Jenius Wan

Jenius Wan
Rose


__ADS_3

    Iwan dan Sugeng kemudian memasuki toko paling besar tersebut, kemudian mengulangi proses menawarkan bunga Tulipnya ke karyawan toko seperti sebelum - sebelumnya. Karyawan toko tersebut pun menelfon pemilik toko untuk menyampaikan informasi tersebut. Iwan dan Sugeng hanya menunggu di depan sampai pemilik toko datang.


    3 bunga Tulip tercantiknya pun mereka turunkan dari pick up sembari menunggu pemilik toko sampai di depan pintu masuk , setelah menunggu hingga 15 menitan, terlihat seorang wanita muda seumuran Iwan dan Sugeng, berambut sedikit pirang berjalan ke arah mereka. Iwan memperhatikan wanita tersebut yang rasanya semakin dilihat semakin familier dimatanya.


    Wanita tersebut mengenakan gaun merah panjang selutut, menggunakan heels, mengenakan topi bundar lebar berwarna putih. Matanya kebiruan, dengan wajah oriental blasteran eropa membuat dirinya sangat anggun. Apabila dinilai hanya kurang 2 point saja dari Bella. Sebelum Iwan menyapa wanita tersebut, Sugeng terlebih dahulu berbicara.


    "Rose? kamu Rose kan anak kelas 3B IPA?," teriak Sugeng dengan nada kaget.


    "Iya, perkenalkan saya Rose, kalian murid SMA Tunas Harapan? saya pemilik toko bunga ini, katanya kalian punya bunga Tulip yang mau dijual, bener?," ucap Rose memperkenalkan diri kepada Iwan dan Sugeng.


    "Pantesan nama tokonya Rose Garden, kirain karena produk unggulannya bunga mawar. Eh iya kenalin aku Sugeng, dan ini Iwan, kita anak kelas 3A IPA," ucap Sugeng memperkenalkan dirinya sembari menunjuk Iwan juga.


    "Ohh ya? Iwan dari kelas 3A IPA? the King of Genius kelas 3?," ucap Rose sembari memperhatikan Iwan dengan seksama.


    "Salam kenal, saya Iwan. Kita mau jual 3 bunga Tulip yang cantik ini. Karena pemilik toko kebetulan temen sekolah sendiri, jadi kita langsung to the point saja," jawab Iwan tanpa basa - basi karena tidak ingin negosiasi nya terganggu oleh hubungan pertemanan.


    Melihat respon Iwan yang tidak begitu antusias untuk mengobrol lebih lanjut dengan dirinya, Rose pun sedikit terkejut. Sebab biasanya jika ada cowok bertemu dengan Rose, pasti akan mencari cara untuk mengobrol terus demi mengenal dirinya. Walaupun ada kabar Iwan dengan pdkt dengan Bella, tapi jika dibandingkan dari segi penampilan dan tempramen dengan Rose, dirinya tidak merasa kalah sama sekali.


    Karena posisinya sekarang sedang dalama pekerjaan, Rose pun harus profesional dan tidak terlalu memikirkan hal tersebut, kemudian dia mengecek bunga Tulip yang dibawa oleh Iwan. Rose meneliti dengan seksama dari setiap sudut bunga tersebut, semakin dia melihat dia pun menaikkan alisnya terkejut.


    Karena salah satu dari bunga tersebut kualitas dan kecantikkannya melampaui harapannya, selesai meneliti Rose pun kemudian duduk di hadapan Iwan dan Sugeng untuk memulai tawar - menawar.


    "Iwann, Sugeng, jujur saja bunga Tulip yang kalian bawa ini termasuk kualitas tinggi, untuk 2 bunga Tulip yang ini saya berani tawar seharga Rp1.500.000,- per bunga nya. Tetapi untuk yang satunya aku tidak berani nawar. Berhubung kita temen jadi aku tidak memiliki niat jahat, biar aku kasih tau untuk bunga yang satu itu kualitasnya sangat bagus. Udah denger kan berita tentang bunga Tulip yang laku Rp40.000.000,-?," tanya Rose

__ADS_1


    "Iya Rose, aku tau kok, emangnya kenapa dengan berita itu?," tanya Iwan penasaran.


    "Bunga itu laku di pelelangan yang di adain di Ibu Kota Jakarta. Kebetulan yang mensponsori pelelangan tersebut adalah paman ku yang ada di Jakarta, dan kebetulan besok giliran Yogyakarta yang menjadi tuan rumah pelelangan bunga dan tanaman hias. Keluarga ku adalah penyelenggara pelelangan besok di Hotel Mangkubumi. Saranku, lebih baik di ikutkan ke pelelangan, dari kualitasnya estimasiku bisa menyentuh harga Rp5.000.000,- paling tidak. Kalian bisa titipkan ke aku jika tertarik bunga tersebut diikutkan ke pelelangan, gimana?," jelas Rose kepada Iwan dan Sugeng.


    Iwan dan Sugeng hanya saling bertatapan dan menganggukkan kepalanya.


    "Kalo begitu, maaf kalo ngerepotin kamu Rose, aku dan Sugeng berterima kasih atas informasi pelelangan itu, kalo kamu nggak ngasih tau mungkin bunga itu akan terjual dengan harga murah," ucap Iwan sembari menyulurkan tangannya sembari tersenyum pertanda memohon bantuan Rose untuk mengikutsertakan bunga Tulip miliknya agar diikut sertakan kedalam pelelangan.


