Jenius Wan

Jenius Wan
Usaha terakhir


__ADS_3

    Iwan merasa Dani adalah kandidat terbaik untuk pemeran utama filmnya. Di kehidupan Iwan sebelumnya, pemeran utama asli pria pada film My Stupid Boss memerankan karekter Bossman yang 180 derajat dari image aslinya. Dari situlah keahlian berakting pemeran utama pria My Stupid Boss yang asli diakui oleh para penggemar film


    Iwan ingin melakukan hal yang sama di kehidupannya yang sekarang. ia ingin agar fans dari pemeran utama film My Stupid Boss tercengang dengan perubahan 180 derajat image nya dan orang yang penasaran dengan pemeran utama setelah menonton film ini akan terkejut melihat perbedaan image pemeran tersebut dibandingkan dengan film yang mereka tonton sebelumnya.


    Maka dari itu Iwan anggap ini adalah kesempatan bagus untuk dirinya. Dani yang sedang menurun karirnya karena imagenya yang begitu begitu saja dimata penggemar film, ia adalah kandidat yang tepat untuk dijadikan pemeran utama filmnya.


    "Mas Dani, mas masih tertarik nggak buat main film?," tanya Iwan to the point dengan tatapan serius nya


    "Nggak mas, kayak yang banyak orang tahu bahwa karirku sudah menurun. Makanya aku buka cafe dari hasil kerja keras main film," jawab Dani sembari menggelengkan kepalanya, ia menganggap Iwan mungkin hanya penggemar film layar lebar


    "Saya akan memperkenalkan diri sekali lagi mas. Nama saya Iwan, saya sedang membuat film bergenre komedi yang kebetulan sedang mencari pemeran utama pria. Mas tertarik untuk main di film saya?," tanya Iwan dengan ekspresi serius


    "Hahaha mas bercanda yaa? saya kan udah bilang kalo saya udah nggak tertarik lagi buat main film, Lagian apa mas nggak takut kalo film mas bakalan gagal karena saya? orang orang pada tau nya saya ini aktor pembawa sial," ucap Dani menertawakan nasibnya di dunia perfilman


    "Gimana kalo saya bilang, bahwa dengan memerankan pemeran utama film saya mas Dani dapat merubah image di dunia perfilman?," ucap Iwan yang tidak menyerah dan hanya tersenyum melihat tanggapan dari Dani sebelumnya


    Dani langsung berhenti tertawa ketika melihat senyuman Iwan yang penuh dengan arti dan tatapannya sangat serius. Baginya, tawaran seperti ini sudah berulang kali datang kepadanya. Beberapa kali ia terima tawaran dari pembuat film tersebut, tetapi imagenya di dunia perfilman malah terus menurun dan membuat karirnya tidak berjalan dengan mulus.


    Apalagi, ia tidak pernah mendengar nama Iwan di dunia perfilman, ia menganggap Iwan hanyalah anak orang kaya yang mencoba peruntungan di industi hiburan dengan membuat filmnya sendiri. Tentu saja, Dani tidak akan menerima tawaran dari Iwan.


    Apabila Dani hanya fokus mencari uang, ia tidak perlu mati matian untuk bermain film. Dirinya cukup mencari sponsor produk untuk diiklankan, tetapi passion Dani pada dunia perfilman membuat dirinya masih bertahan bermain film di layar lebar beberapa tahun sebelum akhirnya ia menyerah dengan keadaan


    "Terimakasih dengan tawaran mas Iwan, tetapi saya udah yakin mau pensiun sekarang," ucap Dani tersenyum menolak dengan sopan tawaran dari Iwan, kemudian dia turun dari lantai rooftop


    Iwan yang mendengar jawaban tersebut pun hanya menghela napas , kemudian meminum kopinya sampai habis

__ADS_1


    "Udah bro, untuk merubah image nya Dani emang susah. Tim manajemen nya aja yang bertahun tahun mencoba nggak pernah tuh berhasil," ucap Sugeng menepuk bahu Iwan untuk menghiburnya


    "Iyaa bro, aku tau. Sayang aja kalo dia nggak mau main film lagi, padahal dia punya potensi yang bagus," ucap Iwan bersandar pada tempat duduk yang ia tempati


    Iwan dan Sugeng mengobrol beberapa saat sebelum akhirnya memutuskan untuk pulang. Karena keesokkan harinya mereka harus mengurusi casting, namun sebelum Iwan pergi, ia mengeluarkan ringkasan naskah My Stupid Boss yang dibungkus amplop coklat dan menuliskan alamat vanue casting pada amplop tersebut.


    ia menaruh amplop tersebut diatas meja dengan kertas catatan bertuliskan 'To Mr. Dani'. Ini adalah usaha terakhirnya, apabila cara ini tidak membuahkan hasil, ia harus mencari pemeran yang cocok lainnya.


