Jenius Wan

Jenius Wan
Tempat Casting


__ADS_3

Keesokan paginya, Iwan dan Sugeng pergi untuk menjemput asisten Amanda. Mereka kemudian mencari makan untuk sarapan mereka sebelum pergi mendirikan perusahaan Iwan. Mereka mampir ke warung bubur ayam yang ada di pinggir jalan dekat dengan rumah asisten Amanda. Asisten Amanda pergi untuk memesan 3 porsi bubur ayam sedangkan Iwan dan Sugeng mencari tempat duduk


    "Broo.. aku pengen liat dong naskah filmnya, boleh?," tanya Sugeng kepada Iwan dengan wajah kepo nya


    "Kagaak, ntar kamu bocorin lagi ke orang - orang, kan bahaya. Mending nanti kamu liat langsung pas pemutaran perdana di bioskop, lebih seruu!," ucap Iwan sembari menggelengkan kepalanya menolak permintaa Sugeng, kemudian duduk di meja yang kosong


    "Aahhh.. Pelit kamu broo, kan aku udah jadi asisten produser, masa nggak boleh ngeliat naskah nya," ucap Sugeng memasang raut wajah muram


    "Kann, kamu cuma asisten produser bukan asisten sutradara, kerjaan kamu itu cuma ngawasin area shooting aja. Yang penting shooting berjalan dengan lancar, nggak ada kendala, terus semisalkan ada kendala kontak aku deh," ucap Iwan menegaskan bahwa dirinya benar benar menolak permintaan Sugeng dan tidak bisa di negosiasikan lagi.


    asisten Amanda tiba dengan 3 porsi pesanan mereka. Iwan kemudian bertanya kepada Asisten Amanda tentang koneksinya untuk mendirikan perusahaan.


    "Mbak Manda, gimana koneksinya mbak Amanda buat diriin perusahaan, bisa bantu?," tanya Iwan sembari mengadukkan buburnya


    "Bisaa boss.. kebetulan paman saya punya kenalan yang mengurus masalah pendirian perusahaan. Dan karena boss masih muda, boss dapat memanfaatkan kebijakan pemerintah yang mendukung startup yang didirikan oleh pengusaha muda. Boss hanya perlu memberikan data diri dan NPWP milik boss ke paman saya nanti. Setelah ini kita ke kantor paman saya, kebetulan tidak terlalu jauh dari sini kok," ucap Asisten Amanda memberikan penjelasan kepada Iwan secara detail sehingga tidak memberikan Iwan kesempatan untuk mempertanyakan jawaban tersebut.


    "Oke oke mbak Amanda, terus gimana dengan Rara? apa dia udah sampe di Jakarta?," tanya Iwan kepada Asisten Amanda


    "Sudah boss, dia dan dua temannya bersama dengan beberapa kru film sudah tiba di Jakarta semalam jam 7. Mereka menginap di Hotel Merdeka, kira kira sekitar 45 menit dari sini mengingat kemacetan Jakarta apalagi di jam sibuk seperti sekarang," ucap Asisten Amanda sembari membaca catatan yang ada di smartphone nya layaknya seorang asisten pribadi yang profesional


    "Good job.. Kontak Rara siang nanti setelah kita lihat beberapa vanue untuk casting. Sekalian makan siang di restoran hotel tempat Rara dan temannya menginap," ucap Iwan


    "Baik boss," ucap Asisten Amanda menaruh sendoknya dan dengan sigap ingin segera menghubungi Rara


    "Ehh ehh.. ntar aja abis makan," ucap Iwan sembari menghalangi layar smartphone milik Asisten Amanda dengan tangannya.

__ADS_1


    "Oke boss," ucap Asisten Amanda dengan mengangguk dan melanjutkan kembali makannya


    Asisten Amanda sedikit senang dan tersenyum, ia berfikir dan bergumam dalam hatinya paling tidak Iwan masih memandangnya sebagai teman daripada pesuruh.


---


    Setelah Iwan memberikan dokumen yang diperlukan untuk mendirikan perusahaan, Iwan Sugeng dan Asisten Amanda pergi ke beberapa tempat untuk melihat beberapa vanue yang akan digunakan sebagai tempat casting film 'My Stupid Boss'.


    Iwan tidak terlalu suka dengan beberapa vanue awal yang mereka kunjungi, tetapi ia mengubah pikirannya ketika mendatangi vanue terakhir. Vanue ini tidak jauh dari pusat kota, memilki ruangan kedap suara dengan harga sewa yang rendah dibandingkan vanue yang dikunjungi sebelumnya.