    Rose pun membalas tersenyum dan menyambut uluran tangan Iwan, tangan Rose sangat halus dirasakan, Iwan pun tetap menjabat tangan Rose dan malah melamun.


    "Ekkhhm. ehemm. Uhukk!! Jabat tangannya sebentar aja kali, kasian noh yang di kelas udah di pdkt in juga," sarkas Sugeng yang kemudian menyadarkan Iwan dan menarik uluran tangannya.


    Iwan yang tersadar pun hanya menggarukkan kepalanya dan meminta maaf kepada Rose dan beranjak pergi menarik Sugeng.


    Rose yang melihat kepergian Iwan dan Sugeng pun tetap terduduk sembari tersenyum cantik dan melihat ketiga bunga Tulip yang baru saja di beli.


---


    "Waann... Gila yah lu! udah pdkt sama Bella, mau pdkt juga sama Rose, jangan serakah dong, kalo anak sekolah tau bisa abis kamu di keroyok, 2 bunga sekolah mau di embat semua bhaha," ucap Sugeng sembari tertawa ketika sudah keluar dari toko tersebut.


    "Ehhh kampret kamu Geng, nggak gitu maksud aku.. diem - diem aja yaa, jangan sampe anak sekolah tau, apalagi Bella. Aku tuh tadi cuma ngelamun aja terpesona, maklumlah cowok, tapi masalah hati mah udah kecantol banget ini sama Bella," ucap Iwan


    "Iya iya tenang aja brooo! nggak bakal ada yang tau, lagian kabarnya si Rose ini susah buat di deketin, soalnya dari kelas 1 SMA dia udah dipercaya bapaknya buat megang cabang toko sendiri di Jogja. Kata orang - orang sih Rose tuh orangnya dingin, beda sama Bella yang ramah. Cocok kan namanya juga Rose, cantik tapi berduri," jelas Sugeng pada Iwan.

__ADS_1


    Iwan yang mendengarkan hanya mengangguk - anggukan kepalanya saja. Hari mulai sore mereka pun mencari restoran tempat makan untuk merayakan keberhasilannya dalam menggandakan uang di penjualan bunga Tulip kali ini.


    Mereka menghabiskan sampai Rp500.000,- untuk makan. Iwan mendapatkan uang Rp30.000.000,- hari itu, kemudian Iwan mentransfer ke Sugeng sebesar Rp3.000.000,- karena bunga Tulip milik Sugeng hanya tersisa 3 saja, seharusnya Sugeng mempunyai 6 bunga, tetapi karena yang 3 nya diberikan kepada temen arisannya Ibu Sugeng, jadinya mengurangi pendapatan Sugeng, seharusnya Sugeng bisa dapat Rp6.000.000,- . Sugeng hanya bisa bersedih hati saja ketika mengingat hal tersebut.


---


    Setelah selesai makan, mereka pun menaiki pick up milik Sugeng dan menuju rumah Iwan, Iwan sendiri merasa ada yang janggal seperti ada yang kurang dan ia lupakan. Dijalan pun ia memikirkan apa yang janggal, kemudia ia teringat.


    "Gengg, aku lupa minta kontak Rose tadi! astaga! gimana kita bisa ngontak dia besok," teriak Iwan sedikit panik.


    "Lahh iya yaahh, salah kamu sendiri lah, siapa suruh narik aku buru - buru keluar toko tadi, coba aja tanya Bella, pasti dia punya kok," ucap Sugeng mencoba memberikan solusi


    "Tanya - tanya ndass muu!! tolong deh kamu tanyain Sari kontaknya Rose, plis yaa nanti balik langsung kamu tanyain Sari," pinta Iwan kepada Sugeng karena takut jika nanya ke Bella malah jadi boomerang buat dirinya.


    "Yeee nggak mau lah! tega kamu Wan ngorbanin temen, habis yang ada aku sama Sari besok, malah sorenya aku mau nge-date sama dia," tolak Sugeng tanpa pikir panjang.


    "Mampus dah! sial banget aku, masa harus nanya ke Bella kontaknya Rose, bisa - bisa malah salah paham dia," ucap Iwan mengeluhkan situasi sembari menepuk jidatnya.


    "Mending gini aja nih, kamu besok ajak Bella jalan, minta temenin ke pelelangan, terus kamu bilang ke Bella kalo kamu ngelelang bunga Tulip ke Rose dan kamu lupa minta kontaknya Rose, aku jamin nggak ada salah paham kalo begitu," saran Sugeng sambil menyetir mobil.


    "Briliannn!! ide kamu cemerlang juga Geng, tumben otakmu encer," jawab Iwan dengan gembira.


    "Iyalaahh, aku gitu lhooo," ucap Sugeng dengan tingkah alaynya.

__ADS_1


    Mereka pun tiba dirumah Iwan, kemudian Iwan turun dari pick up dan berpamitan dengan Sugeng. Iwan masuk ke dalam rumah langsung menuju kamarnya di lantai 2 dengan terburu - buru ingin mengontak Bella.


*Terimakasih sudah membaca! jangan lupa like nya


__ADS_2