Jenius Wan

Jenius Wan
Tandatangan


__ADS_3

    Agung yang mendengar tawaran Iwan pun matanya memerah, perasaannya campur aduk antara terharu dan tidak berdaya.


    "Makasih banyak mas, saya nggak tau lagi harus gimana buat berterima kasih, kalo begitu saya bersedia bekerja di perusahaan mas Iwan," ucap Agung dengan sedikit gembira


    "Kita omongin sambil makan aja mas, biar enak. Kebetulan saya juga sudah siapin kontrak nya buat mas Agung," ucap Iwan pada Agung.


    Mereka berdua pun turun dari mobil dan berjalan menuju restoran untuk memesan makanan.


    Menunggu makanan datang, Iwan pun mengeluarkan kontrak dari dalam tas nya, ia kemudian menaruh kontrak kerja tersebut di depan Agung.


    "Silahkan mas di baca - baca dulu dengan teleti, jika ada yang ingin di diskusikan silahkan tanya, jika mas nya sudah setuju dengan isi kontrak tersebut, silahkan tanda tangani," ucap Iwan.


    Agung hanya mengangguk dan membuka surat kontrak kerja tersebut kemudian membacanya dengan teliti, menurutnya klausa - klausa yang tertera dalam kontrak sudah sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan dan gaji yang diberikan sebesar Rp2.500.000,- per bulan nya, dengan adanya bonus jika produk perusahaan sukses di pasaran.


    ia membacanya hingga klausa terakhir yang sepertinya dibuat khusus untuk dirinya, klausa terakhir menyebutkan bahwa perusahaan akan meminjamkan uang untuk biaya pengobatan ibu Agung sampai sembuh dan Agung wajib mengembalikannya setiap bulan minimal Rp500.000,- per bulan. Pasal ini menurutnya tidak memberatkan melainkan membantu dirinya dalam pengobatan sang ibu.


    Dari sudut pandang Iwan, dirinya tidak ingin menimbulkan kecurigaan Agung jika perusahaan hanya membayarkan secara cuma - cuma dan pastinya Iwan melakukan ini agar Agung tidak sungkan untuk menandatangani kontrak nya.


    Dan menurut Agung juga dirinya harus membaca dengan teliti kontrak kerja ini, sebab dirinya sudah sekali terjebak oleh perusahaan sebelumnya, dan ketika dirinya sudah merasa tidak ada klausa yang aneh dalam kontrak tersebut Agung menandatangani kontrak kerja tersebut dan menyodorkan kembali kontrak kerjanya ke Iwan,


    "Selamat bergabung di Wannabe Game Studio," ucap Iwan sembari menyulurkan tangannya ke Agung

__ADS_1


    "Semoga sukses, bosss!," ucap Agung menyambut uluran tangan Iwan dengan tersenyum lega, sebab beberapa beban dipundak nya terasa terangkat sedikit.


    "Alamat kantornya nanti akan aku infokan lewat BBM yaa, sebagai pengantar kita bahas game pertama yang akan kita buat," ucap Iwan dengan nada serius


    Agung yang mendengarkan perubahan nada Iwan menjadi serius pun dirinya hanya mengangguk dan mencoba memfokuskan diri untuk menyimak.


    "Game pertama yang akan kita buat ini bernama Flappy Bird, game ini hanya game ringan yang dapat dimainkan di handphone dengan Apple iOS, cara memainkan game ini sangat mudah, kita hanya perlu menekan nekan layar handphone untuk menerbangkan si burung Flappy Bird dan melepas jari untuk membuat si burung turun. Bisa dibilang game ini dapat dimainkan oleh semua umur, game ini hanya memiliki rintangan tiang - tiang yang berjalan melewati layar dengan tinggi tiang yang tidak teratur. Kesini, biar aku perlihatkan," ucap Iwan


    Iwan pun mengeluarkan kertas HVS dan menunjukkannya kepada Agung, kertas tersebut menggambarkan sketsa dan catatan dari game Flappy Bird yang telah Iwan rancang sebelumnya.


    Kemudian ia mengambil kertas yang lumayan besar dengan background perkotaan dan banyak tiang - tiang dengan tinggi bervariasi. ia mengambil potongan kertas yang berbentuk burung dan terdapat tali diatas dan dibawahnya.


