Jenius Wan

Jenius Wan
Tulip


__ADS_3

    Iwan mengklik profil BBM Sugeng. Foto profilnya yaitu fotonya dengan wanita muda yang sangat cantik, sangat terlihat editannya. Lalu Iwan melihat status dari temannya tersebut tiba - tiba ia mengernyikan keningnya. Terlihat status Sugeng yang sangat menjijikan sekali [CiNtA KaMooE C'llalu]. Merinding Iwan dibuatnya saat membaca status tersebut.


    Pada saat ini memang bisa disebut zaman kelam kehidupan remaja, banyak sekali anak muda ketika sudah dewasa nanti sangat menyesali ke alay-an nya, Lalu kemudian dengan penasaran Iwan mengklilk profil dirinya sendiri. Ketika dibuka terlihat statusnya bertuliskan [EaT, G4mE, SLeeP!] dengan foto profil karakter game kesenangannya.


    Tangannya pun seketika bergetar melihat tulisan alay yang sangat menjijikan tersebut. Dengan cepat dia mengganti statusnya menjadi 'available' dan fotonya ia gantikan dengan foto siluet dirinya sendiri ketika di pantai. Lebih baik sedini mungkin merubah ke alay-an seluruh medsos nya, agar tidak ada penyesalan nanti di masa depan. Dia hanya ingin menertawakan teman - temannya saja nanti.


    Setelah itu Iwan mencari kontak Sugeng kembali dan mengirimkan pesan.


    Iwan : Geng...


    Iwan : Oii Sugeng..


    Iwan : PING!!!


    Iwan : PING!!!


    Iwan : PING!!!


----


    Karena tidak mendapatkan jawaban, Iwan pun dengan terus - terusan nge-PING!!! Sugeng selama 10 menit lebih baru dapat balasan dari Sugeng.


    Sugeng : wAn aPaaN SieeeH KaMooE, pAGie2 GiNiiee BriSikk bAnGettS! gnGGu oRg TiDooeR 4ja!!


    Membaca pesan dari temannya tersebut dia lagi - lagi merinding, dengan menghela nafas ia pun menjawab pesan tersebut.


    Iwan : Udah setengah 9 nih! kan kemaren aku minta temenin ke sleman, buruan siap - siap!!


    Iwan : Aku otw sekarang nih dari rumah, awas aja belum siap!


    Iwan : (emoticon pisau 3x)

__ADS_1


    Sugeng : ___\=OkE M4s Iw444nn\=___


    Cukup muak dengan balasan BBM dari Sugeng, Iwan pun bergegas turun dari kamar dan berpamitan kepada orang tuanya lalu ke garasi untuk memanaskan sepeda motor Jupiternya, Terlihat disamping motor Iwan terdapat sebuah mobil miliknya, Iwan sudah dibelikan mobil oleh orang tuanya akan tetapi diumurnya sekarang ia belum memiliki SIM. Yang jelas ia sudah sangat lancar menyetir mobil berkat memori kehidupan sebelumnya.


    Iwan pun melaju ke kediaman Sugeng dengan kecepatan sedang, terlihat Jogja yang lumayan ramai di hari minggu ini. Rumah Sugeng cukup dekat hanya berjarak 10 km saja dari rumahnya, paling hanya membutuhkan waktu 12 menit hingga sampai, tetapi karena kepadatan jalan raya pagi ini, ia membutuhkan waktu 20 menit.


    Rumah Sugeng tidak seperti rumahnya yang berada di perumahan, Sebab keluarga Sugeng berasal dari kalangan sederhana, mereka tinggal di pedesaan, rumahnya pun diapit oleh sawah - sawah dan perkebunan. Akan tetapi sekarang keluarga Sugeng memiliki aset 9 miliar.


    Kala itu kakek Sugeng yang bekerja sebagai petani, ia menabung dari hasil panennya dan setelah terkumpul dibelikan sawah baru dengan harga relatif murah pada saat itu, hal itu dilakukan terus menerus hingga keluarga Sugeng memiliki banyak sawah, akhirnya berpuluh - puluh tahun kemudian daerah tersebut berkembang, mereka menjual beberapa sawahnya dan mendapat banyak sekali keuntungan. Karena hal inilah keluarga Sugeng naik dari sederhana menjadi keluarga menengah.


    Saat ini keluarga Sugeng sudah tidak lagi bertani, ayahnya mengelola beberapa sawah untuk di sewakan, juga membangun ruko untuk menyewakannya.


    Iwan memencet bel rumah Sugeng, terlihat tukang kebun membukakan gerbang dan menyapa Iwan lalu membiarkan Iwan masuk. Iwan sudah sering kesini hingga pekerja dan semua orang dirumah tersebut hafal dengan teman dari Sugeng tersebut, bahkan ini sudah seperti rumah kedua bagi Iwan saking sering nya dia main kesini.


    Saat itu keluarga Iwan sudah bangkrut, mereka masih tetap menerima Iwan dengan hangat dan tidak melarang Sugeng untuk berteman dengannya lagi. Meskipun keluarga Sugeng berkecukupan saat itu, akan tetapi mereka tidaklah sombong, hal inilah yang membuat Iwan sangat respect pada keluarga Sugeng.