    "Baguss, baguss, aku suka vanue ini. Mbak Amanda, nego sama pihak pengelola untuk sewa vanue sekalian dengan ketering nya. Untuk berapa lama, kurasa 2 hari saja cukup," ucap Iwan kemudian melihat sekeliling ruangan lagi dan menganggukkan kepalanya puas


    "Siapp boss, menurutku kita harus menyewa 3 hari boss, karena bu Rara mengatakan dirinya telah membuat jadwal untuk casting selama 3 hari," ucap Asisten Amanda memberi informasi yang dia ketahui dari Rara


    "Okee, 3 hari juga nggak papa. Jangan lupa sekalian ketering untuk para krunya juga," ucap Iwan menerima saran dari Asisten Amanda


    "Broo, katering nggak usah dipikirin, tante aku yang tinggal di Jakarta punya usaha kateringan. Nanti aku pesenin pas pulang. Butuhnya berapa sama kapannya nanti hubungin aku aja. Pokoknya dijamin enak!," ucap Sugeng dengan nada bangga karena merasa akhirnya dapat membantu Iwan juga walaupun bukan hal yang penting


    "Ohhhh? yaudah boleh. Asisten Amanda, nanti dihitung yaa berapa porsi yang harus kita pesan. Lebih baik pesannya lebih banyak saja nggak papa, takutnya nanti ada penambahan kru mendadaK," ucap Iwan mengoreksi perintahnya kepada Asisten Amanda


---


    Iwan, Sugeng dan Asisten Amanda tiba di loby Hotel Merdeka. Rara dan temannya beserta beberapa kru telah menunggu di loby hotel tersebut.


    "Heii, Mbak Rara, gimana istirahatnya nyanyak nggak semalem?," ucap Iwan menyapa Rara

__ADS_1


    "Lumayan lah mas Iwan, lagian di pesawat juga aku udah tidur sebentar. Oh iya kenalin nih, ini Malik kameramen utama sekaligus pengarah properti, dan ini Indah, penulis naskah sekaligus tim post production. Mereka berdua inilah temen yang ngebangun Pelangi Production House bersama ku," ucap Rara sembari memperkenalkan kedua temannya tersebut.


    Malik, berbadan tegap dan agak kekar, berkulit sawo matang dan memiliki brewok yang lebat, sedangkan Indah adalah seorang wanita berbadan kurus mengenakan kacamata, dengan memakai rok panjang dan baju longgar.


    "Salam kenal semuanya, saya Iwannuel Hertanto CEO Wannabe Pictures, mohon kerjasamanya," ucap Iwan sembari menjulurkan tangannya kepada Malik dan Indah untuk berjabat tangan.


    "Mas Iwan, boleh saya tanya sesuatu? itu naskah mas Iwan yang buat? Mas Iwan pernah belajar tentang script writing kah? apa mas Iwan punya hobi menulis naskah? kenapa mas Iwan menulis naskah tanpa ada adegan ekstra? apa mas Iwan se percaya diri itu dengan naskah film yang mas Iwan buat? Mas Iwan yakin film ini nggak akan ada adegan yang jelek?," Sebelum Rara berbicara sesuatu, Indah menanyakan secara bertubi tubi tentang naskah yang dibuat Iwan.


    Rara yang melihat hal tersebut pun menarik Indah sedikit ke belakang, dirinya merasa bersalah


    "Ehh, mas Iwan sorry yaah, Indah memang gini orangnya, begitu dia ngebahas tentang naskah film dia pasti akan bersemangat. Biasanya dia nggak terlalu banyak ngomong kok," ucap Rara sembari menggelengkan kepalanya


    "Gapapa mbak Rara, lagian kru film kamu unik yaa hehe," ucap Iwan hanya tertawa sedikit


    Rara melanjutkan perkenalan kru film yang ia bawa satu persatu kepada Iwan.  Rara kali ini membawa total 30 kru film, karena Rara berencana untuk mulai proses shooting di Jakarta.


    Iwan juga memperkenalkan Sugeng sebagai asisten produser yang akan ikut mengawasi proses shooting dan Asisten Amanda telah mengenal Rara sebelumnya.


    Mereka kemudian berjalan masuk ke dalam retoran di hotel tersebut dan mengambil makanan, kebetulan siang itu ada menu prasmanan, Iwan duduk di meja bersama dengan Sugeng, Rara dan Asisten Amanda


    "Mbak Rara, rencana saya kita shooting di dua tempat, satu di Jakarta dan satu lagi di Kuala Lumpur. Adegan dalam ruangan pada film tersebut dapat di rekam di Jakarta, sedangkan untuk adegan outdoor baru kita rekam di Malaysia. Apalagi 80% dari adegan film tersebut indoor dan set film yang diperlukan juga nggak terlalu rumit karena kita shooting film komedi. Dengan begitu kita bisa menghemat dana yang bisa dipakai untuk marketing. Gimana menurut mbak Rara?," tanya Iwan setelah menjelaskan rencana shooting film


    "Boleh mas, bisa kok diterapkan idenya mas Iwan, kok saya nggak kepikiran yakk(?)," ucap Rara dengan mata berbinar


    Mendengar ide yang Iwan berikan, ide tersebut dapat diterapkan karena seluruh adegan indoor yang diperlukan dapat di set di Indonesia. Karena pada dasarnya desain rumah, apartemen, kantor di Malaysia dan di Indonesia tidak jauh berbeda.

__ADS_1


[Terimakasih sudah membaca, jangan lupa tinggalkan jejak like yaa]


__ADS_2