa. Kebetulan om ku itu bisa buang sial," ucap Sugeng
Sugeng kemudian menelfon tantenya dan menceritakan kronologi yang terjadi lalu mengutarakan permintaannya buat melakukan ritual terlebih dahulu sebelum mereka memulai proses shooting
"Udah broo, om ku mau. Katanya tante, om ku memang sering diminta sama produser film buat buang sial sebelum shooting dimulai," ucap Sugeng setelah menelfon tantenya
Mendengar kata kata Sugeng, Iwan teringat memang beberapa production house melakukan ritual terlebih dahulu sebelum proses shooting dimulai. Tidak hanya di Indonesia, bahkan di luar negeri mereka melakukan kegiatan untuk membuat lancar proses shooting.
Iwan sebegai seorang yang rasional tentu saja tidak percaya dengan hal tersebut, tetapi untuk membuat Sugeng dan beberapa kru yang percaya hal tersebut menjadi tenang, tidak ada salahnya Iwan mengiyakan permintaan Sugeng
---
Bandara Internasional Soekarno Hatta
__ADS_1
Sari yang akan tiba hari ini di Jakarta di jemput oleh Sugeng dan Iwan, mereka berdua menunggu Sari di gerbang kedatangan domestik
"Bro, kamu mau ngasih kado apaan besok ke Bella?," tanya Sugeng yang kesekian kalinya
"Nanya mulu kamu broo, kayak wartawan. Yang pasti bukan barang, udah kamu liat aja besok!," ucap Iwan dengan kesal karena ditanya melulu, makanya ia memberikan clue saja kepada Sugeng
"Yaahh bro, payah kamu mah masih aja rahasia rahasiaan, nggak asik," ucap Sugeng sembari menggelengkan kepalanya
"Rahasia apa nih?," terdengar suara dari belakang Sugeng
Sugeng dan Iwan reflek menoleh ke arah suara dan melihat Sari yang baru saja tiba sedang menarik kopernya
"Ini si Iwan pake rahasia rahasiaan kado yang mau dia kasih ke Bella besok," ucap Sugeng tersenyum melihat Sari dan mengambil alih koper Sari untuk ia bawakan
"Engga Sar, ini si Sugeng minta aku ngerahasiaan sesuatu ke kamu," ucap Iwan yang kesal daritadi kepada Sugeng, akhirnya menemukan kesempatan untuk ngerjain Sugeng
"Ooohh? jadi udah berani main rahasia rahasiaan nihh?," ucap Sari melihat ke arah Sugeng dengan tatapan tajam
"Ah, engga engga. Bro kamu jangan asal ngomong yaahh, nggak Sar beneran sumpah deh!," ucap Sugeng memasang muka melas sembari mengangkat dua jarinya
"Hahahaha nggak Sar, bener yang tadi Sugeng omongin kok. Yaudah yok kita makan dulu, aku laper nihh," ucap Iwan
Mereka pun jalan menuju parkiran, Iwan di depan diikuti dengan Sugeng dan Sari yang jalan berdampingan. Iwan yang melihat kemesraan Sugeng dan Sari sebenarnya dalam hati iri, sebab dirinya tidak mungkin dalam waktu dekat ini berpacaran dengan Bella, sebelum ia dapat meyakinkan kedua orang tuanya untuk berhenti investasi yang dapat membuat keluarganya jatuh
Mereka tiba di parkiran dan masuk kedalam mobil sewaan. Iwan masuk ke dalam mobil, kemudian duduk dibelakang membiarkan Sugeng dan Sari duduk di depan
"Eh Waan, kamu udah ketemu Bella belum?," tanya Sari kepada Iwan
"Belum Sar, aku sibuk sama Sugeng mantau casting film yang lagi aku garap. Lagian nggak enak juga ganggu Bella yang lagi ngumpul bareng keluargnya," ucap Iwan menjawab pertanyaan Sari
"Hmm, iya bener. Kamu harus ngasih kesan yang baik ke keluarganya Bella. Kamu tau sendiri kan keluarganya Bella jauh diatas keluarga kita. Apalagi, kamu punya banyak saingan Waan. Yang jelas tiap anggota keluarga Bella bakalan nilai kamu besok. Karena mereka tahu kamu yang paling deket dengan Bella di sekolah," ucap Sari memberikan saran kepada Iwan
__ADS_1
Iwan hanya mengangguk saja pertanda ia menerima saran dari Sari.
[Terimakasih sudah membaca! jangan lupa like ya]