    Iwan mengatur kertas berbentuk burung tersebut diatas background sembari memegang tali atas dan bawahnya. Kemudian dia menyuruh Agung untuk menarik background yang di gambar dikertas besar sementara Iwan mengendalikan burung dengan tali bergerak naik turun seolah menghindari rintangan tiang - tiang yang ada di background.


    Agung mendengarkan terus dengan serius, tetapi semakin dia mendengarkan dia malah mengerutkan keningnya, ia sangat memahami penjelasan Iwan dan sudah tergambarkan akan seperti apa gamenya. yang membuat dirinya khawatir adalah dengan game play yang seperti itu takutnya prospek game ini tidak akan bagus.


    "Hemm boss... Aku udah bisa bayangin sih game nya seperti apa dan game ini gampang banget dibuatnya. Tapi apa boss yakin mau buat game begini?," ucap Agung dengan niat baik mengingatkan Iwan, sebab bisa dibilang Iwan adalah penolongnya.


    "Kamu nggak perlu mikirin tentang prospek game ataupun hal lainnya, yang aku mau tau sekarang, kamu bisa nggak ngebuat game begini dalam waktu sebulan?," tanya Iwan


    "Cukup bosss.. buat game begini sebulan kelamaan, 1 minggu juga udah bisa selesai versi awal game nya," jawab Agung secara yakin.

__ADS_1


    "Versi awal?," tanya Iwan


    "Iyaa boss versi awalnya, yang penting game play nya jalan. Masalah grafisnya pake yang sederhana, jadi cuma berbentuk kotak - kotak gitu yang penting mekanisme game nya bisa dimainin," jelas Agung.


    "Mmm.. okelah kamu fokus aja sama pembuatan game nya, masalah grafis biar aku yang urus," angguk Iwan memahami penjelasan Agung.


    Mereka berdua pun menyantap makanan dan melanjutkan obrolan seputar game yang akan dibuat, hari sudah sore Iwan memutuskan untuk melanjutkan lagi besok.


    "Mas Agung, besok langsung ke kantor aja yaaa, beli meja sama kursi, kemudian 2 set komputer dengan high spesification di pasaran, budget 20 juta, kira - kira cukup nggak?," tanya Iwan


    "Cukupp boss, serahin aja ke saya, habis ini langsung ke toko punya temen, kebetulan di perusahaan sebelumnya set up komputer dan instalasi rakitannya juga bagus sesuai dengan harga," ucap Agung memukul dadanya menunjukkan dia siap melaksanakan misi dengan baik.


    "Bagus - bagus, besok kamu dateng ke kantor siang aja yaa, soalnya  saya sekolah dulu baru ke kantor," ucap Iwan


    Mereka pun keluar restoran dan berpisah di tempat parkir, Iwan menaiki mobilnya kemudian jalan pulang.


---


    Sesampainya dirumah, Iwan melihat kedua orang tuanya sedang mengobrol di teras, ia hanya menyapa nya dan bergegas ke dalam kamar.


    Iwan kemudian menghitung lagi anggaran yang dimiliki olehnya sekarang. Awalnya dia punya Rp46.100.000,- kemudian terpakai untuk mendaftarkan perusahaan sebesar Rp5.000.000,- dan menyewa ruko Rp15.000.000,- setahun, hari ini di pakai untuk membeli 2 set komputer Rp20.000.000,- . Uang yang Iwan gunakan untuk makan dan menyewa hotel sebelumnya tidak ia hitung sebab itu adalah uang pribadi yang diberikan mamahnya.

__ADS_1


    Jadi sejauh ini Iwan sudah menghabiskan uang sebesar Rp40.000.000,- sebagai modal awalnya, sekarang tersisa Rp6.100.000,- ini sudah cukup untuk biaya operasional perusahaan bulan pertama. Namun tadi Iwan berjanji untuk menanggung sementara biaya pengobatan ibunya Agung di rumah sakit yang bagus. Agung tadi mengatakan ibunya menderita diabetes, paling tidak dia harus mengeluarkan uang Rp10.000.000,- di bulan pertamanya. Sekarang Iwan berfikir bagaimana mendapatkan uang untuk pengobatan ibunya Agung.


*Terimakasih sudah membaca! jangan lupa like yaa


__ADS_2