    Iwan bertemu Sugeng yang masih basah rambutnya dengan sisiran berponi ke kiri, lagi - lagi ia sangat jijik melihatnya. "ayokkk kita berangkat Geng, oh iya pinjem mobil pick up punya bapakmu yaa, kita nanti mau bawa barang lumayan banyak nihh,"


    "Udah, kamu nggak usah banyak tanya Geng, nanti juga tau sendiri," jawab Iwan


    "Heleehh, kamu ini suka banget main rahasia - rahasiaan, yaudah cepet naik. Mau kemana kita nih?," tanya Sugeng


    "Kita ke Sleman,"


---


    Ditengah perjalan Iwan dan Sugeng mampir ke ATM untuk menarik uangnya yang ia dapat dari hasil berbohong kepada sang mamah. Dia menghambil 3 juta rupiah, saldo nya kembali ke awal menjadi Rp515.000,-


    Sugeng yang melihat Iwan keluar dengan banyak uang di tangannya pun bertanya - tanya.


    "Eehh Wan, banyak banget kamu narik uang, mau beli apa emangnya? beli handphone baru? bukannya handphone kamu belom lama ini baru dibeli yaa!," tanya Sugeng terheran.

__ADS_1


    "Bukan buat beli HP baru Geng, ini tuh aku lagi ada bisnis buat gandain duit kita, kamu mau ikut nggak?," jelas Iwan


    "Edan kamu yaa Wan, mana bisa ngegandain uang, awas kamu hati - hati ketipu, sekarang kan lagi marak tuh MLM! please jangan ikutan Wan, itu cuma tipuan mereka aja." ucap Sugeng


    "Etdaaahh Geng, bukan MLM, gila kali! aku juga tau kalo mereka cuma penipu. Ini gua mau beli bunga Tulip yang langka," elak Iwan dengan nada kesel karena di tuduh ikut MLM.


    Memang pada tahun - tahun ini kasus penipuan MLM berkedok keuntungan yang besar sedang marak - maraknya, banyak orang yang kehilangan harta benda, uang karena iming - iming nanti nya akan menjadi kaya raya.


    Orang tua Iwan dan Sugeng sangat mewanti mereka untuk tidak terhasut jika ada yang mengajaknya join bisnis MLM sebab kedua orang tua mereka adalah pebisnis sejati, jadi ketika model bisnis MLM ini memasuki pangsa Indonesia, sudah pasti mereka meminta tim nya untuk mempelajari bisnis tersebut, jika itu hal baik sudah tentu mereka akan mencobanya, akan tetapi berdasarkan hasil studi, mereka menyimpulkan bahwa bisnis MLM ini adalah bisnis yang pasti merugi.


    Hal ini terbukti beberapa tahun kemudian terkuaknya penipuan bisnis MLM ini, banyak korban yang tiba - tiba menjadi jatuh miskin, dan yang kaya menjadi semakin kaya.


    "Buat apaan emang Wan?," tanya Sugeng


    "Yah buat gandain uang Geng, kan tadi aku udah bilang, ini makanya aku narik uang 3 juta buat dibeliin bunga Tulip semuanya," jawab Iwan.


    "Wann,, sebagai teman yang baik aku hanya ingin memberitahu, bunga Tulip ini memang bagus dan sangat bagus dijadikan hiasan terutama jenis yang langka satu ini, tapi itu tidak akan menggandakan uang seperti yang tadi kamu bilang, jika pun kamu jual kembali paling nya untung beberapa ratus ribu saja," Sugeng menjelaskan pendapatnya.


    "Kalo aku bilang, bulan depan bunga ini bakal naik 5 sampai 10 kali lipat gimana? percaya nggak?," tanya Iwan dengan serius.


    "Ahh,, yang bener broo? Aku nggak percaya tuh, emangnya kamu dukun apa?," Sugeng meragukan omongan temannya sebab dia curiga Iwan ditipu oleh sales bunga Tulip biar memborong semua bunga tersebut.


    "Bener Geng, bapakku bilang begitu soalnya semalem pas lagi telfonan sama temennya. aku nggak sengaja ngedenger harganya bakal naik bulan depan!!," ucap Iwan dengan berbohong karena melihat keraguan di mata temannya tersebut, ia sengaja membawa nama ayahnya agar dapat dipercaya oleh Sugeng.


    Sugeng yang mendengar bapak Iwan disebutkan pun seketika langsung berpikir sebentar dan tiba - tiba matanya berkilauan, ia tidak akan meragukan bapak nya Iwan sebab bapak Iwan membangun bisnisnya dari nol, sudah pasti jika informasi ini dari bapak Iwan dia pasti akan mempercayainya. Sebab Sugeng sangat kagum dengan bapak Iwan yang dapat mempertahankan kekayaan nya yang ia bangun, tidak seperti bapaknya sendiri yang hanya mengandalkan warisan orang tua tidak membangunnya dari awal, untungnya bapak Sugeng bisa mengelola warisan tersebut tidak seperti orang kaya baru yang tidak pandai memanajemen keuangannya. Tetapi di bandingkan bapak Iwan yang pandai membaca peluang investasi, tentu Sugeng akan mempercayainya.


    "Waduh broo, kalau tau begini kan, aku tadi minta uang yang banyak sama bapak ku, sekarang ada tabungan aku nih 600 ribu," jawab Sugeng


    "Gapapa Geng, segitu juga udah lumayan daripada nggak sama sekali kan. Yok lanjut lagi, keburu kebon bunga nya tutup nih," ajak Iwan.


Jangan lupa Like nya yaa!! Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2