---


    Keesokan harinya, Iwan dan Sugeng kembali menjalani hari dengan mencari kandidat yang tepat untuk film My Stupid Boss. Jumlah peserta yang mengikuti casting tersebut lebih sedikit dari hari kemarin dan Iwan masih tidak terlalu puas dengan para aktor yang ingin memerankan pemeran utama, Bossman


    Tetapi hari ini tidak terlalu sia sia baginya. Paling tidak, Iwan cukup puas dengan beberapa peserta casting yang memerankan pemeran utama wanita yang akan memerankan sebagai Diana.


    "Mas Iwan, ada kandidat yang menurut mas Iwan cocok untuk menjadi pemeran utama?," tanya Rara kepada Iwan di sela sela istirahat


    "Ohh yaa? siapa?," tanya Rara


    "Ini, Mentari Faridah. Menurutku cuma dia yang paling sesuai untuk memerankan Diana," ucap Iwan menunjuk resume aktris pendatang baru yang bernama Mentari Faridah


    Mentari memiliki tinggi 160 cm, pendek memang. Tetapi dirinya memiliki kemiripan dengan pemeran utama wanita pada kehidupan Iwan sebelumnya. Dengan akting yang baik, Mentari hanya perlu di beri dandanan yang sesuai agar cocok memerankan Diana


    "Emm, aku juga setuju. Walaupun dia cuma memerankan pemeran pembantu di film sebelumnya, tapi aktingnya cukup bagus," ucap Rara menyetujui pendapat dari Iwan, di dalam kertas catatannya pun, hanya Mentari yang sesuai dengan bayangannya tentang Diana


    Hari berlalu dengan cepat dan malam hari pun tiba.

__ADS_1


---


    Di cafe milik Dani


    Dani sedang duduk di sebuah ruangan bersama dengan seorang pria yang duduk didepannya. Pria tersebut cukup tua, dengan rambut yang telah tipis dan beruban, mengenakan setelan jas rapih dan berkacamata. Pria tersebut mengenakan pin advokat, menandakan dirinya adalah pengacara resmi


    "Jadi begitu permintaan klien saya. Klien saya telah mengajukan gugatan cerai kepada saudara Dani Martadinata kemarin di pengadilan agama Jakarta Pusat. Kami harap saudara Dani Martadinata dapat menghadiri persidangan di pengadilan," ucap pria tua tersebut berkata dengan muka datar


    Dani hanya terdiam mendengar ucapan pria tua tersebut, pria tua itu adalah pengacara dari istrinya yang ingin menggugat cerai dirinya


    Sebenarnya, ia telah menduga hal ini akan terjadi. Beberapa bulan lalu saat filmnya gagal kesekian kalinya, antara Dani dan istrinya terjadi pertengkaran hebat. Awalnya Dani dan istrinya adalah pasangan yang saling mencintai satu sama lain.


    Istri Dani adalah seorang dokter muda yang bertemu dengannya saat Dani mengunjungi rumah sakit saat ia masih menjadi aktor pendatang baru. Saat itu, karir Dani masih bagus, ia dan istrinya memutuskan untuk menikah.


    Tetapi beberapa tahun lalu dan Dani di diagnosis tidak akan mendapat keturunan membuat keretakan pada rumah tangganya. Ditambah dengan kesekian kalinya karir Dani yang gagal, membuat istrinya tidak lagi dapat menahan kesabarannya dan menyalahkan Dani atas semua hal yang menimpanya.


    Dani yang sedang depresi karena karirnya yang menurun, Dani bertengkar hebat dengan istrinya. Karena istrinya berasal dari keluarga kaya raya, dirinya sudah tidak tahan dengan kehidupannya yang biasa biasa saja. Istrinya pergi dari rumah dan kembali ke rumah orang tuanya.


    Beberapa bulan kemudian, tepatnya hari ini ia mendapat surat dari pengadilan yang dibawa oleh pengacara istrinya.


    "Baik pak, terimakasih atas informasinya pak," ucap Dani hanya menghela nafas panjang kemudian menganggukkan kepalanya dengan sopan kepada pria tua tersebut.


    Pria tua tersebut hanya memberikan senyuman tipis dan meninggalkan surat dari pengadilan agama di atas meja.


Dani menyalakan sebatang rokok untuk menenangkan kegelisahan hatinya. Karena ia tau bahwa dirinya akan kalah di pengadilan, tak terasa ia meneteskan air matanya.

__ADS_1


[Terimakasih sudah membaca, jangan lupa tinggalkan jejak like ya]


__ADS_2